Kategori : Renungan

MENGANDALKAN TUHAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 146:1-10

 

Merenungkan Firman 

Menghadapi hari esok yang tidak tahu akan seperti apa, tidak ada jalan lain selain menaruh harapan kepada Tuhan dan mengandalkan Dia dalam segala hal. Orang yang mengandalkan Tuhan berarti menyadarkan dan mempercayakan hidupnya kepada Tuhan. “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” (Yeremia 17:7), hatinya selalu melekat kepada Tuhan. Orang yang senantiasa mengandalkan Tuhan pasti akan diberkati, disertai dan dilindungi Tuhan. Hidupnya senantiasa berada dalam pengawasan mata Tuhan. Jadi ia tidak perlu takut akan datangnya musim kering. Ia diibaratkan seperti pohon yang ditanam ditepi air, di mana akar-akarnya merambat ke batang air. Daun-daunnya akan tetap hijau dan senantiasa menghasilkan buah lebat dan rasanya manis. Air berbicara tentang firman Tuhan, dan firman itu adalah Tuhan Yesus sendiri; Dia juga adalah Sumber Air Hidup itu. Dikatakan, “…barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Yohanes 4:14). Inilah janji Tuhan kepada setiap orang yang melekat kepadaNya: “…maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.” (Mazmur 91:14).

 

Kesimpulan:

Mengandalkan Tuhan adalah kunci kemenangan orang percaya menghadapi hari esok!

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

——————————————————————————————————————————-

 

——————————————————————————————————————————-

 

Ayat Hafalan : Yeremia 17:7

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” 

 

TAHUN PENUH KEBAIKAN TUHAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 65:1-14

 

Merenungkan Firman 

Berbicara tentang mahkota pastilah identik dengan raja atau ratu yang memerintah suatu kerajaan. Mahkota adalah hiasan kepala yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan bagi seorang raja atau ratu. Jika kita menjadikan Tuhan sebagai Raja dalam kehidupan ini Ia akan berkuasa dan bertanggung jawab penuh atas hidup kita. Tuhan bukan hanya melindungi dan menjaga kita sehingga kita merasakan ketenangan dan keamanan, tapi Ia juga akan mencukupkan segala yang kita butuhkan. Alkitab menegaskan bahwa Tuhan akan menyatakan kebaikan-Nya kepada kita bukan hanya untuk satu hari dua hari, satu minggu dua minggu, satu bulan dua bulan saja, tetapi setiap hari di sepanjang tahun. Kalau orang-orang dunia memiliki kepercayaan bahwa ada hari-hari yang mereka anggap sebagai hari baik dan ada pula hari-hari yang dianggapnya sebagai hari yang membawa kesialan, bagi anak-anak Tuhan tidak ada hari yang membawa sial karena semua hari adalah baik adanya. “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23), artinya Tuhan akan menyediakan berkat-Nya yang selalu baru setiap pagi, bukan berkat yang sisa-sisa. Karena itu tetaplah semangat dalam menjalani hidup ini. Namun untuk mengalami kebaikan Tuhan kita harus mau berjalan bersama-Nya setiap hari, artinya kita mengikuti kemana pun Tuhan melangkah sebagaimana komitmen Ayub, “Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya.” (Ayub 23:12).

 

Kesimpulan:

Biarlah di tahun yang baru ini kehidupan orang percaya adalah kehidupan yang selalu dipenuhi dengan kebaikan
Tuhan!

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

——————————————————————————————————————————-

 

——————————————————————————————————————————-

 

Ayat Hafalan : Mazmur 65:5a

“Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataranMu!”

 

TAHUN BARU: HIDUP DALAM KETENANGAN!

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 62:1-13

 

Merenungkan Firman 

Sebagai orang percaya kita harus tetap tenang. Ketenangan bukanlah sebuah keadaan melainkan sebuah keputusan. Artinya seburuk apa pun situasi yang ada dan membuat hati tidak tenang kita dapat memutuskan agar tetap tenang. Mengapa kita harus tetap tenang dalam menjalani hari-hari yang sulit? Karena kita mempunyai Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita dan pertolonganNya selalu tepat pada waktunya. Hari-hari ini dunia sudah semakin kehilangan ketenanganan. Orang yang kaya gelisah dan tidak tenang hidupnya karena memikirkan bagaimana cara menyimpan uang dan hartanya secara aman. Sebaliknya orang miskin juga tidakbisa tenang karena hari-harinya dipenuhi oleh rasa kuatir bagaimana memenuhi kebutuhan hidupnya. Kunci untuk hidup tenang adalah memiliki penyerahan diri penuh kepada Tuhan. Dalam Yesaya 30:15 dikatakan, “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” (Yesaya 30:15). Ternyata ketenangan dalam diri seseorang mendatangkan kekuatan yang luar biasa! Orang yang tenang dapat kuat menghadapi persoalan apa pun. Sebaliknya orang yang tidak tenang, pikirannya akan cenderung menuju ke arah negatif. Banyak keputusan-keputusan yang salah atau keliru kita buat ketika kondisi hati kita sedang tidak tenang. Bila kita tenang kita bisa berdoa dan banyak persoalan yang dapat kita selesaikan ketika kita berdoa (1 Petrus 4:7b).

 

Kesimpulan:

Mari kita jalani hari-hari di tahun 2017 ini dengan penuh penyerahan diri kepada Tuhan, sehingga kita tetap tenang di segala situasi!

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

——————————————————————————————————————————-

 

——————————————————————————————————————————-

 

Ayat Hafalan : Mazmur 62:6

“Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.”

 

TAHUN BARU: BERMEGAH DALAM TUHAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 20:1-10

 

Merenungkan Firman 

Sebagai orang percaya, haruskah kita bersikap pesimistis, kuatir dan terus dihantui ketakutan menghadapi hari esok? Ingat pengalaman Ayub, “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.” (Ayub 3:25). Alkitab memperingatkan: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2). Kita harus memiliki pola pikir dan cara pandang yang berbeda dengan orang-orang dunia. Meski dunia dipenuhi dengan ketidakpastian dan semakin tidak baik keadaannya, kita harus tetap berpikiran positif dan optimistis karena kita mempunyai alasan yang kuat untuk bermegah. Bermegah berbeda dengan sombong. Sombong adalah salah dalam bermegah. Dalam hal ini kita bermegah bukan karena kekuatan, kemampuan, kepintaran, harta kekayaan, kedudukan, koneksi, popularitas, atau segala hal yang ada di dunia ini, “Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.” (Mazmur 20:8). Tuhan-lah yang menjadi alasan untuk kita bermegah. Kita bermegah karena janji penyertaan-Nya, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:20b), dan kita bermegah karena Dia turut bekerja dalam segala perkara, sehingga kita dapat berkata: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13).

 

Kesimpulan:

Bermegah di dalam Tuhan adalah kunci menghadapi tahun 2017

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

——————————————————————————————————————————-

 

——————————————————————————————————————————-

 

Ayat Hafalan : Mazmur 20:5

“Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kaukehendaki dan dijadikan-Nya berhasil apa yang kaurancangkan.”    

 

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Yakobus 5:7-11

 

Merenungkan Firman 

Lembaran tahun 2016 telah kita tutup dan hari ini kita mulai membuka lembaran baru tahun 2017. Adalah percuma meratapi kegagalan-kegagalan kemarin. Kini saatnya kita mengarahkan pandangan ke depan dan menata langkah baru seperti yang dilakukan Paulus (Filipi 3:13b, 14a). Mari jadikan tahun 2017 sebagai tahun di mana kita akan mengalami dan menikmati janji Tuhan dalam kehidupan kita. Ada hal-hal yang harus kita perhatikan untuk meraih janjinya itu: Pertama, kita harus punya kesabaran. Dikatakan, “Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!” (Yakobus 5:8). Sabar berarti tidak lagi mengomel atau bersungut-sungut, apa pun keadaannya. Kita bisa belajar dari petani, “…ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.” Para petani harus sabar menunggu hingga musim panen tiba. Dalam masa penantian itu bukan berarti petani diam dan berpangku tangan saja. Sebaliknya mereka tetap bekerja, bahkan lebih keras lagi: mengairi tanaman, memberi pupuk membersihkan gulma dan juga memberantas hama. Panas terik, hujan lebat, petir atau halilintar tidak menyurutkan semangatnya! Ini berbicara tentang keteguhan hati. Teguh berarti setia, artinya tidak goyah dan tetap fokus pada janji Tuhan, karena pada saatnya kita akan menuai. Kedua, kita harus bertekun seperti “…mereka yang telah bertekun;” (Yakobus 5:11). Perhatikan hidup Ayub, meski mengalami ujian dan penderitaan yang hebat dan berat, hatinya tetap berpaut kepada Tuhan karena dia tahu bahwa ujian terhadap iman “…menghasilkan ketekunan.” (Yakobus 1:3). Karena ketekunannya hidup Ayub dipulihkan secara luar biasa (baca Ayub 42:10).

 

Kesimpulan:

Mari kita jalani hari-hari di tahun 2017 ini dengan sabar dan tekun, yakinlah Dia membuat segala sesuatu indah pada waktuNya.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

——————————————————————————————————————————-

 

——————————————————————————————————————————-

 

Ayat Hafalan : Yakobus 5:8

“Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!”