Kategori : Renungan

MEMILIKI KETEKUNAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Lukas 8:4-15

M1. Menerima Firman

Suatu ketika seorang mahasiswa pertanian mencoba untuk mempraktekkan ilmu yang ia dapatkan. Mulailah ia menanam biji tanaman buncis rambat di pekarangan rumahnya. Dari hari ke sehari ia dengan tekun merawat dan memperhatikan tanaman buncis tersebut. Saat kelelahan menerpa, dan sambil beristirahat, ia mengamat-amati biji yang ia tabur itu dengan seksama. Dengan sedikit kecewa ia berguman dalam hati, mengapa biji buncis yang ia tanam belum juga menampakkan tanda adanya kehidupan. Pikirnya, apa yang ia lakukan itu tidak sesuai dengan teori yang selama ini dipelajarinya. Adalah manusiawi sekali bila kita akan merasa cepat lelah dan gampang putus asa dalam hal menanti suatu hasil. Kita menghendaki segala sesuatunya serba cepat; sekarang menanam, kalau bisa besoknya dapat kita tuai hasilnya. Demikian juga di dalam menggantungkan harapan kepada Tuhan, seringkali kita mempertanyakan kebijaksanaan Tuhan dan beragumentasi dengan Dia, bahwa kita sudah melakukan apa yang baik, apa yang Tuhan mau; tetapi mengapa Tuhan seolah-olah tidak peduli? Di saat itulah timbul rasa iri dalam diri kita: apa bedanya orang yang benar dan orang fasik di hadapan Tuhan? Ketahuilah bahwa Tuhan tidak mungkin dan tidak pernah menyesatkan umatNya, “dari segala yang baik, yang telah dijanjikanNya… tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.” (1 Raja-Raja 8:56b). Semua kembali kepada kita, untuk mendapatkan suatu hasil yang kita harapkan diperlukan sebuah ketekunan. Jika kita bisa untuk tetap berpikir panjang dan positif, bersabar menunggu dan tetap tekun dalam melakukan semua pekerjaan kita, maka kita akan mendapatkan hasil dan buah buah yang kita harapkan. Oleh karena itu mari kita melakukan segala sesuatu untuk Tuhan dengan tulus, tekun dan penuh kesabaran. Tuhan menanti kesungguhan iman kita. Jadi, yakinlah bahwa setiap firman yang keluar tidak akan kembali dengan sia-sia, artinya: pasti menghasilkan. “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” Ibrani 10:36

M2. Merenungkan Firman

1. Apakah pengertian dari ketekunan itu sendiri?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3, Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Lukas 8:15

“Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan menge-luarkan buah dalam ketekunan.”

 

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 142:1-8

M1. Menerima Firman

Karakter lain dari burung rajawali adalah bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ini berbicara tentang semangat! Coba bayangkan jika seorang pebulu tangkis tidak memiliki semangat saat bertanding di lapangan! Mustahil ia akan memenangkan pertandingan, sebaliknya hanya akan menjadi bulan-bulanan si lawan. Dalam kehidupan rohani, kita pun harus memiliki semangat. “Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?” (Amsal 18:14). Dalam bidang apa pun jika kita melakukan segala sesuatunya tanpa semangat, kita tidak akan memetik hasil yang maksimal. Jangan sampai kita hanya puas sebagai pengikut Kristus (orang Kristen) saja, yang hanya menjadi simpatisan di gereja, tetapi kita harus melangkah ke tahap yang lebih lagi yaitu memiliki hati yang terbeban untuk pekerjaan Tuhan dengan melibatkan diri dalam pelaya-nan, yang harus kita lakukan dengan penuh semangat. “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Roma 12:11). Orang yang memiliki semangat tinggi tidak akan mudah menyerah, putus asa, lelah dalam mengejar sesuatu yang dia inginkan. Meskipun harus menghadapi berbagai macam bentuk rintangan, persoalan, ia tidak akan berhenti dan mundur, tapi makin berlari kencang dengan mata yang tertuju kepada Tuhan dan impiannya. Seperti yang dilakukan Paulus: (baca: Filipi 3:13b- 14). Ketika badai datang burung rajawali bukannya lari menjauh, ia justru menantang badai itu; ia akan mengembangkan sayapnya dan memperhatikan dengan seksama kapan badai itu datang. Ini adalah sikap berjaga-jaga. Ia akan menggunakan badai itu untuk terbang lebih tinggi lagi. Masalah dan ujian adalah bagian dari proses. Hendaknya hal itu semakin memacu kita untuk ‘terbang tinggi’ bersama dengan Tuhan karena kita tahu dalam segala perkara Tuhan turut bekerja. Semakin kita bersemangat di dalam Tuhan, semakin kita mengalami perkara-perkara yang ajaib bersama Dia!

M2. Merenungkan Firman

1. Apa janji Tuhan ketika kita bersemangat melayani Tuhan? Sebutkan contohnya dalam kehidupan sehari-hari!

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3, Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Mazmur 142:4a 

“Ketika sema-ngatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku.”

MILIKILAH IMPIAN BESAR

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Yosua 1:1-18

M1. Menerima Firman

Tuhan sudah menyediakan berkatNya, tapi perlu upaya keras untuk meraihnya sebab berkatNya yang besar tersedia di tempat yang “dalam”. Hanya di laut yang dalam para nelayan akan menangkap ikan-ikan besar. Inilah perintah Tuhan kepada Simon Petrus, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” (Lukas 5:4). Ukuran masalah yang kita hadapi biasanya menentukan pula level kerohanian yang akan kita capai; karena Tuhan tahu kemampuan kita, Ia pun mengijinkan masalah terjadi sesuai dengan kapasitas yang kita miliki. Jika kita menyadari akan hal ini kita akan terus melangkah maju bersama Tuhan, karena kita percaya bahwa “…dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” (Roma 8:37). Itulah sebabnya Tuhan pun menghendaki kita untuk memimpikan apa saja dan menginginkan apa saja, “…tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6). Perlu diingat bahwa mimpi tidak akan pernah menjadi kenyataan tanpa tindakan dan usaha kita mewujudkannya. Orang-orang yang berhasil adalah orang-orang yang mengawalinya dengan sebuah mimpi besar yang membuat mereka menjadi orang-orang yang rajin, tekun, tidak gampang menyerah pada tantangan yang menghambat impiannya. Mereka tidak berpangku tangan, mengharap berkat turun dari langit. Ketika kita melakukan yang terbaik, yakinlah Tuhan akan melakukan yang tidak sanggup kita lakukan. “Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa,” (Mazmur 60:14). Mungkin saat ini kita sedang terpuruk dan gagal. Jangan putus asa dan tawar hati. Ayo bangkit! Sekali lagi, bangkitlah! Mari kita arahkan mata kita kepada kuasa Tuhan yang tak terbatas itu! Yosua, karena mengandalkan Tuhan, mampu melewati setiap rintangan dan berhasil membawa bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian.

M2. Merenungkan Firman

1. Apa yang diperlukan dalam kehidupan kita untuk meraih mimpi mipi besar kita?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3, Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Yosua 1:9b 

“…Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.”

BERTANGGUNG JAWAB

 Bacaan Firman Tuhan hari ini : Matius 25:14-30

M1. Menerima Firman

Suatu ketika seorang mahasiswa pertanian mencoba untuk mempraktekkan ilmu yang ia dapatkan. Mulailah ia menanam biji tanaman buncis rambat di pekarangan rumahnya. Dari hari ke sehari ia dengan tekun merawat dan memperhatikan tanaman buncis tersebut. Saat kelelahan menerpa, dan sambil beristirahat, ia mengamat-amati biji yang ia tabur itu dengan seksama. Dengan sedikit kecewa ia berguman dalam hati, mengapa biji buncis yang ia tanam belum juga menampakkan tanda adanya kehidupan. Pikirnya, apa yang ia lakukan itu tidak sesuai dengan teori yang selama ini dipelajarinya. Adalah manusiawi sekali bila kita akan merasa cepat lelah dan gampang putus asa dalam hal menanti suatu hasil. Kita menghendaki segala sesuatunya serba cepat; sekarang menanam, kalau bisa besoknya dapat kita tuai hasilnya. Demikian juga di dalam menggantungkan harapan kepada Tuhan, seringkali kita mempertanyakan kebijaksanaan Tuhan dan beragumentasi dengan Dia, bahwa kita sudah melakukan apa yang baik, apa yang Tuhan mau; tetapi mengapa Tuhan seolah-olah tidak peduli? Di saat itulah timbul rasa iri dalam diri kita: apa bedanya orang yang benar dan orang fasik di hadapan Tuhan? Ketahuilah bahwa Tuhan tidak mungkin dan tidak pernah menyesatkan umatNya, “dari segala yang baik, yang telah dijanjikanNya… tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.” (1 Raja-Raja 8:56b). Semua kembali kepada kita, untuk mendapatkan suatu hasil yang kita harapkan diperlukan sebuah ketekunan. Jika kita bisa untuk tetap berpikir panjang dan positif, bersabar menunggu dan tetap tekun dalam melakukan semua pekerjaan kita, maka kita akan mendapatkan hasil dan buah buah yang kita harapkan. Oleh karena itu mari kita melakukan segala sesuatu untuk Tuhan dengan tulus, tekun dan penuh kesabaran. Tuhan menanti kesungguhan iman kita. Jadi, yakinlah bahwa setiap firman yang keluar tidak akan kembali dengan sia-sia, artinya: pasti menghasilkan.“Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” (Ibrani 10:36)

M2. Merenungkan Firman

1. Apakah arti bertanggung jawab menurut anda sendiri?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3, Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Matius 25:29

“Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempu-nyai, apapun yang ada padanya akan diambil dari padanya.”    

MEMILIKI HATI YANG MURNI DAN BERSIH

 Bacaan Firman Tuhan hari ini : Roma 12:9-21

M1. Menerima Firman

Menjadi orang yang sabar, bisa nggak ya? Pasti bisa. Harus kita akui bahwa kesabaran adalah salah satu karakter yang dapat menunjang kesuksesan seseorang, tapi tidak mudah untuk dimiliki. Bagi orang Kristen, memiliki kesabaran itu hukumnya adalah wajib, karena kesabaran adalah bagian dari buah-buah Roh. Kesabaran itu sebuah kekuatan, bahkan kekuatannya melebihi seorang pahlawan dan orang yang merebut kota (Amsal 16:32). Ibarat tanaman, kesabaran itu harus dirawat dan dipupuk setiap saat supaya dapat tumbuh dengan subur, dan pada saatnya berbuah lebat. Bila kita perhatikan, orang-orang yang sukses ternyata adalah orang-orang yang memiliki kesabaran. Tanpa kesabaran sulit untuk meraih kesuksesan. Banyak orang yang ingin berhasil dan sukses tapi tidak mau sabar dan tekun; maunya sukses secara cepat (instant), tidak mau menderita. Kesabaran adalah kunci keberhasilan. Cobalah bertanyalah kepada orang-orang sukses di sekitar Saudara, mereka pasti akan mengakui bahwa tidak ada keberhasilan tanpa kesabaran, karena keberhasilan itu tidak didapat secara kebetulan, melainkan melalui proses tahap demi tahap serta direncanakan dengan penuh kesabaran. Kesabaran membuat seseorang memandang jauh ke depan. Kita harus sabar, karena kesabaran menolong kita dari hal-hal yang merugikan diri sendiri. Kesabaran menolong kita untuk tidak terlibat suatu masalah dengan orang lain seperti tertulis: “Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.” (Amsal 15:18); Kesabaran menolong kita tetap kuat dalam menghadapi segala masalah dan tantangan yang ada. Dalam pelayanan pemberitaan Injil, Paulus harus banyak mengalami ujian dan penderitaan, tapi dia tetap sabar menjalaninya. “Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.” (2 Kor 1:6). Begitu pula untuk memperoleh jawaban doa dibutuhkan kesabaran untuk menunggu, karena waktu Tuhan bukanlah waktu kita.

M2. Merenungkan Firman

1. Apa arti bertanggung jawab menurut Anda?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3, Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Roma 12:12

“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”