Jumat, 11 Desember 2020

KUASA PUJIAN PENYEMBAHAN (5)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Yohanes 4:1-42

 

Ayat Hafalan: “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.Yohanes 4:23

 

Penyembahan dan puji-pujian sejati adalah mutiara yang langka dalam gereja pada masa kini. Penyembah-pemuji merupakan suatu panggilan yang agung dan mulia. Panggilan untuk menyembah dan memuji diberikan kepada setiap orang percaya, muda atau tua, dewasa atau belum dewasa. Allah mengharapkan dan memerintahkan umat-Nya untuk menyembah dan memuji-Nya. Salah satu masalah serius dalam gereja masa kini adalah, bahwa walaupun penyembahan dituntut dari setiap orang Kristen, penyembahan dan pujian hanya dialami oleh sangat sedikit orang. Sebagian besar orang percaya jarang sekali bahkan ada yang belum pernah memasuki suatu perjumpaan dengan Allah dalam penyembahan sejati. Penyembah-penyembah atau pemuji sejati berpusat pada Allah bukan pada diri sendiri. Mengenai penyembahan, A. W. Tozer menulis: “Penyembah memiliki kesibukan yang abadi bersama Allah.” Inilah rahasia penyembahan yang penuh kuasa. Ketika kita masuk dalam pujian dan penyembahan, pandangan kita bukan pada diri kita sendiri tetapi seharusnya tertuju ke Sorga. Manusia diciptakan untuk menyembah Allah. Tuhan berkata: “Di atas segala mahluk yang telah Kubentuk, dan Kuciptakan, Kuberikan kepadamu satu hal terbesar bahwa engkau dapat menyembah dan memuji-Ku dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh mahluk lain.” Pekerjaan yang dilakukan oleh seorang penyembah atau pemuji akan memiliki nilai kekekalan dan kemenangan di dalamnya.

 

Penyembahan bukanlah suatu ritual atau tindakan biasa, melainkan suatu sikap hidup, di mana Allah mempunyai tempat utama yang mutlak dalam pemikiran, kasih dan kesadaran seseorang. Allah memberikan prioritas yang tinggi pada penyembahan; Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Lukas 4:8). Dan “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.” (Yohanes 4:23). Dan bagi kebanyakan orang percaya, “Penyembahan” lebih merupakan suatu acara atau pertunjukan daripada suatu perjumpaan Ilahi di mana mereka bisa berpartisipasi secara pribadi.

 

Penyembahan yang sejati berfokus pada satu Pribadi dan hanya satu Pribadi saja, sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus, hanya Dialah yang layak mendapatkan penyembahan kita. Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi, bulan, dan bintang-bintang, dan menempatkan mereka di tempatnya masing-masing. Dialah yang membangun dan meruntuhkan kerajaan-kerajaan. Fokus penyembahan kita harus tertuju kepada Allah saja.

 

Adapun tanda-tanda Gaya Hidup Seorang penyembah dan pemuji, adalah:

  1. Punya hubungan yang erat dengan Tuhan. Sungguh-sungguh kesukaannya masuk dalam hadirat Tuhan.
  2. Mempunyai kerendahan hati, dan sikap hati seorang hamba Tuhan, dengan karakter sebagai berikut:

* Tidak sombong, karena dia tahu di hari-hari terakhir ini Tuhan sedang mencari penyembah, bukan penyembahan yang Tuhan cari .

* Mengampuni, meskipun sakit tetapi waktu kita taat mengampuni inilah bukti kerendahan hati.

* Istri tunduk pada Suami; suami mengasihi istri, bukti kerendahan hati dan waktu engkau belajar tunduk maka engkau akan melihat berkat Tuhan, penyertaan Tuhan dalam hidupmu akan dahsyat.

 

Kalau kita berusaha menyenangkan hati Tuhan, maka bagian Tuhan adalah akan menyenangkan hidup kita. Karena itu gaya hidup penyembah dan pemuji seharusnya konsisten, disiplin dan terus-menerus menjaga kehidupan yang berkenan di hati-Nya, untuk memuliakan Tuhan.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *