Jumat, 12 Juni 2020

MEMBANGUN KELUARGA YANG KOKOH(1)

Ayat Bacaan Hari ini: 2 Samuel 7:1-29

Ayat hafalan : “Sebab Engkau, TUHAN semesta alam, Allah Israel, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, demikian: Aku akan membangun keturunan bagimu. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memamnjatkan doa ini kepada-Mu.” 2 Samuel 7:27

Secara teologis, keluarga ada karena desain, rancangan Tuhan. Hal ini ditandai dengan hadirnya keluarga pertama yaitu keluarga Adam dan Hawa. Dengan demikian, ide, gagasan, desain atau rancangan tentang keluarga sesungguhnya bertumpu dan bersumber dari Tuhan.Keluarga adalah komunitas terkecil yang membentuk suatu masyarakat. Sekalipun kelompok kecil dalam masyarakat, namun peran dan fungsi keluarga itu sangat penting dan strategis. Dikatakan demikian, karena bila keluarga sehat, maka lingkungan juga sehat, kalau lingkungan sehat, maka masyarakat juga sehat, kalau masyarakat sehat pasti negara juga sehat.

 

Ketika Daud hendak membangun “rumah” bagi TUHAN, TUHAN menolaknya dan berjanji sebaliknya bahwa TUHAN yang akan membangun “rumah” bagi Daud.

“Rumah” bagi Daud bukan berbicara istana yang megah, tetapi tentang keluarga yang kokoh, yang diberkati untuk selama-lamanya.Bagi TUHAN, “rumah” tempat tinggal tidaklah lebih penting dibanding “keluarga”. Keluarga adalah rumah yang kekal, sebab di dalam keluargalah TUHAN mencurahkan berkat-NYA. Melalui keluarga jugalah, umat TUHAN menjadi saksi bagi dunia ini.

 

Pertanyaan penting yang perlu diajukan ialah: “Bagaimana menjadi keluarga yang diberkati dan menjadi saksinya Tuhan itu?”

 

  1. Dengan menghadirkan Tuhan

Keluarga yang diberkati dan menjadi saksi ditandai dengan hadirnya Tuhan dalam keluarga. Artinya, keluarga senantiasa membangun mesbah bagi Tuhan. Suami adalah kepala dan juga sekaligus sebagai imam yang senantiasa mempersembahkan keluarganya di hadapan Tuhan. Ketika Tuhan hadir dan dihadirkan dalam keluarga, maka kehadiran-Nya pasti memberkati keluarga itu.Tuhan hadir dalam keluarga ketika semua anggota keluarga memiliki hati yang takut akan Tuhan. Bukti takut akan Tuhan diperlihat dalam sikap dan perbuatan yang taat kepada perintah-perintah Tuhan.

( bersambung… )

 

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *