Kategori : Renungan

SETIA UNTUK HIDUP BENAR

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Kejadian 6:1-8

M1. Menerima Firman

Pada zaman Nuh hidup, kecenderungan manusia adalah berbuat dosa di hadapan Allah. Jadi, Allah memutuskan untuk memunahkan segala makhluk hidup. Namun pada saat yang sama Nuh mendapat kasih karunia di hadapan Allah sehingga ia dan keluarganya tidak turut dimusnahkan. Ia hidup benar di hadapan Allah. Ketika semua orang berbuat dosa, justru Nuh tetap setia untuk hidup benar di hadapan Allah. Alkitab mencatat bahwa, “Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah,”(Kejadian 6:9). Luar biasa, meski semua orang berbuat dosa, Nuh memilih untuk tidak berbuat dosa dengan tetap setia kepada Tuhan. Lalu, bagaimana dengan kita yang hidup di zaman akhir ini? Tenang saja, karena Paulus menawarkan jalan keluar bagi kita dengan berkata, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna,” (Roma 12:1-2). Sama seperti Nuh yang hidup benar dan tidak bercela, karena bergaul karib dengan Allah, maka kita pun bisa melakukan hal yang sama. Sebab dengan mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, maka kita menjadi milik Allah. Jadi, kita harus tetap setia dan hidup benar di hadapan Allah. Pertanyaannya adalah apakah kita masih bergaul karib dengan Allah? Apakah kita masih bersekutu dengan Tuhan? Dunia membutuhkan teladan dan kitalah jawabannya.

M2. Merenungkan Firman

1. Menurut Anda, mengapa Tuhan memilih Nuh? Bagai- mana caranya agar kita setia dan hidup benar?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Roma 12:2

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

MENJADI PEKERJA YANG SETIA DAN TAAT

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Efesus 6:1-9

M1. Menerima Firman

Setiap orang percaya seharusnya menjadi teladan di mana pun mereka berada, tak terkecuali di dunia kerja. Apa pun profesi kita, kita harus menjadi pribadi yang berbeda, sebab standar utama dalam bekerja adalah bekerja seperti untuk Tuhan. “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.“ (Kolose 3:23). Bila kita menyadari bahwa melalui pekerjaan yang kita lakukan kita sedang bekerja untuk Tuhan dan merupakan perwujudan ibadah kepada Tuhan, kita tidak akan sembrono dan asal-asalan dalam bekerja. Sebaliknya, kita akan bekerja dengan segenap hati dan sebaik mungkin. Sebagai orang Kristen, apa pun tugas yang dipercayakan kepada kita harus kita kerjakan dengan setia dan taat. Taat berarti bekerja sesuai aturan yang ada, jujur, penuh tanggung jawab dan tidak bermalas-malasan. Jangan sampai kita bekerja sungguh-sungguh hanya saat ada bos (pimpinan) saja; ada atau tidak bos di tempat, kita harus bekerja sebaik mungkin. “jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.” (Efesus 6:6-7). Ingat, Tuhan selalu memperhatikan apa yang kita kerjakan dan Ia akan memperhitungkan semuanya. “Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” (Kolose 3:24). Karena itu kita harus bertekad menyelesaikan setiap tugas yang diberikan oleh atasan kita. Jangan suka menunda-nunda waktu. Apa yang bisa dikerjakan saat itu, kerjakan dengan segera, jangan tunggu sampai esok. Tidak sedikit pula orang yang bekerja dengan mengomel alias bersungut-sungut sebagai tanda bahwa ia melakukan pekerjaan tersebut dengan setengah hati atau terpaksa. Bisa dipastikan jika seseorang bekerja dengan setengah hati (terpaksa), hasil kerjanya juga tidak akan maksimal.

M2. Merenungkan Firman

1. Mengapa sebagai anak Tuhan/orang percaya harus menjadi teladan di manapun kita berada, tak terkecuali di tempat kerja?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Efesus 6:5

“Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus.”    

KEUNTUNGAN DI BALIK KEJUJURAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Kejadian 29:1-30

 M1. Menerima Firman

Manusia memiliki karakter yang sempurna. Salah satu karakter manusia ialah KEJUJURAN. tetapi, setelah manusia jatuh ke dalam dosa, maka karakter manusia menjadi rusak. Manusia menjadi lebih suka bohong dari pada hidup jujur. Mengapa demikian? Karena kalau hidup jujur sudah pasti tidak akan mendapat untung. Sebaliknya, kalau bohong mendapat untung. Cara pandang yang menganggap bahwa berbohong itu untuk dari perspektif Alkitab tentu tidaklah benar. Menurut Alkitab, bohong itu dosa, sehingga sebenarnya berbohong itu tidak ada untungnya. Iblis telah memutar-balikkan fakta karena memang dia adalah bapa pendusta dari mulanya. Jadi, seharusnya kita memutuskan untuk mulai berhenti berbohong dan berkatalah jujur. Karena, kalau kita jujur dijamin pasti ada untungnya. Apa untungnya kalau kita hidup jujur? (1). Kejujuran mendatangkan ketenangan -
Mazmur 32:10-11. Orang kalau bicaranya jujur dan hidupnya tulus, pasti mengalami ketenangan. Dan orang yang hidupnya tenang pasti lebih sehat, sehingga orang yang jujur kata Alkitab selalu bersorak-sorak.
(2). Kejujuran membawa hidup yang lebih dekat dengan TUHAN Allah – Amsal 3:32. Orang jujur hidupnya dekat sama TUHAN Allah. Mengapa? Karena di dalam TUHAN Allah tidak ada yang dusta. Di dalam TUHAN Allah tidak ada kemunafikan. Dikatakan demikian karena Dia adalah Allah yang benar dan di dalam Dia tidak ada ketidak-benaran.  (3). Kejujuran mendatangkan berkat yang luar biasa – Yes 33:15-16. Orang jujur hidupnya dijamin oleh TUHAN Allah. Di mana ada kejujuran, maka TUHAN Allah akan memerintahkan berkat-berkat-Nya ke dalam perbendaharaan atau ke dalam lumbung-lumbung atau ke dalam pundi-pundi orang-orang jujur.
(4). Kejujuran pada akhirnya pasti melihat kemenangan besar – Mazmur 140:14; Amsal 2:21-22. Ketika kita bicara jujur dan berjalan dalam ketulusan tentunya kita akan menemui tantangan, hambatan, kesulitan dan sebagainya. Kadang kala jalan yang ditempuh oleh orang jujur untuk sementara penuh onak dan duri. Tetapi, hasil akhirnya TUHAN Allah mendatangkan kemenangan yang besar bagi orang-orang jujur.

M2. Merenungkan Firman

1. Apa yang menyebabkan banyak orang kristen masih ada yang suka tidak jujur dalam perkataan?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Mazmur 32:10

“Banyak kesakitan diderita orang baik, tetapi orang percaya kepada Tuhan dikelilingi-Nya dengan kasih setia.”

 

PENGUJI KESETIAAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Rut 1:1-22

M1. Menerima Firman

Pernahkah Anda mendengar ungkapan seperti ini: “Ada uang abang disayang, tidak ada uang abang ditendang”? Kalimat ini memang ditujukan kepada orang- orang yang tidak setia hidupnya. Ya, menjadi setia memang bukan pekerjaan mudah. Setia tidak semudah sewaktu kita mengucapkan janji, tetapi harus dibuktikan. Apakah Anda dan saya orang yang setia? Perlu diuji! Dan dari kisah Rut yang setia, kita dapat belajar bagaimana menjadi orang yang setia. Kesetiaan Rut diuji oleh 3 hal. Pertama, waktu. Kebanyakan orang bisa bertahan kesetiaannya jika waktunya baik. Jika segala hal terpenuhi, jika kita memperoleh semua hal yang diingini. Tetapi apa yang terjadi ketika waktu-waktu yang baik itu lenyap? Apakah kita tetap setia? Rut menunjukkan bahwa ia tetap setia sekalipun dalam waktu penderitaan. Kedua, jarak. Seseorang bisa setia saat dekat, bagaimana jika jaraknya jauh? Ketiga, keadaan. Kalau keadaannya berjalan baik, mudah untuk setia, tetapi bagaimana jika kita mengalami keadaan yang buruk? Apa yang membuat Rut tetap setia sekalipun tidak ada kebaikan yang bisa ia harapkan dari Naomi? Dasar kesetiaannya adalah kasih! Kasih membuatnya percaya bahwa keputusannya mengikuti Rut dan juga Tuhan tidak pernah salah. Bagaimana dengan hidup kita? Ketika tidak ada hal baik yang kita peroleh dalam hidup, ketika kita hidup dalam penderitaan, dan ketika kita merasa seolah Tuhan begitu jauh dari hidup kita, apakah kita tetap menunjukkan kesetiaan kepada-Nya? Ya, kesetiaan kita akan teruji ketika Tuhan mengizinkan hal-hal yang kurang menyenangkan terjadi dalam hidup kita. Tetapkah kita setia dan mengasihi Dia?

M2. Merenungkan Firman

1. Kesetiaan Rut memang patut kita tiru, tapi apakah yang membuat Rut bisa menjadi setia kepada mertuanya?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Roma 14:8

 

“Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati kita adalah milik Tuhan.”  

MENGENAI KESETIAAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Amsal 20:1-29

M1. Menerima Firman

Saat membaca dan merenungkan ini, ayat ini sesungguhnya dapat menjadi teguran yang tertuju pada kita semua. Bukankah yang dikatakan ayat ini benar adanya? Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapa menemukannya? Bicara soal kesetiaan, ada 3 hal penting yaitu, (1). Setia kepada Tuhan. Saat keadaan berjalan dengan baik, sangat mudah setia pada Tuhan. Saat semua berjalan sesuai yang kita inginkan, sangat mudah tidak berpaling dariNya. Tetapi bagaimana andai awan tiba-tiba begitu gelap, saat badai datang menerpa hidup kita? Kualitas dan kesetiaan kita pada Tuhan justru ditentukan bukan pada saat semua lancar-lancar saja. Justru pada saat badai datang menerpa, saat itulah kesetiaan kita diuji. (2). Setia kepada pasangan. Mengapa ini begitu penting? Sama seperti kesetiaan kita kepada Tuhan, setia kepada pasangan pun bukan hal yang mudah. Saat pasangan kita ganteng/cantik, masih banyak uang dan semuanya baik-baik saja, akansangat mudah untuk setia. Tetapi bagaimana andai yang terjadi sebaliknya? Saat pasangan mulai sakit-sakitan, mulai menua, bisakah kita setia? Setiap orang mengaku setia kepada pasangannya, tetapi kesetiaan sebenar- nya baru dapat terlihat pada saat pernikahan dan pada saat ujian itu datang. (3). Setia kepada perkara-perkara yang dipercayakan Tuhan. Banyak orang yang ingin menjadi berhasil tapi gagal mengaplikasikan hal ini dalam hidupnya. Banyak orang dalam pekerjaannya gagal untuk setia ketika masih dipercayakan hal-hal yang kecil oleh atasannya. Ada yang merasa tinggi hati dan bosan karena sudah kerja bertahun-tahun tetapi masih belum dinaikkan jabatan, dan menjalani pekerjaan itu-itu saja. Padahal, mungkin itu salah satu cara yang dipakai atasan kita untuk melihat kesetiaan kita. Untuk kesetiaan dalam perkara, ayat yang kita baca di atas pun dapat berbunyi demikian, banyak orang merasa diri hebat, tetapi orang yang konsisten, siapa menemukannya? Konsisten/ tekun ternyata juga bukan hal yang mudah untuk dilakukan dalam hidup. Banyak orang tidak sukses dalam hidupnya pada- hal mereka adalah orang-orang yang hebat karena gagal untuk konsisten. Mereka cepat menyerah saat persoalan datang.

M2. Merenungkan Firman

1. Mengapa kesetiaan sangat begitu penting dalam kehidupan kita sebagai anak Tuhan?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Amsal 20:6

“Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?”