Kategori : Renungan

ANUGERAH ALLAH TIDAK PERNAH PILIH KASIH!

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Yohanes 21:20-25

M1. Menerima Firman

 

 

Seperti kisah yang kita baca dalam ayat bacaan hari ini, “Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” (ayat 21-22). Petrus melihat ada perlakuan yang berbeda yang Tuhan lakukan kepada murid yang dikasihiNya. Dan memang tidaklah mengenakkan menjadi orang yang dijadikan nomor yang kesekian dalam sebuah keluarga. Kalau hal itu sampai terjadi maka banyak anak yang akhirnya terluka atas perlakuan  orang tuanya. Hal tersebut tidak hanya terjadi dalam sebuah keluarga, tetapi di dalam perusahaan pun sering kita temui sehingga muncul sebutan ‘anak emas bos’ yang selalu mendapat perlakuan khusus dari atasannya. Bagi orang yang ‘dianakemaskan’ tentulah mereka senang dengan perlakuan yang diberikan oleh pemimpinnya, tetapi bagi yang tidak mendapatkannya mereka pasti menjadi kecewa dan muncul benih kebencian dalam hidupnya. Sadar atau tidak, pandangan kita terhadap Allah pun demikian. Kita menganggap ketika seseorang mendapat berkat yang luar biasa dan kita belum mendapatkannya maka kita menuduh Tuhan sudah pilih kasih kepada anak-anakNya. Dalam Kedaulatan-Nya, Allah memiliki wewenang untuk menganugerahkan sesuatu kepada siapa Ia ingin memberikannya. Hal ini bukan berarti Allah menganggap seseorang tidak berharga dan yang lain lebih dipandangan mata-Nya. Dia memiliki hak tersendiri untuk memberkati umat-Nya dan kita tidak perlu menanyakannya. Kita harus percaya bahwa Allah sudah menyiapkan berkat yang terbaik dan yang akan dicurahkan sesuai dengan waktuNya. Mungkin hari ini ada diantara kita yang sudah mulai berpaling dari Allah karena suatu kejadian yang kita anggap tidak harus dialami. Hari ini dalam AnugerahNya, kita diingatkan lewat renungan kita untuk sadar dan kembali kepada-Nya. Allah tidak pernah pilih kasih dalam memperlakukan anak-anakNya dan kalaupun ada kejadian yang membuat kita sedih dan kecewa, pasti ada maksud dan tujuanNya yang besar dibaliknya semua itu. Kasih Allah kepada kita anak-anakNya tidak akan pernah berubah sampai kapanpun dan oleh apapun juga.

 

M2. Merenungkan Firman

Apa penilaian kita terhadap orang yang beranggapan bahwa Allah pilih kasih dalam hidup orang percaya?

————————————————————————————————————————-

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Efesus 4:7

“Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.”

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Roma 12:9-21

M1. Menerima Firman

 

Dengan berjalannya waktu, kita banyak menemui orang Kristen yang tidak lagi bersemangat dalam melayani Tuhan karena mengalami titik jenuh. Api dalam diri mereka tidak lagi berkobar, semakin meredup dan perlahan menjadi padam. Mengapa seperti itu? masalah dan pergumulan yang terjadi dalam hidup mereka seringkali menjadi penyebab utamanya. Ketika kita menjadikan pelayanan hanya sebatas rutinitas saja, maka berhati-hatilah! Hal ini akan dimanfaatkan Iblis untuk melemahkan dan menjatuhkan iman kita sehingga redup semangat pelayanan kita. Akhirnya kuasa Tuhan tidak bekerja secara optimal karena kita sendiri yang menghalanginya. Punya masalah dalam hidup ini adalah lumrah, dan semua orang pasti mengalaminya. Maka tidak seharusnya kita menjadikan ‘masalah’ sebagai alasan untuk tidak lagi punya semangat dalam melayani Tuhan. Jika kita mengenal dengan benar siapa Tuhan dan menyadari anugerah keselamatan yang telah kita terima, maka kita akan lebih bersemangat lagi dalam melayani Tuhan di segala situasi dan kondisi. Tetapi yang terjadi seringkali ketika seseorang sedang diberkati secara materi, karir menanjak, saat itulah ia bersemangat untuk Tuhan dan bisa berkata, “Tuhan itu baik!“. Namun begitu keadaan berbalik tidak sesuai harapan, pelayanan menjadi tidak bergairah lagi. Untuk supaya kita kembali lagi bersemangat bagi Tuhan maka perlu dibangun lagi hubungan pribadi (persekutuan) kita dengan Tuhan. “…engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.” (Wahyu 2:3-4). Miliki tekad seperti Paulus yang selalu menghargai anugerah Allah dalam hidupnya dengan “…berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:14)

 

M2. Merenungkan Firman

Apa yang menyebabkan kita kurang bersemangat dalam melayani Tuhan? sebutkan!

————————————————————————————————————————-

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Roma 12:11

“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” 

PEMBERIAN TERBESAR BAGI DUNIA!

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Yohanes 1:1-18

M1. Menerima Firman

Hari ini kita pasti dalam keadaan bersukacita karena Natal telah tiba.  Ini merupakan anugerah Tuhan jika kita masih beroleh kesempatan merayakan Natal kembali dalam hidup kita.  Dan seluruh duniapun sangat antusias menyambut datangnya Natal, termasuk merayakan Natal dengan pesta. Namun, pernahkah kita tahu bahwa saat malam Yesus akan dilahirkan adalah malam yang penuh dengan gejolak?  Ketika mendengar Yesus akan terlahir kedunia raja Herodes merasa terancam, ia takut dan kuatir kalau kedudukannya sebagai raja akan diambil alih oleh bayi Yesus yang disebut-sebut sebagai raja orang Yahudi oleh orang-orang majus yang datang pada malam itu.  Akhirnya, malam Natal pertama menjadi malam yang mencekam dan penuh dengan ratap tangis di seluruh negeri, karena Herodes  “…menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.”  (Matius 2:16b). Sudahkah kita memahami makna natal yang sesungguhnya?  Apa yang sudah dikerjakan Allah bagi dunia ini?  Allah punya misi yang mulia untuk keselamatan umat manusia, dengan cara Dia mengutus PuteraNya Yesus untuk turun ke dunia ini  (Yohanes 3:16).  “Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah yang bagiNya dan olehNya segala sesuatu dijadikan, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.”  (Ibrani 2:10).  Ini menunjukkan bahwa karya keselamatan yang dikerjakan Allah bukanlah rancangan yang sekedarnya karena karya keselamatan itu dikerjakan sejak sebelum dunia dijadikan. Dan karena kasihNya yang begitu besar, Allah rela menyerahkan PuteraNya untuk menjadi tebusan bagi kita manusia yang berdosa.  Inilah pemberian terbesar dari Allah bagi dunia ini. Yesus Kristus datang ke dunia dalam kesederhanaanNya, Dia terlahir dalam dalam sebuah kandang yang hina, di tengah dunia yang penuh dengan kegelapan dosa. Mari responi kehadiran Yesus Kristus yang datang untuk membawa terang itu bagi setiap orang yang mau membuka hatinya. Sangat disayangkan jikalau Tuhan mendapati kita ternyata menolak kehadiranNya dalam hati kita (Yohanes 3:19)

 

 

 

M2. Merenungkan Firman

Apa arti pemberian terbesar bagi dunia menurut anda?

————————————————————————————————————————-

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Yohanes 1:9

“Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.”

Bacaan Firman Tuhan hari ini :    Yesaya 9:1-6

M1. Menerima Firman

Di bulan ini apa yang telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya ribuan tahun silam telah digenapi, lahirlah Sang Juruselamat dunia yaitu Yesus Kristus.  Kelahiran-Nya bukan sekedar kisah kelahiran bayi biasa anak dari Yusuf dan Maria yang lahir di sebuah kandang sederhana.  Tetapi lahir-Nya Sang Juru Selamat kedunia ini membawa satu dampak yang luar biasa dalam menegakkan kerajaan Allah di bumi.  Dia yang adalah Allah sendiri, Sang Pencipta langit dan bumi, rela datang ke bumi untuk menegakkan kerajaan-Nya. Nabi Yesaya mencatat ada 4 nama yang disandang oleh Yesus selaku Juruselamat:  Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal dan Raja Damai.  Ini membuktikan bahwa nama  ‘Yesus’  bukanlah nama sembarangan, datang dari sorga, pemberian Allah sendiri.  Nama  ‘Yesus’  adalah dari bahasa Ibrani ‘Yeshua’ yang artinya adalah Tuhan menyelamatkan. “Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1:21).  Jadi Yesus datang kedalam dunia ini untuk mengerjakan misi-Nya yaitu menyelamatkan manusia melalui kematian-Nya,  “…supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”  (Yohanes 3:16).  Natal adalah momen yang selalu dinanti-nantikan oleh jutaan umat Kristiani di belahan dunia manapun, sebab natal merupakan kabar sukacita sebagaimana disampaikan oleh malaikat kepada orang majus, “…sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”  (Lukas 2:10-11). Dengan kelahiran Yesus, kita percaya bahwa ada pengharapan yang pasti didalam nama-Nya:   “…keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”  (Kisah 4:12).

 

 

M2. Merenungkan Firman

Kita sudah tahu bahwa Keslamatan hanya didalam nama Yesus, mengapa orang dunia belum bisa menerimanya?

————————————————————————————————————————-

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Yesaya 9:5a

“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita;”

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Mazmur 145:1-21

M1. Menerima Firman

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan akan diberi predikat baru sebagai orang benar. Sebagai orang benar kita seringkali beranggapan bahwa perjalanan hidup yang kita tempuh akan terus mulus dan tidak akan pernah jatuh. Daud menuliskan: “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.” (Mazmur 37:23-24). Artinya orang benar bisa saja jatuh sewaktu-waktu. Seperti kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa. Sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan serupa dan segambar dengan-Nya ternyata masih bisa jatuh. Tapi kejatuhan mereka akibat ketidaktaatan mereka sendiri terhadap perintah Allah dan termakan tipu muslihat si Iblis. Alkitab menegaskan bahwa sebagai orang percaya kita ini telah dibenarkan, dikuduskan dan ditebus di dalam Kristus Yesus. Namun bukan berarti kita dapat berjalan dengan santai tanpa gangguan. Mengapa? Karena Iblis tidak akan berhenti berusaha untuk “…mencuri dan membunuh dan membinasakan;” (Yohanes 10:10a), ia selalu mencari kesempatan dan “…menunggu waktu yang baik.” (Lukas 4:13), “…berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (1 Petrus 5:8). Bagi orang benar yang lengah ia akan menjadi sasaran empuk bagi Iblis. Selama Iblis masih ada maka ada kemungkinan orang benar bisa mengalami kejatuhan bukan hanya sekali atau dua kali, bahkan bisa berkali-kali. Banyak faktor yang membuat seseorang jatuh: masalah, penderitaan, pencobaan atau karena kesalahan sendiri. Di zaman anugerah ini, Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bangkit. “Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.” (Amsal 24:16). Dan Tuhan Yesus memperingatkan setiap kita: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Matius 26:41). Saatnya kita bangkit dan kembali dalam anugerah Allah, yakinlah bahwasannya Allah tetap menunggu kita untuk menggenapi rencanaNya.

 

 

M2. Merenungkan Firman

Mengapa orang percaya yang sudah diberikan kesempatan tidak mau bangkit tapi tetap merasa nyaman dengan keadaan manusia lamanya?

————————————————————————————————————————-

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : 1 Korintus 10:12

“…siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”