Selasa, 02 Juni 2020

KELUARGA : TANTANGAN DI ERA MILENIAL(2)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Maleakhi 2:10-16

 

Ayat hafalan : Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat! Maleakhi 2:16

 

 (sambungan…)

Lebih parahnya lagi, dijaman sekarang ini, perceraian sudah dianggap hal yang biasa, bahkan sebagian menganggap perceraian tidak lagi memalukan. Sikap masyarakat yang lebih permisif terhadap kasus perceraian, tidak berarti menghilangkan efek dari perceraian yang begitu merusak, baik bagi kedua belah pihak yang bercerai, maupun terhadap anak-anak mereka. Anak-anak dari orang tua yang bercerai memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami kegagalan dalam hal akademis dan menjadi anak yang bermasalah. Itu sebabnya ketika Yesus mengatakan, “Apa yang dipersatukan Allah, tidak dapat dipisahkan oleh manusia,” bukanlah suatu perintah yang tanpa alasan.

Sebagai orang percaya, kita harus selalu mengingat komitmen yang kita ucapkan di dalam janji nikah kita. Ini adalah sebuah komitmen yang mengandung perjanjian (covenant) yang kudus. Sadarilah bahwa pasangan kita adalah manusia biasa yang juga memiliki keterbatasan dalam hal-hal tertentu, dan seringkali keterbatasannya itu membuatnya gagal untuk mengatasi tekanan-tekanan yang dihadapinya.
Materialisme
Di zaman modern ini, kita seakan-akan digiring kepada kehidupan yang serba meteriaslistik. Hal ini sangat berbahaya bagi keluarga-keluarga Kristen. Mungkin orang tua hanya ingin memberikan kepada anak-anak mereka sesuatu yang mampu mereka berikan. Tetapi ketika hal ini mulai menjadi tidak terkendali, maka secara perlahan akan dapat menggeser fokus keluarga yang tadinya tertuju kepada Allah menjadi kepada materi.

Firman Tuhan mengajarkan kita untuk memberi. Ini bukanlah sebuah pilihan, tetapi sebuah perintah yang harus dijalani oleh setiap orang percaya. Ajarkan anak-anak untuk mengembalikan perpuluhan mereka sejak dini. Jangan lihat jumlahnya yang mungkin terasa tidak seberapa, tetapi efek dari mengembalikan perpuluhan ini akan membentuk kebiasaan memberi pada diri anak-anak Anda. Memberi adalah obat penawar yang paling ampuh bagi materialisme. Sebagai orang tua, demonstrasikan kebiasaan Anda untuk memberi di hadapan anak-anak Anda dan ajarkan kepada mereka untuk itu. Saat anak Anda mengalami sukacita dalam memberi, maka Anda sudah membebaskan anak Anda dari cengkeraman materialisme.
Pengaruh Media
Masalah yang di hadapi oleh keluarga karena pengaruh media bukan hanya karena secara moral apa yang ditayangkan di media saat ini lebih buruk dari masa-masa sebelumnya. Lebih daripada itu, media saat ini lebih menggambarkan karakter dan tindakan moral yang rusak itu justru sebagai pahlawan. Media menggambarkan pelanggaran hukum justru layak untuk dilakukan.

Lebih parah lagi, media saat ini sudah dianggap lebih penting daripada hal-hal yang berbau rohani. Banyak sekali anak-anak Tuhan yang lebih suka menonton tayangan DRAMA KOREA dibandingkan dengan membaca Alkitab. Banyak anak-anak muda yang lebih hafal para pemeran di drakor “The World of the married” dibandingkan menghafal nama kedua belas murid Yesus. Sungguh Ironis!!!
( bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *