Kamis, 12 Agustus 2021

KEMERDEKAAN YANG SEJATI (4)

 

Ayat Bacaan Hari ini: 1 Korintus 15:1-58

 

Ayat Hafalan: Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. 1 Korintus 15:26

 

(Sambungan…)

 

Kemerdekaan oleh dan dari Kristus. Maut: musuh terbesar manusia

 

Adakah ketakutan manusia yang lebih besar dari ketakutan menghadapi maut?
Semua orang pasti punya rasa takut karena rasa takut memang manusiawi. Yang beda hanyalah tingkat dan jenis rasa takut. Ada ketakutan yang rasional, ada pula yang sudah tidak rasional. Rasa takut membantu manusia untuk terhindar dari bahaya yang lebih besar. Takut kena api mencegah orang untuk tidak merasakan sakit bila terbakar. Ada yang takut untuk hal-hal yang baru sehingga orang tersebut tidak berani mengambil keputusan tegas melakukan perubahan.

 

Tetapi, seberani-beraninya seseorang, orang tersebut, sepanjang dia belum mengenal dan menerima Kristus sebagai Juru Selamatnya, pasti akan mengalami ketakutan saat ajal menjemput dia. Bahkan, kata orang, ada orang yang masih dalam proses kematiannya sudah mengalami penderitaan secara spriritual, umpama, karena ketika hidup ia akrab dengan okultisme (ilmu hitam).

 

Pada umumnya orang takut mati, antara lain mungkin karena, dia terlalu mengasihi dunia ini, atau dia tidak mengetahui ada apa di balik kematian, atau bahkan dia sadar bahwa dia pantas mengalami penghukuman yang menanti dia setelah kematiannya dan dia tidak menemukan atau tidak mau menerima jalan keselamatan kekal melalui Kristus hingga kematiannya.

 

Maut: musuh terakhir manusia (1 Korintus 15:26)

 

Di dalam menjalani proses kehidupan di dunia ini, setiap orang pasti menghadapi kesulitan, baik pergumulan batin di dalam dirinya maupun ketegangan dengan faktor-faktor di luar dirinya. Ada yang melihat “kesulitan” secara positif di mana setiap “kesulitan” ditanggapi sebagai tantangan bahkan peluang untuk menjadi makin baik. Tetapi ada juga mereka yang melihat dari sudut lain dan menjadikan “kesulitan” sebagai musuh, termasuk orang-orang yang menciptakan “kesulitan” bagi dia. Tetapi, pada umumnya segala hal yang mengancam eksistensi atau kemapanan seseorang akan selalu dilihat sebagai “musuh”, terlepas dari apakah yang bersangkutan akan menghadapi, melarikan diri atau menyikapi dengan cara lain atas “musuh” nya tersebut.

 

Di dalam konteks waktu, rangkaian proses upaya “penaklukan” musuh apapun tadi akan berujung pada kenyataan absolut bahwa ada “kematian” menanti setiap orang yang menjadi musuh terakhir untuk dihadapi, kalau tidak bisa ditaklukkan. Pada umumnya, orang berusaha mengelak atau “menunda” datangnya kematian dan ingin menikmati umur panjang (namun, lucunya, tidak mau jadi tua). Tapi, setiap orang sudah ditetapkan untuk mati. Bahkan kematian dapat datang tanpa peringatan (Amsal 27:1). Semua manusia pada dasarnya berbaris antri menunggu saat ajal menjemput. Ada yang lama berbarisnya, ada yang relatif singkat. Tidak ada manusia di dunia ini yang dapat mengalahkan kematian. Kenapa? Karena semua manusia sudah berdosa (Roma 3:10, 23) dan upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Semua manusia pasti mengalami kematian. Manusia telah ditetapkan untuk mati sekali saja dan kemudian dihakimi (Ibrani 9:27).

(Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *