Senin, 16 November 2020

MASALAH ADALAH BERKAT (1)

 

Ayat Bacaan hari ini: Keluaran 17:8-16

 

Ayat Hafalan: Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit. Keluaran 17:10

 

Siapa orang yang tidak pernah punya masalah. Pasti semua orang didunia pernah mengalami masalah entah masalah itu besar atau kecil. Orang yang punya masalah pasti bisa ditebak dari raut wajahnya. Orang yang punya masalah kecenderungan akan terlihat murung dan tidak cerah, raut mukanya akan terlihat suram. Tetapi orang yang tidak punya masalah akan terlihat ceria dan raut mukanya terlihat segar. Walaupun ada orang yang walau ada masalah masih terlihat ceria, tetapi pasti hanya segelintir dari mereka yang berwajah suram.

Tapi tahukah Anda jika masalah adalah berkat. Jika anda mau mendapat berkat berarti anda harus mendapatkan masalah. Tapi jika anda tidak mau mendapat masalah tentu saja anda tidak akan mendapat berkat. Karena mereka saling berhubungan. Bagaimana bisa?

Bagaimana membuat masalah menjadi berkat memang tidak gampang. Semua tergantung kepada anda bagaimana anda menghadapi masalah tersebut. Lari dari masalah tidak menjadikan masalah itu akan selesai. Anda hanya dapat menghilangkan masalah itu untuk sementara waktu tanpa menyelesaikannya.

Dalam Keluaran 17:8-16 diceritakan bagaimana orang Israel menang melawan orang Amalek. Musa adalah orang yang dipilih Tuhan untuk membawa orang Israel. Tentu saja Musa mengalami berbagai masalah selama perjalanan itu. Bagaimana cara Musa membawa masalah itu menjadi berkat? Mari kita belajar dari Musa lewat ayat-ayat tersebut.

 

1. Datang kepada Tuhan adalah awal

 

Keluaran 17:9 “Musa berkata kepada Yosua: “Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku”

 

Ketika kita menghadapi masalah pertama-tama kita harus datang kepada Tuhan, itu adalah awal dari penyelesaian masalah kita. Dikatakan bahwa Musa tahu bahwa ini adalah masalah yang besar untuk bangsa Israel dan dia sadar bahwa dia tidak mampu untuk menyelesaikan masalah tersebut karena Ia sendiri sudah berumur, tidak mungkin bagi Musa untuk ikut berperang melawan orang Amalek. Karena itu, ia pergi dan berdiri di puncak bukit dan memegang tongkat Allah ditangannya.

 

Perlu komitmen yang kuat untuk datang kepada Tuhan, tentu saja masalah tidak akan selesai secepat kita membalikkan telapak tangan kita. Perlu waktu dan waktu kita bukanlah waktu Tuhan. Jadi selama kita menunggu waktu Tuhan menyelesaikan masalah kita, kita harus punya komitmen untuk datang kepada Tuhan.

 

Masalah bagaimanapun tetaplah masalah walaupun kita memikirkan atau kuatir tidaklah memberikan jalan keluar. datang kepada Tuhan adalah suatu komitmen kita untuk mau dibentuk Tuhan dalam menghadapi masalah tersebut. (Bersambung… )

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *