Jumat, 27 Maret 2020

KITA PRIBADI YANG BERHARGA DI MATA TUHAN

Ayat Bacaan Hari ini: Yesaya 49:1-26

Ayat Hafalan: “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.” Yesaya 49:15

Ngeri! Itulah kesan pertama kita ketika melihat keadaan dunia di zaman sekarang ini. Kejahatan manusia semakin memuncak seperti di zaman Nuh! “…segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,” (Kejadian 6:5). Manusia tidak lagi punya rasa takut akan Tuhan; melakukan tindak kejahatan dianggapnya sebagai hal yang biasa; kasih sudah menjadi hal yang sangat langka ditemukan di antara umat manusia.

Ada ibu yang begitu mudah melupakan bayinya karena terbelit masalah ekonomi, ada yang tega menjualnya, bahkan ada yang sampai hati membuang dan membunuh darah dagingnya sendiri. Ini adalah fakta! Sungguh benar apa yang tertulis di Alkitab: “…karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” (Matius 24:12). Seorang anak yang dengan sengaja dilupakan, disia-siakan atau dibuang oleh orangtuanya akan mengalami luka-luka batin yang mendalam: perasaan sakit hati, nelangsa, tertolak, mengasihani diri sendiri, dan merasa kehadirannya tidak diinginkan membuatnya gambar dirinya mudah frustasi dan rapuh, dan perasaan ini akan terbawa sampai dia beranjak dewasa. Jika ada di antara kita  yang mengalaminya, perhatikan baik-baik! Ini bukan akhir dari segala-galanya. Orangtua boleh saja melupakan dan membuang anaknya, tetapi ada Satu Pribadi yang tetap mengasihi, dan tangan-Nya yang penuh kasih itu selalu yang tetap mengasihi, dan tangan-Nya yang penuh kasih itu selalu terbuka untuk menyambut dan memeluk kita. Tuhan berkata: “Sekalipun dia (ibu – Red.) melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.” (ayat nas).

Mungkin orang lain berkata: hidupmu sudah tamat dan kamu tidak punya masa depan lagi! Tak perlu hiraukan apa kata orang, arahkan telinga dan mata kita kepada Tuhan! Datanglah kepada Tuhan: berdoalah bagi orangtua, lepaskan pengampunan dan mintalah berkat bagi orangtua yang membuang kita.

Kesimpulan: “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.” Mazmur 139:13-14

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *