Rabu, 17 Maret 2021

JALAN SERTA YESUS (3)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Kejadian 5:1-32

 

Ayaf Hafalan:  “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, Kejadian 5:242a

 

Kehidupan Henokh tidak banyak diceriterakan dalam Alkitab. Hanya beberapa ayat saja, tetapi kita bisa belajar dari kehidupannya yang luar biasa. Dalam kitab Kejadian 5:21-24 dikatakan: “Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, … lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.”

Henokh hidup berkeluarga, dia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan, bukan hanya Metusalah saja. Ia juga seorang yang sibuk karena harus bekerja untuk menghidupi keluarganya. Keistimewaan hidupnya adalah dia bergaul intim dengan Allah selama 365 tahun sampai suatu hari, ketika Allah memanggilnya, ia langsung diangkat oleh Allah tanpa mengalami kematian. Sungguh luar biasa! Kesukaan yang dilakukan Henokh adalah berkomunikasi, mendengarkan petunjuk Allah dan menurutinya. Henokh benar-benar hidup sebagai anak Allah yang sejati. Telinga hatinya diarahkan untuk mendengarkan suara Sorga. Kehidupan Henokh benar-benar memberi pelajaran yang sangat berguna bagi hidup kita. Henokh adalah tipe pribadi pemercaya yang dewasa. Di tengah-tengah tanggung jawabnya sebagai seorang kepala keluarga dan pencari nafkah, dia masih bisa hidup bergaul intim dengan Allah. Allah memanggil kita untuk bergaul intim dengan Dia — untuk hidup secara supra alami — mempunyai pikiran di sorga kendati tubuh masih di bumi, melakukan rencana-rencana-Nya.

 

Inilah yang menjadi pesan Tuhan sekaligus menjadi Visi 2017 bagi RDMB sejak sekarang. Tuhan mau, sebagai orang percaya seharusnya kita hidup berbeda dari orang-orang dunia pada umumnya. Kehidupan Henokh mengajarkan banyak hal kepada kita. Kesuksesan hidup seseorang tidak ditentukan dari seberapa banyak harta benda atau pencapaian-pencapaian jabatan yang dapat diraih di bumi. Kesuksesan hidup seorang pemercaya adalah seberapa ia dapat menangkap kehendak Tuhan dalam kehidupan dan menjalaninya seperti yang Tuhan mau. Dan hal itu tidak dapat diperoleh begitu saja, kecuali bersedia berjalan bersama Kristus dalam keintiman. Menjelang kedatangan-Nya yang kedua kali, hidup berjalan dalam keintiman merupakan standar yang harus dimilki oleh para calon mempelai-Nya.

 

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan berkaitan dengan pesan Tuhan ini adalah

 

(1). Tuhan “mencari” teman untuk berjalan bersama

Kejadian 3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

 

Ketika hari sejuk, Tuhan sudah menantikan Adam dan Hawa untuk berjalan bersama-Nya di taman Eden, seperti yang biasa mereka lakukan di hari-hari sebelumnya. Namun saat itu Adam dan Hawa memutuskan untuk bersembunyi menjauh di antara pohon-pohonan dalam taman. Mereka takut karena sadar bahwa mereka sudah melanggar perintah Tuhan. Sebetulnya, dari sejak awal, berjalan bersama manusia ciptaan-Nya adalah sebuah kebiasaan yang sudah Tuhan jalin. Tuhan tidak semata-mata mencari seorang mempelai, melainkan seorang yang dapat dijadikan sebagai “teman berjalan”.

(Bersambung… )

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *