Jumat, 10 April 2020

KAYU SALIB : BUKTI CINTA TUHAN YESUS

Ayat Bacaan Hari ini: Lukas 23:33-43

Ayat Hafalan: Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak atu apa yang mereka perbuat.”

Lukas 23:34

Salib adalah bukti kekuatan. Yesus menanggung segala kutuk akibat dosa sebagai korban, bukan karena kelemahan diriNya sebagai manusia. Salib adalah bukti keberhasilan penebusan dosa, bukan kegagalan. Kalau Yesus mau, Ia tidak perlu ke kayu salib. Ia tidak mempunyai kewajiban untuk menyelamatkan manusia, atau kewajiban untuk menjadi tumbal atas dosa. Tetapi kerelaan dan kesediaanNya untuk maju menuju salib menunjukkan betapa besar cinta kasihNya.

Jika manusia yang berdosa mencoba untuk menebus dosanya sendiri, maka apa yang dihasilkan? Hanya dosa yang menjadi tambahan atas dosa. Seperti pakaian putih yang dicuci di air kotor. Pakaian putih itu tampak bersih tetapi sebenarnya tidak bersih, hanyalah kotoran yang merata. Tetapi kebeningan dan kebersihan dari warna putih tersebut sudah berubah. Manusia akan tampak baik, tampak bersih/benar, tetapi itu hanyalah karena pemerataan dosa.

Banyak orang yang mati tersalib pada jaman itu, bukan hanya Yesus. Yesus memilih cara yang manusiawi untuk mencabut nyawaNya. Ia memilih jalan salib, dengan cara tumpah darah, dengan lambung yang ditusuk tombak. Namun inti yang terpenting adalah kerelaan Yesus memberikan hidupNya. Selama di atas kayu salib, tidak ada satu pun kata kutuk yang keluar dari mulutNya. Malah sebaliknya Yesus berkata “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Ini menunjukkan cinta kasihNya yang luar biasa. Sebelum Yesus mati, Ia berseru “Ya Bapa, ke dalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu.” Yesus berkuasa atas hidup dan Dialah hidup. Tidak ada yang bisa mengambil nyawa Yesus tanpa kerelaan Dia memberikannya, dan Dia memberikan hidupNya bagi kita dengan sukarela.

Tidak semua orang dapat mengerti makna salib dan pengorbanan Yesus. Maka bersyukurlah jika kita boleh percaya kepada keajaiban karya salib Yesus. Maka jika kita berkata kita adalah pengikut Kristus dan kita sudah dimerdekakan dari dosa, mengapa hidup kita masih kita permainkan ? Jangan meninggalkan Tuhan atau menjual Tuhan dengan berbagai alasan, ketika permasalahan datang. Yang bisa kita lakukan sebagai rasa syukur kita adalah membayar dengan kesetiaan hidup kita sebagai anak-anak Tuhan.

Kesimpulan: Yesus ditinggalkan, supaya kita ditemukan.Yesus mati, supaya kita hidup.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *