Kategori : Renungan

SEMANGAT SEORANG PEMIMPIN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Nehemia 4 :1-23

M1. Menerima Firman

Ketika pelayanan bertumbuh, tantangan akan semakin banyak. Di saat itulah, kepemimpinan Anda diuji. Pemimpin rohani yang sekuat apa pun harus tetap menjaga hati dan menjaga semangat orang-orang yang ia pimpin untuk bersandar penuh hanya pada Tuhan. Nehemia menghadapi tantangan berat. Selain harus memobilisasi semua penduduk untuk kompak membangun tembok (dengan batasan waktu yang singkat, yaitu 52 hari, lihat Neh 6:15); ancaman serangan dari Sanbalat, Tobia, serta orang-orang Arab, Amon, dan Asdod merupakan pressure (tekanan) yang sangat berat yang menghantui pekerjaan pembangunan (peringatan datangnya serangan diberikan sampai sepuluh kali, Neh 4:12). Saat itu, situasi begitu galau, “Kekuatan para pengangkat sudah merosot dan puing masih sangat banyak. Tak sanggup kami membangun kembali tembok ini.” (4:10). Dalam situasi seperti itu, Nehemia sebagai pemimpin rohani mengingatkan umat Israel akan Tuhan yang memanggil mereka dan akan tujuan mereka semangat membangun tembok, yaitu demi mElindungi anak-isteri (4:14). Hasilnya, seluruh rakyat bersatu dan kembali bersemangat karena mereka meyakini, “Allah kita akan berperang bagi kita!” (Neh 4:20b). Dalam situasi yang genting, kehadiran dan teladan pemimpin sangat berarti. Para pemimpin berdiri dan berjaga-jaga sepanjang hari bersama orang-orang yang membangun tembok, dan sebagian rakyat memegang tombak, perisai dan panah (Neh 4:16-17, sungguh suatu pemandangan yang mengharukan, tetapi sekaligus menentramkan!). Nehemia dan kaum keluarganya pun membuktikan bahwa mereka adalah pemimpin. Mereka tidak sempat menanggalkan pakaian dan memegang senjata dengan tangan kanan.

M2. Merenungkan Firman

1. Apakah yang bisa kita contoh dari Nehemia saat  membangun tembok Yerusalem?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan :  Nehemia 4:14b

“Janganlah kamu takut terhadap mereka! Ingatlah kepada Tuhan yang maha besar dan dasyat dan berperanglah untuk saudara-saudaramu.”

 

TANGGUNG JAWAB ORANG KRISTEN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Roma 13:1-14

M1. Menerima Firman

Apakah anugerah Allah yang diterima seorang Kristen membuat ia menjadi bersikap tidak peduli dan tidak bertanggung jawab? Seharusnya tidak! Seorang yang memahami anugerah Allah akan hidup dengan penuh rasa syukur karena ia sadar bahwa seharusnya ia mengalami hukuman Allah. Bagi orang yang normal, rasa syukur pasti akan membuat seseorang berusaha membalas kasih Allah dengan melakukan kehendak-Nya. Oleh karena itu, sesudah membahas tentang anugerah Allah yang membuat seseorang dibenarkan di hadapan Allah, Rasul Paulus membahas tentang tanggung jawab orang yang sudah dibenarkan di hadapan Allah, baik terhadap lembaga-lembaga yang memiliki otoritas terhadap dirinya (13:7) maupun terhadap sesama manusia (13:8-10) dan terhadap diri sendiri (13:13). Lembaga-lembaga yang memiliki otoritas terhadap diri kita (pemerintah, orang tua, guru, dan sebagainya) ada atas seizin Allah, bahkan bisa dikatakan sebagai “ditetapkan” oleh Allah (13:1). Dalam konteks abad pertama, pemerintah Romawi adalah pemerintah kafir yang korup, hedonis (mementingkan kesenangan duniawi), dan amoral. Oleh karena itu, tidak bisa dibenarkan bila seorang Kristen tidak bersedia membayar pajak karena para pejabat bersifat korup, atau kita tidak bersedia menghargai orang tua maupun guru karena mereka tidak patut menjadi teladan. Penghargaan kita haruslah didasarkan pada ketaatan kita terhadap kehendak Allah. Terhadap sesama manusia, tanggung jawab yang paling mendasar adalah mengasihi sesama secara aktif seperti mengasihi diri sendiri. Di samping itu, kita harus menanggalkan gaya hidup yang lama dan menjalani kehidupan yang kudus yang bisa menjadi teladan bagi dunia yang berdosa ini.

M2. Merenungkan Firman

1. Apa yang harus kita lakukan jika kita mempunyai Pemimpin yang tidak bertanggung jawab dan semena mena terhadap bawahannya?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan :    Ibrani 13:17

“Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang yang harus bertanggung jawab atasnya.”

SEMANGAT DAN TANGGUNG JAWAB

 

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Kisah Para Rasul 20:17-38

M1. Menerima Firman

Ada orang yang mengawali hidup dan pelayanannya dengan baik, tetapi mengakhirinya dengan buruk. Ada pula orang yang mengawali dengan buruk, tetapi mengakhiri dengan baik. Rasul Paulus tidak termasuk dalam keduanya. Dia mengawali dengan baik dan mengakhiri dengan baik pula. Rasul Paulus melayani jemaat Efesus selama tiga tahun (20:31). Ada beberapa petunjuk yang menunjukkan bahwa Rasul Paulus mengawali dan mengakhiri pelayanannya dengan baik. Pertama, dia melayani dengan rendah hati dan kesungguhan (Kis 20:19-20). Dia tidak sombong walaupun ia memiliki banyak kemampuan karena dia tahu bahwa Tuhanlah yang memampukannya demi kemuliaan Allah Bapa. Kesungguhannya ditunjukkan lewat “banyak mencucurkan air mata” dan “tidak pernah melalaikan apa yang berguna” bagi jemaat yang dia layani. Kedua, dia mempunyai semangat dan tanggung jawab dalam memberitakan Injil, baik kepada orang Yahudi maupun orang Yunani (Kis 20:21). Ketiga, dia mempunyai visi dan misi yang kuat dari Tuhan untuk tetap setia melayani-Nya, sekalipun “penjara dan sengsara” menunggunya (Kis 20:22-23). Keempat, dia bertanggung jawab menyelesaikan pelayanannya dengan baik, sekalipun nyawa menjadi taruhannya (Kis 20:24). Dengan demikian, Paulus dapat memberi dorongan kepada seluruh penatua untuk menjaga diri mereka dan seluruh anggota jemaat. Tidaklah mudah untuk bisa mengawali dan sekaligus mengakhiri dengan baik. Anda perlu memohon agar kekuatan Allah menopang Anda sehingga Anda dapat mengakhiri dengan baik, bukan dengan kekuatan sendiri, tetapi dengan kuasa Allah yang memampukan Anda. Ada upah yang Tuhan berikan bila Anda dapat mengakhiri dengan baik. Sebaliknya, ada hukuman bagi mereka yang gagal.

M2. Merenungkan Firman

1. Apa yang mendasari Paulus mau memberitakan injil tanpa mengenal rasa takut akan nyawanya?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Matius 25:21b

“Engkau telah setia dalam perkara kecil, Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.”    

PERTANGGUNG JAWABAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Yesaya 29:1-16

M1. Menerima Firman

Perhatikan kata “Celakalah” dalam Yes 29:1 dan 29:15). Sebutan “Ariel” (Yes 29:1) secara harafiah berarti “perapian“. Arti lain dari “Ariel” adalah “singa dari Allah” (Arti kedua ini tidak cocok untuk 29:1). Dalam bacaan Alkitab hari ini, “Ariel” adalah sebutan untuk kota Yerusalem. Bangsa Yehuda menganggap Yerusalem sebagai perapian (mezbah korban bakaran) Allah. Mereka menganggap sistem penyembahan di Yerusalem sebagai satu-satunya penyembahan yang berkenan kepada Allah, padahal sebenarnya Allah tidak berkenan terhadap ibadah mereka. Walaupun ibadah di Yerusalem terus berlangsung, ibadah itu tidak dilakukan dengan segenap hati, melainkan hanya sekedar rutinitas dan formalitas (Yes 29:1, 13). Mereka bersalah dalam dua hal yang mendasar, yaitu mereka tidak mengakui Allah sebagai Pencipta diri mereka dan mereka tidak merasa harus mem- pertanggung jawabkan perbuatan mereka kepada Allah. Akibat dari kedua hal itu adalah munculnya kehidupan yang berdosa dan ibadah yang palsu. Pada masa kini pun, banyak orang Kristen yang kondisinya seperti penduduk Yerusalem, yaitu mereka tidak sadar bahwa kehidupan mereka harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah. Oleh karena itu, mereka beranggapan bahwa satu-satunya kewajiban mereka terhadap Allah hanyalah mengikuti ibadah setiap hari minggu. Akibatnya, ibadah dilakukan tanpa gairah (karena hanya dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan kewajiban) dan cara hidup tidak dipengaruhi oleh masalah iman. Bila Anda juga berpikir seperti itu, Anda harus segera bertobat dan memohon pengampunan Tuhan.

M2. Merenungkan Firman

1. Kenapa kita harus mempertanggung jawabkan perbuatan kita kepada Tuhan?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Yesaya29:15a

“Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap Tuhan.”

Tanggung Jawab Kita

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Bilangan 32:1-42

M1. Menerima Firman

Para pria dewasa di antara bangsa Israel memiliki dua macam tanggung jawab sosial, yaitu tanggung jawab sebagai kepala keluarga yang harus melindungi istri dan anak-anak mereka serta tanggung jawab sebagai anggota suku sebuah bangsa, yaitu bangsa Israel. Tanggung jawab sebagai kepala keluarga membuat suku Ruben dan suku Gad meminta agar mereka diizinkan untuk menempati daerah yang sudah mereka taklukkan di sebelah Timur Sungai Yordan (32:1-5). Semula Musa merasa kesal mendengar permohonan ter- sebut, tetapi akhirnya Musa mengabulkan permohonan itu setelah para pria dewasa dari suku Ruben dan suku Gad berjanji bahwa mereka tetap akan ikut berperang merebut daerah-daerah di sebelah Barat sungai Yordan sampai semua suku Israel memperoleh milik pusaka masing-masing. Dari kisah berikutnya (32:39-42), jelas bahwa langkah suku Ruben dan suku Gad itu kemudian diikuti oleh sebagian (setengah) dari suku Manasye. Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan bahwa bila kita menjadi anggota sebuah tim, kita tidak boleh hanya memperhatikan kepentingan sendiri, tetapi kita harus memperhatikan kepentingan anggota tim yang lain. Sebaliknya, perhatian kita terhadap seluruh anggota tim juga tidak boleh membuat kita melupakan kepentingan keluarga kita. Tanggung jawab kita dalam satu bidang tertentu tidak boleh membuat kita mengabaikan tanggung jawab kita dalam bidang yang lain. Sebagai orang Kristen, kita harus menyadari bahwa kita harus bertanggung jawab dalam berbagai bidang di setiap lingkungan tempat kita berada. Kita harus bertanggung jawab terhadap keluarga kita, terhadap tempat kita bekerja, terhadap tempat kita +bergereja, terhadap lingkungan tempat kita tinggal, terhadap setiap organisasi yang kita ikuti, bahkan kita juga harus bertanggung jawab terhadap negara kita.

M2. Merenungkan Firman

1. bagaimana cara kita melakukan tanggung jawab yang benar?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Filipi 2:14

“Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan “