Kategori : Renungan

TUHAN BERGAUL ERAT DENGAN ORANG JUJUR

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Amsal 3:27-35

M1. Menerima Firman

Jikalau kita ingin memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan, bergaul karib dengan Dia dan menjadi sahabatNya, ada hal-hal yang harus kita perhatikan. Itu tidak asal. Syarat untuk bisa karib dengan Tuhan adalah harus hidup jujur dan tulus, karena “…dengan orang jujur Ia bergaul erat.” Artinya kita harus menjadi orang yang terbuka di hadapan Tuhan dan tidak ada sesuatu yang kita tutup-tutupi atau sembunyikan. Waktu kita berdoa, apa pun masalah, pergumulan, kekurangan, sukacita, bahagia, harus kita sampaikan semua kepadaNya dengan jujur dan terbuka sehingga hubungan kita denganNya tidak kaku atau sekedar pergaulan biasa, melainkan pergaulan yang sangat erat dari hati ke hati. Ketika keintiman dengan Tuhan sampai pada taraf seperti itu kita akan bertumbuh dalam persekutuan denganNya dan kita akan semakin mengasihi Dia. Alkitab mencatat: “Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya menghina Dia.” (Amsal 14:2). Tidak mudah menjadi orang yang jujur di zaman sekarang ini di mana banyak orang yang hidup dalam ketidakjujuran. Mereka berprinsip: “Jujur hancur”, artinya jika kita jujur kita pasti akan hancur. Tetapi sebagai orang percaya kita dituntut untuk hidup dalam kejujuran. Bagaimana kita bisa menjadi seorang yang jujur? Kita harus hidup dalam ketulusan hati. Alkitab mencatat, “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.” (Amsal 11:3). Jika kita ingin hidup jujur terhadap Tuhan kita juga harus tulus terhadap Dia. Orang yang tulus adalah orang yang mengasihi Tuhan tanpa syarat, yang dalam melakukan segala sesuatu tidak akan menuntut upah. Mengapa ada banyak pelayan Tuhan yang berselisih? Karena mereka tidak tulus melayani Tuhan. Orang yang tulus tidak akan mengeluh atau menggerutu dalam mengerjakan tugas pelayanannya. Tidak banyak orang dikatakan sebagai sahabat Tuhan selain Abraham dan Musa. Lalu ada Daud yang disebut sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan. Apakah kita rindu menjadi sahabat Tuhan? Hiduplah dalam kejujuran dalam ketulusan.

M2. Merenungkan Firman

1. Mengapa kita sebagai orang percaya dituntut untuk hidup dalam kejujuran?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Amsal 3:32

“Karena orang yang sesat adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.”

 

 

AKU MAU TETAP SETIA

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 145:1-21

M1. Menerima Firman

Apa itu setia? Bagi orang-orang muda, setia bisa diartikan tetap menjaga hubungan sepasang kekasih. Bagi anak-anak kecil, setia adalah tentang persahabatan, dan bagi orang-orang yang sudah berkeluarga, setia adalah tentang kualitas membina hubungan keluarga yang baik. Setia itu memiliki banyak makna dan tergantung di mana kesetiaan itu akan di tempatkan. Ada dua pemuda yang sangat tekun pelayanannya. Namun beberapa tahun kemudiaan ada banyak perkara yang membuat salah satu dari mereka harus mundur dari pelayanan dan memilih untuk berpindah tempat. Setia itu bukan hanya kita jalankan pada saat kita mendapatkan kebahagiaan saja. Kesetiaan itu harus tetap kita jaga walau situasi dan kondisi sangat buruk. Bahkan ketika ada orang-orang yang mulai membenci kita. Bertahan di dalam Tuhan adalah salah satu cara yang terbaik untuk menjaga kesetiaan. Di sinilah ujian iman dan kesetiaan yang sesungguhnya. Saat kita ingin berbuah, maka kita harus bertahan dalam menghadapi angin badai, hujan, panas dan serangan hama. Tetaplah Fokus kepada Tuhan. Jangan biarkan hati dan pikiran kita mengarah kepada kekurangan atau kejelekan orang lain. Setiap manusia memiliki tanggung jawabnya sendiri kepada Tuhan. Oleh sebab itu mari kita lakukan yang terbaik dan tetap setia di dalam Tuhan apapun itu kondisinya.

M2. Merenungkan Firman

1. Mengapa banyak diantara kita kehilangan kesetiaan? Dan bagaimana supaya kita tetap menjadi orang yang setia?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Mazmur 145:8 

“Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. “

 

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Amsal 2:1-22

M1. Menerima Firman

Kebiasaan berkata dan berbuat jujur akan terbawa hingga akhir hayat. Begitu juga dengan kebiasaan buruk, jejaknya akan terbawa juga hingga selamanya. Apalagi jika hal tersebut sudah mendarah daging. Meskipun kita sudah berusaha untuk menyembunyikannya, suatu saat hal tersebut pasti akan ketahuan juga, ibarat pepatah “Sepandai-pandainya orang menutupi bangkai, baunya pasti akan tercium juga”. Karena itu, kita perlu untuk belajar menjadi orang yang konsisten dalam kejujuran. Tuhan Yesus dalam kehidupan-Nya selalu mengatakan kebenaran, kebenaran yang berasal dari Allah. Yesus menyatakan kebenaran sekalipun tidak semua orang mempercayai-Nya. “Tetapi Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku” (Yoh. 8:45). Tidak ada yang lebih penting daripada melakukan kebenaran dan mengatakan kebenaran dalam kehidupan ini, karena kebenaran memerdekakan. Kalau kita adalah orang yang jujur, kita dapat dengan bebas pergi kemana saja tanpa takut tergelincir. Seorang pernah berkata, “Jika kamu tidak mau tergelincir esok hari, berbicaralah dengan jujur hari ini!” Artinya, kalau kita terbiasa berkata benar dan berbuat jujur, kita tidak perlu takut akan kehidupan kita pada masa mendatang karena kebenaran itu sendiri menjaga kehidupan kita. Dengan demikian kita melakukan apa yang baik di hadapan Tuhan. Tidak perlu kita berbohong demi keuntungan sesaat dan kerugian yang berkepanjangan. Melakukan hal yang salah pada saat ini sama saja dengan menutup langkah kita pada hari yang akan datang. Belajarlah untuk melakukan semua hal dengan jujur dalam hidup ini. Berserulah kepada Yesus, Sang Kebenaran, untuk menyatakan kebenaran-Nya melalui hidup kita.

M2. Merenungkan Firman

1. Mengapa kita harus berani menjadi orang yang jujur di depan semua orang dan Tuhan?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : Amsal 2:7

“Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya.”

KESETIAAN KALEB

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Yosua 14:6-15

M1. Menerima Firman

Berapa lama toleransi yang kita berikan dalam menanti sebuah janji digenapi? Masing-masing orang akan memberi jawaban berbeda. Ada yang tidak sabaran, ada yang lebih sabar, itupun biasanya akan tergantung pada situasi dan kondisi kita. Ada kalanya kita bisa bersabar, tapi ada pula waktu dimana kita sulit untuk melakukan itu. Ada banyak pasangan yang akhirnya memilih untuk mengakhiri hubungan karena apa yang mereka harapkan tidak kunjung tiba. Ketidaksabaran bisa menjadi salah satu alasan terbesar mengapa kesetiaan akhirnya harus dikorbankan. Untuk hari ini mari kita lihat tokoh yang bisa kita jadikan teladan, yaitu Kaleb bin Yefune. Kisah Kaleb mulai muncul ketika Musa menugaskan 12 orang yang mewakili masing-masing suku untuk mengintai situasi dan kondisi di tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan Tuhan bagi mereka. (Bilangan 13:1-33), di mana Kaleb merupakan salah satu dari kedua belas pengintai itu. Setelah 40 hari mereka menjalankan tugas itu mereka pun kembali. Dan dari kisah selanjutnya mengenai Kaleb kita tahu bahwa ia berhasil membuktikan kesetiaannya secara luar biasa setelah teruji oleh waktu. Pada saat Kaleb sudah tua di usia 85 tahun. Hingga saat itu ternyata ia belum juga memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepadanya. Bayangkan sebuah penantian 45 tahun. Mampukah kita bersabar sepertiga atau seperempat dari waktu sepanjang itu? Rasanya bakal sulit. Tapi Kaleb menunjukkan kesetiaan yang luar biasa. Kaleb berkata “Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba TUHAN itu, dari Kadesh-Barnea untuk mengintai negeri ini; dan aku pulang membawa kabar kepadanya yang sejujur-jujurnya.” (Yosua 14:7). Dan pada usia ke 85 itu akhirnya Kaleb bin Yefune menerima apa yang telah dijanjikan untuknya. Ia memperoleh Hebron sebagai milik pusakanya (ay 13). Keteguhan hati, semangat hidup, kepercayaan penuh dan kesetiaan tak terbatas mewarnai iman dari Kaleb, dan pada akhirnya kisahnya berakhir dengan indah.

M2. Merenungkan Firman

1. Selain dari kesetiaan, apa yang membuat Kaleb bisa bertahan sampai mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhan kepadanya?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : Pengkhotbah 3:11a

“Ia akan membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.”    

ORANG JUJUR DIJAGAI TUHAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Yesaya 33:1-24

M1. Menerima Firman

Kalau kita perhatikan di sekeliling kita, kejujuran sudah menjadi semakin langka. Karenanya kita akan kaget dan terpana saat masih bertemu dengan orang yang jujur. Pada suatu kali ada sebuah depot pengisian air isi ulang. Si penjual dengan jujur berkata bahwa meski tampak berfungsi, filter pembersih galon di tempatnya sebenarnya sedang mengalami masalah. “Lebih baik ke tempat lain saja pak, ada yang dekat dari sini, tidak sampai 100 m ke bawah.” katanya. Dengan mengatakan demikian ia sebenarnya rugi, karena keuntungannya harus pindah kepada penjual lain. Tapi ia lebih memilih untuk jujur daripada mementingkan keuntungannya saja. Orang-orang seperti ini sudah sangat jarang kita temukan terlebih di saat memenuhi kebutuhan begitu sulitnya di negara ini. Pendapatan tidak sebanding dengan kenaikan harga-harga terutama untuk kebutuhan pokok. Selain kesetiaan dan kebenaran, kejujuran merupakan sebuah nilai yang terkan-dung di dalam pribadi yang berintegritas. Masalah kejujuran adalah masalah serius karena ada begitu banyak godaan yang bisa membuat nilai ini lenyap dari diri manusia. Kejujuran bukan hanya menjadi masalah hari ini, tapi sejak dahulu kala pun itu sudah terjadi. Peringatan untuk bersikap jujur termasuk dalam berdagang pun sudah disampaikan sejak jauh hari. Dalam Imamat peringatan tersebut sudah disebutkan. “Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kamu merugikan satu sama lain…Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.” (Imamat 25:14,17) Masalah jujur bukan saja berbicara secara sempit mengenai dunia transaksi, tetapi juga menyangkut aspek-aspek kehidupan lainnya, seperti perilaku, perkataan, sikap, berbuatan dan lain-lain. Berani mengakui kesalahan, berani bertanggung jawab, tidak menipu atau membohongi, tidak curang di saat ujian dan sebagainya, itu pun merupakan aspek-aspek yang berkaitan dengan kejujuran. Orang jujur bukan saja membawa manfaat baik pada diri sendiri tetapi juga kepada orang lain bahkan punya kekuatan untuk mendatangkan berkat bagi kotanya.

 M2. Merenungkan Firman

1. Apakah hasil yang akan kita dapatkan jika kita berani hidup menjadi orang yang jujur?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Amsal 11:3

“Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.”