Kategori : Renungan

SEPERTI MINYAK YANG BAIK

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 133:1-3

M1: Menerima Firman

Indahnya diam bersama dengan rukun, di gambarkan seperti minyak yang baik di atas kepala Harun. Minyak yang dituangkan ke atas kepala Harun berbicara mengenai pengurapan saat pemilihan Harun menjadi imam (Kel. 30:30). Dalam hal ini Harun telah dikhususkan menjadi imam, pemimpin spiritual umat Israel. Ia menjadi perantara umat kepada Tuhan. Imam akan membawa persembahan mewakili umat kepada Allah, sekaligus mewakili Allah kepada umat untuk mengajari dan mengawal pelaksanaan prinsip-prinsip hukum Tuhan bagi bangsa Israel. Kita harus ingat bahwa dalam PL, kesetiaan percaya dan kepatuhan memenuhi perintah Tuhan atau ketidaksetiaan dan ketidakpatuhan, akan berimbas langsung kepada umat Israel. Kesetiaan dan kepatuhan akan membawa kemenangan melawan musuh-musuh dan berkat yang selalu tersedia, sedangkan ketidaksetiaan akan membawa kekalahan dan penderitaan. Dengan adanya imam, umat Israel secara terorganisir dan terpimpin akan beribadah kepada Tuhan. Kelangsungan hubungan spritual/rohani yang terus-menerus antara umat dengan Tuhan lewat peribadatan akan membawa berkat bagi umat Israel. Dalam konteks perjanjian baru, bahwa setiap orang yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dirinya adalah menjadi imamat yang rajani (1 Petrus 2:9). Kita tidak lagi membutuhkan imam dalam konteks perjanjian lama sebagai pengantara antara kita dengan Allah. Kita diberi kuasa untuk berbicara langsung kepada Allah dan Allah berbicara kepada kita lewat Roh Kudus dan firman-Nya yang tertulis (Alkitab). Justru sebagai imamat yang rajani kita akan membawa keluarga, sahabat, rekan kerja, rekan pelayanan, jiwa-jiwa terhilang, dunia dan permasalahannya kepada Tuhan lewat doa syafaat kita. Dalam penginjilan umum dan penginjilan pribadi, imamat-imamat yang rajani yaitu kita yang percaya memiliki tugas membawa jiwa-jiwa yang terhilang kepada Tuhan.

M2: Merenungkan Firman

1. Apa arti minyak menurut bacaan kita di atas?

 

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2. Apa tugas kita setelah menjadi orang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat?

 

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3: Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4: Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yanganda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan: Mazmur 133:2

“Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.”

INDAHNYA KERUKUNAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 133:1-3

M1: Menerima Firman

Pemazmur  melihat bahwa ada kebaikan dan keindahan dalam suatu kerukunan, oleh karena itu setiap orang diajak untuk hidup dalam kerukunan. Kalau kita membuat suatu alur atau flow, maka bisa kita gambarkan bahwa ending dari proses ini adalah kebaikan dan keindahan, yang dihasilkan dari sebuah kerukunan, sedang kerukunan adalah hasil kontribusi sikap dan tindakan yang baik dari dua atau lebih orang/pihak. Ajakan hidup dengan rukun di dasari adanya dua atau lebih pihak dalam suatu komunitas sehingga diperlukan sikap dan tindakan yang baik untuk menciptakan kerukunan diantara mereka. Jadi kerukunan tidak tercipta begitu saja secara tiba-tiba tapi merupakan andil dari orang-orang yang termasuk dalam suatu komunitas itu. Sikap yang paling mendasar untuk menciptakan suatu kerukunan adalah melihat kepentingan bersama lebih utama dari kepentingan pribadi, saling memahami dan menghormati antara satu dengan yang lain. Sikap ini yang perlu dimiliki setiap orang. Sebaliknya apabila ada pihak-pihak yang mementingkan diri sendiri, tidak mau berusaha memahami orang lain sehingga dengan mudah memfonis/menghakimi, tidak mau menghormati orang lain dan mau menang sendiri akan menciptakan pertikaian atau permusuhan dan mungkin juga chaos. Maka tidaklah mengherankan apabila dalam persekutuan, keluarga bahkan gereja, ada yang memiliki sikap negatif seperti disebutkan diatas akan menghasilkan pertikaian/permusuhan dan atau perpecahan. Bukan berarti tidak ada perbedaan yang mungkin menghasilkan “kerikil-kerikil” permasalahan dalam suatu komunitas, tapi kalau perbedaan dikomunikasikan dengan baik dengan sikap terbuka dan rendah hati serta mendasarkan pada kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan bersama, maka pasti akan menghasilkan kesepakatan yang baik dan menguntungkan bersama.

M2: Merenungkan Firman

1. Apa yang dihasilkan orang percaya dari sebuah kerukunan menurut bacaan kita di atas?

 

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2. Sikap seperti apa yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang percaya?

 

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3: Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4: Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat Hafalan: Mazmur 133:1

“Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!”

KASIH PERSAUDARAAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Matius 18:15-20

M1: Menerima Firman

Tuhan memanggil murid-murid dan para pengikutNya bukan untuk hidup sendiri sendiri, melainkan untuk hidup bersama dalam komunitas kaum beriman. Hidup bersama tidak mudah. Sering timbul bentrok karena berbeda sifat, pendapat, tujuan dan kepentingan. Tidak ada manusia yang sempurna, setiap orang bisa saja berbuat salah, baik itu kecil atau besar. Ada dosa yang akibatnya harus ditanggung sendiri, tapi ada juga dosa yang berakibat buruk atau menjadi batu sandungan bagi seluruh kelompok. Dosa tidak bisa dibiarkan, apalagi dosa yang berpengaruh luas. Maka si pendosa itu harus ditegur, dimulai dari teguran di bawah empat mata. Kalau tidak berhasil, dipakai cara yang lebih keras. Apabila semua cara tidak berhasil, jangan menghakimi orang itu. Yang terpenting kita sudah melakukan apa yang menjadi bagian kita. Semua dilakukan dengan tujuan supaya kita tetap saling mengasihi dan bersatu. Ingat bahwa berjalan bersama lebih baik daripada berjalan sendirian. Yesus juga mengutus muridNya berdua-dua, sebab mereka diutus menjadi saksi. Mengapa berdua? Karena kesaksian baru bisa diterima jika paling sedikit ada dua saksi. Juga kalau berdua, bila yang satu jatuh, yang lain bisa menolongnya berdiri kembali. Dan bila dua atau tiga orang berkumpul dalam NamaNya, Ia ada di tengah mereka. Alangkah pentingnya kerukunan, kasih persaudaraan dan persatuan dalam nama Yesus.

M2: Merenungkan Firman

1. Apa yang harus anda lakukan jika ada rekan anda yang berbuat dosa?

 

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2. Mengapa Tuhan menganggap bahwa kesatuan hati itu    sangat penting?

 

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3: Melakukan Firman

Setelah membaca renungan ini, rhema apa yang anda dapatkan?

M4: Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yanganda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan: Matius 18:20

“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”


TAK MUDAH TERPECAHKAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 1 Korintus 1:10-17

M1: Menerima Firman

Bangsa Indonesia adalah salah satu bangsa besar. Namun kita memiliki pengalaman sejarah yang kelam, di mana selama waktu yang tidak sebentar kita dijajah bangsa-bangsa lain. Belanda, negara kecil di benua Eropa, adalah salah satu  yang mampu menguasai Indonesia yang besar ini. Mengapa bisa terjadi? Salah satu faktornya karena politik divide et impera (membagi dan menguasai) yang diterapkan oleh Belanda, yaitu politik pecah belah atau adu domba, memecah kelompak besar menjadi kelompok kecil sehingga lebih mudah untuk ditaklukkan. Jika suatu bangsa yang besar mengalami perpecahan dan tercerai-berai, cepat atau lambat bangsa itu akan menjadi hancur. Menghasut dan memecah belah supaya terjadi perpecahan adalah strategi yang dilakukan Iblis untuk melumpuhkan dan menghancurkan kehidupan orang percaya. Apabila anak-anak Tuhan saling berselisih, menuding dan membentuk kubu-kubu akan mempermudah Iblis untuk melancarkan serangannya. Inilah yang terjadi dan melanda jemaat Tuhan di Korintus, di mana mereka saling berselisih, iri hati, tidak seia-sekata, tidak cocok satu sama lain sehingga mereka berkelompok, membentuk komunitas, golongan dan aliran sendiri-sendiri. “Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.” (1 Kor. 1:12). Bila hal ini dibiarkan berlarut-larut, cepat atau lambat gereja akan terpecah, dan akhirnya akan menjadi hancur berkeping-keping. Ada peribahasa yang mengatakan: ‘Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh’, yang artinya perselisihan akan berakibat pada kehancuran, namun kerukunan akan menjadikan kita makin kuat/Solid. Selama kita masih mengedepankan ego masing-masing, merasa diri paling benar, merasa gereja kita paling besar dan maju, dan sebagainya, kita sedang dalam perpecahan.  Perhatikan ayat ini:  ”Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.” (Matius 12:25).

M2: Merenungkan Firman

1. Mengapa jemaat Tuhan di Korintus bisa terpecah belah?

 

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2. Bagaimana caranya agar jemaat Tuhan tidak terpecah belah?

 

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3: Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungansaat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4: Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh dari bacaan tadi kepada orang lain(keluarga, rekan bisnis, teman kantor, dll ).

Ayat Hafalan: 1 Korintus 1:10

“Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.”

 

PELAJARAN DARI ABRAM DAN LOT

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Kejadian 13:1-13

M1: Menerima Firman

Lot bukanlah orang yang terkenal atau pun orang yang istimewa, namun ia menjadi terkenal karena Abram adalah orang beriman yang setia. Sebelum Allah memanggilnya, Abram adalah orang dari keluarga yang berlatar belakang menyembah berhala: “Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: ‘Beginilah firman Tuhan, Allah Israel:  Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain.  Tetapi aku mengambil Abraham, bapamu itu, dari sungai Efrat, dan menyuruh dia menjelajahi seluruh tanah Kanaan.  Aku membuat banyak keturunannya dan memberikan Ishak kepadanya.” (Yosua 24:2-3). Mengetahui bahwa pamannya akan memisahkan diri dari dunia dan hidup sebagai anak Tuhan, Lot ikut dan turut meninggalkan Ur dengan Abram. Banyak di antara kita seperti Lot, tak pernah mendengar secara pribadi panggilan Ilahi, tetapi di bawa keluar dari dunia oleh sanak keluarga atau teman-teman yang sudah mendengar panggilan Tuhan. Awalnya Abram dan Lot mempunyai hubungan indah, namun akhirnya mereka harus berpisah dan perjalanan rohani mereka pun juga sangat berbeda. Ikut bersama Abram membuat kehidupan Lot turut diberkati Tuhan: Mempunyai domba, lembu dan kemah, hartanya pun bertambah banyak sehingga negeri itu tak cukup bagi mereka untuk tinggal bersama. Mereka pun memutuskan berpisah. Memang sangatlah mudah berbagi dalam kesesakan, tetapi sangatlah sukar berbagi dalam hal kekayaan. Melalui Lot ini kita dapat belajar bahwa dengan siapa kita membangun hubungan akan menentukan hari depan kita. Kesalahan dalam menentukan pertemanan akan mempengaruhi kehidupan rohani kita. Pemazmur menasihatkan agar orang percaya “…tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, …tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan …tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,” (Mazmur 1:1). Kita harus membangun pergaulan dengan orang-orang yang sama-sama haus dan lapar akan Tuhan.

M2: Merenungkan Firman

1. Apa kesalahan Lot sehingga kehidupan rohaninya merosot?

 

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2. Kepada siapa kita harus membagun pergaulan?

 

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3: Melakukan Firman

Setelah membaca renungan ini, rhema apa yang anda dapatkan?

M4: Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat Hafalan: Kejadian 13:6

“Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama”