Selasa, 02 November 2021

GENEROSITY (KEMURAHAN HATI) (2)

 

Ayat Bacaan Hari ini: 2 Korintus 9:6-15

 

Ayat Hafalan: “kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. 2 Korintus 9:11

 

Salah satu jenis kelompok orang percaya yang senang saya temui adalah orang-orang yang murah hati. Apakah mereka selalu termasuk orang yang berkelimpahan secara materi? Ternyata tidak selalu, bahkan ada yang secara ekonomi terbilang cukup terbatas. Namun, mereka kaya dalam kemurahan hati, sehingga dimampukan untuk memberi dengan kerelaan dan penuh sukacita. Kondisi hati yang demikian saya percaya menarik perhatian Allah memberkati mereka.

 

Nas renungan hari ini mengajarkan kepada kita mengenai janji berkat kepada orang yang menunjukkan kemurahan hati, dimana Allah tak hanya melipatgandakan “benih yang ditaburkan”, tetapi juga menumbuhkan buah-buah kebenaran dari si pemberi (ay. 10). Dari sini kita dapat memahami bahwa orang yang gemar berbagi, ada potensi untuk buah kebenaran dalam hidupnya semakin bertumbuh dan terlihat nyata. Berkat lainnya, hidup si pemberi akan diperkaya dalam kemurahan hati, sehingga ia seolah takkan pernah kehabisan cara untuk menunjukkan kemurahan hatinya kepada sesama. Kehidupan seperti ini disebutkan oleh firman Tuhan akan membangkitkan syukur kepada Allah bagi orang yang melihatnya.

 

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Lukas 6:36)

 

Seorang anak biasanya mewarisi sifat-sifat orang tuanya, termasuk ayah. Seorang ayah yang memberi keteladanan baik akan menghasilkan anak-anak berkualitas moral baik pula. Selain orang tua di dunia, kita punya Bapa Surgawi yang sangat mengasihi kita. Dia menginginkan yang terbaik bagi kita. Dia akan senantiasa menjaga, melindungi dan memberkati kita. Dia tidak pernah kekurangan waktu untuk mendengar kita dan mengulurkan bantuan. Dia tidak akan berhenti mengasihi kita dengan kasih setiaNya yang tak terbatas. Oleh karena itu, kalau kita menyadari betapa besar, banyak dan tak terbatasnya kemurahan hati Tuhan atas kita, sudah seharusnya kita pun mencerminkan sikap hati yang sama denganNya. Cerminan itu harus bisa terlihat atau dirasakan oleh sesama kita sehingga mereka bisa mengenal pribadi Allah lewat diri kita anak-anakNya.

 

Generosity atau kemurahan hati tentu saja tidak melulu bicara mengenai uang atau materi, tetapi juga dalam banyak hal lainnya. Seperti membagikan waktu dan apa yang Anda ketahui (knowledge), sehingga bisa membuat orang lain menjadi lebih baik dari sebelumnya. Memberikan pujian, mengampuni, dan mengucapkan terima kasih ketika ada yang menolong atau membantu. Saudara, kemurahan hati adalah sebuah sikap hati yang sehat, dan merupakan jalan menuju kebahagiaan yang dicari oleh banyak orang. Banyak orang yang hidupnya hanya terfokus pada dirinya sendiri. Baginya hanya ada me, myself and I. Segala sesuatu hanya diukur dari sisi untung rugi. Apakah sesuatu hal dapat mendatangkan keuntungan bagi dia atau tidak. Tak heran jika akhirnya mereka tidak pernah merasa puas dengan apa yang ada. Hari ini, Firman Tuhan mengingatkan kita semua untuk menjadi pribadi yang murah hati. Jadikanlah generosity sebagai gaya hidup Anda. Percayalah, saat Anda melakukan hal tersebut, hidup Anda akan dipenuhi dengan ucapan syukur kepada Tuhan dan akan ada sukacita dan kebahagiaan yang berlimpah di dalam hidup Anda.

 

Rindukah kita mengalami berkat dari kemurahan hati? Mari belajar untuk menjadi pribadi yang murah hati, dengan apa pun yang Tuhan percayakan kepada kita saat ini. Tak perlu membandingkan diri dengan keadaan orang lain, supaya kemurahan hati kita autentik, karena kita rindu menjadi saluran berkat bagi sesama. Bukankah Allah juga sudah terlebih dahulu bermurah hati dengan kita?

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *