Kategori : Renungan

JADILAH PEMIMPIN YANG RENDAH HATI

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Filipi 3:1-21

 M1. Menerima Firman

Apa yang disampaikan rasul Paulus kepada jemaat di Filipi pada ayat nas bukanlah dimaksudkan untuk menguasai orang lain atau supaya ia dikultuskan dan dianut, karena ia bukanlah orang yang gila hormat. Tetapi maksudnya adalah agar setiap orang yang dilayani benar-benar meneladani apa yang dilakukan paulus, di mana ia berusaha hidup seturut dengan kehendak Tuhan dan menjadikan kristus sebagai teladan hidupnya. “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.” (1 Korintus 11:1). Dalam hal ini Paulus ingin orang lain mengikuti jejaknya sebagai pengikut Kristus. Jadi fokus utamanya adalah menjadi pengikut Kristus, bukan Paulus. Salah satu sikap hidup Paulus yang patut kita teladani adalah perihal kerendahan hati. Meski telah menjadi pemberita Injil dan pemimpin rohani yang dipakai Tuhan scara luar biasa, dan juga memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi -bila dibandingkan dengan orang lain- Paulus tetaplah orang yang rendah hati. Ia sadar di hadapan Tuhan dirinya bukanlah siapa-siapa dan tidak ada apa-apanya. Ia sama sekali tidak menganggap dirinya pemimpin yang harus dihormati dan dipuja. Paulus ingat apa yang disampaikan Yesus, “Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Matius 23:10-12). Karena itu Paulus berusaha mengikuti teladan Kristus. Ketahuilah bahwa “..kerendahan hati mendahului kehormatan.” (Amsal 15:33). Banyak pemim-pin di dunia ini cenderung meninggikan diri, merasa selalu benar, menganggap orang lain lebih rendah, selalu ingin dilayani dan dinomorsatukan. Pemimpin yang demikian pasti akan ditinggalkan oleh pengikutnya karena ia tidak bisa menjadi panutan atau teladan yang baik. Selama berada di bumi, Tuhan “…datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Matius 20:28).

 M2. Merenungkan Firman

1. Apakah yang harus kita lakukan supaya menjadi pemimpin yang rendah hati ?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : Efesus 4:2

“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukanlah ksihmu dalam hal saling membantu.” 

RESPON DENGAN KERENDAHAN HATI

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Markus 7:1-37  

M1. Menerima Firman

Ada seorang wanita dari bangsa Siro-Fenesia yang memiliki seorang anak perempuan sedang kerasukan roh jahat. Wanita itu datang dan memohon kepada Tuhan Yesus supaya Ia mengusir roh jahat itu dari anaknya. Simaklah tanggapan Yesus; “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” (ayat 27). Meski perkataan Yesus begitu pedas dan sepertinya wanita itu tidak dianggap, ia tetap meresponsnya dengan penuh kerendahan hati, “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” (ayat 28). Ia percaya bahwa Yesus memiliki kuasa dan sanggup melakukan mujizat. Apakah Tuhan Yesus tidak mengasihi wanita itu? Bukan. Itu karena belum waktunya wanita itu menerima anugerah dari Tuhan. Namun kerendahan hatinya telah menggerakkan tangan Tuhan untuk bertindak sehingga wanita itu akhirnya beroleh anugerah dari Tuhan, seperti tertulis: “…orang yang rendah hati dikasihani-Nya.” (Amsal 3:34b). Adalah tidak mudah menjadi orang yang rendah hati, apalagi bila kita sedang berada ‘di atas’. Namun untuk mengalami pertolongan dari Tuhan dan hidup semakin dikenan oleh Dia kita harus belajar rendah hati. Melalui perkataannya yang bermuatan iman wanita ini beroleh jawaban dari Tuhan. Apakah perkataan kita sehari-hari senantiasa menyatakan iman dengan penuh kerendahan hati atau kesombongan? Berubahlah! Kita harus memiliki ucapan-ucapan yang penuh dengan rendah hati yang bisa mengundang kuasa Tuhan terjadi. Mari latih mulut dan hati kita untuk memperkatakan firman Tuhan. Seburuk apa pun keadaan kita saat ini, selalu ada harapan di dalam Tuhan. Kita harus tetap percaya pada janji firmanNya. Karena itu perkataan firman dengan iman dan dengan kerendahan hati kita.

 M2. Merenungkan Firman

1. Mengapa Tuhan menginginkan kita untuk memiliki kerendahan hati ketika kita menghadap Tuhan?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : Mazmur 149:4

“Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan”

MELAYANI TUHAN DENGAN KERENDAHAN HATI

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Markus 10:1-52 

M1. Menerima Firman

Tuhan Yesus memberikan teladan yang luar biasa bagai-mana seharusnya seorang Kristen melayani. Saat jamuan menjelang hari raya Paskah, Tuhan Yesus dan para muridNya berkumpul, namun tidak seorang pun dari antara mereka yang mau saling melayani. (Baca : Yohanes 13:4-5). Membasuh kaki orang biasanya dilakukan oleh orang yang paling rendah jabatannya, tapi Tuhan Yesus rela melakukanya. KataNya, “Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (Yohanes 13:14-15). Memiliki kerendahan hati seperti Yesus adalah syarat mutlak yang harus dimiliki setiap orang percaya, dan pelayanan adalah cara yang paling efektif menghasilkan sifat rendah hati. “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” (Yakobus 4:6). Kalau kita rindu pelayanan kita berkenan kepada Tuhan kita harus membuang sifat sombong dan belajar untuk rendah hati; jadi jangan buru-buru menyebut diri kita sebagi pelayan Tuhan, sebab karakter yang baik itulah yang akan menentukan kualitas pelayanan kita. Sering dijumpai ada banyak orang Kristen yang terlibat dalam pelayanan tapi memiliki karakter yang kurang baik. Jika demikian, bagaimana kita bisa menjadi berkat? Kita juga tidak boleh menilai kerohanian seseorang dari talenta atau karunia yang dimiliki, tetapi dari buah yang dihasilkannya. “Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” (Matius 7:17,20).

 M2. Merenungkan Firman

1.Apakah syarat mutlak yang harus kita miliki untuk melayani Tuhan? Jelaskan ?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : Markus 10:44

“dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.”

 

SOMBONG ROHANI

 

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 3 Yohanes 1: 5-15

 M1. Menerima Firman

Diotrefes adalah contoh orang yang sombong rohani, karena ia tidak mau mengakui Yohanes dan rekan-rekannya dan merasa dirinya lebih baik dari yang lainnya Dalam bacaan kita jelas dinyatakan bahwa Diotrefes ingin menjadi orang yang terkemuka di antara jemaat sehingga ia menolak sang penatua dan teman-temannya dengan kata-kata kasar. Ia juga melarang warga jemaat menerima teman-teman sang penatua di dalam rumah mereka. Jika ada yang menerimanya maka warga jemaat tersebut akan dikucilkan Firman Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa orang yang tinggi hati (sombong) bukan hanya salah atau tidak benar, tetapi merupakan kekejian di mata Tuhan seperti tertulis: “Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi Tuhan; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman.” (Amsal 16:5). Karena orang yang sombong rohani seringkali merasa dirinya paling benar dan paling mengerti sehingga merasa tidak perlu bertobat. Ketika ibadah di gereja pun tak ubahnya ia seorang kritikus ulung: mengkritik sana-sini, komentar ini-itu, bahkan ketika pengkhotbah menyampaikan firman, ia menganggap bahwa firman itu cocok untuk orang lain, bukan untuk dirinya. Kesombongan membuat seseorang tidak pernah tunduk kepada firman. Adalah sia-sia dan tidak memiliki nilai di hadapan Tuhan apa pun yang kita kerjakan jika didasari dengan kesombongan. Begitu juga dalam pelayanan, sebesar apa pun kontribusi kita untuk gereja dan pekerjaan Tuhan, jika didasari oleh kesombongan akan menjadi kejahatan di mata Tuhan. Terlebih lagi jika motivasi kita dalam melayani Tuhan adalah untuk mencari pujian dan hormat untuk diri sendiri, maka pelayanan kita hanya akan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Pujian dan hormat itu hanyalah milik Tuhan! Jangan sekali-kali mencuri kemuliaan Tuhan.

 M2. Merenungkan Firman

1. Apa ciri-ciri dari orang sombong yang anda ketahui?

 …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2. Mengapa sombong rohani itu sangat berbahaya?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : Yesaya 2:11a

 

 ”Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan”

 

 

 

KESOMBONGAN ORANG KRISTEN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 1 Korintus 4:1-21

M1. Menerima Firman

Gereja di Korintus dikenal sebagai gereja yang memiliki program kerja yang baik, termasuk dalam hal pengajaran dan pengkhotbahnya. Itulah sebabnya mereka mengalami kemajuan yang pesat dalam menjangkau jiwa-jiwa. Karena merasa sudah berhasil mereka mulai terlena dan menjadi sombong secara rohani: merasa lebih baik dari orang percaya lainnya, membanggakan diri dan menganggap rendah yang lain. Hal inilah yang mendorong Rasul Paulus segera bertindak dan menegur jemaat di Korintus dengan keras, “Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?” (ayat 7). Ketika mulai merasa bahwa diri kita lebih baik dan lebih rohani dari orang lain, pelayanan kita lebih berhasil dari orang lain, atau gereja kita lebih besar dan maju dibanding gereja lain, saat itulah kita sedang jatuh dalam dosa kesombongan! Dalam hal kerohanian, seringkali kesombongan itu tumbuh secara tersembunyi tanpa dapat kita sadari dan kita tetap merasa baik-baik saja dalam hal ini, padahal kesombongan itu adalah ketika kita mulai suka menghakimi dan membandingkan dengan orang lain. Orang yang sombong seringkali tidak menyadari kalau dirinya sombong. Inilah tipu muslihat Iblis! Ketika gagal mengupayakan segala cara agar kita jatuh dalam segala hal yang jahat di mata Tuhan, Iblis akan mencoba dengan cara yang lebih jitu yaitu membiarkan kita dengan kesibukan pelayanan kita sampai akhirnya kita merasa ‘lebih’, dan pada saat itulah kita menjadi sombong rohani. Bukankah banyak orang Kristen dan juga para pelayan Tuhan yang mulai terjangkit ‘penyakit’ ini? Seseorang yang berbuat dosa atau terlibat dalam segala jenis kejahatan tidak ada yang dapat mereka sombongkan. Tetapi orang yang merasa dirinya ‘baik-baik saja’, apalagi sudah terlibat dalam pelayanan dan dipercaya Tuhan dalam banyak hal, tanpa sadar menjadi sombong dan membanggakan kemuliaan yang seharusnya menjadi milik Tuhan. Ini juga yang menjadi alasan mengapa Lucifer jatuh, yaitu karena kesombongannya.

 M2. Merenungkan Firman

1.Apa yang menyebabkan banyak orang Kristen jatuh dalam pelayanannya?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2. Bagaimana cara Iblis untuk membuat kita jatuh?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : 1 Korintus 4:6b

“…supaya jangan ada di antara kamu yang me-nyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.”