Jumat, 05 November 2021

GENEROSITY (KEMURAHAN HATI) (5)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Matius 25:45:31-46

 

Ayat Hafalan: Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Matius 25:45

 

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan murah hati sebagai: Suka (Mudah) memberi; tidak pelit; penyayang dan pengasih; suka menolong; baik hati. Dalam bahasa Inggris disebut merciful. Bahasa Yunani disebut eleēmones, artinya iba, murah hati, sangat merasa kasihan, mudah terharu. Dalam Ibrani 2:17 Kristus disebut sebagai orang yang “[eleēmon] yang penuh belas kasihan dan imam besar yang setia. Belas kasihan yang Kristus bicarakan di sini adalah orang yang aktif berbuat kebajikan. Kebajikan itu tidak ada nilainya sampai itu berbentuk perbuatan yang penuh belas kasihan.

 

Kata bahasa Inggris menyebut “Eleemosynary,” artinya “berhubungan dengan amal atau sedekah atau sumbangan,”. Jadi, Eleemon mengacu pada orang yang secara aktif berbelas kasih atau orang yang penuh belas kasihan yang melibatkan pikiran dan tindakan. Ini tercermin atas kepedulian terhadap orang-orang yang membutuhkan. Mereka memiliki hati yang welas asih yang menuntun seseorang untuk melakukan tindakan belas kasih. Yang tujuannya adalah untuk meringankan penderitaan dan kesengsaraan dari objek welas asih itu. Terkadang itu berarti memberikan uang kepada orang yang membutuhkan. Ide dasar eleemon adalah “memberi bantuan kepada yang malang, untuk meringankan yang sengsara.”

 

Di sini pemikiran utama adalah bahwa kemurahan memberikan perhatian kepada mereka yang menderita. Dari sini kita bisa membuat perbedaan penting antara kemurahan dan anugrah. Anugrah diberikan kepada yang tidak layak. Kemurahan adalah kasih sayang kepada yang sengsara, miskin. Jadi sinonim dari kemurahan adalah belas kasihan. Kemurahan tidak hanya sekedar merasa kasihan. Tetapi melakukan sesuatu untuk meringankan kesusahan itu.

Kata Ibrani (hesed) untuk “Kemurahan” memiliki gagasan tentang “kemampuan untuk masuk ke dalam kulit orang lain sampai kita dapat melihat sesuatu dengan matanya, memikirkan sesuatu dengan pikirannya, dan merasakan sesuatu dengan perasaannya.”

William Barclay

 

Jadi, ketika Yesus mengatakan, berbahagia mereka yang murah hatinya, Dia sedang mengacu pada mereka yang menjadikan kemurahan sebagai gaya hidup dan mendemostrasikannya. Hidup mereka bukanlah salah satu dari pertunjukan belas kasihan yang sesekali tetapi yang terus menerus tanpa henti bermurah hati. Sebagian orang berprinsip, bermurah hati itu sesekali saja. Tidak heran, kemurahan hati mereka terlihat sebagai kemurahan musiman. Saat hari raya saja, ulang tahun misalnya, atau kalau pas hati senang saja. Jadi kemurahan adalah kasih dalam tindakan. Tidak bertindak tidak berkemurahan, tidak murah hati tidak mengasihi. Tidak menuruti perintah Tuhan. Ya, sesederhana itu saja..

 

Kemurahan selalu menjadi pengingat bahwa kita hidup di bawah kemurahan Tuhan, sebagai orang miskin rohani (Mat 5: 3) setiap hari yang membutuhkan kemurahan-Nya yang besar. Dalam Matius 25:31-46 perbuatan belas kasihan atau kemurahan ditampilkan sebagai ujian masuk ke kerajaan kemuliaan. Yakobus memasukkan perbuatan belas kasihan dalam definisinya sebagai “agama yang murni” (Yakobus 1:27). Mikha (pasal 6: 8) menyimpulkan kewajiban manusia kepada Allah dan sesamanya sebagai “melakukan keadilan, dan untuk mencintai dengan belas kasihan, dan berjalan dengan rendah hati ”dengan Tuhan. Perhatikan bahwa Mikha, sebagaimana Kristus, menyebutkan keduanya yaitu kerendahan hati di hadapan Tuhan dan belas kasihan terhadap manusia.

 

Yesus mengatakan dalam Matius 22:40 bahwa “ Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Pertama adalah mengasihi Tuhan. Kedua mengasihi sesama seperti diri sendiri. Jadi kemurahan, masuk dalam hukum kedua, mengasihi sesama. Itu adalah perintah Tuhan untuk bermurah hati.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *