Rabu, 13 Oktober 2021

MELEPASKAN PENGAMPUNAN (3)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Matius 18:21-35

 

Ayat Hafalan: Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.” Matius 18:35

 

Melepaskan pengampunan bisa menjadi hal tersulit bagi kita. Seringkali, saat seseorang memperlakukan kita dengan buruk atau melakukan sesuatu yang merugikan kita, rasanya mustahil untuk membicarakan dan memikirkan tentang pengampunan. Suatu kali, Petrus bertanya kepada Tuhan Yesus, sampai sejauh apa ia harus mengampuni orang yang bersalah kepadanya. Lalu Yesus menjawabnya dengan sebuah kisah perumpamaan.

 

Dalam cerita tersebut, ada seorang hamba yang berhutang sepuluh ribu talenta kepada raja (Mat. 8:21-35). Hamba ini tidak mampu membayarnya dan sang raja memberi perintah agar ia beserta keluarganya dijual. Namun, hamba tersebut memohon belas kasihan raja, dan raja pun membebaskannya, bahkan menghapuskan hutangnya. Kemudian, dalam perjalanan pulang, ia bertemu dengan teman yang berhutang seratus dinar kepadanya. Temannya itu bersujud dan memohon kepadanya, tetapi ia menolak dan menjebloskan temannya ke penjara. Saat sang raja mendengarkan perkara tersebut, ia memanggil si hamba dan berkata, “Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” Dalam murkanya, sang raja pun menyerahkan hamba tersebut kepada para algojo.

 

Tuhan tahu betapa pentingnya bagi kita untuk mengampuni. Bukan karena Dia tidak mau mengampuni kita jika kita tidak bisa mengampuni orang lain. Tidak, Dia bukanlah Tuhan yang menyimpan dendam kepada anak-anak-Nya. Justru, Dia memahami bahwa sikap yang tidak mau mengampuni hanya akan merugikan diri kita sendiri. Selain luka hati yang berkepanjangan, kegetiran dapat merusak hubungan kita dengan-Nya. Kita pun akan kehilangan kapasitas untuk dapat menerima pemulihan dari-Nya, yang pada akhirnya membuat kita kehilangan tujuan Tuhan dalam hidup kita. Dengan demikian, jika kita ingin menjadi pribadi yang Tuhan tujukan, ambillah keputusan untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kepada kita dan Tuhan yang setia pun akan mengampuni setiap pelanggaran kita

 

Banyak orang yang enggan mengampuni karena berpikir hal itu hanya akan memberi keuntungan kepada orang yang berbuat salah. Cara berpikir seperti ini tidak sepenuhnya benar, karena sesungguhnya dampak terbesar dari mengampuni adalah bagi diri kita sendiri. Apa keuntungan yang kita peroleh dengan memberikan pengampunan kepada orang lain? Pertama, hubungan kita dengan Tuhan semakin baik. Tuhan menghargai orang yang mau mengampuni seperti yang dilakukan-Nya.  Kedua, terbebas dari beban hidup yang tak perlu. Di saat kita melepaskan pengampunan kepada orang lain, maka hidup kita akan dibebaskan dari hal-hal yang membebani di dalam diri kita. Menyimpan kesalahan orang lain itu sama halnya dengan membawa sekantung sampah kemana pun Anda pergi. Tidak ada gunanya dan mengganggu hidup Anda. Ketiga, tubuh kita terhindar dari  sakit penyakit. Dalam sebuah jurnal yang ditulis dalam Psychological Science menyimpulkan, orang yang menyimpan dendam dan berpikir negatif terhadap orang lain akan memiliki rasa cemas hingga frustasi yang cukup tinggi. Dan apabila dendam itu disimpan hingga bertahun-tahun, maka resiko terkena berbagai macam penyakit, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, nyeri lambung, sakit kepala dan lain sebagainya, akan semakin tinggi pula.Memberikan pengampunan bagi orang lain memang tidak mudah, namun bukan berarti hal itu mustahil untuk dilakukan. Anda hanya perlu mengambil langkah iman untuk melakukannya, dan memohon kekuatan Roh Kudus untuk memampukan Anda.

 

Saat ini, berkat dari mengampuni ada di depan mata. Maukah Anda mengambil berkat itu? Pilihan ada di tangan Anda!

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *