Kategori : Renungan

KERENDAHAN HATI DALAM DOA

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Yakobus 4:1-17 

M1. Menerima Firman

Pernahkah doa Saudara tidak dijawab oleh Tuhan? Sebagian besar dari kita pasti akan menjawab, “Wah, sudah tak terhitung banyaknya doa saya tidak dijawab oleh Tuhan.” Dan ujung dari semua itu adalah kita menjadi kecewa dan kemudian menyalahkan Tuhan. Namun jarang sekali kita mau mengevaluasi diri mengapa doa kita sampai tidak dijawab oleh Tuhan. Ternyata sikap seseorang dalam berdoa juga sangat menentukan apakah doanya akan dijawab atau tidak oleh Tuhan. Bila kita memiliki sikap hati yang benar dalam berdoa, apa saja yang kita minta dari Tuhan dalam nama Yesus Kristus, kita pasti akan menerimanya. Kita harus ingat bahwa berdoa itu bukan hanya mengucapkan perkataan-perkataan yang teratur di hadapan Tuhan, melainkan suatu pernyataan dari tubuh, jiwa dan roh kita kepada Tuhan. Hal ini berkenaan dengan hati kita. Kita harus menyadari bahwa sesungguhnya Tuhan memandang hati kita, “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang ada di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (1 Samuel 16:7b), sebab suatu doa yang keluar dari dasar hati yang benar, walau diucapkan hanya dengan sederhana atau hanya melalui linangan air mata, akan sampai ke telinga Tuhan dan Dia pasti bertindak. Ada tertulis: “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” (Matius 5:5). Kata lemah lembut ini berbicara tentang kerendahan hati. Kerendahan hati dapat diartikan sebagai kemurnian atau kelemahlembutan. Rasul Paulus juga menulis bahwa kerendahan hati atau kelemahlembutan adalah salah satu dari buah Roh. Mengapa kita harus memiliki kerendahan hati? Firman Tuhan menegaskan, “Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.” (Amsal 18:12).

M2. Merenungkan Firman

1. Mengapa Kerendahan hati menjadi syarat mutlak supaya doa kita di jawab Tuhan?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : Amsal 22:4

 ”Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.”    

JANGAN ENGKAU CONGKAK

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Yakobus 4:1-17 

M1. Menerima Firman

Banyak ayat dalam Alkitab yang menyatakan bahwa kesombongan, tinggi hati, congkak, memegahkan diri adalah sikap yang sangat tidak berkenan kepada Tuhan. Dengan tegas Tuhan sangat menentang orang-orang yang demikian. Di dalam Amsal 6:16-19 dikatakan ada enam perkara yang dibenci Tuhan, bahkan tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi Dia, dan salah satunya adalah kesombongan. Itulah sebabnya “Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan;” (Yesaya 2:11a). Raja Nebukadnezar adalah salah satu contoh orang congkak yang tertulis di dalam Alkitab. Ia berpikir bahwa segala kebesaran, kemegahan dan apa pun yang ada padanya adalah hasil dari kemampuan dan kehebatannya sendiri. Suatu saat ia berjalan di atas istananya di Babel, dan dengan sombongnya ia berkata, “Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?” (Daniel 4:30). Namun saat itu pula Tuhan menghukum Nebukadnezar karena kesombongannya, di mana ia direndahkan oleh Tuhan: “…engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!” (Daniel 4:32). Akhirnya Nebukadnezar menyadari kesalahannya dan mengakui kebesaran Tuhan sehingga Ia pun memulihkan keadaannya. Di hadapan Tuhan, kita bukanlah siapa-siapa, “…tidak lebih dari pada embusan nafas,” (Yesaya 2:22). Segala yang kita miliki, baik itu harta kekayaan, kepintaran, jabatan dan sebagainya datang dari Tuhan. Tanpa campur tangan Tuhan, kita tidak akan mampu meraihnya. Jangan congkak; jika Tuhan berkehendak mengambilnya, semua yang kita miliki akan lenyap seketika.

M2. Merenungkan Firman

1. Apa yang dilakukan oleh Raja Nebukadnezar, sehingga Tuhan menghukum dia?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : Yakobus 4:6

“Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

 

JANGAN LUPA DIRI

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 1 Tawarikh 29:1-30 

M1. Menerima Firman

Daud adalah raja Israel yang besar dan di berkati Tuhan. Selain kekayaan melimpah ia juga memiliki prajurit/pasukan yang kuat. Secara materi ia punya alasan membanggakan diri. Namun tidaklah demikian dengannya. Ia sadar semuanya karena campur tangan Tuhan semata, bukan karena kekuatan dan kegagahannya sehingga ia tidak merasa perlu bersikap sombong atau meninggikan diri, sebaliknya ia berkata,“…Tuhan, punyamulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya Tuhan, punyaMulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.” (ayat 11). Tuhan sungguh tak senang pada kecongkakan! Betapa pun megah, besar dan populernya kita, bila kesombongan mulai merajai hati kita, Tuhan akan menurunkan dan mempermalukan kita. Di akhir zaman ini roh kesombongan kian melanda manusia. Tidak banyak yang menyadarinya dan tetap merasa wajar-wajar saja, padahal ketika karir, studi, bisnis atau pelayanan mulai sukses, dada kita mulai membusung dan saat berjalan pun kepala tegak mendongak ke atas. Dalam bersosialisasi pun kita mulai pilih-pilih teman. Kita tidak mau bergaul dengan sembarang orang melainkan hanya dengan teman-teman ‘selevel’; yang semula rendah hati, pandai bergaul, ramah, sopan, serta murah hati terhadap semua orang, setelah memiliki segala-galanya menjadi seperti ‘alien’ (orang aneh). Kesombongan mulai merajai hati kita dan kita pun lupa kepada Sang Pemberi berkat. Kita menganggap apa yang kita raih adalah buah jerih payah kita sendiri. Semua keberhasilan yang kita miliki datangnya dari Tuhan dan semuanya adalah kepunyaanNya. Walaupun raja Daud demikian terkenal, dia tetap mengakui bahwa segala sesuatu datangnya dari Tuhan dan milik Tuhan. Oleh sebab itu jangan sekali-kali menyombongkan diri!

 M2. Merenungkan Firman

1. Apa yang dapat kita tiru dari sifat Raja Daud?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2. Apa akibat bila seseorang meninggikan diri? Mengapa?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : 1 Tawarikh 29:12a

“Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari padaMu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya.”

PRIBADI YANG RENDAH HATI

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Filipi 2:1-30

M1, Menerima Firman

Sebagai manusia kita cenderung suka sekali beroleh pujian, sanjungan dan acungan jempol dari orang lain atas segala jerih payah dan prestasi yang telah kita torehkan. Kerap kita ‘membusungkan dada’ (sombong) ketika menyadari bahwa pelayanan kita lebih berhasil, gereja kita lebih ‘besar’ dibanding gereja lain, atau segala sesuatu yang ada pada diri kita memiiliki nilai lebih dibandingkan dengan orang lain di sekitar kita. Firman Tuhan mengingatkan, “Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.” (2 Kor. 10:18). Adalah sia-sia belaka bila kita meninggikan diri sendiri dan beroleh pujian manusia apabila hidup kita tidak berkenan di hadapan Tuhan! Perlu kiranya kita bercermin kepada pribadi Yesus yang datang ke dunia bukan dalam rangka mencari pujian atau penghormatan dari manusia, melainkan karena mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang dan terbelenggu dosa supaya beroleh kelepasan dan kemenangan. Dia datang ke dunia guna membuka jalan supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh keselamatan dan kehidupan kekal. Selama berada di bumi Yesus memang melakukan banyak mujizat, tetapi Dia melakukan semua itu bukan untuk mempromosikan diri atau unjuk kebolehan agar namaNya makin dikenal banyak orang dan beroleh pujian, melainkan untuk menggenapi rencana Allah. Dia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Sekalipun Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, Dia tak haus pujian dan penghormatan, bahkan rela merendahkan diriNya dan menderita di atas kayu salib. Walau diperlakukan tidak adil dan dianggap sama seperti penjahat sekali pun, Yesus tidak pernah membalas. Direndahkan begitu rupa pun Yesus tetap taat kepada Bapa.

M2. Merenungkan Firman

1. Hidup yang bagaimana yang tidak disukai Tuhan? dan Apa yang dapat kita contoh dari pribadi Tuhan Yesus?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan setelah merenungkan saat teduh hari ini?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang Anda peroleh dari bacaan tadi kepada orang lain.

Ayat hafalan : Amsal 18:12 

“Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.”

 

TIDAK ADA ALASAN UNTUK SOMBONG

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 103:1-22

 M1. Menerima Firman

Jika kita merenungkan besarnya kasih Tuhan dalam hidup kita, sungguh sebenarnya kita ini tidak layak untuk menerimanya, karena besarnya dosa yang telah kita perbuat dan seringnya kita memberontak dari jalan-jalanNya. Terlebih di saat kita sedang berjaya, sukses, segala sesuatu tersedia, seakan kita tidak butuh Tuhan sehingga kita pun sering lupa pada Si Sumber berkat tersebut. Sesungguhnya di mata Tuhan kita ini tidak ubahnya seperti rumput yang sebentar tampak hijau dan indah, namun sebentar lagi akan layu dan kering. FirmanNya berkata, “Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.” (Mazmur 144:4). Kesuksesan dan kekayaan yang kita miliki di dunia ini hanyalah sementara, sebentar saja bisa lenyap. Apa yang bisa kita banggakan? Siapakah kita ini sehingga harus bermegah dalam kekuatan, kepandaian, dan kekayaan kita? Tuhan Yesus berkata, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yohanes 15:5). Jadi, kita ini hanyalah ranting-ranting yang sangat ber- gantung pada pokok anggur. Ranting tidak dapat berbuah jika tidak tinggal pada pokok anggur itu. Oleh karenanya tidak patut bagi kita untuk menyombongkan diri dengan prestasi yang kita raih, harta yang berlimpah, gelar yang kita miliki, sebab semuanya tidak berarti apa-apa di pemandangan Tuhan, sebab “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (1 Samuel 16:7b). Hati yang tulus adalah tempat yang tepat untuk Roh Kudus tinggal, sebab dari situlah terpancar kehidupan. Jika kita dapat menjaga hati untuk tetap taat dan setia pada perintahNya, kita akan merasakan betapa tidak berartinya hidup ini tanpa Tuhan. Kita harus sadar bahwa hidup kita ini sangat ditentukan oleh perkataan dan kuasa Tuhan semata; Dia yang meninggikan dan merendahkan juga. Jadi, di luar Dia, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena itu jangan sekali-kali kita menyombongkan diri!

 M2. Merenungkan Firman

1. Mengapa kita sering melupakan Tuhan, ketika kita sudah hidup didalam kemewahan?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2. Apa yang harus lakukan untuk tetap taat dan setia ?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat hafalan : Mazmur 138:6

“Tuhan itu tinggi , namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh.”