Jumat, 29 Oktober 2021

MEMILIH UNTUK MENGAMPUNI (5)

 

Ayat Bacaan Hari ini: 1 Korintus 13:1-13

 

Ayat Hafalan:  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 1 Korintus 13:4-5

 

Masih sulit untuk memaafkan? Karena kesalahan yang diperbuat oleh orang lain begitu besar sehingga di dalam diri kita tersimpan amarah yang begitu tinggi kepada orang tersebut? Kesabaran tidak cukup untuk melawan emosi?

“Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.” Matius 18:35.

 

Bila Tuhan sudah membuang jauh segala dosa dan pelanggaran kita sejauh timur dari barat, bahkan melalui firman-Nya Dia berkata: “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumbah, akan menjadi putih seperti bulu domba.” (Yesaya 1:18).

 

Namun kita yang telah mendapat pengapunan dosa oleh Tuhan seringkali sulit mengampuni orang lain. Kita masih saja mengingat-ingat kesalahan yang mereka lakukan, mengungkit apa yang mereka perbuat, bahkan kita terus membicarakannya.

 

Jika kita mengatakan bahwa kita telah mengampuni orang lain, maka aritnya kita telah melakukan apa yang sudah Tuhan teladankan, yakni membuang kesalahan dan pelanggaran orang lain terhadap kita, serta kita tidak mengingat-ingatnya lagi.

 

“…tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia menutupi segala sesuatu,” (1 Korintus 13:5b, 7).

 

Memberi ampunan berarti mempraktekkan kuasa pengampunan yang sudah kita terima dari Tuhan dan siap melepaskannya kepada orang lain. Memberi ampunan berarti tidak lagi mengingat kesalahan orang seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa terpisah, saling terkait satu sama lain.

 

Bila kita masih mengingat perbuatan mereka, bagaimana mereka menyakiti kita, bagaimana mereka mengecewakan kita, itu sama halnya kita belum sepenuh hati mengapuni mereka. Padahal, mengampuni orang lain adalah salah satu jalan untuk kita memperoleh pengampunan Tuhan.

 

“…jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:14-15).

 

Pengampunan yang kita peroleh dari Tuhan tak bisa dipisahkan dari kewajiban kita mengampuni orang lain. Sebab ini adalah perintah dari Tuhan.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *