Kategori : Renungan

BERJAGA-JAGALAH SENANTIASA!

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Lukas 21:34-38

 

Merenungkan Firman 

Sebagai orang percaya seharusnya kita makin peka rohani melihat hal ini. Firman Tuhan tiada henti-hentinya mengingatkan dan menasehati agar kita benar-benar memperhatikan bagaimana kita hidup, “…janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,” (Efesus 5:15). Jangan lagi kita bertindak sembrono dan menyia-nyiakan waktu yang ada. Sebaliknya kita harus mempergunakan waktu/ kesempatan yang ada sebaik mungkin, sebab “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” (2 Petrus 3:9). Kita diminta senantiasa berjaga-jaga sambil berdoa. ‘Berjaga-jaga’ mengacu pada kehati-hatian kita bertindak dan berperilaku; berpikir begitu rupa, penuh kesadaran dan pertimbangan sebelum melakukan tindakan atau perbuatan supaya tidak menyimpang dari kebenaran, sebab Tuhan menghendaki kita memiliki gaya hidup yang ‘berbeda’ dari orang-orang dunia. Dengan kata lain kita tidak berperilaku sama seperti yang orang dunia lakukan. Tuhan berfirman, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlaholeh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2).

 

Kesimpulan:

Jika orang dunia hidup menurut keinginan daging (hawa nafsunya), larut dalam pesta pora dan kemabukan, maka kehidupan orang percaya tidak boleh demikian. Kita harus hidup menurut pimpinan Roh Tuhan, sehingga kehidupan kita seturut kehendakNya.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

————————————————————————————————————————————–

 

————————————————————————————————————————————–

 

Ayat Hafalan : Lukas 21:36

“Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia”

 

BERANI MELAWAN ARUS

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Ibrani 2:1-4

 

Merenungkan Firman

Berani melawan arus dunia ini dan memiliki kehidupan yang berbeda adalah kehendak Tuhan bagi orang percaya. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2). Namun banyak orang Kristen lebih suka mengikuti arus dunia, memiliki kehidupan yang tidak berbeda dari orang-orang dunia dan mengabaikan jalan-jalan Tuhan. Mari belajar dari Kaleb dan Yosua yang berani bertindak sebaliknya, berani melawan arus saat kesepuluh rekannya merasa pesimis untuk dapat masuk ke tanah Kanaan. Kaleb dengan berani berkata, “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” (Bilangan 13:30). Kaleb dan Yosua tetap berpegang pada iman dan keteguhan hatinya. Berani menentang arus berarti berani membayar harga, siap menanggung resiko dan bahkan nyawa menjadi taruhannya. Ketika tetap teguh mengikuti jalan Tuhan dan tidak mau mengikuti arus, Kaleb dan Yosua nyaris mati karena orang-orang Israel hendak melempari mereka dengan batu. Namun Tuhan membela dan meluputkan yang bersungguh hati melayani Dia. Beranikah kita melawan arus dan mempertahankan hidup benar meski di tengah dunia yang bobrok ini?

 

Kesimpulan:

Berani melawan arus dunia ini dan memiliki kehidupan yang berbeda adalah kehendak Tuhan bagi orang percaya, karena itu kita dituntut untuk tidak lagi berkompromi dengan dosa!

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

————————————————————————————————————————————–

 

————————————————————————————————————————————–

 

Ayat Hafalan : Ibrani 2:1

“Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.”

 

JANGAN TERGODA DENGAN DUNIA

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 1 Yohanes 2:15-17

 

Merenungkan Firman 

Di dunia ini, kita pun ditugasi untuk menyelesaikan misi yang Tuhan berikan. Dan, ada pesan serupa bagi kita: jangan teralihkan oleh godaan. Namun segala godaan itu nyata ada, selama kita masih hidup di dunia. Dan, betapa pintarnya setan menyajikan godaan; ia membujuk kita sedemikian hingga tampaknya godaan itu baik dan benar! Membuat kita merasa tak bersalah melakukannya, sebab seolah-olah ada hal baik yang akan kita peroleh. Lalu, bagaimana kita dapat menang atas godaan? Pertama, jangan terikat dan terobsesi pada hal-hal yang fana di dunia ini. Kenali dan waspadai kelemahan kita sendiri; di mana kita akan mudah tergoda oleh tawaran dunia—apakah keinginan daging, keinginan mata, atau keangkuhan hidup? (ayat 16). Kedua, kasihi Tuhan lebih dalam dan lakukan kehendak Allah (ayat 17). Banyak membaca firman Allah serta berdoa, dan terus melatih iman, agar kita mengalami kemenangan bersama Tuhan. Tuhan menyediakan senjata yang lengkap untuk berjuang bagi setiap kita yang mau melawan godaan sampai menang.

 

Kesimpulan:

Mari bangun hubungan intim kita dengan Tuhan lebih dekat, sehingga kita tidak tergoda dengan hal-hal yang
ditawarkan oleh dunia.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

————————————————————————————————————————————–

 

————————————————————————————————————————————–

 

Ayat Hafalan : 1 Yohanes 2:16

“Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. ”

 

MENJAUHLAH DAN BERSIKAPLAH TEGAS!

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Yesaya 52:1-12

 

Merenungkan Firman

Secara umum kata menjauh memiliki arti pergi atau berjalan ke arah yang lebih jauh, atau menghindar jauh. Melalui nabi Yesaya Tuhan memberi peringatan kepada orang-orang Yahudi yang berada di negeri pembuangan di Babel supaya mereka menjauhkan diri dan tidak berkompromi dengan kehidupan orang-orang Babel, yang adalah penyembah berhala. Tuhan menuntut umat-Nya untuk tetap hidup dalam ketaatan, setia melayani Dia dan tidak menyimpang dari jalan-jalan-Nya di mana pun dan kapan pun. Dalam hal ini dibutuhkan sikap yang tegas; jika tidak, kita akan terbawa arus dunia ini, sebab dosa adalah sesuatu yang mudah sekali menjalar atau menular. Bila kita dengan sengaja bergaul dengan orang-orang yang tidak saleh berarti kita sedang membuka celah kepada mereka untuk mempengaruhi hidup kita. “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.” (Amsal 13:20). Pergaulan dan persahabatan dengan dunia adalah hal yang tidak menye-nangkan hati Tuhan. Walaupun kita telah ditebus oleh darah Kristus tapi bila kita sendiri tidak mau melangkah keluar dan bertindak tegas maka sulitlah bagi kita untuk menyucikan diri. Cepat atau lambat kita akan tersesat di dalamnya. Oleh karena itu Tuhan memperingatkan kita dengan sangat keras (2 Korintus 6:17-18a), artinya Tuhan tidak begitu saja memerintahkan kita untuk keluar dan memisahkan diri dari dunia, tapi Ia juga akan memberikan suatu jaminan bagi kita: Dia akan menjadi Bapa kita. “…jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Matius 7:11). Jangan lagi berkompromi dengan dosa supaya Tuhan tidak membuang kita!

 

Kesimpulan:

Tuhan mau kita memiliki sikap yang tegas untuk tidak terpengaruh dengan hawa nafsu dunia, karena Tuhan mau kita tidak lagi hidup dalam dosa tetapi dalam kasih anugrah Tuhan.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

————————————————————————————————————————————–

 

————————————————————————————————————————————–

 

Ayat Hafalan : Yesaya 52:11

“Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN!”

 

MEMILIH UNTUK MEMILIKI MENTAL YANG KUAT

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 1 Samuel 17:40-58

 

Merenungkan Firman 

Ada begitu banyak kisah kepahlawanan di Alkitab. Jika Anda memperhatikan keseluruhan kisah para pahlawan tersebut, Anda akan menemukan sebuah kesamaan, bahwa sebagian besar dari para pahlawan ini muncul di tengah situasi yang sulit dan menekan. Salah satunya adalah Daud. Saat itu seluruh tentara Israel, bahkan Raja Saul yang belum lama diurapi dan diidolakan, ketakutan karena ditantang oleh Goliat. Anda bisa membayangkan betapa mencekamnya situasi saat itu. Rajanya saja ketakutan, apalagi para prajuritnya. Seharusnya Saul yang maju menghadapi Goliat, namun Saul memilih bersembunyi di dalam tendanya. Mungkin dalam hatinya Saul berpikir, “Kiranya cawan ini lalu daripadaku.” Di saat tidak ada seorang pun berani menghadapi Goliat, Daud tampil dan maju menawarkan dirinya. Daud berani bukan karena dia hebat. Daud berani karena dia tahu TUHAN semesta alam bersamanya. Mungkin Anda sedang mengalami situasi yang sama dengan Bangsa Israel saat itu. Anda mengalami situasi yang berat dan menekan. Mungkin hari ini Anda sedang ketakutan. Maukah di dalam kondisi seperti ini Anda maju, tampil, dan memilih untuk kuat? Atau Anda lebih memilih untuk mengikuti situasi yang ada? Hidup ini pilihan. Anda selalu dapat memilih untuk percaya kepada Firman Tuhan atau percaya kepada situasi di sekitar Anda. Mental seorang pahlawan bukan mental “Apa kata situasi dan kondisi”, melainkan mental “apa kata TUHAN.” Hari ini Firman TUHAN katakan Anda pemenangnya, Firman TUHAN katakan Anda sanggup karena DIA ada bersama Anda, Firman TUHAN katakan ROH di dalam Anda jauh lebih besar, Firman TUHAN katakan Anda adalah pahlawan. Maukah Anda memilih untuk kuat dan percaya kepada janjiNya hari ini?

 

Kesimpulan:

Dengan memiliki mental yang kuat percayalah saudara dan saya pasti menjadi orang yang berkemenangan. Karena Tuhan sanggup melakukan perkara yang besar atas kita.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

————————————————————————————————————————————–

 

————————————————————————————————————————————–

 

Ayat Hafalan : Amsal 16:32 

“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”