Rabu, 29 Januari 2020

MEMBERI SEBAGAI GAYA HIDUP

Ayat Bacaan Hari ini: 2 Korintus 9:6-15

 

Ayat Hafalan: “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;” 2 Korintus 9:10

 

Untuk kesekiankalinya, kita diingatkan bahwa dalam kehidupan ini, ada yang namanya hukum tabur tuai. Semakin banyak kita menabur, semakin banyak pula yang akan kita tuai. Dan “…barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” (Galatia 6:8).

 

Alkitab menyatakan bahwa kita akan menerima jika kita memberi, bahkan kita akan menerima lebih banyak dari yang kita beri. “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:38). Intinya adalah kita akan menerima setelah kita memberi. Dan Tuhan menghendaki kita untuk memberi dengan hati rela dan yang terbaik, sebab apa yang ditabur orang itu juga yang dituainya (baca Galatia 6:7).

 

Dunia memiliki prinsip yang berbeda dengan firman Tuhan dalam hal memberi. Dunia berprinsip bahwa jika kita banyak memberi, maka milik kita akan semakin berkurang dan kita akan mengalami kekurangan. Oleh karena itu, kita harus menghemat begitu rupa, kalau perlu kita menjadi orang yang kikir atau pelit. Perhatikan firman Tuhan ini! “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.” (Amsal 11:24-25). Secara logika dan rumus matematika, itu tidak masuk akal, sebab semua orang yang menyebar harta, tentunya ia akan kehilangan banyak harta. Namun, Tuhan berjanji bahwa orang yang banyak menabur tidak akan berkekurangan, malah akan berkelimpahan. Alkitab menambahkan, “Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri,” (Amsal 11:17). Jadi, memberi adalah perintah Tuhan bagi setiap orang percaya, tanpa terkecuali. Perintah Tuhan adalah untuk ditaati, bukan untuk dilanggar.

 

Kesimpulan: Tuhan menghendaki kita menjadi orang yang murah hati, bukan pelit atau kikir.

Category
Tags

Comments are closed