Minggu, 13 Desember 2020

KUASA PUJIAN PENYEMBAHAN (7)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Yesaya 61:1-11

 

Ayat Hafalan: “untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.” Yesaya 61:3

 

Allah menghendaki agar kita selalu memuji dan mengagungkan nama-Nya, dan semakin banyak kita memuji-Nya maka hati dan jiwa kita akan semakin terpusat kepada-Nya dan kita semakin terlepas dari beban dan masalah yang kita hadapi. Bila kita yakin akan kuasa pujian di dalam setiap situasi dan mengerti bahwa semua akan terpenuhi ketika kita sungguh-sungguh menyembah Allah, maka hidup kita akan semakin damai dan tenteram. Bila kita menghampiri Dia melalui pujian, kita menunjukkan kasih kita kepada-Nya, kita membuka saluran di hati kita sehingga kasih-Nya dapat mengalir ke dalam hati dan jiwa kita. Penyembahan melalui pujian akan meruntuhkan tembok-tembok negatif di dalam hati dan memberi kesegaran jiwa.

 

Pujian dan penyembahan sangat penting untuk memelihara pikiran yang sehat. Iblis akan berusaha menggoda kita untuk berbuat kesalahan namun pada saat kita menaikkan pujian kepada Allah, suaranya akan kabur dan bahkan lenyap, karena pujian dan penyembahan menjernihkan pikiran, dan membuat kita mampu mendengarkan suara Allah yang berbicara langsung ke hati kita (lihat Roma 12:2). Salah satu nyanyian pujian di mana kesedihan berganti menjadi sukacita melalui penyembahan kepada Allah, sumber segala sukacita, adalah ketika Allah berkata bahwa, “Ia datang kepada kita untuk memberi kita perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar” (lihat Yesaya 61:3).

 

Pujian kepada Allah melepaskan kita dari pikiran-pikiran negatif, seperti halnya Daud yang memohon kepada Allah dan berkata, ”Keluarkanlah aku dari dalam penjara untuk memuji nama-MU” (Mazmur 142:8). Ketika kita menaikkan pujian kepada Allah dan mengungkapkan kepedihan hati kita kepada-Nya, maka Ia akan mengangkat hati kita lebih tinggi dari kepedihan itu sehingga pikiran dan emosi negatif kita terlupakan dan kita dapat mendengar suara-Nya. Inilah salah satu kuasa yang tersembunyi dalam pujian.

 

Kuasa lainnya yang tersembunyi di dalam pujian ialah bahwa Allah dapat memurnikan hati kita tepat di dalam proses pujian yang sedang kita lakukan kepadaNya.

Suara kita akan keluar dari bagian tubuh kita yang paling dalam, atau bahkan dari jiwa kita (dan tidak soal apakah suara itu merdu atau tidak). Suara kita datang dari roh kita, yang diilhami dan ditopang oleh Roh Allah sehingga suara itu akan menjadi indah. Mengangkat suara kita dalam nyanyian pujian berarti mengangkat hati kita kepada-Nya dalam penyerahan diri, kasih dan kesetiaan. Bila kita memusatkan seluruh perhatian kita kepada Allah dan menyambut kehadiran-Nya di dalam jiwa dan hidup kita melalui pujian, maka hati kita akan melembut di hadirat-Nya. Kita akan dicurahi kasih-Nya, karena dalam pujian itu kita menyembah-Nya dan menjadi semakin serupa dengan-Nya.

 

Pujian juga membuka kasih di dalam hubungan kita dengan sesama, karena Allah sanggup mengubah hati, kalau kita mau memberi-Nya kesempatan untuk melakukannya di dalam diri kita. Bila kita menyembah dan memuji-Nya serta sepenuhnya menghargai kasih dan kuasa-Nya, lalu kita bersyukur dan berterima kasih kepada-Nya atas semua hal yang dilakukan-Nya selama hidup kita, maka rasa damai dan sejahtera akan mengalir di dalam hidup kita.

 

Pujian dapat mengubah situasi dan itulah juga kuasa yang tersembunyi di balik pujian kepada Allah.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *