Kamis, 19 November 2020

MASALAH ADALAH BERKAT (4)

 

Ayat Bacaan hari ini: 2 Korintus 12:1-21

 

Ayat Hafalan: Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 2 Korintus 12:9

 

Penyakit fisik, kekurangan, depresi, atau beban hidup lainnya bagi orang-orang percaya adalah berkat. Saya menyebutnya “berkat negatif”. Itu bukan kutuk, tetapi berkat. Ada kalanya Tuhan Allah memberkati kita dengan cara yang positif: keberhasilan, kenaikan pangkat, keuangan yang lebih baik, pujian atau penghargaan. Tak jarang kita menjadi alat peraga negatif lewat persoalan yang menimpa hidup kita.

 

Dalam sejarah umat Israel, Allah juga membentuk dan mendidik umatNya lewat pengalaman sulit yang tidak menyenangkan: kelaparan, penyakit, kehilangan, kematian dsb.

Pengalaman duka dan kehilangan menjadi alat pendidikan iman. Lewat penyakit dan kelaparan Umat menjadi sadar, bertobat lalu berbalik kepada Tuhan.

 

Kesulitan dan masalah hidup bisa menjadi alat anugerah Tuhan agar kita lebih mengenal kasih karuniaNya. Seperti FirmanNya:

“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. 2 Korintus 12:9-10. Jadi mulai sekarang jangan lagi bersikap negatif ataupun berkata buruk tentang pengalaman negatif Anda Pribadi.

 

SIKAP YANG DEWASA

 

Setiap kita punya masalah. Umur MASALAH  setua umur manusia. Keluarga Adam dan Hawa mengalami masalah yang serius.  Mereka jatuh ke dalam dosa, karena keinginan yang melanggar kesepakatan dengan Pencipta. Akibatnya mereka menjadi malu dan bersembunyi. Lari dari kenyataan. Itulah sikap umum manusia, tidak menerima kenyataan lalu lari bersembunyi, demi gengsi dan harga diri.

 

Adam pun menyalahkan Tuhan sebagai penyebab masalah itu terjadi, karena memberikan Hawa yang mengajak dia memakan buah terlarang. Hawa di kambinghitamkan sebagai penyebab kesalahan. Hawa pun punya sikap yang sama, menyalahkan si ular. Sikap itulah yang membuat mereka masuk dalam kesulitan baru, diusir dari taman Eden. Sikap terbaik menghadapi masalah ialah siap mengambil tanggungjawab. Menerima masalah ini sebagai milik dan tanggungjawab pribadi, bukannya menyalahkan pihak lain.

 

Dalam konteks keluarga dan pernikahan, Jika Pasangan anda bermasalah, segera sadari bahwa  anda pasti punya andil,  dan ikutlah mengambil tanggungjawab, dengan cara membantu pasanganmu bukan malah menyalahkan. Jika anak anda punya masalah, sebagai Ayah atau Ibu kita ikut bertanggungjawab. ingat, kita pernah jadi anak, anak tidak pernah menjadi orangtua. Kita dipanggil menolong dan mendampingi anak menjalani masalahnya. Tanggungjawab kita termasuk ikut menerima ketidaknyamanan akibat masalah tadi.
(Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *