Rabu, 27 Januari 2021

HIDUP SEHAT DAN DIBERKATI TUHAN (3)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Kejadian 1:1-31

 

Ayat Hafalan:Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.Kejadian 1:27

 

Apa makna merdeka bagi Anda? Bebas dari penjajahan kompeni? Lepas dari ketakutan? Bebas berekspresi? Merdeka punya banyak makna. Salah satunya, kebebasan memilih makanan. Bukan berarti kita bebas menyicipi apa saja sesuka hati, melainkan dapat menentukan makanan terbaik bagi tubuh kita. Menyantap apa yang kurang disuka dan menghindari yang disuka demi satu tujuan: pola hidup sehat. Semakin sehat fisik manusia, semakin besar probabilitas panjang umurnya. Kecuali, tentu, ada faktor-faktor lain di luar kuasa kita.

 

Orang Kristen sering terpaku pada sebuah ungkapan di Mazmur, bahwa umur manusia hanya 70 tahun, dan jika kuat, 80 tahun (Mazmur 90:10). Berbekal keyakinan ini, banyak di antara kita yang merasa tua, tak berdaya, bukan masanya lagi berkarya, bahkan di usia empat puluh tahunan.

 

Di pihak lain, dalam Kejadian 6:3, Tuhan mengatakan, “Umur manusia akan 120 tahun saja.” Allah tidak pernah menetapkan umur manusia hanya 70-80 tahun. Pernyataan Musa soal usia adalah ungkapan perasaannya lewat doa, saat melalui banyak pergumulan menuju Tanah Perjanjian. Musa sendiri menggenapi firman Tuhan dengan meninggal di usia 120 tahun (Ulangan 34:7).

 

Di sisi lain, angka harapan hidup di Indonesia mendekati pernyataan Musa, yaitu 71,7 tahun. Namun, bukan berarti kita sebagai orang Kristen harus mengamini data tersebut. Memasuki usia tujuh puluh, kita lantas berpikir, “Sudahlah, jangan macam-macam. Duduk anteng saja menunggu ajal menjemput.”

Pemikiran itu tak berlaku bagi segelintir orang yang tetap berkarya di usia lanjut. Lihat saja Bill Gates, yang aktif bekerja di usia enam puluhan. Atau, Bambang Hartono, yang menyumbangkan medali perunggu untuk cabor bridge di ASEAN Games 2018 di usianya yang ke-78. Mereka tetap produktif tanpa terlalu memusingkan usia.

 

Mari tilik diri masing-masing. Apakah kita termasuk orang yang selalu merasa sudah tua? Lalu, di usia empat puluhan mulai berpikir berhenti melayani dan beristirahat?

 

Bagaimana agar prinsip “life begins at forty” tidak terbalik jadi “life ends at forty”?

Pola hidup sehat = disiplin iman

Allah memandang manusia ciptaan-Nya sebagai sesuatu yang sangat baik, karena kita diciptakan sesuai gambar dan rupa-Nya (Kejadian 1:31). Lebih istimewa lagi, Roh Kudus mau bersemayam dalam diri manusia. (1 Korintus 3:16).

 

Nah, kalau Tuhan Semesta Alam tinggal di dalam kita, bukankah kita perlu lebih serius lagi menjaga tubuh? Tidak sekedar menjaganya tetap kudus, tetapi juga memelihara kesehatannya. Pola hidup sehat adalah wujud syukur dan penghargaan kita terhadap Sang Tuan Rumah.

“Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat.” (Efesus 5:29) (Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *