Selasa, 05 Oktober 2021

KUASA PENGAMPUNAN (2)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Matius 18:21-35

 

Ayat Hafalan: “Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.” Matius 18:35

 

(Sambungan…)

 

Apa yang terjadi bila kita tidak bisa mengampuni orang lain?

 

2. Akar Pahit, Tidup Tersiksa, Tidak ada Damai Sejahtera

Orang yang tidak mengampuni menyimpan kepahitan dalam hatinya. Hidupnya tidak tenang, menderita, tida ada sukacita. Bahkan ketika beribadah sekalipun terasa berat. Kehidupan orang yang tidak mengampuni terasa suram dan tiada kebebasan, sebab untuk bahagia selalu ada ganjalan dihati.

 

3. Kita Menghakimi Orang

Ketika kita tidak mengampuni, fokus kita tertuju pada keburukan orang dan tidak melihat kekurangan diri, cenderung menghakimi padalah tanpa dia sadari pengampunan Tuhan tertutup baginya. Marilah kita saling mengampuni bukan saling menghakimi.

 

4. Membuka diri terhadap banyak dosa

Bermula dari tidak mengampuni, selain kita menutup diri bagi Tuhan kita juga membuka diri terhadap banyak dosa. Tidak dapat mengampuni bisa menjadi dendam, akar pahit, dengki, fitnah, berusaha membalas kejahatan, dll. Tidak ada hal positif bagi diri kita ketika kita tidak mengampuni. Menyimpan dendam dan amarah hanya akan berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain, selagi sempat jangan biarkan kehidupan kita dikuasai dosa.

 

Walaupun mungkin berat, namun belajarlah untuk mengampuni. Jangan menuntut pembalasan namun ampunilah orang. Pembalasan adalah hak Tuhan, dan bukan hak kita. Sekalipun kita dikecewakan jangan kita menyimpan dendam, bahkan sering kali doa kita bahkan minta pembalasan, Tuhan seakan-akan disuruh membalas dendam kita sendiri. Kasihilah orang lain termasuk musuh kita, sebab itu yang dikehendaki Tuhan dihidupmu. Kesalahan orang biarlah menjadi urusan dirinya dengan Tuhan, urusan kita hanyalah mengasihi dan mengampuni.

 

Petrus dalam Injil bertanya kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Maka jawab Yesus kepadanya: “Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali”. Jawaban ini tentunya membuat Petrus terkejut. Bagaimana mungkin seorang manusia dapat mengampuni tujuh puluh kali tujuh kali terhadap salah seorang yang terus menyakiti hatinya? Jawaban Yesus ini sebenarnya mau menunjukkan betapa pentingnya sikap mengampuni dari manusia untuk dirinya sendiri dan orang lain. Memang hal tersebut sulit untuk kita laksanakan, apalagi jika orang yang sama terus melakukan perbuatan yang tidak mengenakkan hati kita. Namun kita perlu menyadari bahwa  pengampunan yang terus kita berikan kepada orang lain membuat Allah juga akan mengampuni segala kesalahan dan dosa kita. Sebaliknya, pengampunan yang tidak kita berikan kepada orang lain, membuat Allah juga tidak mengampuni kesalahan dan dosa kita.

 

Secara manusiawi kita dapat berbuat demikian, namun karena kuasa Allah tinggal dan diam di dalam diri kita, maka kita dapat mengatakan: aku akan terus mengampunimu! Karena inilah yang dikehendaki oleh Allah. Maka, sebagai pengikut Kristus yang setia, berusahalah untuk bisa mengampuni sesama.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *