Selasa, 28 April 2020

GOD IS LOVE (2)

Ayat Bacaan Hari ini: Roma 5:1-11

Ayat Hafalan: “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kritus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”Roma 5:8

(sambungan bagian 1…)

Kemarin kita belajar, bahwa sebenarnya menurut Alkitab, manusia adalah makhluk yang jahat dan menjadi seteru Allah. Lalu mengapa Tuhan masih mencintai manusia meskipun tidak ada hal baik yang ada pada manusia? Karena KASIHNYA pada manusia. Kasih Allah adalah mutlak, tidak dapat berkurang dan tidak bertambah, kasih yang sempurna. Hari ini kita belajar tentang ciri-ciri kasih Allah:

Ciri-ciri Kasih Allah

[1] Tidak bersyarat (Unconditional)

Dunia mengajarkan kasih yang bersyarat. Kalau kasih bersyarat, maka hubungan rumah tangga akan selalu berantakan. Suami tidak mengasihi istri, maka istri tidak akan menghargai suami. Karena istri tidak menghargai suami, maka suami tidak akan mau mengasihi istri. Dan ini akan berulang-ulang. Tapi prinsip alkitab tidak memberikan syarat. Suami HARUS mengasihi istri (unconditional) dan demikian halnyadengan istri. Tidak ada hubungannya dengan situasi atau syarat-syarat.

Prinsip ini yang dipegang oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mati di kayu salib untuk kita pada saat kita berdosa dan memusuhiNya. KasihNya tidak bersyarat

[2] Berkorban (Sacrifice)
Kalau tidak ada pengorbanan, kita harus mempertanyakan semua kasih kita. Setiap kasih pasti ada pengorbanan.
God’s love: Yesus mati dihina, disiksa, dan disalib untuk kita, sebuah pengorbanan terbesar.

[3] Memberikan yang terbaik (Giving the best)
Allah mengasihi dan memberikan yang terbaik buat kita, yaitu putraNya yang tunggal, Yesus Kristus, karena kasihNya pada kita. Semua dosa kita ditumpahkan dan ditanggung dalam Yesus Kristus saat Dia disalib, sehingga kita dibenarkan dalam Yesus Kristus.

Ketika kita memberikan sesuatu yang paling berharga pada orang lain, itu menunjukkan betapa besar kasih kita pada orang itu. Karena kita memberikan yang terbaik, yang paling bernilai bagi kita.

Cinta inilah yang Tuhan berikan pada kita! Namun, God’s love demands a response from us. Love selalu ada object. Manusia adalah object love daripada Tuhan. Karena itu seharusnya kita belajar dan berespon dengan benar pada kasih Tuhan yang tak terbatas ini.

Kita menyambut kasihNya dengan tidak menjadi orang Kristen yang asal-asalan, yang melihat kasih Yesus sebagai kasih yang murahan. His love is much better and bigger than our life!

Kesimpulan: Mari kita mengasihi Tuhan sebagai pilihan suka rela kita dan Roh Kudus membantu membangunkan kerohanian kita supaya kita bisa mengasihi Dia.

 

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *