Sabtu, 19 Juni 2021

JIWA MANUSIA (6)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Yehezkiel 34:1-31

 

Ayat Hafalan: Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. Yehezkiel 34:16

 

(Sambungan…)

 

Apakah hari-hari ini kita menangisi jiwa-ijwa dalam doa-doa kita? Mari kita berdoa dan menangis untuk orang lain yang terhilang, tersesat, dan terluka. Sebab air mata kita seperti air yang dapat membajak tanah hati kita yang kering. Jangan biarkan hati kita menjadi tandus, tetapi terus alirkan, bahkan jadikan itu menjadi sungai yang mengalir bagi banyak orang. Mari kita melakukan pelayanan kita keluar dari tembok gereja. Pelayanan misi dan penginjilan kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Beritakan kebenaran dan keselamatan kepada mereka.

 

Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. – Yehezkiel 34:16

 

Tugas penjaga jiwa adalah mencari mereka yang terhilang, orang yang binasa, orang yang belum diselamat. Jangan kita pasif.. Kita mencari orang yang hilang, bukan tunggu mereka datang kepada kita. Untuk mencari yang terhilang ini, perlu tindakan dari kita. Yang tersesat dibawa pulang, artinya dipulihkan, ada restorasi dalam orang itu, sehingga ada pemulihan hubungannya dengan Kristus. Yang terluka dibalut dengan kasih. Yang sakit dikuatkan. Orang sakit adalah orang yang lemah. Mari kita yang sudah kuat, belajar menguatkan yang lain. Tuhan berkata dalam Yohanes 21:15-17, bahwa kalau kita mengasihi-Nya, gembalakanlah domba-domba bagi Tuhan. Artinya ada interaksi dengan jiwa-jiwa, mengingatkan, menjaga dan merawat mereka dengan kasih Kristus. Ini adalah tugas kita semua. Mari menjaga domba-domba Tuhan. Kalau kita memiliki sesuatu yang kita jaga, maka hidup kita akan lebih bermakna.

———————————————————————————————————————————-

Beberapa tahun yang lalu, seorang tetangga memberitahu pendeta Bob tentang seorang pria bernama Roy yang tinggal di lingkungannya. Roy punya penyakit jantung yang parah, dan sudah tidak ada apa-apa yang dapat dokter perbuat untuknya. Jadi dia sudah dipulangkan ke rumah dan pada dasarnya menunggu ajal menjemputnya. Tetangga pendeta Bob berkata padanya, “Roy bukan seorang Kristen, tapi dia pernah menghadiri ibadah Anda. Mungkin Anda bisa berusaha untuk berbicara dengannya.” Suatu pagi, pendeta Bob dan istri berjalan santai dan tetangganya memperkenalkan mereka kepada Roy. Mereka berbincang-bincang dan menjadi jelas bahwa Roy bukanlah orang percaya. Dia mempunyai banyak sekali pertanyaan. Hampir setiap pagi mereka secara kebetulan bertemu saat berjalan pagi. Suatu kali pendeta Bob memberinya Alkitab & menyampaikan tentang pesan Injil. Keesokan harinya, Roy kembali dan berkata, “Saya telah membaca seluruh bukunya.” Dia masih punya banyak pertanyaan. Mereka melanjutkan diskusi, tapi Roy kelihatannya masih belum siap untuk membuat komitmen pada Tuhan.

 

Suatu pagi, saat pendeta Bob sedang bersaat teduh di ruang tamu, Roy tiba2 sudah berdiri di depan rumahnya. Roy sedang berolahraga dengan berjalan santai dan berhenti di depan rumah pendeta Bob untuk beristirahat sejenak. Pendeta Bob merasakan di dalam hatinya bahwa ini adalah waktunya. Lalu, pendeta Bob keluar ke halaman dan berkata, “Roy, mari kita berbincang-bincang sebentar.” Pendeta Bob berkata padanya, “Roy, saya pikir Anda perlu membereskan hal ini sekarang juga. Anda harus berdamai dengan Tuhan. Mengapa Anda tidak berdamai saja dengan Tuhan dan memberikan diri padanya?”

Roy langsung berkata, “Saya siap untuk itu.” Lalu, mereka berdoa. Roy meminta Tuhan untuk masuk ke dalam hidupnya.

 

Keesokan harinya, pendeta Bob bertemu Roy. Wajahnya ceria dan penuh kegembiraan. Dia baru saja menyanyikan lagu, “Yesus mengasihi aku.”

Roy memberitahu keluarganya, “Anda sedang melihat pada seorang Kristen yang baru!”

Beberapa hari setelah itu, anak menantunya Roy mengetuk pintu rumah pendeta Bob dan memberitahu, “Papa meninggal tadi malam.”

———————————————————————————————————————————–

Allah menghargai setiap Roy di dunia ini. Dia menghargai Anda. Dan Dia menghargai saya. Apakah ada yang lebih berharga dari satu jiwa? Yang pasti, jawabannya adalah tidak ada. Allah menghargai jiwa manusia. Dan kita juga seharusnya demikian.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *