Kategori : Renungan

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 1 Tawarikh 17:16-27

 

M1 : Menerima Firman

Bagaimana supaya kita bisa menjadi orang kepercayaan, baik di hadapan Tuhan dan juga manusia? Supaya dapat menjadi orang kepercayaan, kita harus terlebih dahulu membuktikan diri bahwa kita ini layak dipercaya. Ini berbicara tentang kesetiaan, ketekunan dan loyalitas! Ada harga yang harus kita bayar! Jika kita tidak setia, tidak tekun, tidak loyal dan tidak bersungguh-sungguh, bagaimana kita bisa dipercaya untuk hal-hal yang lebih besar. Jika Tuhan mempercayai kita, Ia juga akan menyertai, menguatkan, menolong dan memberikan kita kemampuan untuk mengerjakan segala perkara melalui kuasa Roh KudusNya dan menunjukkan jalan atau cara yang harus kita tempuh. Haruslah selalu kita ingat bahwa jika kita dipercaya oleh Tuhan bukan karena kita hebat, semua semata-mata karena kemurahan dan anugerahNya atas kita. Karena itu kita harus menangkap setiap kepercaya-an yang ada dengan iman yang sungguh kepada Tuhan dan mengerjakannya dengan penuh ketaatan. Jangan sekali-kali melepaskan setiap keperca-yaan yang ada, peliharalah itu dengan baik, karena ada upah besar menanti!

 

M2 : Merenungkan Firman

1. Apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa dipercaya untuk melakukan perkara-perkara yang besar?

 

M3 : Melakukan Firman

Rhema apa yang Anda dapatkan dari renungan  saat teduh hari ini? Apa Komitmen Anda!

 

M4 : Membagikan Firman

Ceritakan kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

 

Ayat Hafalan : Lukas 16:10a

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”

 

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 1 Korintus 4:1-21

 

M1 : Menerima Firman

Kesetiaan dan dapat dipercaya adalah dua unsur penting yang harus dimiliki oleh semua orang terutama seorang pekerja. Bagaimana kita bisa disebut sebagai pekerja yang baik jika kita tidak setia mengerjakan tugas yang dipercayakan kepada kita? Tanpa kesetiaan, kita akan mudah sekali kecewa dan putus asa saat diperhadapkan dengan tantangan.Jadi, “Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya;” (Amsal 19:22). Tanpa kesetiaan mustahil orang bisa dipercaya untuk sebuah tugas apapun. Jika tidak setia, mungkinkah seorang pelayan dipercaya sepenuhnya oleh majikannya? “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10a). Kesetiaan kita dalam mengerjakan perkara-perkara kecil adalah pintu gerbang menuju kepada perkara-perkara besar. Tugas seorang pekerja Tuhan adalah menerima firman Tuhan dan kemudian menyalurkan rahasia firman yang telah diterimanya itu kepada orang lain, tapi ia juga harus menunjukkan sebuah keteladanan hidup. Setia dan bisa dipercaya adalah syarat mutlak dan esensial bagi pekerja Tuhan!

 

M2 : Merenungkan Firman

1. Apa yang akan kita peroleh jika kita menjadi orang yang setia dan dapat dipercaya?

 

M3 : Melakukan Firman

Rhema apa yang Anda dapatkan dari renungan  saat teduh hari ini? Apa Komitmen Anda!

 

M4 : Membagikan Firman

Ceritakan kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

 

Ayat Hafalan : 1 Korintus 4:2

“Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.”

 

JADILAH PRIBADI YANG DAPAT DIPERCAYA

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Kejadian 39:1-23

 

M1 : Menerima Firman

Yusuf adalah orang yang selalu disertai oleh Tuhan, sehingga Tuhan membuat semua yang dikerjakan Yusuf berhasil. Perbedaan tempat, perbedaan situasi tidaklah meredupkan kualitas hidup Yusuf. Di mana pun ia berada, orang percaya kepadanya dan memercayakan pekerjaan penting kepadanya. Mengapa bisa demikian? “Tuhan menyertai Yusuf dan membuat apa yang dikerjakannya berhasil” (ayat 2, 23). Yusuf menyadari hal itu. Ia tahu Tuhan memperhatikan pilihan-pilihan yang ia ambil saat bekerja (ayat 9), karena itu ia senantiasa melakukan yang terbaik sebagai wujud penghormatan dan kasihnya pada Tuhan. Semua orang tentu ingin disertai Tuhan seperti Yusuf dan berhasil. Namun, apakah kita juga sungguh menyertakan Tuhan dalam apa yang kita kerjakan? Menyertakan Tuhan berarti peduli pada pilihan-pilihan yang selaras dengan Firman-Nya, apa pun situasinya. Kalau kita disertai Tuhan berarti orang-orang yang bersentuhan hidup dengan kita merasa mantap dan aman, karena mereka tahu bahwa kita dapat dipercaya seperti Yusuf. Ketika Tuhan menyertai, kita pun harus mau diajari bagaimana membuat pilihan yang selaras dengan kehendak-Nya.

 

M2 : Merenungkan Firman

1. Apa yang dilakukan Yusuf, sehingga dia menjadi pribadi yang dapat dipercaya oleh semua orang?

 

M3 : Melakukan Firman

Rhema apa yang Anda dapatkan dari renungan  saat teduh hari ini? Apa Komitmen Anda!

 

M4 : Membagikan Firman

Ceritakan kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

 

Ayat Hafalan : Kejadian 39:2a 

“Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya;”    

 

MILIKI ROH YANG MENYALA-NYALA UNTUK TUHAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Roma 12:9-21

 

M1 : Menerima Firman

Seiring dengan berjalannya waktu ada banyak orang Kristen yang tidak lagi bersemangat dalam melayani Tuhan dan mengalami titik jenuh. Api dalam diri mereka tidak lagi berkobar-kobar, namun semakin meredup dan perlahan menjadi padam. Mengapa? Ujian, tantangan dan masalah yang terjadi dalam hidup mereka seringkali menjadi penyebab utamanya. Ketika kita menjadikan pelayanan hanya sebatas aktivitas rutin dan ketika kita tidak lagi intensif membangun persekutuan dengan Tuhan (karena kesibukan-kesibukan duniawi), berhati-hatilah! Karena celah inilah yang dimanfaatkan Iblis untuk melemahkan dan menjatuhkan iman kita sehingga kita tidak lagi memiliki roh yang menyala-nyala bagi Tuhan. Akhirnya kuasa Tuhan pun tidak bekerja secara optimal di dalam hidup kita karena kita sendiri yang menghalanginya. Pulihkan kembali persekutuan yang karib dengan Tuhan. “…engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.” (Wahyu 2:3-4); dan marilah kita fokus kepada janji Tuhan! Percayalah bahwa jerih lelah kita untuk melayani Dia tidak pernah sia-sia. Miliki tekad seperti Paulus yang “…berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Filipi 3:14

 

M2 : Merenungkan Firman

1. Bagaimana caranya supaya roh kita tetap menyala-nyala untuk Tuhan?

 

M3 : Melakukan Firman

Rhema apa yang Anda dapatkan dari renungan  saat teduh hari ini? Apa Komitmen Anda!

 

M4 : Membagikan Firman

Ceritakan kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

 

Ayat Hafalan : Roma 12:11

“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

 

JANGAN PADAMKAN ROH

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 1 Tesalonika 5:12-22

 

M1 : Menerima Firman

Bersukacita dan mengucap syukurlah dalam segala hal adalah cara untuk mengatasi agar Roh yang ada di dalam kita tidak redup dan padam. Firman Tuhan mengingatkan, “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Roma 12:11). Namun akhir-akhir ini ada banyak orang Kristen yang rohnya makin hari makin padam, tidak lagi menyala-nyala bagi Tuhan. Ketika kita memadamkan Roh Tuhan yang ada di dalam kita, kita sedang membatasi Dia untuk bekerja di dalam kita. Kita tahu bahwa Roh Tuhan itu kuasaNya tak terbatas dan Ia “…lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” (1 Yohanes 4:4). Tak bisa dibayangkan betapa dahsyatnya jika Roh Tuhan bekerja di dalam diri orang percaya. Sayangnya kita justru seringkali memadamkannya, artinya kita sendiri yang membatasi Roh Tuhan bekerja sehingga Ia tidak dapat berkarya secara leluasa dan bebas. Dengan keyakinan bahwa “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13), hari-hari Daud senantiasa dipenuhi puji-pujian: “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.” (Mazmur 34:2). Segala waktu artinya di segala keadaan, baik itu susah maupun senang, suka dan duka. Bahkan Alkitab mencatat tujuh kali dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan (baca Mazmur 119:164)! Bersukacitalah senantiasa supaya Roh Tuhan tidak padam!

 

M2 : Merenungkan Firman

1. Bagaimana caranya supaya roh kita tidak redup dan padam?

 

M3 : Melakukan Firman

Rhema apa yang Anda dapatkan dari renungan  saat teduh hari ini? Apa Komitmen Anda!

 

M4 : Membagikan Firman

Ceritakan kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

 

Ayat Hafalan : 1 Tesalonika 5:19

“Janganlah padamkan Roh,”