Kategori : Renungan

MEMILIKI HATI YANG TULUS

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Yesaya 1:10-20

M1. Menerima Firman

Tanpa hati, penyembahan bukanlah penyembahan.  Karena itu ketika kita datang kepada Tuhan untuk menyembah Dia kita harus melakukannya dengan hati yang tulus, bukan hanya sebatas ucapan bibir belaka.  Tuhan Yesus berkata, “…Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.  Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.” (Markus 7:6b-7).  Buka hati dan ijinkan Roh Kudus membimbing, menuntun dan menyucikan hati kita supaya kita dapat menyembah Tuhan secara benar.  Jika Roh kudus memegang kendali hidup kita, pikiran dan hati kita akan benar-benar siap dan terfokus kepada Tuhan sepenuhnya, tidak lagi bercabang. Menyembah dalam kebenaran berkenaan dengan hidup kita yang berkenan kepada Tuhan.  Jika kita dalam keadaan ‘tidak benar’ alias masih ada dosa yang belum dibereskan, kita tidak layak untuk masuk ke dalam hadiratNya yang kudus, “sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (1 Petrus 1:16).  Hidup dalam kebenaran (kekudusan) adalah inti penyembahan orang percaya.  Penyembahan orang yang hidupnya benar dan berkenan kepada Tuhan akan menjadi persembahan yang harum bagi Dia.  Sebaliknya penyembahan yang tidak sungguh-sungguh,”…baunya adalah kejijikan bagi-ku.” (Yesaya 1:13a)  Tuhan tidak suka dengan penyembah-penyembah yang tidak benar, kelihatan rohaniah, beribadah kepadaNya tetapi hatinya menjauh dari Dia.  Itulah sebabnya Tuhan tidak asal mencari penyembah-penyembah, yang Ia cari adalah penyembah-penyembah yang benar, yang menyembah Dia dengan kesungguhan hati dalam roh dan kebenaran. Sekarang bukan waktunya kita bermain-main dalam hal penyembahan kepada Tuhan; mari lakukan dengan sungguh seperti yang dilakukan oleh perempuan yang datang kepada Tuhan Yesus dengan membawa buli-buli berisi minyak wangi (baca Lukas 7:37-38).  Jadi untuk menjadi penyembah yang benar ada harga yang harus kita bayar.  Abraham rela mempersembahkan Ishak kepada Tuhan sebagai bukti ia mengasihi Tuhan lebih dari apa pun juga. Tanpa kesungguhan hati dan ketaatan, penyembahan kita akan sia-sia!

M2. Merenungkan Firman

Apa yang harus kita lakukan agar kita menjadi penyembah yang Benar dalam Roh dan Kebenaran?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan :  Yesaya 1:13a

“Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku.”    

HATI YANG MELEKAT

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Ayub 42:7-17

M1. Menerima Firman

Sebagai orang percaya kita patut meneladani sikap Daud. Menempuh perjalanan hidup yang penuh liku tidak menyurutkan semangat Daud mencari Tuhan, semakin diperhadapkan dengan kesulitan semakin Daud melekat kepada Tuhan. Seringkali ketika badai masalah menyerang hidup ini hati kita dipenuhi kekuatiran dan kecemasan sehingga hati kita pun menjadi tawar.  Ayub punya pengalaman dalam hal ini:  “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.” (Ayub 3:25).  Ketakutan, kekuatiran, kecemasan, tawar hati, putus asa adalah senjata yang digunakan Iblis untuk melemahkan dan menghancurkan iman orang percaya. Apa pun yang terjadi biarlah kita mau menguatkan iman percaya kepada Tuhan. Saat menghadapi Saul atau pemberontakan anaknya  (Absalom), Daud selalu menguatkan hatinya dengan berdoa kepada Tuhan,  “Dengan nyaring aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus.” (Mazmur 3:5).  Saat ketakutan menyerang, Daud pun berdoa, “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;  kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Mazmur 56:4-5).  Ini menunjukkan bahwa berdoa adalah solusi terbaik bagi orang percaya.  Ada tertulis, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16b).  Daud bukan hanya berdoa saat dalam kesesakan, tapi ia juga selalu memuji-muji Tuhan. Daud tidak menunggu sampai masalahnya selesai atau doanya dijawab Tuhan. Adalah mudah bersukacita atau bermazmur bagi Tuhan saat segala sesuatunya baik dan lancar, tapi jika kondisi kita sedang sakit, bangkrut, kekurangan, masih adakah pujian ke luar dari mulut kita?  Daud berkata,  ”Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.”  (Mazmur 34:2).  Belajarlah untuk selalu bersyukur sebab Tuhan itu baik dan sekali-kali tidak akan pernah meninggalkan kita. “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” (Mazmur 37:5).

M2. Merenungkan Firman

Mengapa ketika kita sudah tahu kebenaran, tetapi tetap saja kita malas berdoa?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan :  Mazmur 13:6

“Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.” 

MEMILIKI SIKAP DAN HATI YANG BENAR

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  1 Petrus 5:1-11

M1. Menerima Firman

Pemungut cukai yang merasa dirinya najis, berdosa dan tidak layak di hadapan Tuhan  ”…berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: ‘Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.’“ (Lukas 18:13).  Dengan menyadari dirinya sebagai orang berdosa, pemungut cukai datang kepada Tuhan dan mengakui segala dosa-dosanya; ia pun beroleh pengampunan dari Tuhan Allah dan dibenarkanNya.  Pemazmur berkata, ”Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur;  hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.”  Sedangkan orang Farisi yang merasa dirinya benar, doanya tidak berkenan kepada Tuhan, malahan menjadi kebencian bagi Dia karena Ia sangat menentang orang-orang yang congkak, tapi mengasihani orang yang rendah hati (baca 1 Petrus 5:5). Seseorang yang menyadari ‘siapa dirinya’ di hadapan Tuhan pasti akan merasa gentar dan memiliki hati yang takut akan Dia.  Ketika bertemu dengan Tuhan dan beroleh panggilanNya, Yesaya dengan penuh kegentaran berkata, ”…Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.” (Yesaya 6:5).  Begitu pula Paulus yang menyatakan, “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.” (1 Timotius 1:15).  Sikap doa dari orang-orang yang rendah hatilah yang diperhatikan dan beroleh jawaban dari Tuhan.  Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita!  Mungkin saat ini banyak orang Kristen yang doanya tidak beroleh jawaban Tuhan karena sikap hati mereka tidak benar saat berdoa.  Dalam berdoa kita harus punya kerendahan hati karena hanya orang yang rendah hati berkenan kepada Tuhan.  Jangan malu ketika air mata kita mengalir deras saat berdoa, karena air mata kita ditampung ke dalam kirbat-Nya (baca Mazmur 56:9).  Dan jangan bersikap seperti orang Farisi yang datang kepada Tuhan dengan hati sombong, memamerkan kebenaran dan kesucian hidupnya.  Tidak ada alasan bagi kita menyombongkan diri di hadapan Tuhan, atau bermegah di hadapan Tuhan, karena keberadaan kita sepenuhnya anugerah Tuhan semata, kita tidak boleh menyombongkan diri.

M2. Merenungkan Firman

Berdoa memerlukan sikap yang benar, bagaimana sikap yang benar itu menurut anda?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan :  1 Petrus 5:5c

“Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

PERSEMBAHAN YANG BERKENAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Kejadian 4:1-16

M1. Menerima Firman

Selain melihat pribadi dari si pemberi persembahan, Tuhan juga sangat memperhatikan motivasi hati.  Persembahan Kain ditolak oleh Tuhan karena persembahannya tidak sesuai dengan kehendak-Nya.  Alkitab mencatat bahwa Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya, artinya ia memberi sekedarnya, tidak memberi yang terbaik dan tidak dengan sepenuh hati.  Berbeda dengan Habel yang mempersembahkan  ’anak sulung’  dari kambing dombanya.  Dalam hal ini Habel memberi yang terbaik dari yang dimilikinya;  ia tidak memberi secara asal, melainkan mempersembahkan domba-domba yang terpilih yaitu yang sulung dan gemuk.  Mempersembahkan yang sulung sebagai bukti bahwa ia sangat menghargai dan menghormati Tuhan. Setelah persembahannya ditolak Tuhan Kain menjadi marah, panas hati dan mukanya menjadi muram.  Reaksi kemarahan adalah tanda ketidakmurnian hati Kain saat memberi.  Ia memberi dengan harapan beroleh suatu balasan, baik itu berupa pujian atau sanjungan dari orang lain;  dan sikap hati yang salah inilah akhirnya mendorong Kain untuk melakukan perbuatan jahat yaitu tega membunuh Habel, yang adalah adik kandungnya sendiri;  sementara, Habel memberikan persembahan kepada Tuhan dengan motivasi yang benar-benar tulus.  Kerelaan hati dan kasihnya yang besar kepada Tuhan menjadi dasar baginya untuk memberikan yang terbaik.  Inilah tindakan iman!  Habel memberi bukan menurut kehendak sendiri, tapi memberi sesuai standar yang diinginkan Tuhan.  ”…tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”  (Ibrani 11:6).
Segala sesuatu yang kita kerjakan dan perbuat untuk Tuhan  (ibadah, pelayanan dan memberi persembahan)  haruslah dilandaskan kepada iman yang benar kepada Tuhan.  “…iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.”  (Yakobus 2:22). Persembahan harus dilandaskan pada motivasi yang benar dan dengan iman, yang olehnya kita akan selalu memberi yang terbaik bagi Tuhan!

M2. Merenungkan Firman

Ketika kita mau berikan pemberian yang terbaik buat Tuhan, apa yang seringkali menghambat kita untuk melakukan hal tersebut dan bagaimana cara mengatasinya?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan :    Yakobus 2:22

“…iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.”

HATI YANG MENGANDALKAN TUHAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Matius 8:5-13

M1. Menerima Firman

Ada kisah seorang perwira yang hambanya sedang terbaring di rumah karena sakit lumpuh. Perwira itu membuat keputusan untuk datang dan meminta pertolongan kepada Yesus. Yesus pun tergerak hatiNya untuk menolong, padahal Dia tidak mengenal perwira itu sebelumnya.  Akhirnya hamba perwira itu mengalami kesembuhan. Ada 3 faktor penting yang dimiliki perwira itu sehingga Yesus memperhatikan dan menjawab permohonannya: Pertama, Ia memiliki kasih dan tanggung jawab terhadap hambanya yang sakit ituKedua, Ia memiliki kerendahan hati, terbukti ketika Yesus hendak datang ke rumahnya untuk menyembuhkan hambahnya dia berkata, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku,” (Matius 8:8a). Tuhan sangat mengasihi orang yang rendah hati, tetapi membenci orang yang congkak. Ketiga, ia memiliki iman yang besar. Perwira itu mengatakan bahwa Tuhan Yesus tidak perlu datang ke rumahnya, tetapi cukup sepatah kata yang diucapkan Tuhan itu sanggup menyembuhkan hambanya (Matius 8:8b).
Permasalahan selalu datang dan menimpa siapa pun yang ada di dunia ini tanpa memandang bulu: entah itu orang kaya, miskin, berpendidikan tinggi atau rendah, tinggal di kota, desa atau pun yang bermukim di daerah pegunungan (terpencil). Berbagai upaya telah diusahakan oleh setiap orang untuk mencegah dan menanggulanginya, namun faktanya manusia sama sekali tak mampu mengelak dari masalah yang ada. Karena itulah manusia sangat membutuhkan pertolongan dan jalan keluar yang terbaik dari permasalahan yang menderanya. Harus diakui bahwa kita tidak mampu mengatasi setiap permasalahan itu dengan kekuatan sendiri, apalagi berharap dan bersandar kepada sesama kita. Alkitab menyatakan, ”Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!”(Yeremia 17:5). Masih ada satu jalan keluar dan sumber pertolongan, asal kita mau datang kepada Juruselamat yaitu Yesus Kristus. Namun, selama sikap hati kita tidak benar dan belum memiliki iman yang cukup kepada Tuhan, maka doa kita akan sulit beroleh jawaban!

M2. Merenungkan Firman

Faktor apa yang membuat Tuhan memperhatikan dan menjawab permohonan kita? Dan seperti apa perwujudannya?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan :  Yeremia 17:5

“Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!”