Senin, 19 Oktober 2020

KARAKTER KRISTUS (8)

 

Ayat Bacaan hari ini: Yesaya 41:1-29

 

Ayat Hafalan: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu. Aku akan meneguhkan bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” Yesaya 41:10

 

( Sambungan…)

 

4. Berani

Karakter Kristus selanjutnya ialah pemberani. Dapat dilihat ketika Ia menjungkirbalikkan meja-meja penyamun di Bait Allah. Tindakan tersebut sangat mengundang banyak perhatian. Namun, Ia dengan tegas mengatakan “Jangan Menjadikan Rumah Bapa-Ku sebagai sarang penyamun.” Kita juga dituntut untuk meneladani sifat Yesus yang pemberani.

 

Yesaya 41:10 “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu. Aku akan meneguhkan bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”

 

5. Penuh Pertimbangan

Tuhan selalu mempertimbangkan segala sesuatu sebelum mengambil keputusan. Ia memikirkan kapan waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu. Sama seperti kita, jangan terlalu terburu-buru ketika mengambil keputusan. Melainkan pikirkan dampak positif dan negatif yang akan terjadi dari keputusan tersebut.

 

6. Tegas

Yesus selalu bersifat tegas, terutama saat Ia dihadapkan pada keputusan sulit. Ketegasan ini bisa kita peroleh dengan cara belajar. Caranya dengan melakukannya dan menyerahkannya ke dalam tangan Tuhan. Ketegasan akan selalu menuntun kita pada hidup yang memiliki tujuan.

 

7. Berbelas Kasih

Yesus itu Maha Pengasih dan Penyayang. Sebagai manusia, kita dituntut untuk mengasihi musuh-musuh kita. Agar kita dapat bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus. Hal tersebut merupakan bagian tersulit dalam hidup kita. Well, sebenarnya tidak terlalu sulit. Asalkan kita mau membuang rasa benci dan memupuk kasih sayang untuk diberikan kepada sesama manusia.

 

8. Tidak Butuh Ketenaran

Yesus tidak butuh sanjungan orang banyak. Ia juga tidak meminta untuk dikenal orang banyak. Namun, ia lebih memilih untuk “mati dalam diri sendiri”. Makna dari kalimat tersebut ialah “apabila kamu dilupakan, tidak dikenal, atau tidak dianggap sama sekali, dan engkau tidak lupa dan sakit hati terhadap penghinaan dan kelalaian ini. Tetapi sebaliknya, hatimu gembira, merasa layak untuk menderita bersama Kristus.”

 

9. Tahan Godaan

Ingatkah kamu ketika Yesus dicobai di padang gurun? Yesus mampu menahan diri-Nya dari berbagai godaan si Iblis. Bagaimana dengan kita? Di tengah-tengah dunia yang gemerlap ini, kita sulit manahan nafsu dan keinginan hati. Penyembahan berhala, pembunuhan, percabulan, dan pencurian dilakukan untuk mendapatkan harta duniawi. Kita kurang memaknai pandangan Iman Kristen terhadap gaya hidup modern

 

( Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *