Selasa, 13 Oktober 2020

KARAKTER KRISTUS (2)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Roma 8:18-30

 

Ayat Hafalan: Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.” Roma 8:29

 

Kita harus menyadari bahwa kehidupan Kristen adalah kehidupan untuk mengubah karakter kita sehingga searah dengan pikiran dan perasaan Kristus. Bila kita tidak mengerti kebenaran ini, kita akan gagal menjadi tempat Roh Kudus diam, sebab kita akan mendukakan Roh Kudus terus-menerus, dan akhirnya memadamkannya (Efesus 4:30, 1Tesalonika 5:19). Jika demikian maka itu berarti kita memberi kesempatan atau kepada iblis untuk menjadi budaknya kembali (Efesus 4:27). Kehidupan seorang Kristen atas akan tampak seiring berjalannya waktu apakah ia bisa menumbuhkan karakter Kristus didalam hidupnya atau gagal memenuhi panggilan ini yang merupakan kehendak Tuhan. Apabila kehidupan rohaninya tidak bertumbuh sebagaimana mestinya, yang seharusnya setiap saat menghidupi karakter Kristus didalam hidupnya maka sebenarnya ia sedang menolak menerima keselamatan yang Tuhan Yesus sudah anugrahkan.

Sebab orang yang mau menerima anugrah keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus harus hidup sama seperti DIA hidup, artinya seseorang harus menghidupi ajaran kebenaran yang telah Tuhan Yesus ajarkan yaitu melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya dengan sempurna setiap hari, hidup kudus seperti DIA kudus. Kalau harus jujur, kita mengakui bahwa dalam keadaan-keadaan tertentu terkadang masih muncul perilaku jahat yang ada dalam kehidupan kita. Inilah yang bisa disebut “karakter yang berasal dari iblis”, yang telah terbentuk sejak kita dilahirkan sampai dewasa. Karakter itu antara lain: dusta, materialisme, kesombongan, kebencian, gila hormat, dendam, fitnah, permusuhan, pertikaian, dan lain sebagainya.

Dosa seperti ini bukan saja bisa terjadi atas seorang jemaat Tuhan, tetapi juga terjadi atas para pemimpin jemaat.

 

Oleh sebab itu perjalanan kehidupan kita sebagai murid Tuhan Yesus tidak boleh berhenti atau jalan ditempat dan tidak bertumbuh, kita harus terus bertumbuh kembang hingga memiliki karakter seperti Tuhan Yesus. Setiap hari kita harus belajar dari Tuhan Yesus, apa yang menjadi watak atau karakter-Nya. Bila ada tindakan yang tidak sesuai dengan tindakan Tuhan Yesus, itu berarti “manusia lamanya masih hidup” tindakan yang harus diambil adalah melumpuhkan karakter manusia lama membuangnya kemudian meninggalkannya. Langkah mematikan manusia lama atau manusia daging ini harus dilakukan setiap hari dan memang usaha ini membutuhkan waktu yang tidak konstan untuk bisa melumpuhkannya secara total, namun dengan melakukan pembaharuan pikiran yang diubahkan terus menerus oleh kebenaran Injil Kristus setiap hari maka Roh Kudus akan menggarapnya dan mengarahkannya untuk mengerti dan melakukan kehendak Tuhan.

 

Jadi jika kita mulai mengingat mengenai amanat agung Tuhan kita Yesus Kristus yang memerintahkan kita untuk menjadikan semua bangsa menjadi Murid-Nya dan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan-Nya, sebenarnya ini juga berarti mencakup pewarisan karakter Kristus yang harus diterima setiap orang percaya. Karenanya gereja harus menjadi sekolah Alkitab yang baik. Tidak cukup hanya menyediakan persekutuan doa, kelompok sel, kelas pendalaman Alkitab dan sejenisnya; tetapi yang disampaikan dalam segenap kegiatan gereja haruslah kebenaran yang berkuasa menguduskan jemaat, yaitu yang menanamkan karakter Kristus dalam diri setiap anggota jemaat sehingga jemaat semakin mengerti maksud keselamatan itu diberikan yaitu dimana jemaat Tuhan harus sempurna seperti Bapa di sorga yang adalah sempurna (Matius 5:48).

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *