Kategori : Renungan

MASALAH HATI

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Amsal 27:1-27 

M1. Menerima Firman

Adalah tidak mudah ketika seseorang ingin mengevaluasi diri sendiri karena menyangkut kejujuran, yang merupakan unsur utama dalam melakukan evaluasi. Kendala terbesar yang menjadi penghalang ketika seseorang melakukan evaluasi diri adalah adanya keakuan yang besar, kesombongan diri, kemunafikan atau keengganan untuk berubah. Tidak banyak orang yang mau mengevaluasi diri tentang kondisi hatinya, karena hal ini membutuhkan kerendahan hatinya. Seringkali kita berpura-pura dan berusaha menutup-nutupi hati kita dengan berbagai upaya agar orang lain tidak tahu yang sebenarnya. Ingat! “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mati, tapi Tuhan melihat hati.”
(1 Samuel 16:7b). Mari kita belajar dari hidup Daud yang tidak pernah berhenti memohon kepada Tuhan agar Ia senantiasa menyelidiki hatinya. Seru Daud, “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;” (Mazmur 139:23). Hati dapat menimbulkan berbagai masalah dalam kehidupan karena segala tindakan kita berasal dari pikiran, termasuk di dalamnya perbuatan dosa. Apakah kita telah menggunakan pikiran kita secara efektif dan benar? Ataukah kita sedang merancang kejahatan di dalam hati kita? Sudahkah kita melakukan nasihat Paulus? “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” (Kolose 3:2). Hati kita ibarat sehelai kanvas yang akan terbentuk coraknya sesuai cat yang disapukan ke atasnya. Impian dan keinginan hati manusia ibarat catnya dan apabila kita menyapukan kuas iman dan mulai mengecat di atas kanvas hati kita, terwujudlah apa yang Tuhan nyatakan bagi kita melalui iman dan tindakan kita. Apa yang seharusnya ada dalam pikiran kita? Baca Filipi 4:8. Bila hati kita masih dipenuhi dengan segala jenis kejahatan (baca Matius 15:19), ketakutan, kekuatiran dan juga kedegilan, datanglah segera kepada Tuhan, akuilah dengan jujur dan mohonlah agar Tuhan menyelidiki hati kita, maka Dia pasti sanggup memulihkan!

M2. Merenungkan Firman

1. Apa yang kita butuhkan ketika hati kita penuh kesombongan?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

2. Bagiamana cara raja Daud agar hatinya senantiasa bersih di hadapan Tuhan?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Setelah membaca renungan ini, rhema apa yang Anda dapatkan?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : Amsal 27:19

“Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.” 

 

KESOMBONGAN DAUD

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 1 Tawarikh 21:1-30 

M1. Menerima Fiman

Ada pepatah “Tak ada gading yang tak retak”, artinya di dunia ini tidak ada yang sempurna. Tak terkecuali dengan Daud. Sebagai manusia ia pun memiliki banyak kelemahan dan kekurangan, serta tidak luput dari kesalahan. Salah satu kesalahan Daud adalah ketika ia menyuruh Yoab untuk menghitung jumlah tentara Israel setelah berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Awalnya Yoab enggan untuk melakukannya, dengan berkata, “Kiranya TUHAN menambahi rakyat-Nya seratus kali lipat dari pada yang ada sekarang. Ya tuanku raja, bukankah mereka sekalian, hamba-hamba tuanku? Mengapa tuanku menuntut hal ini? Mengapa orang Israel harus menanggung kesalahan oleh karena hal itu?” (1 Tawarikh 21:3). Namun akhirnya Yoab dengan terpaksa melakukan apa yang diperintahkan oleh Daud. Ini adalah wujud ketaatannya terhadap raja, walaupun ia tahu bahwa tindakan melakukan sensus ini adalah jahat di mata Tuhan. Mengapa tindakan Daud ini dianggap jahat di mata Tuhan? Kalau sekedar menghitung saja bukanlah kejahatan, tapi Tuhan melihat apa yang sesungguhnya ada di hati Daud, “. ..sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita.” (1 Tawarikh 28:9). Pada waktu itu kemenangan demi kemenangan  telah diraih oleh bangsa Israel dan musuh terakhir yang dikalahkannya adalah bangsa Filistin (baca 2 Sam. 21:15-22). Atas keberhasilannya itu Daud pun tak lupa untuk bersyukur kepada Tuhan (baca 2 Samuel 22:1-51). Namun rasa syukurnya berubah menjadi sebuah kesombongan. Ia mulai merasa bahwa kemenangan-kemenangan yang diraihnya selama ini adalah karena kekuatan tentaranya, yang ada di bawah kepemimpinannya. Artinya Daud merasa punya andil besar dalam hal ini. Kemenangan demi kemenangan sedikit banyak telah membuat Daud terlena dan merasa di atas angin. Celah inilah yang dimanfaatkan oleh Iblis untuk membujuk Daud supaya ia menghitung jumlah pasukan Israel. Kesombongan yang tersirat itulah yang dilihat Tuhan sebagai sebuah kejahatan; dan akibat kesalahan Daud mengadakan sensus inilah akhirnya tulah dijatuhkan atas segenap orang Israel.

M2. Merenungkan Firman

1. Bagaimana hati Anda ketika sudah di puncak karir? Apakah seperti Daud?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan setelah merenungkan saat teduh hari ini?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh dari bacaan tadi kepada orang lain.

Ayat hafalan : 1 Tawarikh 28:9

“…sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita.”

UJIAN DI PADANG GURUN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 26:1-14  

M1. Menerima Fiman

Bagi bangsa Israel padang gurun adalah tempat transisi menuju Tanah Perjanjian, sekaligus tempat latihan perang prajurit-prajurit Tuhan. Sebelum memasuki Tanah Perjanjian, yang penuh berkat, berlimpah susu dan madu, Tuhan membawa kita ke padang gurun untuk mempersiapkan kita menjadi pribadi-pribadi tangguh dan berkualitas, sehingga pada saatnya kita menjadi prajurit Tuhan yang siap terjun ke medan peperangan di Tanah Perjanjian. Apa tujuan Tuhan membawa umatNya melewati padang gurun terlebih dahulu? Ia ingin kita memiliki kerendahan hati. Ulangan 8:2: “Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu.” (ayat nas), karena itu “…Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.” (Ulangan 8:3). Tuhan membenci dosa kesombongan. Betapa banyak orang Kristen merasa mampu dengan mengandalkan kekuatan, kepintaran dan segala hal yang dimiliki sehingga tidak bersandar kepada Tuhan sepenuhnya. Selain itu Tuhan hendak menguji isi hati, apakah kita sungguh-sungguh berpegang pada firman Tuhan, “dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.” (Ula. 8:2). Adakalanya masalah diijinkan terjadi karena Tuhan hendak mengetahui motivasi kita dalam mengikut Dia: apakah kita sungguh-sungguh menanti-nantikan Tuhan dan menaati firmanNya dengan sepenuh hati atau tidak. Seringkali kita giat mencari Tuhan saat dalam masalah saja, tapi ketika masalah sudah selesai kita pun meninggalkan Tuhan. Tetaplah mengucap syukur ketika harus melewati padang gurun karena Tuhan memiliki rencana yang indah di balik itu!

M2. Merenungkan Firman

1. Menurut Anda, mengapa Tuhan mengijinkan kita mele- wati padang gurun?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan setelah merenungkan saat teduh hari ini?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh dari bacaan tadi kepada orang lain.

Ayat hafalan : Amsal 22:4

“Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.”     

BERSEDIA DITEGUR DAN DIKOREKSI

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 26:1-14  

 M1. Menerima Fiman

Ketika melakukan sebuah kesalahan tidak semua orang mau ditegur dan dikoreksi. Kita cenderung membenarkan diri sendiri atau menganggap diri paling benar. Orang yang merasa dirinya pintar seringkali berpikir bahwa setiap perkataan dan keputusannya adalah selalu benar, sehingga ia sering menempatkan kelemahan, kekurangan dan kesalahan pada pihak lain, seperti kata Alkitab: “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” (Matius 7:3). Juga yang telah memiliki kedudukan tinggi atau kaya seringkali menjadi sombong atas apa yang telah diperolehnya, sehingga tidak sedikit yang memandang rendah orang lain. Orang seperti ini juga biasanya mudah marah dan tersinggung apabila ditegur dan dikoreksi orang lain. Mari belajar dari Daud, yang walaupun memiliki kedudukan tinggi sebagai raja, terkenal, memiliki kekayaan yang melimpah dan juga pasukan tentara yang kuat, tetapi ia tetap rendah hati. Kerinduannya untuk senantiasa berjalan dalam kehendak Tuhan membuatnya rela ditegur dan dikoreksi setiap saat. Bahkan ia memohon kepada Tuhan untuk selalu diselidiki hatinya apabila masih ada hal-hal yang tidak berkenan kepadaNya. Sebagai manusia Daud sadar bahwa dia bukanlah orang yang sempurna, bahkan seringkali ia melakukan pelanggaran di hadapan Tuhan. Meski demikian ia selalu berjiwa besar untuk menerima teguran dan koreksi. Ketika telah berbuat dosa, ia dengan jujur mengakuinya. Dengan hati hancur ia datang kepada Tuhan, meminta pengampunan dari Tuhan dan segera bertobat. Ia berkata, “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!” (Mazmur 51:12-13). Akan tetapi tidak demikian dengan Saul, yang ketika ditegur karena kesalahannya ia langsung marah atau berkilah dan menyalahkan orang lain. Jadikanlah Setiap teguran dan koreksi yang ditujukan kepada kita hendaknya kita sikapi dengan pikiran yang positif, karena hal itu demi kebaikan kita juga!

M2. Merenungkan Firman

1. Sebutkan perbedaan raja Saul dan raja Daud ketika mendapat teguran?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan setelah merenungkan saat teduh hari ini?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh dari bacaan tadi kepada orang lain.

Ayat hafalan : Mazmur 26:2

“Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.”

SOMBONG DAN MEMBENARKAN DIRI SENDIRI

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Roma 2:1-29 

M1. Menerima Fiman

Pemungut cukai adalah orang yang memungut pajak dari rakyat Israel atas nama pemerintahan Roma. Karena itu ia sangat dimusuhi orang-orang Israel karena dianggap melayani penguasa Roma dan menindas orang-orang sebangsanya. Ia dipandang sebagai orang yang kejam dan tidak memiliki hati nurani. Namun si pemungut cukai datang kepada Tuhan dengan hati hancur. “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.” (Mazmur 51:19). Dan ada tertulis, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9). Pemungut cukai mengakui segala dosa dan pelanggaran kepada Tuhan dengan penuh kerendahan hati dan Ia berkenan, sehingga “Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak.” (Lukas 18:14). Sebaliknya Tuhan sangat mencela orang Farisi yang datang kepadaNya dengan penuh kesombo-ngan, membenarkan diri sendiri dan cenderung menghakimi orang lain, padahal “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” (Yakobus 4:6). Menurut penilaian manusia, apa yang diperbuat orang Farisi ini sungguh sangat rohaniah dan pasti berkenan kepada Tuhan. Tapi, “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Sam. 16:7b). Tuhan tahu persis motivasi kita saat mengerjakan sesuatu dan dalam menjalankan ibadah. Ia tidak bisa dikelabui dengan aktivitas-aktivitas rohani kita. Merasa benar sendiri beda dengan dibenarkan Tuhan. Jadi jangan sekali-kali menganggap rendah orang lain dan menjadi sombong sehingga mata kita pun tertutup terhadap kekurangan dan kelemahan diri sendiri. Kita diselamatkan semata-mata karena kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus.

M2. Merenungkan Firman

1. Mengapa Tuhan membenci orang yang sombong dan yang membenarkan dirinya sendiri di hadapan Tuhan?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan setelah merenungkan saat teduh hari ini?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh dari bacaan tadi kepada orang lain.

Ayat hafalan : 1 Samuel 16:7b

“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mati, tapi Tuhan melihat hati.”