Kategori : Renungan

KITA HARUS MENANG!

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Matius 4:1-11

M1. Menerima Firman

Dalam bacaan kita hari ini adalah sebuah teladan Yesus yang membuat kita menang. Faktanya hidup itu suatu pertempuran, setiap kita harus melewati apa yang namanya padang gurun, kita harus berperang. Sebenarnya penguasa dunia ini Adam dan hawa bukan?! Tetapi oleh karena mereka jatuh dalam dosa akhirnya berpindah ke tangan si iblis. Kita harus mengambil tindakan bahwa kita harus berperang melawan si iblis. Berhati-hatilah karena iblis berusaha untuk menjatuhkan setiap anak-anak Tuhan dengan siasatnya yang licik dan hal tersebut harus kita cermati dengan seksama. 1.Iblis berusaha mengalihkan fokus kita (ayat 3), Iblis tahu kita membutuhkan sesuatu di bumi ini sehingga dia akan berusaha mengalihkan fokus kita kepada yang dibumi(apa yang dibumi=diri sendiri) bukan kepada Tuhan. Melakukan segala sesuatu hanya untuk kepentingan diri sendiri akhirnya tanpa sadar kita sudah jatuh dalam dosa kesombongan dan mencari apa yang dibumi (bukan Tuhan),. Waspadalah akan hal tersebut!. Jangan terkecoh dengan apa yang ditawarkan oleh iblis karena semuanya itu sifatnya fanah (sementara). Untuk mengalahkan siasat iblis ini Jadikan Tuhan prioritas yang pertama dan utama dalam hidup kita jangan yang lain. 2. Iblis membawa kita untuk tidak tinggal didalam Tuhan (ayat 6), Kita tahu bahwa iblis datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan (Yohanes 10:10); maka dari itu kita harus sadar dan selalu berjaga-jaga (waspada) terhadap segala situasi dan kondisi karena iblis bisa masuk didalamnya untuk menghasut kita sehingga kita terbujuk mengikuti apa yang iblis mau. Iblis akan berusaha untuk selalu membawa kita hidup diluar Tuhan, Contoh: mulai suka berbohong, ngentit uang didompet yang bukan milik kita bergosip. Kita harus lawan siasat si iblis ini dengan hidup benar (jujur,apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi). 3.Iblis mengajak kita untuk mengikuti apa yang diperintahkannya (ayat 8-9), Iblis akan menawarkan hal-hal yang bisa dibilang akan membuat kita nyaman dan kita tidak sadar telah mengikuti apa yang diinginkannya, contohnya: saat kita mau beribadah baik di hari minggu, doa pagi, atau komsel dan mungkin sebelumnya kita ada acara mendadak dihari itu, iblis berbisik: “Ditunda saja, kan besok-besok masih bisa/nggak usah pergi kamu kan ada acara yang lebih penting/kamu kan lagi nggak enak badan dll”. iblis akan memberikan seribu alasan supaya kita tidak jadi pergi ibadah. Ketika kita menuruti bisikan iblis ini maka sebenarnya kita sedang menyembah iblis, otoritas kita diambil iblis supaya kita tidak menyembah Allah. Saatnya kita SADAR! Jangan mau kita diperdaya oleh siasat si iblis yang akan membawa kita keluar dari jalur Tuhan/rencana-Nya.

M2. Merenungkan Firman

Bagaimana caranya kita bisa menang menghadapi siasat si iblis?

———————————————————————————————————————————————

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Yakobus 4:7

“Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!.” 

JANGAN PEDULIKAN BISIKAN IBLIS!

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Kolose 3:1-4

M1. Menerima Firman

Penderitaan tubuh yang disebabkan oleh penyakit itu bukanlah kehendak Tuhan, karena Dia tidak senang melihat umat-Nya menderita, sama halnya ketika Ia melihat umat-Nya hidup dalam dosa.  Itulah sebabnya, Tuhan Yesus rela menanggung segala dosa dan penyakit kita, melalui kematian-Nya di bukit Golgota.  Tertulis,  “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”  (1 Petrus 2:24), dan Ia melakukan itu sekali dan berlaku untuk selama-lamanya.  “…Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.” (Ibrani 9:26b). Darah Kristus telah menyucikan dari segala dosa kita dan bilur-Nya menyembuhkan segala penyakit kita.  Hal ini menunjukkan bahwa dari pihak Tuhan, sudah pasti merancangkan kesembuhan bagi kita dan penebusan penyakit kita semuanya itu sudah lunas dibayar di Kalvari.  Tuhan Yesus melakukan misi-Nya dengan sempurna, karena Ia sudah bangkit dengan kemenangan yang gilang gemilang, supaya barangsiapa yang percaya kepada-Nya, tidak binasa melainkan beroleh keselamatan, termasuk kesembuhan dan kesehatan. Memiliki keyakinan yang kuat bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan sakit kita adalah langkah awal kepada kehidupan yang sehat.  Jangan pedulikan bisikan iblis yang tak pernah berhenti melemahkan iman kita dengan berkata:  “Engkau masih terbaring di tempat tidur.  Engkau masih sakit.  Sakitmu tidak mungkin sembuh dan dokter sudah mengangkat tangan!” Dan berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah dan putus asa. Ingatlah! Yesus sudah mengalahkan maut dan dosa. Jika diantara kita sedang menderita sakit-penyakit, mari kita pegang teguh firman ini:  Tuhan mau menyembuhkan semua orang yang percaya kepada-Nya.  Tidak ada alasan sedikitpun bagi saya untuk ragu dan bimbang terhadap janji firman-Nya, sebab Tuhan bukanlah manusia yang mudah sekali ingkar dan berdusta,  “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?” (Bilangan 23:19).  Lawan setiap bisikan si iblis dengan pedang Roh yang adalah Firman Tuhan, maka kita akan beroleh kemenangan!

M2. Merenungkan Firman

Sebutkan manfaat dari Pedang Roh (Firman Tuhan) didalam hidup orang percaya?

———————————————————————————————————————————————

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Ibrani 9:26b

“…Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.”

PIKIRAN KRISTUS = PERKARA DIATAS

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Kolose 3:1-4

M1. Menerima Firman

Seringkali keadaan atau situasi yang ada di sekitar membawa dampak yang besar terhadap pola pikir seseorang.  Dengan kata lain, apa yang kita pikirkan setiap saat dipengaruhi oleh keadaan atau situasi yang ada di sekitar kita.  Pikiran kita dipenuhi oleh perkara-perkara yang ada:  Kesulitan, sakit-penyakit, pekerjaan, keuangan.  Akibatnya banyak orang yang hidup dalam kekuatiran, kebimbangan, kegelisahan, ketakutan, tekanan, putus asa, kebencian, kecewa dan lain-lain. Selama hidup di dunia ini kita takkan lepas dari berbagai macam permasalahan, namun kita harus selalu waspada dan bertindak hati-hati, sebab pikiran kita itu ibarat medan peperangan.  Karena itu jangan beri tempat kepada Iblis masuk ke pikiran kita.  Kalau kita ijinkan Iblis menguasai pikiran kita, ia hanya akan menuduh, mendakwa dan mengintimidasi kita, sehingga kita pun hanya memikirkan yang buruk-buruk atau negatif tentang hidup kita.  Jangan sampai Iblis diuntungkan dalam hal ini, jangan sampai Iblis mengambil kesempatan untuk meracuni pikiran kita dengan hal-hal negatif.  Oleh sebab itu Alkitab mengingatkan agar kita memikirkan perkara-perkara yang di atas (sorgawi) lebih dari perkara-perkara yang ada di dunia ini.  Memenuhi pikiran kita dengan perkara-perkara rohani:  inilah yang dimaksud dengan memiliki pikiran Kristus sebagaimana Rasul Paulus tegaskan kepada jemaat di Korintus:  “…kami memiliki pikiran Kristus.” (1 Korintus 2:16b).  Memiliki pikiran Kristus berarti kita  “…menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,”  (2 Korintus 10:5b), berarti pikiran kita sepenuhnya dipimpin, dituntun, diarahkan dan dikendalikan sepenuhnya oleh Roh Kudus.  Ketika kita memikirkan perkara-perkara rohani atau hal-hal yang positif berarti kita sedang mengenakan pikiran Kristus, sebab Kristus senantiasa berpikir tentang hal-hal baik atau positif dalam kehidupan kita, terlepas dari keadaan kita dan bagaimana pun adanya kita. Tuhan berfirman,  “…Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”  (Yeremia 29:11).  Kalau kita berpikir ke arah yang buruk, maka yang buruk terjadi;  sebaliknya bila kita berpikir yang baik-baik (firman Tuhan), maka kebaikan akan terjadi atas hidup kita.  Pikiran rohani datanganya dari Tuhan dan membawa kita kepada kemenangan. Jadi, relakan firmanNya membentuk dan mengisi pikiran kita setiap waktu!

M2. Merenungkan Firman

 

Apa saja yang termasuk perkara diatas (hal Rohani)?sebutkan!

———————————————————————————————————————————————

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Kolose 3:2

“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.”

OKULTISME = KEKEJIAN BAGI TUHAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Imamat 20:1-27

M1. Menerima Firman

Suatu perbuatan bodoh jika sampai hari ini masih banyak orang yang percaya pada okultisme (kepercayaan kepada kekuatan gaib) dengan mencari pertolongan kepada peramal, orang pintar, paranormal, bahkan percaya kepada arwah-arwah orang mati, menyembah patung, pohon-pohon besar yang dikeramatkan dan sebagainya.  Yang parahnya lagi, tindakan ini tidak hanya dilakukan orang-orang dunia saja, tetapi juga orang-orang Kristen yang sudah diselamatkan oleh Kristus, yang telah mengecap kebaikan dan pertolongan Tuhan dalam hidupnya.  Mereka sudah lupa dengan firman Tuhan yang berkata“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa,”?  (Mazmur 1:1).  Firman Tuhan juga menyebutkan bahwa percaya kepada dukun, arwah atau roh-roh peramal adalah suatu dosa besar dan kekejian di hadapan Tuhan,  “..Aku sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya.” (Imamat 20:6). Jika ada orang Kristen yang tetap saja berbuat demikian dan tidak segera bertobat, berarti ia sedang membuka pintu bagi dirinya sendiri untuk medapatkan hukuman dan murka dari Allah.  Karena dalam Ulangan 6:13-15 dikatakan,  “Engkau harus takut akan Tuhan, Allahmu;  kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.  Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu, sebab Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka Tuhan, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi.”  Kalau kita baca secara teliti banyak kisah tokoh-tokoh dalam Alkitab yang harus mengalami kehidupan yang tragis, mereka di hukum Tuhan karena melakukan suatu kekejian(perbuatan keji) di hadapan Tuhan. Jika sampai dengan hari ini kita merasa baik-baik saja padahal kita melakukan perbuatan seperti di atas, berhati-hatilah!  Saatnya kita bertobat dan meninggalkan semuanya itu. Jika kita sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan dan tidak kompromi dengan dosa, kita akan mengecap berkat-berkatNya yang luar biasa.

M2. Merenungkan Firman

Apa penyebabnya orang masih saja mempercayai okultisme dengan pergi minta pertolongan yang bukan kepada Tuhan?

———————————————————————————————————————————————

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Imamat 20:26a

“Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, Tuhan.”  

HIDUP BERKEMENANGAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Yoel 3:9-21

M1. Menerima Firman

Tak terasa waktu begitu cepat bergulir. Maka ketahuilah hari ini kita berada dalam waktu hitungan yang bergerak mundur menuju akhir zaman. Seperti seorang pelari di lintasan lari, kita sudah berada di putaran terakhir perlombaan, dan tinggal selangkah lagi mencapai garis finish, akhir dari akhir zaman. Inilah saatnya untuk menanggalkan segala sesuatu yang merintangi kecepatan lari kita dan meneruskan perlombaan “…yang diwajibkan bagi kita.” (baca Ibrani 12:1) dan “…dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:14). Apa yang selama ini merintangi kita sehingga hidup kita tidak melakukan kehendak Tuhan dan kita tidak mampu menjangkau orang-orang yang Tuhan perintahkan untuk kita jangkau? Seringkali jawabannya karena beban, penderitaan, berbagai macam alasan, kita menunda-nunda dan menangguhkan panggilan Tuhan dalam hidup kita, padahal Tuhan telah memberikan kepada kita kesempatan. Jangan sampai berhenti dalam perlombaan, atau menuding orang lain dengan mencari-cari kesalahannya untuk menghindari panggilan Tuhan. Tuhan menghendaki gereja-Nya dipenuhi dengan orang-orang yang berkemenangan, bermental pahlawan, bukan orang yang kalahan, lemah dan mudah tergoncang karena keadaan dunia ini. Suatu  jemaat yang melayani dengan penuh belas kasih dan rela memberikan hidupnya bagi semua bangsa, suku, bahasa dan kaum (Wahyu 14:6), memiliki belas kasih Kristus untuk menarik orang-orang yang hidup di dalam kegelapan dan membawanya kepada Terang. Mari terus belajar dan perbaharui pikiran kita dengan mengkonsumsi “makanan keras” firman Tuhan sehingga bisa mencapai kedewasaan rohani. Siap menjadi pengajar, bukan jadi bayi atau kanak-kanak terus; Taat, tekun, dan berkomitmen kepada Tuhan Yesus. Suatu jemaat yang dipimpin oleh Roh Kudus, bukan oleh tradisi dan kebiasaan manusia. Kedatangan Tuhan sudah di ambang pintu! Apakah kita mau menjadi orang-orang yang tertinggal?

M2. Merenungkan Firman

Menurut anda apa saja yang menghalangi seseorang tidak melakukan kehendak Tuhan dalam hidupnya?sebutkan!

———————————————————————————————————————————————

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Yoel 3:10b

“Baiklah orang yang tidak berdaya berkata: ‘Aku ini Pahlawan!’”