Kategori : Renungan

MENDAPAT KASIH KARUNIA SANG PENCIPTA

Bacaan Firman Tuhan hari ini :   Pengkotbah 2:1-26

M1. Menerima Firman

 

Di dalam firman Tuhan Pengkotbah memperlihatkan perbedaan nyata antara  kehidupan manusia yang fana dengan kedaulatan Allah yang tidak terbatas. Kehidupan manusia yang fana dengan segala jerih lelahnya ditulis dan diceritakan panjang lebar, namun semuanya tidak akan bermakna jika Tuhan tidak memberkatinya. Hal itu menunjukkan bahwa Allah berdaulat penuh atas kehidupan manusia. Apakah maksud perkataan bahwa Allah berdaulat atas kehidupan manusia? Berdaulat diartikan: “memiliki kekuasaan tertinggi atas suatu pemerintahan negara atau daerah”. Jadi jika dikatakan bahwa Allah berdaulat atas hidup manusia, berarti Allah memiliki kekuasaan penuh atas hidup manusia tersebut. Allah boleh bertindak sesuka hati-Nya terhadap hidup seseorang ( ayat 26). Apakah tindakan ini adalah tindakan yang semena-mena (tidak mempedulikan hak manusia)? Tentu tidak. Allah berdaulat sehingga Ia boleh bertindak sesuka hati-Nya atas hidup manusia karena Ia adalah Pencipta manusia. Manusia sebagai ciptaan tidak memiliki hak untuk protes atau mempertanyakan kedaulatan Allah. Di sini, pengkotbah berhasil menunjukkan “perbedaan yang tidak dapat dijembatani” antara Sang Pencipta dengan ciptaannya. Ciptaan hanyalah debu yang mendapat kasih karunia Sang Pencipta. Jika demikian, apakah kemudian manusia hanya ciptaan yang hidupnya sia-sia seperti debu? Oleh karena AnugerahNya meskipun menusia seperti debu yang tak berarti tetapi tidak akan sia-sia jika hidup kita berkenan dihati Tuhan (2:24-26). Kita boleh berjerih lelah dan bekerja keras demi mencapai kesuksesan dalam hidup ini, namun yang harus diprioritaskan adalah mencari kehendak Tuhan dan menyukakan hati-Nya. Inilah yang akan membuat hidup kita yang fana menjadi bermakna dan diberkati oleh Tuhan. JANGAN SIA-SIAKAN ANUGERAH ALLAH DALAM HIDUP INI.

 

M2. Merenungkan Firman

Apa saja yang akan kita lakukan setelah mendapat kasih karuniaNya?

————————————————————————————————————————-

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Efesus 4:7

“Tetapi kepada kita masing-masing f  telah dianugerahkan g  kasih karunia h  menurut ukuran pemberian Kristus.”

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Titus 3:1-14

M1. Menerima Firman

 

Anugerah Allah sering kali dipersalahkan karena dianggap membuat orang Kristen hidupnya tidak bertanggung jawab. Anugerah Allah disalahartikan sehingga dianggap bahwa anugerah Allah membuat orang Kristen tidak perlu lagi berbuat apa-apa, apalagi berjerih lelah untuk hal yang baik. Anugerah Allah disalahgunakan oleh orang Kristen yang hidup di dalam hawa nafsu kedagingannya. Sebenarnya, yang membuat orang Kristen hidup secara tidak bertanggung jawab, malas, dan hidup semaunya oleh karena orang tersebut tidak sungguh-sungguh mengerti arti anugerah Allah atau belum mengalami anugerah Allah dalam hidupnya (Kristen sekedar identitas-KTP). Orang Kristen yang mengerti anugerah Allah dalam hidupnya tidak akan pernah menyia-nyiakan anugerah Allah, melainkan akan direspon dengan sungguh-sungguh dan berusaha melakukan pekerjaan yang baik (Titus 3:8). Tidak benar bila ada yang mengatakan orang berusaha melakukan pekerjaan yang baik agar Allah merespon dengan anugerah. Itu salah besar. Anugerah Allah merupakan motivasi yang kuat untuk melakukan pekerjaan yang baik karena anugerah Allah itu sangat mulia. Anugerah Allah menanamkan dalam hati orang Kristen bahwa ia memiliki tanggungjawab besar untuk tidak menyia-nyiakan pemberian Allah. Seseorang akan bertanggung jawab saat ia memandang apa yang ia terima sebagai hal yang berharga. Saat seorang Kristen menyadari bahwa anugerah Allah itu amat berharga, maka ia akan mulai hidup bertanggung jawab dalam seluruh aspek hidupnya agar nama Tuhan dipermuliakan dan hidupnya menjadi berkat bagi orang lain.

 

M2. Merenungkan Firman

Mengapa masih banyak orang kristen yang menyia-nyiakan Anugerah Allah? jelaskan!

————————————————————————————————————————-

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Titus 3:7

supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.

APAKAH ARTI HIDUPMU?

Bacaan Firman Tuhan hari ini :   Ulangan 30:1-10

M1. Menerima Firman

Apakah arti kehidupan yang sesungguhnya bagi anda? Di katakan “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam.” (Pengkotbah 3:1-2). Semua orang pasti akan mengalami kematian dan tidak ada satu orang pun yang dapat mengelak darinya. Seringkali banyak orang mengatakan ‘yang tua atau yang sakit akan terlebih dulu mengalami kematian’, namun sebenarnya tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan ia akan dipanggil pulang kerumah Bapa. Dalam kehidupan yang dijalani, sesungguhnya banyak orang yang tidak mengetahui arti kehidupan. Mereka berjuang hanya untuk memuaskan hasrat (keinginan)nya, memuaskan apa yang menjadi maunya. Dalam pembacaan ayat bacaan kita diatas Tuhan menawarkan kepada kita untuk dapat menikmati kehidupan. Hal itu merupakan anugerah, sebuah pemberian. Tuhan memberikan pilihan kepada kita: “berkat atau kutuk“ (Ulangan 30:1), manakah yang kita ambil dalam hidup kita? Jika kita mau menikmati pemberian atas hidup kita, maka tentunya kita akan memilih berkat. Akhirnya kita mengetahui bahwa kehidupan yang sesungguhnya hanya ada di dalam Kristus Yesus, Paulus mengatakan “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.” (Filipi 3:8). Jadi giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan. Isi kehidupan kita dengan hal-hal rohani  (baca Firman, dengar lagu rohani) dan mulai kerjakan sesuatu bagi Tuhan (jadi saksi/berkat untuk orang lain). Setelah kita bisa memfokuskan hidup kita untuk kerajaan Allah maka itu akan memberikan sebuah arti dalam hidup kita, sama seperti yang Paulus katakan “..bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” (Filipi 1:21-22a).

 

M2. Merenungkan Firman

Apa yang membuat hidup kita ‘jadi berarti’ didalam Tuhan?

————————————————————————————————————————-

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Filipi 1:22a

“Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” 

MEMENUHI PANGGILAN-NYA SEBAGAI ANUGERAH

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Efesus 3:1-13

M1. Menerima Firman

“Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah diberikan anugerah ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu.” (Efesus 3:8). Kepada setiap orang percaya diberikan bukan hanya keselamatan kekal, melainkan juga kehormatan untuk melayani Tuhan. Ini menjadi satu paket anugerah. Tuhan tidak pernah memberikan tugas yang sama kepada setiap orang. Dia memiliki tugas khusus bagi masing-masing anak-Nya, sebagaimana yang disadari oleh Paulus. Sejak Paulus bertobat, Allah memanggil Paulus kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi. Yesus mengatakannya lebih dari satu kali (Kisah 16:10; 22:21). Pelayanan Paulus di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi diselingi dengan pemberitaan kepada bangsanya sendiri. Paulus selalu pergi ke sinagoga di kota-kota yang menjadi tempat persinggahannya. Ketika mereka menolak Injil, barulah ia pergi kepada bangsa bukan Yahudi. Di tengah segala tantangan yang ada, Paulus tekun dan setia melakukan pelayanannya sampai mati. Allah adalah Pribadi yang memanggil. Dia menyatakannya kepada anak-anak-Nya yang mendengar panggilan-Nya, mengenali kehendak-Nya, dan taat. Sering panggilan itu baru tahap persiapan. Paulus dipersiapkan selama bertahun-tahun sebelum panggilannya datang. Dimanakah posisi kita saat ini? Pada tahap persiapan atau pelaksanaan? Seorang penulis berkata, “Ketika kita mengetahui bahwa Tuhan memiliki kehendak khusus bagi kita, maka tanggung jawab kita sebagai seorang murid adalah untuk menemukan dan memenuhinya.” Mari kita menemukan dan memenuhi panggilan Tuhan! Ketika panggilan Allah datang, mulailah mengikutinya dan jangan pernah berhenti.

 

M2. Merenungkan Firman

Apa arti ‘panggilanNya sebagai anugerah’ bagi saudara?

————————————————————————————————————————-

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Efesus 3:12

“Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah..”

MANUSIA BERDOSA BUTUH KASIH KARUNIA

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Roma 3:9-20

M1. Menerima Firman

 

Pada dasarnya manusia memerlukan anugerah Allah dalam hidupnya. Awalnya adalah karena terjadinya dosa pertalian (pelimpahan atau pengaitan sesuatu terhadap seseorang) artinya dosa masuk kedalam dunia ini melalui satu orang yaitu, Adam kepada segala bangsa (Roma 5:12-21). Dan akibat dari dosa manusia pertama, ‘Citra Allah’ dalam diri manusia menjadi rusak karena mereka telah membuka celah sehingga akhirnya dosa menjadi ada (baru terjadi) untuk pertama kalinya di Taman Eden, sejak saat itu dosa telah diwariskan kepada semua umat manusia; kepada siapa saja yang terlahir kedalam dunia ini (Roma 5:12). Dosa warisan merupakan suatu keberadaan berdosa dari semua orang yang dibawa sejak lahir. Dan itu akan berlanjut pada ‘dosa pribadi’ yaitu dosa yang berasal dari tindakan, perkataan, atau pikiran yang manusia itu sendiri lakukan. Dosa ini tidak ditularkan, melainkan setiap orang melakukan dosanya sendiri-sendiri dan pasti akan menanggung akibat dosanya sendiri dan dosa ini bisa mempengaruhi orang lain. Bentuk dosa-dosa pribadi adalah dalam perkataan dan perbuatan misalnya: berdusta (1 Yohanes 1:6), pilih kasih (Yakobus 2:4), keduniawiaan (1 Korintus 3:1-4), penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, dan lainnya (Galatia 5:19-21). Selanjutnya, akibat dari kejatuhan adalah maut menurun pada semua manusia (Kejadian 2:17). Sebagaimana dosa masuk ke dalam dunia oleh satu orang, demikian juga akibat dosa itu yaitu maut menurun pada semua orang (Roma 5:12-21; 6:23; Kejadian 2:17). Sebagaimana dosa bersifat universal maka maut juga bersifat universal. Manusia pada mulanya diciptakan dengan kapasitas bagi kekekalan dan tidak perlu mati. Jadi, manusia dalam natur lamanya yang berdosa tidak menyadari dan tidak mampu menanggapi hal-hal rohani dari Allah. Manusia tidak mampu melakukan apapun untuk mengubah kebiasaan maupun keadaan keberdosaannya (Roma 3:9-20). Maka jelaslah bahwa manusia memerlukan kasih karunia Tuhan yang memampukannya untuk dapat kembali melakukan hal yang benar menurut pandangan Tuhan.

 

 

M2. Merenungkan Firman

Apa penyebab dosa bisa masuk dalam kehidupan manusia ?

————————————————————————————————————————-

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : 1 Yohanes 2:2

“Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.”