Senin, 06 Juli 2020

KUASA DALAM PERKATAAN (6)

 

Ayat Bacaan Hari ini: 1 Petrus 3:8-12

 

Ayat Hafalan: “Siapa yang mau mencintai hidup, dan mau melihat hari-hari baik ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.” I Petrus 3:10

 

( Sambungan… )

 

KEDUA, I Petrus 3: 8-10 “…..Siapa yang mau mencintai hidup, dan mau melihat hari-hari baik ia harus menjaga lidahnya…..”

 

“Perkataan Anda,  menentukan hidup Anda berhasil atau terkutuk”.

Perkataan sama seperti doa kita. Kebenaran, kebaikan, dan kesucian, yang kita katakan melalui mulut, akan mendatangkan berkat bagi kita. Sebaliknya kenajisan, kejorokan, kekuatiran, dan kesalahan yang kita ucapkan, akan mendatangkan kutuk dalam kehidupan.

 

Pada saat perkataan berkat diucapkan, berkat itu mengembang menjadi suatu tudung, yang menyulubungi kita di dalamnya, sehingga hidup kita selalu berada dalam situasi berkat Allah. Demikian juga dengan kutuk. Disaat suatu perkataan yang mengandung kutuk diucapkan. Kutuk itu akan menjadi seperti racun yang menyebar ke seluruh saraf, sehingga ia akan melemahkan kehidupan kita, dan pada akhirnya mencelakai kehidupan kita. Itulah sebabnya Alkitab berkata: “Hidup dan mati dikuasai lidah. Siapa menggemakannya, akan memakan buahnya” (Amsal 18:21)

 

Gemakanlah perkataan yang baik, agar kehidupan kita berada dalam lingkupan berkat Allah, maka sepanjang kehidupan, kita akan mengalami dan menikmati yang baik. Jagalah bibir mulut Anda dari perkataan yang jahat, dan mengutuk, supaya hidup Anda jangan berada dalam penderitaan dan kutuk.

 

Ada beberapa cara menjaga lidah kita:

Pertama, sebelum Anda mengatakan sesuatu, pikirkanlah bahwa benarkah apa yang saya katakan ini? Banyak perkataan yang enak di dengar, namun itu berasal dari informasi yang tidak benar.

 

Kedua, pantaskah apa yang saya katakan ini? Banyak perkataan sesuai dengan situasi untuk diucapkan, namun sebenarnya tidak pantas untuk diutarakan. Misalnya kita melihat seseorang yang sering sakit, adalah tidak pantas kita berkata: “kamu selalu penyakitan” Ini akan melukai hatinya.

 

Ketiga, pentingkah apa yang saya katakan ini? Terkadang ada hal yang nyata, namun tidak penting untuk dikatakan.

 

Keempat, bergunakah apa yang saya katakan ini? Banyak perkataan yang sebenarnya tidak berguna untuk dikatakan.

 

Dengan proses empat langkah ini, kita dapat menjaga lidah kita dari setiap perkataan yang sia-sia. (Bersambung…)

 

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *