Kategori : Renungan

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 2 Korintus 4:1-15 

 

M1 : Menerima Firman

Seorang hamba Tuhan, pelayan Tuhan atau pemberita Injil memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak mudah, bisa dikatakan berat. Menjadi hamba Tuhan atau pelayan Tuhan tak boleh hidup seenak kita sendiri, supaya hidup kita tidak menjadi celaan atau batu sandungan bagi orang banyak. Dalam Yakobus 3:1 dikatakan: “Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.” Menjalankan tugas sebagai pemberita Injil ternyata membawa konsekuensi yang tidak gampang. Karena itu kita yang saat ini disebut sebagai hamba-hamba Tuhan atau pemberita Injil harus memiliki kehidupan yang selaras dengan firman Tuhan. Hidup kita tidak boleh menyimpang dari kebenaran firman Tuhan. Terlebih lagi firman Tuhan yang diberitakan jangan sampai keluar dari jalur kebenaran. Jika firman yang disampaikan menyimpang dari kebenaran Alkitab, kita harus mempertanggung jawabkannya di hadapan Tuhan. Masih banyak pula hamba Tuhan yang berani memberitakan firman Tuhan tapi ia sendiri belum sepenuhnya menjadi pelaku firman, masih saja melakukan perbuatan-perbuatan dosa secara tersembunyi. Berhati-hatilah! Karena “…segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia,” (Ibrani 4:13).

 

M2 : Merenungkan Firman

1. Tugas apa yang harus kita lakukan sebagai pelaku-pelaku firman?

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

M3 : Melakukan Firman

Setelah membaca renungan ini, rhema apa yang Anda dapatkan?

 

M4: Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

 

Ayat Hafalan : 2 Korintus 4:5

“Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus

AJARI ANAK-ANAK MENJADI PELAKU FIRMAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Amsal 22:1-16

 

M1 : Menerima Firman

Melalui hamba-Nya, Musa, Tuhan memberikan perintah kepada bangsa Israel supaya para orang tua bersungguh-sungguh hati mendidik dan mengajarkan nilai-nilai kebenaran kepada anak-anak mereka. Musa pun menyampaikannya kepada umat Israel, “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang- ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” (Ulangan 6:6-7). Mengapa orangtua harus mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anaknya? Supaya anak mereka memiliki pengenalan yang benar tentang Tuhan (Hosea 6:6). Hal mengajarkan firman Tuhan kepada anak tidak bisa dilakukan sekali, dua kali, seminggu atau sebulan, tetapi harus secara berulang-ulang: saat duduk di rumah, dalam perjalanan, saat hendak tidur di malam hari atau saat bangun di pagi hari, artinya di segala waktu, bukan musiman, di mana pun berada, tidak dibatasi tempat dan waktu, dan tidak boleh jemu-jemu. Sesibuk apa pun aktivitas orangtua tidak ada alasan untuk tidak mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai kebenaran kepada anak. Tidak ada alasan bagi orangtua kehabisan bahan atau materi untuk mengajar dan mendidik anak, karena Alkitab lebih dari cukup!

 

M2 : Merenungkan Firman

1. Mengapa kita harus intensif mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak?

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

M3 : Melakukan Firman

Setelah membaca renungan ini, rhema apa yang Anda dapatkan?

 

M4: Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

 

Ayat Hafalan : Amsal 22:6

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Roma 15:1-13

 

M1 : Menerima Firman

Syarat pertama menjadi pemberita Injil adalah percaya kepada Tuhan Yesus. “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” (Yohanes 6:29). Bagaimana mungkin kita memberitakan Injil kepada orang lain dan melayani Tuhan dengan benar, sementara kita sendiri belum percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi? Mungkinkah orang buta menuntun orang buta? Tidak mungkin! Nah, selain percaya kepada Tuhan Yesus, berikutnya adalah harus hidup dalam pertobatan. Jadi, bukan berarti kita menunggu sempurna dulu baru mau melibatkan diri dalam pelayanan. Memberitakan Injil berkenaan dengan komitmen: komitmen hidup benar (penyangkalan diri) dan komitmen untuk berkorban (waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi). Karena itu kita harus punya kerelaan untuk di proses, dibentuk dan diperbaharui oleh Tuhan. Proses itu berlangsung seumur hidup dan proses itu laksana tanah liat di tangan tukang periuk. (Yeremia 18:4-6). Proses pasti terasa sakit dan butuh waktu yang tidak singkat. Cara Tuhan membentuk dan memroses kita adalah melalui firman-Nya. Percaya kepada Tuhan Yesus dan hidup dalam pertobatan adalah syarat menjadi pemberita Injil!

 

M2 : Merenungkan Firman

1. Mengapa seseorang mudah mengalami depresi dan stres dalam hidupnya?

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

M3 : Melakukan Firman

Setelah membaca renungan ini, rhema apa yang Anda dapatkan?

 

M4: Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

 

Ayat Hafalan : Roma 15:4

“Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.”    

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Yakobus 1:12-27

 

M1 : Menerima Firman

Renungan hari ini menasihati dan mengingatkan kita supaya menjadi anak-anak Tuhan yang taat. Taat artinya menjadi pelaku firman. Mengapa? Karena ketaatan adalah syarat untuk mengalami berkat Tuhan. Semua orang percaya pasti tahu kebenaran ini, tapi dalam prakteknya kita sulit sekali melakukan apa yang diminta Tuhan. Di sisi lain kita menuntut Tuhan untuk memberkati hidup kita.Untuk menjadi pelaku firman diperlukan tindakan iman yang nyata dalam kehidupan kita, sebab berkat itu sudah disediakan Tuhan, sedangkan bagian kita adalah mengambil berkat tersebut. Maukah kita melangkah untuk mengambil berkat itu atau tidak? Selama kita diam saja dan tidak mau melangkah, sampai kapan pun kita tidak akan mendapatkan berkat yang sudah tersedia di depan mata itu. Melangkah berarti mau melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. Contoh: Alkitab menasihati kita untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah (baca Ibrani 10:25), maka kita pun harus setia beribadah kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, menghargai waktu dan kesempatan yang diberikan Tuhan kepada kita. Ketika kita melakukan firman Tuhan, selain kita akan diberkati Tuhan, kita juga akan disebut sebagai orang yang berbahagia alias menikmati kebahagiaan hidup.

 

M2 : Merenungkan Firman

1. Apa yang harus kita lakukan agar kita dapat menerima berkat besar saat kita menjadi pelaku-pelaku Firman?

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

M3 : Melakukan Firman

Setelah membaca renungan ini, rhema apa yang Anda dapatkan?

 

M4: Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

 

Ayat Hafalan : Yakobus 1:22a

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja;”

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 2 Timotius 3:1-17

 

M1 : Menerima Firman

Gereja lahir karena pemberitaan firman Tuhan, jemaat dapat bertumbuh dalam iman dan makin dewasa rohaninya juga karena firman Tuhan, sebab “…iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17). Ayat nas menyatakan bahwa segala tulisan yang ada di dalam Injil bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran. Itulah sebabnya firman Tuhan harus menempati di tempat utama dalam pelayanan gereja. Gereja akan menjadi lemah dan jemaat akan mudah terombang-ambing oleh angin pengajaran lain bila pemberitaan firman sangat lemah di dalam gereja. Jika kita memperhatikan kekristenan di zaman para rasul, yang menjadi daya tarik utama orang-orang untuk percaya kepada Tuhan Yesus bukan karena mereka menerima tip yang berupa uang, barang, hadiah atau sembako, tapi murni karena pemberitaan Injil yang disampaikan oleh para rasul. Contoh: melalui khotbah yang disampaikan Rasul Paulus untuk Barnabas “…datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah.” (Kisah 13:44). Karena begitu pentingnya pengajaran firman Tuhan bagi jemaat, tak henti-hentinya Rasul Paulus mengingatkan Timotius, “Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.” (1 Timotius 4:13). Di akhir zaman ini banyak sekali penyesat-penyesat yang berusaha memutarbalikkan Injil dan tidak sedikit orang Kristen yang terpengaruh dan terseret di dalamnya. Jika jemaat tidak dibekali dengan pendalaman firman Tuhan yang kuat akan sangat berbahaya. Karena itu para hamba Tuhan harus benar-benar menyampaikan firman sesuai tuntunan Roh Kudus, bukan ditafsir menurut akal dan kepintaran manusia.

 

M2 : Merenungkan Firman

1. Berkat apa saja yang kita peroleh saat kita mau merenung kan firman?

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

M3 : Melakukan Firman

Setelah membaca renungan ini, rhema apa yang Anda dapatkan?

 

M4: Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

 

Ayat Hafalan : 2 Timotius 3:16

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”