Kategori : Renungan

FIRMAN TUHAN TIDAK BISA BATAL

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 2 Raja-Raja 10:1-17

 

Merenungkan Firman 

Hal ini terbukti dan dialami oleh keluarga raja Ahab, di mana mereka harus menuai perbuatan jahatnya. Penghukuman atas keluarga Ahab benar-benar terjadi karena Tuhan sendiri yang berfirman. Jika Tuhan sendiri yang mengatakan maka semua pasti terjadi. Setinggi apa pun kedudukan seseorang dan sebesar apa pun kuasa yang dimilikinya tidak akan mampu menghindarkannya dari penghukuman Tuhan. Begitu juga dengan Izebel, isteri Ahab yang sempat melakukan ancaman terhadap Elia sehingga Elia mengalami ketakutan. Akhir hidupnya sangat tragis, mayatnya dimakan anjing seperti yang diucapkan Elia, “Izebel akan dimakan anjing di kebun di luar Yizreel dengan tidak ada orang yang menguburkannya.” (2 Raja 9:10a). Sekali Tuhan mengucapkan sesuatu tentang hidup seseorang, hal itu pasti terjadi. Izebel tidak bisa melepaskan diri dari perkataan Tuhan, apa pun usaha yang dilakukannya; semuanya pasti akan sia-sia. Dari pengalaman tragis yang dialami oleh keluarga Ahab ini kita bisa belajar bahwa firman Tuhan atau perkataan Tuhan itu sangat berkuasa. Karena itu jangan menganggap sepele firman yang tertulis dalam Injil ini. Sekali Tuhan berfirman, firmanNya itu mengikat diriNya sendiri sehingga Dia pun pasti akan melaksanakan apa yang diucapkanNya. Jika sampai hari ini kita belum mengalami apa yang dijanjikan Tuhan, imani dan pegang janji firmanNya sebagaimana Tuhan menasihati Yosua untuk merenungkan firman Tuhan siang dan malam (Yosua 1:8). Itulah yang menjadi kunci kemenangan dan keberhasilan hidup Yosua!

 

Kesimpulan:

Terus pegang janji firman Tuhan, karena firman Tuhan itu Ya dan Amien. Dan nantikan janji Tuhan itu tergenapi dalam keluarga kita.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

——————————————————————————————————————————-

 

——————————————————————————————————————————-

 

Ayat Hafalan : Yesaya 14:24

“Sesungguhnya seperti yang Kumaksud, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Kurancang, demikianlah akan terlaksana.”      

 

KELUARGA: NASIHAT DAN KETELADANAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Amsal 4:1-27

 

Merenungkan Firman 

Timotius adalah salah satu tokoh muda di dalam Alkitab yang memiliki kualitas hidup rohani yang mumpuni sebagai dampak dari keteladanan keluarga yang sangat mengasihi Tuhan. Karena kesetiaan dan ketekunannya yang teruji Timotius beroleh kepercayaan mengerjakan tugas-tugas pelayanan yang jauh lebih besar dan menjadi rekan kerja Paulus di ladang Tuhan. Kualitas hidup Timotius tidak terbentuk secara kebetulan atau terjadi secara instan, tetapi karena benih iman yang ditanam keluarganya. Orangtua juga harus mampu menjalankan perannya menjadi teladan dalam kerohanian dan membawa anak-anaknya mengasihi Tuhan. Memang bukan perkara mudah bagi orangtua menanamkan benih iman kepada anak-anak apabila orangtua gagal memberikan teladan hidup yang benar dalam kesehariannya. Perbuatan yang terlihat secara nyata dari orangtua itu jauh lebih bermakna daripada nasihat, sekalipun nasihat itu disusun dalam kalimat yang indah, sebab seorang anak memiliki kecenderungan meniru polah tingkah orangtuanya atau terkondisi melakukan hal-hal yang dialami, terlihat dan yang terjadi. Ketika orangtua menghendaki anaknya aktif beribadah dan terlibat pelayanan, sedangkan orangtua sibuk terus dengan urusan pekerjaannya dan sama sekali tidak peduli terhadap perkara-perkara rohani, kemungkinan besar perintah tersebut dianggap angin lalu. Ketika orangtua mengajar anaknya supaya mereka memiliki kasih, tapi hampir setiap hari mereka melihat dengan mata kepala sendiri orangtua ribut, mudah sekali marah, bersikap kasar dan sebagainya, maka pengaruh orangtua terhadap anak pun akan menjadi pudar. Harus ada keselarasan antara nasihat dan perbuatan!

 

Kesimpulan:

Tanpa keteladanan hidup semua nasihat dan ajaran menjadi kurang berfaedah!

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

——————————————————————————————————————————-

 

——————————————————————————————————————————-

 

Ayat Hafalan : Amsal 4:20

“Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku;”

 

TUHAN PASTI MEMELIHARA HIDUP KITA

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Roma 8:31-39

 

Merenungkan Firman 

Ayat nas di atas menjadi suatu bukti betapa Allah mengasihi kita. Jika PuteraNya yang tunggal rela Dia berikan bagi kita, apalagi hal-hal lain yang menjadi kebutuhan kita pasti disediakanNya. FirmanNya menasihatkan, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7). Tuhan menghendaki agar kita tidak kuatir karena Dia yang akan memelihara hidup kita. Pemeliharaan Tuhan atas bangsa Israel di sepanjang perjalanan keluar dari Mesir, saat di padang gurun hingga mencapai tanah Kanaan adalah bukti nyata. Daud juga merasakan dan mengalami pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya dan inilah ungkapannya: “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;” (Mazmur 23:1-2). Dan didalam Roma 5:8 mengatakan, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Ayat ini menegaskan betapa dalam kasih Allah kepada kita, anak-anakNya. Walaupun terkadang kita tidak setia, Dia tetap setia dan menga-sihi kita. Kasih inilah yang menjadi dasar pemeliharaan Tuhan bagi umatNya. Pemeliharaan Tuhan atas hidup kita itu bukan hanya sesaat atau dalam kurun waktu tertentu, tapi sampai akhir hidup kita. Tidak pernah Ia meninggalkan perbuatan tanganNya bagi kita! “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” Filipi 4:19

 

Kesimpulan:

Tuhan tahu persis apa yang kita perlukan dan Dia sumber segala kebutuhan kita. Percayalah! Ia tidak kekurangan jalan dan memiliki cara ajaib untuk mencukupi segala kebutuhan kita.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

——————————————————————————————————————————-

 

——————————————————————————————————————————-

 

Ayat Hafalan : 1 Petrus 5:7

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

 

TUHAN SANGGUP MEMENUHI KEBUTUHAN KITA

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Filipi 4:10-20

 

Merenungkan Firman 

Setiap hari semua orang tanpa terkecuali dipusingkan oleh kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi sekarang ini semua harga kebutuhan pokok tidak ada yang murah, semuanya makin hari makin mahal. Yah… selama hidup di dunia ini memenuhi kebutuhan hidup, baik itu makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan sebagainya, adalah hal-hal yang tidak dapat dipisahkan. Itulah sebabnya semua orang bekerja keras membanting tulang untuk dapat memenuhi setiap kebutuhan-nya. Apa yang dikejar? Tidak ada kata lain, selain UANG. Semua orang pasti berpikir bahwa jika sudah memiliki cukup uang atau bahkan berlebih semuanya akan menjadi beres, hidup ini bisa tenang dan kebahagiaan dapat dirasakan. Benarkah? Kenyataannya tidak demikian, kita tetap saja merasa kurang dan tidak pernah terpuaskan seperti yang dikatakan Salomo, “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan pernah puas dengan penghasilannya.” (Pengkotbah 5:9a).  Akibatnya pikiran kita dipenuhi oleh kekuatiran setiap hari; kuatir akan kebutuhan, kuatir akan biaya sekolah anak dan lain-lain. Ada pun arti kata ‘kuatir’ itu sendiri adalah rasa takut, gelisah, cemas terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti. Untuk bisa keluar dari kekuatiran Tuhan mengajarkan untuk kita untuk memprioritaskan perkara-perkara rohani terlebih dahulu (Matius 6:33). Nah, untuk mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya tidak ada jalan lain selain kita mencari hadirat Tuhan setiap hari; setia merenungkan firmanNya dan melakukannya; setia beribadah dan melayani Tuhan.

 

Kesimpulan:

Ketika kita mengutamakan Tuhan di atas segalanya, maka Dia akan menyediakan segala yang kita perlukan karena Dia adalah Jehovah Jireh.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

——————————————————————————————————————————-

 

——————————————————————————————————————————-

 

Ayat Hafalan : Filipi 4:19

“Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”

 

TUHAN SANGGUP MEMELIHARA

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 1 Raja-Raja 17:1-24

 

Merenungkan Firman 

Kekeringan boleh saja melanda di segala tempat tapi berkat Tuhan tidak bergantung situasi. Di tengah kekeringan sekalipun, ketika semua orang mengalami kesukaran, Elia tetap mengalami kebaikan Tuhan. Dengan caraNya yang ajaib dan sangat tidak masuk akal Tuhan menyediakan segala yang dibutuhkan oleh Elia. Bagi setiap orang yang mau membayar harga untuk hidup taat kepada Tuhan, pasti ada upah (1 Korintus 2:9). Pemeliharaan Tuhan terhadap Elia tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Ketika sungai Kerit itu mulai kering dan tidak ada lagi airnya, sepertinya Elia akan bernasib sama dengan orang lain dan tidak lagi punya harapan untuk hidup. Tetapi firman Tuhan menegaskan bahwa bagi orang percaya “…masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” (Ams 23:18). Sesuatu yang kita harapkan menjadi kering dan secara manusia tidak ada pertolongan, di tambah lagi omongan-omongan negatif orang lain seringkali melemahkan dan membuat kita putus asa. Apa yang dialami Elia kiranya menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk tetap semangat menjalani hidup ini karena kita mempunyai Tuhan yang layak diandalkan, sebab Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang tidak pernah mengenal kekeringan. Ketika sungai Kerit mengering Elia diperintahkan Tuhan untuk pergi ke Sarfat, yang termasuk dalam wilayah Sidon, sebab Tuhan telah menyiapkan berkat bagi Elia melalui janda miskin bersama anaknya, yang akan menjamu dia di masa kekeringan.

 

Kesimpulan:

Tuhan sanggup memelihara kita dalam kondisi apapun, asal kita mau terus hidup takut akan Tuhan, setia dan tetap semangat menjalani hidup ini bersama Tuhan.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

——————————————————————————————————————————-

 

——————————————————————————————————————————-

 

Ayat Hafalan : Mazmur 31:20

“Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau,”