Rabu, 12 Februari 2020

JANGAN HANYA MEMPERHATIKAN YANG KELIHATAN

Ayat Bacaan Hari ini: 2 Korintus 4:16-18

Ayat Hafalan: “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” 2 Korintus 4:18

Kita harus lebih memperhatikan manusia rohaniah kita dan jangan hanya memperhatikan manusia lahiriah semata. Manusia lahiriah disebut pula manusia daging. Perbuatan daging telah nyata yaitu “…percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” (Galatia 5:19-21). Manusia daging akan menuntun seseorang kepada kebinasaan!

Perhatikan manusia batiniah kita dengan terus berada dalam hadirat Tuhan dan melekat kepada-Nya agar manusia batiniah kita semakin diperbaharui. Pembaharuan manusia batiniah ini adalah pekerjaan Roh Kudus (Titus 3:5), “supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” (Efesus 4:23-24). ‘Goal’ dari pembaharuan manusia batiniah adalah menjadi serupa dengan Kristus: “…mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;” (Kolose 3:10).

Yang kelihatan juga berbicara tentang masalah dan penderitaan hidup yang kita alami. Masalah dan penderitaan seringkali membuat kita mudah tawar hati. Rasul Paulus tidak tawar hati sekalipun ia harus mengalami penderitaan dan masalah yang berat dalam hidupnya (2 Korintus 11:23-28), karena ia percaya akan janji Tuhan, bahwa di balik penderitaan yang kelihatan ini ada sesuatu yang tidak kelihatan, yaitu kemuliaan. “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” (Roma 8:18). Di balik masalah ada rencana Tuhan yang indah, karena masalah adalah ‘bahan baku’ terjadinya mujizat!

Kesimpulan: Jangan hanya sibuk mendandani manusia lahiriah saja, tapi kita harus lebih memperhatikan manusia rohani, karena ini akan membawa kita kepada kekekalan.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *