Senin, 15 Juni 2020

KELUARGA YANG BAHAGIA & DIBERKATI (1)

Ayat Bacaan Hari ini: Mazmur 37:1-40

Ayat Hafalan: “TUHAN menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.” Mazmur 37:40

Raja Daud , penulis Mazmur 37, membandingkan keberhasilan orang fasik dengan orang benar yang takut akan Tuhan. Tanpa mengandalkan Tuhan, bisa saja orang fasikmengumpulkan kekayaan dengan ketekunan dan kerajinan atau dengan kelicikan dan kejahatannya. “ Orang-orang fasik menghunus pedang dan melentur busur mereka untuk merobohkan orang-orang sengsara dan orang-orang miskin, untuk membunuh orang-orang yang hidup jujur; (Mazmur 37:14). Hidup orang fasik bisa saja sepertinya secara materi diberkati, namun tidak mungkin menjadi berkat secara rohani. Bahkan diri orang fasik sendiripun akan berakhir dalam kebinasaan (Mazmur 37:10). Tentunya kerinduan kita ingin memiliki kehidupan rumah tangga atau keluarga yang diberkati dan pada gilirannya menjadi berkat.

Bagaimanana agar keluarga kita dapat menjadi keluarga yang diberkati dan menjadi berkat? Mari kita memperhatikan tuntunan firman Tuhan yang terdapat dalam Mazmur 37:35-36

Pertama: Milikilah kehidupan yang benar ( Mazmur 37:20 )

Orang benar tidak didefinisikan sebagai orang yang tidak pernah berbuat dosa atau kesalahan.Orang benar adalah orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan dibenarkan oleh kuasa darah-Nya (1 Petrus 18:19) Dalam menjalankan kehidupannya “orang benar” PASTI takut akanTuhan. Keluarga yang menjalankan roda kehidupannya dengan benar,pasti akan harmonis,diberkati dan menjadi berkat bagi orang-orang disekitarnya. Masing-masing anggota keluarga,baik suami-istri, dan anak-anak bertanggung jawab menjalankan peranannya. Bukan karena takut kepada manusia tetapi “ takut kepada Tuhan”. Takut akan Tuhan mencakup: – Kehidupan yang senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan – Menjauhkan diri dan membenci dosa – Melakukan kebenaran firman Tuhan dalam praktek kehidupan sehari-hari. Mari kita doakan suami kita, istri kita atau anak-anak kita supaya senantiasa hidup takut akan Tuhan. Demikian juga mari kita mulai dari diri kita pribadi lepas pribadi senantias berusaha menjadi orang yang takut akan Tuhan dan rendah hati (Amsal 22:4). Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.” ( Amsal 14:27 ). Orang benar dijanjikan tidak akan ditinggalkan,tetapi sebaliknya dijanjikan bahwa berkat ada diatas kepala orang benar (Amsal 10:6)

Kedua, Praktekkanlah kehidupan yang penuh dengan kemurahan dan belas kasihan (Mazmur 37:26)

Jika keluarga kita tidak mempraktekkan kehidupan yang murah hati dan penuh dengan belas kasihan,jangan harap kita akan diberi kemurahan (Galatia 6:7) (Galatia 6:10). Orang yang kaya secara materi,belum tentu otomatis kaya dalam kemurahan. Tidak jarang kita melihat orang yang semakin kaya, semakin kikir dan tidak mau peduli dengan orang lain. Kemurahan hati adalah salah satu buah Roh Kudus (Galatia 5:22).

Kekayaan dan kehormatan bukanlah segala-galanya. Kejarlah yang utama yaitu hidup takut akan Tuhan dan dalam kemurahan hati,maka kekayaan dan kehormatan akan menjadi bonus dalam keluarga atau rumah tangga kita. Dengan demikian keluarga yang diberkati dan menjadi bekat bukan sekedar impian tetapi akan menjadi kenyataan. Bersama Tuhan kita mampu mewujudkannya.

 

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *