Kategori : Renungan

MENGASIHI TUHAN: HIDUP SERUPA KRISTUS

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 1 Yohanes 3:1-10

 

Merenungkan Firman 

Bukti nyata bahwa orang mengasihi Tuhan adalah memiliki kehidupan yang serupa dengan Kristus. Keserupaan dengan Kristus terbentuk melalui proses ketika seseorang mau membayar harga yaitu taat melakukan kehendak Tuhan. Inilah kunci untuk menjadi serupa dengan Kristus! Ada tertulis, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.” (Yohanes 14:21a). Yang terpenting dalam menjalani kehidupan kekristenan itu bukan hanya sekedar kita rajin ke gereja setiap Minggu, berapa banyak ayat Alkitab yang kita hafal luar kepala, atau kita mampu berkhotbah dan mengajar firman Tuhan kepada orang lain, melainkan ketaatan kepada Kristus yang menjadikan kita memiliki karakter yang sesuai dengan kehendak-Nya. Hidup dalam ketaatan berarti mau membuang dosa (Yakobus 1:21). Apalah artinya tampak rajin beribadah jika kita tidak mau membuang hal-hal yang kotor dan jahat dalam diri kita? Itu sama artinya kita telah menipu diri sendiri. Jadi harga yang harus dibayar sebagai bukti kasih kita kepada Tuhan adalah hidup dalam kekudusan dan kesalehan (2 Korintus 6:17). Dunia saat ini begitu berusaha mencemarkan kita, karena itu kita harus berhati-hati supaya tidak terbawa arus yang ada. Hidup serupa Kristus akan menghasilkan karakter-karakter seperti ini: “…sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan,kerendahan hati, kelemah lembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” (Kolose 3:12-14).

 

Kesimpulan:

Tanpa ketaatan, mustahil seseorang dapat dikatakan mengasihi Tuhan!

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

—————————————————————————————————————————————

 

—————————————————————————————————————————————

 

Ayat Hafalan : 1 Yohanes 3:3

“Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.”

 

TINGGAL DALAM DAMAI SEJAHTERA ALLAH

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Yohanes 14:15-31

 

Merenungkan Firman 

Iblis tidak dapat mengambil satu pun berkat Tuhan dari hidup kita ketika kita berdiri dalam otoritas di dalam Kristus dan menaati Firman Tuhan. Iblis hanya dapat mencuri damai sejahtera kita ketika kita secara pasif mengijinkan serangannya, atau ketika kita tidak melakukan apa perintah Tuhan dalam FirmanNya di tengah badai kehidupan kita. Ketika kita dihadapkan pada situasi-situasi sulit, Firman Tuhan mengatakan kita harus tetap percaya kepada Tuhan supaya kita tetap ada dalam damaiNya. Tuhan akan menjagai kita dengan damai sejahtera jika pikiran kita terus tertuju kepada Tuhan. Dalam segala keadaan milikilah persekutuan yang intim dengan Tuhan dan renungkan Firman-Nya sepanjang hari, supaya ketika kita tiba-tiba dihadapkan pada situasi yang sulit kita bisa merespon situasi tersebut dengan damai dan tidak kebingungan atau panik. Ada cara-cara yang membantu kita untuk tetap dalam damai sejahtera, tak peduli apa yang kita hadapi dalam hidup. Contohnya, kita harus memperbaharui pikiran kita seperti dinyatakan dalam Roma 12:2, dan kita juga harus belajar dari sikap Kristus dalam menghadapi segala sesuatu (Filipi 2:5). Sangat penting untuk mengendalikan pikiran kita dan menolak diri kita memikirkan semua hal yang berlawanan dengan Firman Tuhan. Kita harus menyerahkan semua kegelisahan kepada Tuhan karena Dia akan melepaskan kita. Tuhan Yesus telah berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Matius 11:28-30)

 

Kesimpulan:

Damai sejahtera Tuhan adalah sempurna dan berlangsung seumur hidup kita, melewati segala situasi dan kondisi di dunia ini.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

—————————————————————————————————————————————

 

—————————————————————————————————————————————

 

Ayat Hafalan : Yohanes 14:27

“Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”

 

 

BERJALAN DALAM KEBENARAN TUHAN SEPERTI NUH

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Kejadian 6:9-22

 

Merenungkan Firman 

“Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.” (Kejadian 6:9). Ketika orang-orang sezamannya lebih memilih hidup menurut keinginan daging dan memuaskan hawa nafsunya, Nuh justru secara konsisten berjalan dalam kehendak Tuhan. Ia senantiasa membangun persekutuan yang karib dengan Tuhan; dan terhadap orang yang bergaul karib denganNya Tuhan menyatakan diriNya sebagai sahabat, sehingga “…perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.” (Mazmur 25:14). Isi hati, kehendak dan rencana Tuhan pun disampaikan kepada Nuh: “…sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.” (Kejadian 6:17). Meskipun orang-orang di sekitarnya mencemooh, mencibir, mengintimidasi, mentertawakan dan menilai tindakan Nuh membuat bahtera adalah konyol, karena waktu itu tidak ada tanda akan turun hujan, tak sedikit pun melemahkan dan menggoyahkan imannya. Tanpa memiliki iman yang teguh serta penyerahan hidup penuh kepada Tuhan mustahil Nuh dapat mengerjakan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Hal ini membuktikan bahwa ia memiliki integritas! Nuh berprinsip “…harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.” (Kisah 5:29). Walaupun keadaan dan situasi sekitar sama sekali tidak mendukungnya untuk hidup dalam kebenaran, Nuh berani melawan arus! Di tengah dunia yang dipenuhi ketidakbenaran dan kejahatan, inilah kehendak Tuhan bagi Nuh, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,” (Roma 12:2).

 

Kesimpulan:

Keselamatan yang dialami oleh Nuh dan keluarganya adalah upah dari ketaatannya. Nuh telah terbukti mampu hidup dalam kebenaran meski berada di tengah-tengah dunia yang dipenuhi dengan kejahatan.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

—————————————————————————————————————————————

 

—————————————————————————————————————————————

 

Ayat Hafalan : Kisah Para Rasul 5:29

“…Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.”  

 

BERJAGA-JAGALAH DAN BERDOA SENANTIASA!

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Lukas 21:34-38

 

Merenungkan Firman 

Coba perhatikan dengan seksama keadaan dunia sekarang ini! Sudah sangat jelas bahwa semua yang sedang terjadi adalah tanda-tanda akhir zaman, sebagaimana tertulis di dalam Alkitab. Sebagai orang percaya seharusnya kita makin peka rohani melihat hal ini. Firman Tuhan tiada henti-hentinya mengingatkan dan menasehati agar kita benar-benar memperhatikan bagaimana kita hidup, “…janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,” (Efesus 5:15). Jangan lagi kita bertindak sembrono dan menyia-nyiakan waktu yang ada. Sebaliknya kita harus mempergunakan waktu/kesempatan yang ada sebaik mungkin, sebab “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” (2 Petrus 3:9). Kita diminta senantiasa berjaga-jaga sambil berdoa. ‘Berjaga-jaga’ mengacu pada kehati-hatian kita bertindak dan berperilaku; berpikir begitu rupa, penuh kesadaran dan pertimbangan sebelum melakukan tindakan atau perbuatan supaya tidak menyimpang dari kebenaran, sebab Tuhan menghendaki kita memiliki gaya hidup yang ‘berbeda’ dari orang-orang dunia. Dengan kata lain kita tidak berperilaku sama seperti yang orang dunia lakukan (Roma 12:2). Dengan berjaga-jaga kita tidak mudah jatuh terjerumus ke dalam berbagai percobaan yang ada.

 

Kesimpulan:

Jika orang dunia hidup menurut keinginan daging (hawa nafsunya), larut dalam pesta pora dan kemabukan, maka kehidupan orang percaya tidak boleh demikian. Kita harus hidup menurut pimpinan Roh Tuhan, sehingga kehidupan kita seturut kehendakNya.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

—————————————————————————————————————————————

 

—————————————————————————————————————————————

 

Ayat Hafalan : Lukas 21:36

“Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

 

BALAS KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Kejadian 50:15-21

 

Merenungkan Firman 

Apa reaksi Saudara ketika disakiti, difitnah atau dilukai, padahal Saudara tidak melakukan kesalahan apa pun? Secara naluriah kita pasti memiliki kecenderungan membalas sakit hati kita. Inilah prinsip yang diterapkan orang-orang dunia ketika mereka disakiti: pembalasan akan lebih kejam dari pada perbuatan. Haruskah orang Kristen mengikuti jejak mereka? Bukankah kehidupan orang percaya itu harus berbeda dengan dunia? Kehendak Tuhan bagi kita: tidak melakukan pembalasan seperti yang dilakukan oleh orang-orang dunia, tetapi kita harus bisa mengampuni orang yang bersalah kepada kita dan tetap menunjukkan kasih kita kepada mereka! Yusuf adalah contoh orang yang mampu mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Kita pasti tahu kisah perjalanan hidup Yusuf yang tercatat dalam Alkitab. Yusuf harus melewati perjalanan hidup yang cukup dramatis, penderitaan demi penderitaan harus ia alami sebagai akibat perbuatan jahat yang dilakukan saudara-saudaranya sendiri. Kalau orang lain yang melakukan kejahatan mungkin kita masih bisa memakluminya, tapi tindakan ini dilakukan oleh saudara Yusuf sendiri. Ini sungguh menyakitkan! Andai kita berada di posisi Yusuf mungkin kita tidak akan menerima hal itu dan akan membalas sakit hati (dendam) kita kepada mereka. Namun hal ini tidak dilakukan Yusuf. Ia mampu mengambil sisi positif dari setiap peristiwa kelam yang terjadi di masa lalunya. Yusuf sadar bahwa semua itu adalah bagian dari proses yang diijinkan Tuhan, yang kesemuanya mendatangkan kebaikan demi kebaikan dalam hidupnya sehingga ia pun dapat berkata, “…kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan,”

 

Kesimpulan:

Mari teladani kehidupan dari seorang Yusuf, karena pembalasan itu haknya Tuhan bukan hak kita. Jika kita mau jadi serupa seperti Yesus kita harus mengasihi dan mengampuni orang yang menyakiti kita.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

—————————————————————————————————————————————

 

—————————————————————————————————————————————

 

Ayat Hafalan : Kejadian 50:20a

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan,