Kategori : Renungan

KEINTIMAN: MEMBANGUN PERSEKUTUAN

Bahan Bacaan hari ini : Mazmur 84:1-13

 

M1 : Menerima Firman

Kata persekutuan artinya dipersatukan menjadi satu. Jadi apabila ada persekutuan akan terjadi ikatan antara satu dengan lainnya begitu erat, bersatu dan tidak dapat dipisahkan. Betapa pentingnya ikatan persekutuan ini sehingga banyak ayat Alkitab yang menyatakan tentang hal ini, contoh: “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!” (Pengkhotbah 4:9-10). Maka dari itu Rasul Paulus pun menasihati, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:25). Bersekutu dengan Tuhan berarti senantiasa melekat pada pokok anggur yaitu Tuhan Yesus, sebab kita ini adalah carang-carang-Nya. Tidak mungkin carang bisa hidup tanpa menempel pada pokoknya, demikian juga kita tidak dapat hidup tanpa bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. “Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yohanes 15:4b). Jadi kalau kita tidak tinggal tetap di dalam Kristus kita tidak bisa menghasilkan buah. Bukan hanya tidak bisa berbuah, tapi lambat laun kita bisa mengalami kematian atau kekeringan rohani karena tidak ada siraman air hidup yang biasa diperoleh melalui persekutuan tersebut. Di luar Tuhan atau tanpa persekutuan dengan Tuhan Yesus mustahil kerohanian bisa bertumbuh. Persekutuan dengan Tuhan harus selalu kita bina terus-menerus, bukan waktu-waktu tertentu saja.

 

M2 : Merenungkan Firman

Bagaimana caranya supaya kerohanian kita menjadi dewasa?

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

M3 : Melakukan Firman

Setelah membaca renungan ini, rhema apa yang Anda dapatkan?

 

M4: Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

 

Ayat Hafalan : Mazmur 84:11

“Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”   

 

 

Bahan Bacaan hari ini : Yohanes 17:1-5

 

M1 : Menerima Firman

Kata mengenal bukan sekedar kita tahu siapa Tuhan kita. Mengenal merupakan suatu hubungan yang intim dan benar dengan Tuhan, yang secara otomatis disertai dengan pengalaman pribadi yang menghasilkan buah. Buah yang dimaksudkan adalah buah pertobatan. “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.” (Matius 3:8). Jika seseorang berkata bahwa ia sudah mengenal Tuhan tetapi tidak ada buah pertobatan yang dihasilkan sebagai bukti pengenalannya, maka dapat dikatakan bahwa ia belum mengenal Tuhan; dan orang yang belum mengenal Tuhan berarti belum diselamatkan. Sampai berapa lama kita harus memiliki pengenalan akan Tuhan hingga kita beroleh hidup yang kekal? Sampai selama-lamanya. Artinya suatu tindakan yang harus kita lakukan secara terus-menerus, sebab hidup kekal itu bukan sekedar berbicara tentang Kerajaan Sorga, tetapi suatu hubungan yang karib dengan Tuhan sampai selama-lamanya. Sudahkah kita memiliki keintiman dengan Tuhan secara pribadi? Semua orang bisa saja berkata bahwa ia telah mengenal Tuhan, namun hal itu tidak menjamin bahwa mereka sudah dikenal oleh Tuhan. Dikatakan,: “Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.” (1 Korintus 8:3). Jangan sampai kita menjadi orang Kristen selama bertahun-tahun tapi pada akhirnya Tuhan berkata, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:23). Jadi Saudaraku, kita bisa mengasihi Tuhan jika kita memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan.

 

M2 : Merenungkan Firman

1. Bagaimana caranya supaya kita bisa lebih mengenal Tuhan    dengan benar?

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

M3 : Melakukan Firman

Setelah membaca renungan ini, rhema apa yang Anda dapatkan?

 

M4: Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

 

Ayat Hafalan : Yohanes 17:3

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar,
dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”

Bahan Bacaan hari ini : Galatia 3:1-14

 

M1 : Menerima Firman

Abraham adalah salah satu tokoh besar dalam Alkitab yang diberkati Tuhan secara melimpah-limpah. Berkat-berkat itu tidak hanya menjadi milik Abraham secara pribadi, tetapi bisa sampai pula kepada bangsa-bangsa termasuk kita sebagaimana tertulis: “…dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” (Kejadian 12:3). Ayat nas di atas menyatakan bahwa di dalam Kristus berkat Abraham bisa sampai kepada bangsa-bangsa. Semua yang dijanjikan Tuhan telah digenapi-Nya sehingga Abraham hidup dalam kelimpahan.
Mengapa Abraham diberkati Tuhan?
1. Taat pada perintah Tuhan. Ketika Tuhan berfirman,

“Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;” (Kejadian 12:1), Abraham taat terhadap perintah Tuhan. “Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya,” (Kejadian 12:4a). Ketaatan Abraham adalah bukti bahwa ia sangat mengasihi Tuhan; bahkan ketika Tuhan menyuruh dia untuk menyerahkan anaknya yaitu Ishak, Abraham pun rela mempersembahkannya bagi Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa Abraham mengasihi Tuhan lebih dari apa pun juga. Demikian pula dalam kehidupan kita. Apabila kita taat dan dengar-dengaran akan firman-Nya, berkat Abraham akan nyata dalam hidup kita.

2. Senantiasa membangun mezbah bagi Tuhan.

Abraham selalu membuat mezbah di semua tempat yang ia datangi sebagai tanda syukur dan kasihnya kepada Tuhan. Tertulis: “Ketika itu Tuhan menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: ‘Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.’ Maka didirikannya di situ mezbah bagi Tuhan yang telah menampakkan diri kepadanya.” (Kejadian 12:7). Membangun mezbah berarti membangun keintiman dengan Tuhan, mengundang hadirat Tuhan hadir. Sudahkah kita membangun mezbah bagi Tuhan di tengah-tengah keluarga kita, usaha kita dan sebagainya?Ketaatan dan memiliki keintiman dengan Tuhan adalah kunci mengalami berkat-berkat Abraham!

 

M2 : Merenungkan Firman

1. Bagaimana caranya supaya kita dan keluarga kita setiap hari    mengalami berkat berkat Tuhan?

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

M3 : Melakukan Firman

Setelah membaca renungan ini, rhema apa yang Anda dapatkan?

 

M4: Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

 

Ayat Hafalan : 1 Korintus 10:13a

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.”  

Bahan Bacaan hari ini : 2 Korintus 4:16-18

 

M1 : Menerima Firman

Ada kata bijak mengatakan bahwa musuh terberat kita adalah diri sendiri. Hal ini nyata benar ketika kita membiarkan diri ini dikendalikan hanya oleh kelima indera kita dari pada tunduk kepada pimpinan Roh Tuhan. Akhirnya kedagingan dan indera kita yang mendominasi sehingga kita pun terpaku pada realita yang ada bukannya tertuju kepada firman Tuhan. Ketika kita membicarakan ketidakpercayaan atau sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah Tuhan sampaikan dalam firmannya kita sedang memimpin diri kita kepada kegagalan. “Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.” (Roma 8:6-7). Jangan memandang kepada situasi yang ada atau masalah yang sedang kita hadapi, tetapi arahkanlah pandangan kita kepada Allah yang perkasa di dalam Yesus Kristus. Saat berada dalam pergumulan yang sangat berat Ayub pun bersikap: “Sekalipun aku dicemoohkan oleh sahabat-sahabatku, namun ke arah Allah mataku menengadah sambil menangis,” (Ayub 16:20). Tidak ada perkara yang mustahil bagi Tuhan. Karena itu, kita harus menyerahkan imajinasi dan pikiran-pikiran negatif kita yang bertentangan dengan firman kepada Tuhan. Inilah yang dilakukan rasul Paulus, “Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,” (2 Korintus 10:5b), Seringkali kita membayangkan bahwa permasalahan yang terjadi adalah seperti Goliat, raksasa dari Filistin yang sepertinya sulit untuk ditaklukkan. Kemudian kita menjadi gelisah dan tawar hati, lalu kita menyerah kepada keadaan yang ada. Kita tidak boleh digerakkan oleh perasaan atau pemikiran kita, tapi kita harusnya digerakkan pada apa yang dikatakan Tuhan dalam firman-Nya, seperti Daud yang berpegang teguh pada kebenaran firman-Nya, sehingga Goliat pun terkapar di tangannya. Biarkanlah angin bertiup dan badai menyerang! Tuhan Yesus adalah Batu Karang kita sampai selama-lamanya.

 

M2 : Merenungkan Firman

1. Apa yang terjadi apabila kita memfokuskan diri kita terhadap Tuhan dan bukan berfokus pada masalah kita?

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

M3 : Melakukan Firman

Setelah membaca renungan ini, rhema apa yang Anda dapatkan?

 

M4: Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

 

Ayat Hafalan : 2 Korintus 4:18

“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan.”

Bahan Bacaan hari ini : Keluaran 14:1-14

 

M1 : Menerima Firman

Firman Tuhan yang kita baca hari ini mencontohkan kehidupan bangsa Israel yang tidak pernah mensyukuri kebaikan Tuhan. Hari-hari mereka dipenuhi dengan ketidakpuasan dan keluh kesah. Padahal bangsa Israel adalah bangsa yang dicintai, dikasihi dan diberkati Tuhan. Banyak mujizat yang telah mereka lihat, alami dan rasakan, namun tetap saja mereka bersungut-sungut setiap harinya, dari mulutnya tidak pernah keluar ucapan syukur. Berbagai mujizat yang terjadi ternyata tidak cukup untuk mengubah sikap hati bangsa Israel untuk tidak bersungut-sungut, tetapi justru semakin menjadi-jadi. Ayat nas di atas menunjukkan bahwa bangsa Israel lebih senang hidup dalam perhambaan di Mesir daripada menjadi bangsa yang merdeka. Bahkan mereka pun berani melawan Tuhan dengan membuat patung anak lembu emas untuk disembah karena tidak sabar menantikan Musa (baca Keluaran 32). Bukankah kita juga sering tidak sabar menantikan pertolongan dari Tuhan, lalu kita pun bersungut-sungut dan menggerutu setiap hari. Karena persungutan, kita pun kehilangan sukacita. Kata sukacita semakin jauh dari kamus hidup kita. Perhatikanlah: sukacita itu sesungguhnya diawali dari iman yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Tidak hanya itu, Tuhan juga melengkapinya dengan pengharapan, dan pengharapan itu tidak mengecewakan (baca Roma 5:5). Karena imanlah maka segala ketakutan, kecemasan dan kekuatiran akan hilang. Tidak selayaknya kita bersungut-sungut kepada Tuhan; seharusnya hati kita senantiasa bersukacita karena kasih dan kebaikan-Nya melimpah atas kita.

 

M2 : Merenungkan Firman

1. Jelaskan menurut Anda, apa yang harus kita lakukan agar kita tidak kehilangan sukacita kita dan tidak bersungut-sungut lagi kepada Tuhan!

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

M3 : Melakukan Firman

Setelah membaca renungan ini, rhema apa yang Anda dapatkan?

 

M4: Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

 

Ayat Hafalan : 1 Korintus 10:10

“Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.”