Kategori : Renungan

POHON YANG TIDAK BERBUAH

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Lukas 13:1-35

M1. Menerima Firman

Tuhan Yesus mengajarkan dan menegur dengan keras ketika Ia memberikan perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah. Jika kita sebagai orang percaya yang telah menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat dan yang telah mendengarkan Firman sekian lama, tetapi hidup kita tidak pernah berubah, tidak ada pertobatan yang sungguh-sungguh dan tidak ada buah yang kelihatan, maka seperti pohon ara yang tidak berbuah ini, kita akan ditebang. Sebagai orang percaya yang telah lahir baru, tentunya kita akan tumbuh menjadi makin dewasa seperti layaknya seorang bayi yang baru lahir akan tumbuh menjadi dewasa dengan berselangnya waktu. Tetapi bila kita tidak berbuah dan tidak ada perubahan dalam kehidupan kita, maka kita seumpama seorang bayi yang tidak tumbuh-tumbuh dan terus menjadi seorang bayi, walaupun sudah bertahun-tahun diberi makan. Hal inilah yang Tuhan tidak ingin kita lakukan, yakni untuk hanya menerima Firman tetapi tidak pernah menjalaninya, menghidupinya, atau membagikannya. Sebab bila kita melakukan semua itu, kita pasti akan bertumbuh, berubah dan berbuah. Maka dari itu marilah kita periksa kehidupan kita setiap harinya. Apakah kita hanya mendengarkan Firman dan menerima saja? Apakah kita ada keinginan untuk melakukan Firman tetapi pada akhirnya tetap tidak ada tindakannya? Ataukah kita mendengarkan, lalu menghidupi dan melakukannya? Marilah kita yang telah diberi makan terus menerus, hasilkan buah agar orang lain dapat menikmatinya. Marilah kita dengarkan, lakukan dan hidupi Firman Tuhan agar kita tidak menjadi pohon yang tidak berbuah atau bayi yang tidak pernah tumbuh-tuimbuh. Terpujilah Tuhan yang masih sayang kepada kita sehingga Ia masih mau menegur dan menasihati kita.

 M2. Merenungkan  Firman

1. Apa yang terjadi bila kita tidak berbuah didalam Tuhan?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2. Apa yang harus kita lakukan supaya kita berbuah dan bertumbuh?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : Lukas 13:24

“…Berjuangah untuk masuk melalui pintu yng sesak itu! Sebab aku berkata kepadamu: banyak orang akan berusaha masuk , tetapi tidak akan dapat.”

 

 

BERTUMBUH DALAM KASIH

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 1 Tesalonika 3:1-13

M1. Menerima Firman

Kasih Tuhan yang bertumbuh di dalam hati kita tidak terjadi begitu saja. Pertumbuhannya menuntut usaha dari pihak kita. Kita harus menanam dan memupuk kasih itu di dalam hati kita. Meningkatkan pertumbuhan kasih Tuhan dalam hati kita, sama seperti menjaga dan memelihara sebuah taman. Kita harus menjaga tanaman-tanaman kecil yang kita tanam tersebut agar bisa bertumbuh dengan baik dan akhirnya bisa berbuah. Tak lupa, kita juga harus memberinya pupuk dan membersihkan setiap hama yang menyerang. Demikian juga dengan buah dari kasih Tuhan; kita harus menyirami kasih Tuhan di dalam hati kita dengan menyediakan waktu untuk bersekutu dalam doa dan merenungkan firmanNya. Agar kasih itu dapat bertumbuh dengan bebas, taman hati kita harus terbebas dari ilalang keegoisan. Kita harus belajar dan menjaga hati kita dengan menempatkan orang lain lebih utama dari pada diri kita sendiri. Kita tidak boleh mengeraskan hati sehingga kasih Tuhan dapat berkembang tanpa hambatan. Perhatikanlah apa yang dikatakan Paulus, “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.” (Roma 12:9-10). Mari belajar dari Tuhan Yesus Kristus. “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” (1 Yohanes 3:16-17). Hal ini benar adanya. Bagaimana kasih Tuhan bisa ada di dalam diri kita jika kita tidak berbelas kasih kepada saudara kita yang menderita dan membutuhkan pertolongan?

M2. Merenungkan  Firman

1. Bagaimana cara kita menjaga kasih yang ada dalam diri kita supaya semakin bertumbuh?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : 1 Tesalonika 3:12

“Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.”

ROH YANG BERKENAN KEPADA TUHAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Roma 8:1-30 

M1. Menerima Firman

Sebagai pengikut Kristus (Kristen) kita tidak lagi bisa hidup semaunya sendiri. Kita harus memiiki kehidupan yang berkenan kepada Tuhan. “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” (Galatia 5:24). Seorang pelayan Tuhan harus memiliki reputasi yang baik, artinya hidupnya menjadi teladan bagi banyak orang. Tanpa keteladanan, hidup kita tidak akan bisa menjadi berkat bagi orang lain. Artinya kebaikan hati kita harus terihat dengan jelas melalui suatu tindakan nyata sebagaimana dinasihatkan Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi, “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!” (Filipi 4:5). Adalah sia-sia jika kita mengaku bahwa diri kita sudah melayani Tuhan tapi kita masih mementingkan diri sendiri dan menutup mata terhadap orang-orang lemah di sekitar kita. Ingat, pelayan Tuhan adalah hamba dan seorang hamba tugasnya adalah melayani, bukan minta dilayani. Alkitab menyatakan, “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendakah ia menjadi hambamu;” (Matius 20:26b-27). Jadi kerelaan kita dalam melayani dan menolong sesama benar-benar didasari oleh kasih Tuhan. Seorang yang hidupnya dipimpin Roh Kudus tidak lagi hidup dalam kegelapan, melainkan hidup dalam terang Tuhan, “karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,” (Efesus 5:9), sehingga ada buah-buah roh dalam hidupnya. Selalu ada dampak bagi orang yang disertai oleh Roh Kudus, yaitu hidupnya senantiasa berkemenangan dan apa saja yang diperbuatnya pasti berhasil. Jika saat ini kita berhasil dalam pelayanan jangan pernah berkata bahwa itu semua karena ‘aku’.

M2. Merenungkan Firman

1. Bagaimana supaya kita berkenan kepada Tuhan? Dan apa dampak orang yang disertai Roh Kudus?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………………………………………………………….

 M3, Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Roma 8:8 

“Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.”

 

SUKACITA SEJATI

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 16:1-11 

M1. Menerima Firman

Ada berbagai alasan seseorang mengalami sukacita dalam hidupnya: seseorang bersukacita saat ia mendapatkan lotere; ketika merayakan valentine’s day dengan teman-teman; saat berada di kursi pelaminan dengan orang yang dicintainya; ketika memiliki uang banyak dan sebagainya. Seseorang yang menderita sakit akan bersukacita ketika dokter menyatakan bahwa ia sudah sembuh dan boleh pulang dari rumah sakit; Begitu pula seorang karyawan akan bersukacita ketika tiba waktu menerima gaji atau mendapat promosi jabatan dari pimpinan. Namun, berapa lama sukacita itu akan bertahan? Sukacita yang ditawarkan oleh dunia ini sifatnya hanya sementara, tidak akan bertahan lama. Lalu, di manakah kita menemukan sukacita yang sejati dan berlimpah-limpah itu? Sukacita yang melimpah dan yang tak lekang oleh waktu hanya akan kita temukan di dalam Tuhan Yesus. Sukacita yang dari Tuhan tidak bergantung pada situasi dan kondisi yang ada di sekitar kita karena sukacita itu berasal dari dalam, yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Jadi, kita mendapatkan sukacita yang berlimpah oleh karena ada Roh Kudus di dalam diri kita. Itulah sebabnya Rasul Paulus menasihati, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Filipi 4:4). Mungkin kita berkata, “Teorinya gampang. Prakteknya? Bagaimana bisa bersukacita jika kita sedang dalam masalah, sakit, punya banyak utang, toko sepi, perusahaan lagi bangkrut dan sebagainya?” Rasul Paulus menulis surat himbauan kepada jemaat di Filipi ini bukan saat ia sedang bersenang-senang karena menerima berkat dari Tuhan, tapi justru saat ia berada di dalam penjara alias dalam penderitaan dan kesesakan.

M2. Merenungkan Firman

1. Apa perbedaan sukacita yang ditawarkan dunia dengan sukacita yang ditawarkan Tuhan Yesus? Berikan contoh!

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………….

 M3, Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Nehemia 8:11b

“Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlinduganmu!”

 

PERTOBATAN YANG MENGHASILKAN BUAH ROH

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 2 Petrus 3:1-18 

M1. Menerima Firman

Menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan berarti mau hidup dipimpin oleh Roh Tuhan dan tidak lagi hidup menurut jalan kita sendiri atau sekehendak hati kita. Jika kita hidup seturut dengan firman Tuhan dan mau hidup dipimpin oleh Roh kudus, perjalanan kita tidak akan tersesat. “Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.” (Amsal 10:17). Sehingga kita berbalik dari perilaku yang jahat. Kita berbalik dari mengasihi dosa kepada membenci dosa dan hidup dalam kebenaran, artinya hidup dalam ketaatan. Ketika hidup dalam ketaatan, kita sedang hidup dalam perjanjian berkat Tuhan; kita akan mengalami penggenapan janji-janji Tuhan. Dengan kata lain kita menikmati berkat-berkat yang disediakan Tuhan sebagai upah dari ketaatan kita. Berbalik dari perilaku yang jahat berarti menanggalkan ‘manusia lama’ dan mengenakan ‘manusia baru’ seperti tertulis: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17). Berbalik dari perilaku yang jahat juga berarti tegas terhadap dosa dan tidak berkompromi dengan dosa lagi. Maka, “…barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” (Wahyu 22:11). Kasih Tuhan itu tidak terbatas, dengan penuh kesabaran Ia menunggu anak-anakNya berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Karena itu jangan sia-siakan waktu dan kesempatan yang diberikan Tuhan!

M2. Merenungkan Firman

1. Bagimana supaya kita hidup dalam perjanjian berkat dan mengalami penggenapan janji-janji Tuhan?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………….

 M3, Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Amsal 3:5

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. “