Kategori : Renungan

KEBIASAAN BURUK

Bacaan Firman Tuhan hari ini :   Amsal 20:1-30 

M1. Menerima Firman

Bergosip adalah salah satu kebiasaan buruk yang disukai hampir setiap orang, terutama bagi mereka wanita atau ibu rumah tangga.  Ada yang bilang kalau bergosip itu adalah kegiatan yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang, bahkan ada yang menjadikan gosip itu sebagai salah satu hobi.  Wah wah wah…Apa itu gosip?  Ada yang bilang gosip itu kependekan dari kata  “makin digosok makin sip”.  Penggosip adalah orang yang mempunyai kebiasaan menceritakan sensasi atau membicarakan orang lain disertai dengan bumbu-bumbu supaya kian sedap didengar, entah itu beritanya benar atau tidak.  Gosip bersumber dan menyebar ke mana-mana dan dapat menimpa siapa saja, bisa saja di tempat kerja, di sekolah, di lingkungan sekitar rumah, gereja atau pelayanan.  Yang pasti gosip adalah masalah yang serius di hadapan Tuhan, merupakan salah satu jenis perkataan sia-sia yang paling berbahaya karena berdampak buruk dan bisa menghancurkan.  Tidak hanya menghancurkan hidup dan nama baik orang yang diperbincangkan, tetapi juga menghancurkan hidup orang yang bergosip itu sendiri.  Gosip dapat menimbulkan pertengkaran sehingga persaudaraan atau pertemanan menjadi hancur seperti tertulis:  ”Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib.” (Amsal 17:9).  Orang yang menggosip ibarat orang yang sedang menyiramkan bensin pada api yang sudah menyala.  Hari ini firman Tuhan memperingatkan kita dengan keras supaya kita menghentikan kebiasaan buruk ini.  Ingat, setiap perkataan kita pada saatnya harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan,  ”Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”  (Matius 12:37).  Oleh karenanya, siapa pun kita yang suka bergosip, harus segera bertobat jika kita tidak ingin menuai hal yang buruk di kemudian hari.  Biarlah yang keluar dari mulut kita hanyalah perkataan-perkataan yang baik, bermanfaat, membangun, menghibur dan menguatkan, supaya orang lain yang mendengarnya beroleh kasih karunia, sehingga nama Tuhan pun dimuliakan melalui kita. Adalah sangat mempermalukan nama Tuhan jika masih ada orang Kristen yang menjadi bigos (biang gosip).

 

M2. Merenungkan Firman

Gosip itu mengakibatkan apa?

——————————————————————————————————————————————

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Amsal 20:19

“Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.”

LIDAH KITA MENGANDUNG KUASA

Bacaan Firman Tuhan hari ini :    Amsal 12:1-28

M1. Menerima Firman

Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya dengan kata-katanya yang diucapkan melalui mulutNya.  “Jadilah terang.”  (Kejadian 1:3), maka terang itu jadi.  ”Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.”  (Kejadian 1:6), maka terjadilah apa yang diperkatakan Allah itu.  Perkataan adalah unsur yang penting dalam proses penciptaan alam semesta ini.  Jadi semua kata yang ke luar dari mulut Allah berkuasa.  Juga ketika Yesus berada di bumi, semua perkataanNya penuh kuasa.  Dengan berkata-kata Dia sanggup menyembuhkan sakit-penyakit, membangkitkan Lazarus yang sudah mati empat hari  (baca Yohanes 11:43-44), angin ribut diredakan  (baca Markus 4:39). Karena kita ini diciptakan menurut gambar dan rupaNya, maka setiap perkataan yang ke luar dari mulut kita pun mengandung kuasa.  Apa pun yang kita perkatakan akan berdampak terhadap masa depan kita.  Maka dari itu kita harus mau diingatkan agar berhati-hati dengan perkataan kita.  Perhatikan kata Yakobus,  ”Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.  Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar”  (Yakobus 3:4-5a). Masihkah kita semborono dengan perkataan kita?  Dengan perkataan, kita dapat membangun masa depan yang baik, tapi juga bisa menghancurkan masa depan kita sendiri.  Dengan perkataan, kita dapat menguatkan, menghibur, melemahkan dan juga menyakiti orang lain.  Janganlah jemu-jemu memperkatakan hal yang positif, karena apa yang kita percayai bila kita ucapkan dengan iman, cepat atau lambat akan terwujud dalam alam nyata.  Ucapkan janji firman Tuhan setiap hari dan berhentilah berkata yang negatif!  Karena perkataan kita besar kuasanya, maka apa pun yang kita ucapkan harus selalu dalam pimpinan Roh Kudus dan sesuai dengan firman Tuhan.

 

M2. Merenungkan Firman

Dampaknya seperti apa jika kita tidak bisa menjaga perkataan kita?

——————————————————————————————————————————————

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan :  Amsal 12:14

“Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya.”

UCAPKAN KATA-KATA IMAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini :   Roma 4:18-25

M1. Menerima Firman
Iman Abraham mulai timbul dan makin kuat karena ia telah mendengar sendiri bagaimana Tuhan berjanji kepadanya bahwa keturunannya akan tak terhitung seperti bintang-bintang di langit. Di dalam Roma 10:17 dikatakan,  ”Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”  Supaya iman kuat kita harus banyak mendengarkan firman Tuhan.  Banyak orang Kristen imannya lemah oleh karena lebih suka dan selalu ingin mendengar apa kata orang.  Kalau kita bergantung pada apa kata orang, kita akan mudah terombang-ambing dan iman kita menjadi lemah.  Tetapi jika kita menyediakan banyak waktu untuk membaca firman Tuhan dan mendengar janji Tuhan melalui firmanNya, kita akan beroleh kekuatan meski kenyataan yang ada bertolak belakang dengan janji Tuhan.  Ketika kita percaya firman Tuhan lebih dari fakta yang ada, cepat atau lambat janjiNya pasti akan digenapi dalam hidup kita.  Namun banyak dari kita yang menutup telinga dari  firman Tuhan tetapi membuka lebar-lebar terhadap perkataan orang lain yang melemahkan dan membuat kita makin kuatir. Abraham mengalami mujizat Tuhan bukan hanya karena percaya, tapi ia juga taat kepada Tuhan.  Ketika Tuhan memerintahkannya untuk mempersembahkan anaknya yang semata wayang, ia pun taat.  Tidak hanya itu, apa yang keluar dari mulut Abraham adalah perkataan iman.  Hal ini tersirat dengan jelas ketika ia berkata kepada kedua bujangnya yang turut serta pergi ke gunung Moria,  “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”  (Kejadian 22:5).  Orang yang percaya akan terbukti dari perkataan yang keluar dari mulutnya.  Ucapan kita ibarat benih, kalau kita mengucapkan sesuatu, kita seperti sedang menabur benih, pada saat yang tepat kita akan menuainya.  Tertulis:  “Hidup dan mati dikuasai lidah,”  (Amsal 18:21).  Karena itu marilah kita belajar mengucapkan kata-kata iman, kata-kata berkat dan semua hal yang positif seperti Abraham;  pada saat yang tepat, Tuhan pasti akan menggenapi janjiNya.

 

M2. Merenungkan Firman

Berikan contoh dari kata-kata iman itu!?

——————————————————————————————————————————————

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Amsal 18:21

“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”

BANYAK MENDENGAR SEDIKIT BICARA

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Mazmur 85:1-14

M1. Menerima Firman

Mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan dua telinga dan satu mulut?  Pasti ada maksud dan tujuannya yaitu supaya porsi kita untuk mendengar lebih banyak daripada berbicara. Mengapa kita harus banyak mendengar tapi sedikit untuk berbicara, sebab  ”Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.”  (Amsal 10:19).  Di zaman sekarang ini banyak orang lebih banyak bicara daripada mendengar, tapi bicaranya  ‘asbun’  (asal bunyi),  ‘Ngombes’  (Ngomong besar)  tetapi tidak ada bukti, bahkan bicaranya setajam silet:  suka menjelek-jelekkan orang, menghakimi dan menyakitkan hati orang lain.  Berhati-hatilah!  “Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya. Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”  (Amsal 18:20-21). Penting sekali melatih diri untuk mendengar.  Mengapa?  Karena sering kita jumpai banyak masalah atau perselisihan terjadi sebagai akibat orang tidak mau mendengar:  orangtua marah terhadap anak karena nasihatnya tidak didengar, keluarga selalu cekcok karena suami egois dan tidak mau mendengar pendapat isteri dan lain-lain.  Begitu juga tidak sedikit masalah yang tak terselesaikan hanya karena masing-masing pihak tidak mau mendengar.  Kita maunya hanya didengar tapi tidak mau mendengar orang lain! Terlebih-lebih dalam kehidupan rohani, mendengar adalah hal yang sangat penting untuk pertumbuhan iman kita, sebab  “…iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”  (Roma 10:17).  Untuk menjadi hamba-hamba yang taat dibutuhkan kepekaan dalam mendengar,  ”Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.”  (Yesaya 50:4b).

 

M2. Merenungkan Firman

Mengapa kita dituntut untuk banyak mendengar bukan banyak bicara? Jelaskan!

——————————————————————————————————————————————

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Amsal 10:19

Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.”

LIDAH YANG MENDATANGKAN BERKAT

Bacaan Firman Tuhan hari ini :   Matius 12:22-37

M1. Menerima Firman

Ibarat sebuah sumur (hati manusia) yang saat belum ditimba tampak airnya jernih.  Dan jika ada suatu benda  yang berat jatuh ke dalamnya, maka air itu akan segera diketahui  bila ada kotoran di dalamnya, kotoran itu keluar ke permukaan air sumur tersebut dan airnya menjadi keruh. Itulah gambaran hati manusia.  Bila hati kita dipenuhi dengan firman Tuhan, saat kita berada dalam situasi yang tertekan, kesesakan, maka yang ke luar dari mulut kita pun adalah perkataan firman Tuhan yaitu perkataan yang hidup sesuai Kebenaran Firman (baca Matius 12:34b).  Keadaan hati seseorang bisa di uji kualitasnya:  bila dalam keadaan terjepit, perkataan apa yang keluar dari mulutnya?  Bila hati tidak pernah di isi dengan Firman yang berkuasa, maka yang ke luar dari mulut kita pastilah perkataan negatif (kutuk): gerundel, ngomel, putus asa, kekecewaan dan menyalahkan Tuhan (akhirnya jadi batu sandungan).  Jika kita mengaku sebagai orang yang beribadah, tapi tidak dapat mengekang lidah, maka ibadah kita akan sia-sia.  Sia-sia artinya tidak menghasilkan apa-apa (tidak ada gunanya).  Ketika  kita membiarkan lidah mengucapkan perkataan-perkataan yang tidak sesuai dengan  firman Tuhan, Allah terhambat tidak bisa bekerja dalam kehidupan kita.  Semua berkat yang seharusnya bisa kita nikmati lewat janji-janjiNya yang ada dalam Firman akan hilang karena kita terjerumus ucapan kita sendiri, seperti  ada tertulis:  ”…engkau terjerat dalam perkataan mulutmu, terperangkap dalam perkataan mulutmu,”  (Amsal 6:2).  Ucapan-ucapan negatif akan menghasilkan hal-hal negatif.  Bila berkat, keselamatan, kelimpahan, kesembuhan, kemenangan, itu diucapkan sesuai firmanNya, maka jadilah sesuai firman itu. Jadi segala sesuatu yang kita ucapkan kalau kita salah ucap itu akan menjadi ‘senjata makan tuan’ bagi kita sendiri,  tetapi sebaliknya, “Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.”  (Amsal 21:23). Kendalikan lidah kita dengan perkataan yang baik (sesuai Firman) maka semua hal-hal yang baik dari Tuhan akan kita terima.

 

M2. Merenungkan Firman

Langkah apa saja yang harus ditempuh supaya lidah kita mendatangkan berkat?

——————————————————————————————————————————————

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Matius 12:34b

“…yang diucapkan mulut meluap dari hati.”