Selasa, 30 Juni 2020

KELUARGA YANG MELAYANI (2)

Ayat Bacaan Hari ini: Ulangan 6:1-25

Ayat hafalan: “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” Ulangan 6:6-7

Untuk membangun keluarga yang melayani tidak selalu mudah. Ada beberapa tantangan yang dihadapi, antara lain:

  1. FAMILY ORIENTED Maksudnya, keluarga-keluarga memberikan perhatian yang sangat besar kepada keluarga, sehingga segala sesuatu yang dilakukan untuk kepentingan keluarga. Bila ada sesuatu yang akan dilakukan dan itu bertubrukan dengan kepentingan keluarga, maka mereka akan mengutamakan kepentingan keluarga. Hal ini membuat keluarga tersebut tidak memberikan kesempatan bagi “kepentingan yang lain” untuk masuk ke dalam keluarga mereka.
  2. SIBUK DALAM PEKERJAAN Tuntutan pekerjaan dan kebutuhan hidup membuat banyak keluarga menghabiskan waktu di tempat pekerjaan mereka masing-masing. Tidak jarang suami dan istri memutuskan untuk sama-sama memiliki pekerjaan tetap. Terkadang, mereka pun diharuskan atau terpaksa lembur untuk memenuhi tuntutan yang ada. Kondisi ini membuat jemaat mengalami kesulitan untuk membagi waktu antara tuntutan keluarga, pekerjaan, dan ditambah lagi dengan pelayanan. Karena itu, banyak keluarga yang memilih pilihan yang pertama dan kedua, dan menunda (atau tidak memilih) untuk pilihan yang ketiga.
  3. LELAH SECARA FISIK Hal ini membuat mereka untuk lebih memilih beristirahat di rumah daripada harus berlelah-lelahan lagi di tempat pelayanan. Dengan beristirahat di rumah, mereka bisa memiliki waktu buat keluarga dan sekaligus memulihkan kesehatan mereka sehingga siap untuk pekerjaan di keesokan hari.

Apa Yang Harus Dilakukan?

  1. Setiap suami-istri harus menyadari bahwa keberlangsungan pekerjaan Tuhan dipercayakan pada diri mereka (sebagai orangtua) maupun bagi anak-anak mereka. Pekerjaan Tuhan tidak boleh berhenti, tapi harus terus berlanjut. Karena itu, diperlukan orang-orang yang bersedia dan rela hati untuk melanjutkannya. Anak-anak kita adalah generasi-generasi penerus dari pekerjaan Tuhan. Jika mereka tidak diajar dan dilatih untuk melayani sejak masih muda, maka mereka akan kesulitan untuk terlibat dalam pekerjaan Tuhan di waktu-waktu yang akan datang.
  2. Setiap suami-istri harus menjadi teladan yang pertama dalam melayani. Dalam Efesus 5:21, Paulus membahas tentang kerendahan hati, “dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.” Topik ini dipergunakan oleh Paulus sebagai topik pendahulu sebelum membahas tentang hubungan suami-istri, orang tua-anak, tuan-hamba, sehingga diharapkan ada kerendahan hati dalam relasi-relasi tersebut. Hanya dengan kerendahan hati, maka suami dan istri bisa saling melayani. Mulailah dari hal-hal yang kecil dan perlihatkan kepada anak-anak tentang pelayanan kita pada pasangan kita. Juga, terlibatlah dalam pelayanan di gereja, walau puh itu hal-hal yang kecil dan sederhana.
  3. Mengajarkan kepada anak-anak tentang prinsip firman Tuhan bahwa setiap orang Kristen dipanggil untuk melayani Tuhan, dan mulailah libatkan mereka dalam pelayanan-pelayanan di gereja untuk bidang-bidang yang sesuai dengan kemampuan mereka dan juga membangun situasi yang kondusif untuk melibatkan anak-anak didalam pelayanan.
Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *