Kategori : Renungan

TETAP SETIA MELEWATI UJIAN

 

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Titus 2:1-15

M1. Menerima Firman

Di akhir zaman ini kesetiaan mahal harganya. Sulit sekali menemukan orang yang setia. “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang yang setia, siapakah menemukannya?” (Amsal 20:6). Tidak sedikit dari kita yang menyerah dan berhenti dari apa yang sedang dikerjakan Tuhan dalam hidup kita, hanya sesaat sebelum Tuhan menyatakan pertolongan dan kuasaNya. Sayang sekali, bukan? Jadi selama masa ujian kita harus tetap setia, sebab kita tidak pernah tahu kapan kita akan menuai hasilnya. Orang yang setia adalah orang yang layak dipercaya dan konsisten. Selalu ada upah bagi orang-orang yang setia. Karena itu kita harus setia di mana pun Tuhan menempatkan kita. Terhadap orang-orang yang memiliki otoritas kita harus belajar menghormati dan taat kepadanya, sebagai ujian yang nyata atas kesetiaan dan ketaatan kita. Kita bisa belajar dari pribadi Daud. Meski terus diburu dan dikejar-kejar oleh Saul yang hendak membunuhnya, Daud tidak menaruh dendam dan sakit hati kepada Saul. Daud tetap setia dan taat kepada Saul sebagai pemilik otoritas di atasnya. Bahkan ketika ia memiliki kesempatan membalas semua perbuatan Saul terhadapnya, ia tidak melakukannya. (baca :1 Samuel 24:7-8). Daud sangat menghargai dan menghormati urapan Tuhan dalam diri Saul. Ia belajar untuk tetap mengandalkan Tuhan dan menantikanNya dengan setia. Ia tidak bangkit melawan Saul. Mari kita belajar setia meski tidak ada orang yang tahu atau memperhatikan apa yang sedang kita alami. Walaupun banyak tantangan dan ujian jangan menjadi lemah dan kecewa, tetapi setia mengerjakan apa yang telah dipercaya-kan Tuhan kepada kita, karena Tuhan sedang mengerjakan suatu pekerjaan yang besar di dalam hidup kita. Ia sedang membentuk karakter di dalam hidup kita dan memperlengkapi kita untuk jangka panjang.

M2. Merenungkan  Firman

1. Mengapa Tuhan mencari orang yang setia, dan bukan orang yang baik hati? Dan apa upah yang kita peroleh kalau kita menjadi orang yang setia?

 …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : Mazmur  18:26

“Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela.”  

 

 

 

MILIKI KARAKTER KESABARAN !

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 145:1-21 

M1. Menerima Firman

Hampir sebagian besar orang di dunia ini terserang ‘virus’ ketidaksabaran. Kita tidak sabar terhadap suami atau isteri atau anak, tidak sabar terhadap pembantu kita di rumah, tidak sabar terhadap karyawan, bahkan kita tidak sabar menantikan jawaban doa dari Tuhan. Semua orang menginginkan segala hal bersifat instan: makan makanan yang cepat saji, ingin berhasil secara instan, ingin memperoleh kekayaan secara instan, ingin mendapatkan jodoh secara instan, semuanya ingin serba instan. Firman Tuhan menasihatkan, “…sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah… kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain,” (Kolose 3:12-13a). Mengapa setiap orang percaya harus memiliki kesabaran? Karena kita adalah anak-anak Tuhan yang sudah seharusnya mewarisi sifat-sifat Bapa, salah satunya adalah sabar. Tuhan itu panjang sabar dan besar kasih setiaNya. Contoh: manusia di zaman Nuh hidup dalam kejahatan, tetapi dengan kesabaranNya Tuhan masih memberi kesempatan kepada mereka selama 120 tahun untuk bertobat (selama masa pembuatan bahtera), tapi mereka tetap saja hidup dalam pemberontakan dan akhirnya binasa oleh air bah, kecuali Nuh dan keluarganya. Juga bangsa Israel, yang senantiasa mengalami kebaikan Tuhan, masih saja suka bersungut-sungut dan memberontak kepadaNya. Namun Tuhan tetap sabar terhadap mereka. Sungguh, Tuhan Yesus adalah teladan utama dalam hal kesabaran. Terhadap orang-orang yang mengejek, meludahi, menganiaya, bahkan menyalibkan Dia, Yesus tetap sabar dan berdoa: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34a). Kesabaran Tuhan membuahkan pengampunan! Saat ini kasih Tuhan dicurahkan ke dalam hati kita melalui kuasa Roh KudusNya. Dan karena pertolongan Roh Kuduslah kita beroleh kekuatan untuk mengasihi dan memiliki kesabaran terhadap orang lain.

M2. Merenungkan  Firman

1. Apakah arti kesabaran menurut anda? Jelaskan dengan singkat !

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : Mazmur 145:8

“Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya”

YESUS NAIK KE SORGA

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Yohanes 14:1-31 

M1. Menerima Firman

Setelah mati di atas kayu salib, pada hari yang ketiga Yesus bangkit dan empat puluh hari setelah itu Dia naik ke sorga: “…terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: ‘Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kisah 1:9-11). Yesus telah menggenapi rencana Allah! Karena itu Dia harus kembali ke sorga. Jika Yesus tidak naik ke sorga, bagaimana Ia dapat membuktikan bahwa diriNya adalah utusan dari sorga? Jadi, kenaikan Yesus ke sorga semakin menegaskan bahwa Dia adalah Anak Allah, “…Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.” (Yohanes 13:3). Kenaikan Yesus ke sorga juga untuk menggenapi janjiNya kepada umatNya yaitu untuk memberikan seorang penolong bagi kita. Ia berkata, “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” (Yohanes 16:7). Kini, tidak ada alasan bagi orang percaya untuk menjadi takut dan kuatir dalam menjalani hidup ini karena ada Roh Kudus yang senantiasa menopang, menghibur, menguatkan dan menolong kita. Kenaikan Yesus ke sorga juga semakin memberi jaminan dan kepastian bagi orang percaya tentang kehidupan kekal dalam Kerajaan Sorga karena Dia pergi untuk menyediakan tempat bagi kita. Karena itu “Janganlah gelisah hatimu;” (Yohanes 14:1). “…jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.” (2 Korintus 5:1).

  M2. Merenungkan  Firman

1. Apa yang dijanjikan Tuhan kepada kita, setelah Tuhan naik ke Surga?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2. Mengapa kita tidak perlu kuatir lagi dalam menjalani hidup?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : Yohanes 14:2

“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”  

POHON YANG TIDAK BERBUAH

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Lukas 13:1-35

M1. Menerima Firman

Tuhan Yesus mengajarkan dan menegur dengan keras ketika Ia memberikan perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah. Jika kita sebagai orang percaya yang telah menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat dan yang telah mendengarkan Firman sekian lama, tetapi hidup kita tidak pernah berubah, tidak ada pertobatan yang sungguh-sungguh dan tidak ada buah yang kelihatan, maka seperti pohon ara yang tidak berbuah ini, kita akan ditebang. Sebagai orang percaya yang telah lahir baru, tentunya kita akan tumbuh menjadi makin dewasa seperti layaknya seorang bayi yang baru lahir akan tumbuh menjadi dewasa dengan berselangnya waktu. Tetapi bila kita tidak berbuah dan tidak ada perubahan dalam kehidupan kita, maka kita seumpama seorang bayi yang tidak tumbuh-tumbuh dan terus menjadi seorang bayi, walaupun sudah bertahun-tahun diberi makan. Hal inilah yang Tuhan tidak ingin kita lakukan, yakni untuk hanya menerima Firman tetapi tidak pernah menjalaninya, menghidupinya, atau membagikannya. Sebab bila kita melakukan semua itu, kita pasti akan bertumbuh, berubah dan berbuah. Maka dari itu marilah kita periksa kehidupan kita setiap harinya. Apakah kita hanya mendengarkan Firman dan menerima saja? Apakah kita ada keinginan untuk melakukan Firman tetapi pada akhirnya tetap tidak ada tindakannya? Ataukah kita mendengarkan, lalu menghidupi dan melakukannya? Marilah kita yang telah diberi makan terus menerus, hasilkan buah agar orang lain dapat menikmatinya. Marilah kita dengarkan, lakukan dan hidupi Firman Tuhan agar kita tidak menjadi pohon yang tidak berbuah atau bayi yang tidak pernah tumbuh-tuimbuh. Terpujilah Tuhan yang masih sayang kepada kita sehingga Ia masih mau menegur dan menasihati kita.

 M2. Merenungkan  Firman

1. Apa yang terjadi bila kita tidak berbuah didalam Tuhan?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2. Apa yang harus kita lakukan supaya kita berbuah dan bertumbuh?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : Lukas 13:24

“…Berjuangah untuk masuk melalui pintu yng sesak itu! Sebab aku berkata kepadamu: banyak orang akan berusaha masuk , tetapi tidak akan dapat.”

 

 

BERTUMBUH DALAM KASIH

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 1 Tesalonika 3:1-13

M1. Menerima Firman

Kasih Tuhan yang bertumbuh di dalam hati kita tidak terjadi begitu saja. Pertumbuhannya menuntut usaha dari pihak kita. Kita harus menanam dan memupuk kasih itu di dalam hati kita. Meningkatkan pertumbuhan kasih Tuhan dalam hati kita, sama seperti menjaga dan memelihara sebuah taman. Kita harus menjaga tanaman-tanaman kecil yang kita tanam tersebut agar bisa bertumbuh dengan baik dan akhirnya bisa berbuah. Tak lupa, kita juga harus memberinya pupuk dan membersihkan setiap hama yang menyerang. Demikian juga dengan buah dari kasih Tuhan; kita harus menyirami kasih Tuhan di dalam hati kita dengan menyediakan waktu untuk bersekutu dalam doa dan merenungkan firmanNya. Agar kasih itu dapat bertumbuh dengan bebas, taman hati kita harus terbebas dari ilalang keegoisan. Kita harus belajar dan menjaga hati kita dengan menempatkan orang lain lebih utama dari pada diri kita sendiri. Kita tidak boleh mengeraskan hati sehingga kasih Tuhan dapat berkembang tanpa hambatan. Perhatikanlah apa yang dikatakan Paulus, “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.” (Roma 12:9-10). Mari belajar dari Tuhan Yesus Kristus. “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” (1 Yohanes 3:16-17). Hal ini benar adanya. Bagaimana kasih Tuhan bisa ada di dalam diri kita jika kita tidak berbelas kasih kepada saudara kita yang menderita dan membutuhkan pertolongan?

M2. Merenungkan  Firman

1. Bagaimana cara kita menjaga kasih yang ada dalam diri kita supaya semakin bertumbuh?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : 1 Tesalonika 3:12

“Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.”