Kategori : Renungan

KETETAPAN HATI

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Amsal 8:1-36  

M1. Menerima Firman

Banyak orang Kristen yang pada awal-awal mengikut Tuhan tampak begitu bersemangat dan menggebu-gebu di dalam Tuhan, atau yang biasa kita sebut dengan kasih mula mula. Namun se- iring berjalannya waktu semangat itu tidak lagi tampak. Yang sebelumnya begitu mencintai dan tekun melayani Tuhan kini mulai kendor. Yang sebelumnya begitu tekun bersaat teduh setiap hari kini sudah bolong-bolong. Alkitab menasihatkan, “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Roma 12:11). Kita telah kehilangan kasih mula-mula kita kepada Tuhan seperti yang terjadi pada jemaat di Efesus. “…Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” (Wahyu 2:4). Tanpa ketekunan, apa pun yang kita kerjakan tidak akan pernah membawa hasil yang maksimal.Tekun adalah ketetapan hati yang kuat (teguh) untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan tugas apa pun. tekun juga berarti fokus, konsisten dan tidak mudah putus asa terhadap apa yang sedang dikerjakannya. Alkitab mencatat: “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan ke- hendak Allah, kamu memperolah apa yang dijanjikan itu.” (Ibrani 10:36). Orang yang tekun sajalah yang akan menghasilkan buah dan menikmati upah. Ada tertulis: “Yang jauh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.” (Lukas 8:15). Banyak orang Kristen yang sangat merindukan agar janji-janji Tuhan tergenapi dalam hidupnya, namun hal itu akan sulit terwujud apabila tidak disertai dengan ketekunan kita dalam melakukan kehendak Tuhan. Jadi ketekunan adalah unsur terpenting dalam setiap keberhasilan. Terlebih di era sekarang ini, semua orang menginginkan segala sesuatu yang serba instan. Ingin cepat kaya, tapi tidak mau bekerja keras; ingin berhasil, tapi tidak mau berusaha. Bagaimana ketekunan itu dapat terbentuk? 1. Melalui ujian (baca Yakobus 1:3). Itulah sebabnya terkadang Tuhan ijinkan masalah terjadi dalam hidup kita dengan tujuan agar kita memiliki ketekunan. 2. Melalui latihan. Ketekunan itu tidak terjadi dalam sekejap mata tetapi perlu dilatih dari perkara-perkara yang kecil.

M2. Merenungkan Firman

 

1. Apakah arti ketekunan menurut anda?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2. Bagaimana ketekunan itu dapat terbentuk?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Amsal 8:17

“Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.”

 

KETAATAN DAN KASIH KITA DIUJI

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Kejadian 22: 1-24

M1. Menerima Firman

 Pada saat pertama kali kita menerima keselamatan kita, maka kita biasanya akan mengalami kehidupan yang sangat luar biasa dan penuh gairah. Kita merasa bahwa roh kita menyala-nyala dan membuat kita rajin untuk melayani Tuhan dan sesama, bahkan berani membayar harga untuk berkorban bagi orang lain. Tetapi, bagaimanakah kondisi kita hari ini? Atau bagaimana kondisi kita setelah beberapa tahun terakhir ini saat kita melayani Tuhan? Apakah kita masih tetap melayani, namun roh kita sudah tidak seperti dulu lagi? Apakah kita sudah tidak melayani lagi di hari-hari ini? Itu berarti kerajinan kita sudah mulai kendor. Kita sudah berfokus kepada yang lain dan lupa diri untuk mengutamakan Tuhan. Yesus mengulangi perintah Musa, “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu,” (Markus 12:30). Tuhan merindukan roh kita selalu menyala-nyala untuk melayani Dia. Janganlah hendaknya kerajinan kita kendor. Apapun kondisi kita hari ini, mari bangkit dengan semangat yang baru karena ketika kita melayani Tuhan. Ingatlah bahwa masih banyak keajaiban-keajaiban dan mujizat-mujizat yang tersedia bagi kita untuk dialami.

M2. Merenungkan Firman

1.Sudahkah Anda mengasihi Yesus lebih dari segala sesuatu yang Anda miliki?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2. Sudahkah Anda mengingini Yesus lebih dari apapun yang ada di dunia ini?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Roma 12:11

“ Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor,biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

 

AKAR SEGALA KEJAHATAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 1 Timotius 6:1-21 

M1. Menerima Firman

Uang, uang dan uang, selalu menjadi topik utama dalam kehidupan manusia di dunia. Tak seorang pun yang tidak membutuhkan uang. Itulah sebabnya kita berkali-kali diingatkan agar berhati-hati dengan uang ini. Alkitab dengan keras menyatakan bahwa cinta uang adalah akar segala kejahatan. Perlu digaris bawahi di sini, Alkitab tidak mengatakan akar dari segala kejahatan itu uang, melainkan cinta terhadap uang. Uang memiliki sifat netral, bisa berguna untuk hal-hal yang positif atau negatif bergantung di tangan siapa uang itu berada. Uang itu tidak jahat, tetapi cinta terhadap uang bisa saja membawa seseorang kepada segala jenis kejahatan. Dalam hidup ini ada hal-hal yang bersifat materi yang tidak bisa tidak harus kita penuhi seperti makanan, pakaian dan juga tempat tinggal. Belum lagi kebutuhan-kebutuhan lain seperti biaya pendidikan, listrik, air, semuanya memerlukan uang! Karena itu kita harus bekerja. Dengan bekerja kita mendapatkan upah (uang). Namun inilah yang menjadi pokok permasalahannya. jika kita tidak waspada hari-hari kita akan terus disibukkan dengan kegiatan memburu uang ini. Ada tertulis: “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang,” (Pengkotbah 5:9). Karena memburu uang tidak sedikit orang menjadi lupa diri, lupa waktu, lupa ibadah, bahkan lupa keluarga. Ada banyak kasus terjadi: anak memberontak dan akhirnya terlibat narkoba karena kurangnya perhatian dari orangtua yang terus disibukkan dengan pekerjaan (memburu uang), isteri punya PIL karena suami jarang pulang dengan alasan lembur dan tugas di luar kota. Jika anak atau isteri komplain, jawabnya ayah sibuk bekerja juga demi keluarga. Bekerja, bekerja dan terus bekerja sampai-sampai kita mengabaikan jam-jam ibadah. Tanpa disadari sampai kita telah kehilangan kasih mula-mula. karena memburu uanglah banyak dari kita yang tidak lagi mencintai Tuhan dengan segenap hati, padahal berkat-berkat materi yang kita miliki itu datangnya dari Tuhan dan Dialah yang memberikan kekuatan kepada kita untuk memperoleh kekayaan itu (baca Ulangan 8:18).

M2. Merenungkan Firman

 

1. Mengapa uang bisa membuat kita kehilangan kasih mula mula kita kepada Tuhan?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : 1 Timotius 6:10

“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”     

 

HAMBA YANG SETIA ATAU JAHAT

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Pengkhotbah 9:1-18 

M1. Menerima Firman

Inilah konsekuensi yang harus diterima oleh hamba yang jahat dan malas: “Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” (Matius 25:28, 30). Sebaliknya terhadap hamba yang setia dan tekun mengembangkan talenta yang dipercayakan, tuannya berkata, “…Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:23). Kita termasuk hamba yang mana? Hamba yang baik dan setia atau hamba yang jahat dan malas? Karena itu biarlah kita lakukan dengan setia dan penuh tanggung jawab segala tugas yang dipercayakan Tuhan kepada kita. jangan sekalipun kita menganggap remeh atau sepele! Jangan pula kita kehilangan kasih mula-mula kepada Tuhan! Banyak orang Kristen yang pada awalnya begitu menyala-nyala dalam melayani Tuhan, namun seiring berjalannya waktu, terlebih-lebih saat menghadapi masalah dan ujian, semangatnya perlahan-lahan mengendur, makin hari makin merosot dan mengalami kemunduran. Mereka telah kehilangan kasih mula-mula kepada Tuhan, lari dari tanggung jawab, dan akhirnya meninggalkan pelayanan. Janganlah kita lupa bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan di dunia ini pada saatnya harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.Tidak semua orang beroleh kepercayaan dari Tuhan, maka adalah berkat dan anugerah yang tak ternilai jika saat ini kita dipercaya Tuhan untuk mengembangkan talenta itu! Mungkin saja saat ini kita belum mengalami penggenapan janji-janji Tuhan sepenuhnya atau kenyataan yang kita alami belum seperti yang kita harapkan, namun Tuhan tidak pernah tertidur, jerih lelah kita tidak akan pernah sia-sia!

M2. Merenungkan Firman

1. Apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa diberikan tanggung jawab dan kepercayaan dari Tuhan?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat Hafalan : Ibrani 10:36

“Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.”

 

BERWUJUDKAN KASIH

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Yosua 14:1-15

M1. Menerima Firman

Seberapa konsistenkah kita mengasihi Tuhan? Apakah kita seperti Kaleb yang mampu mempertahankan gelora kasihnya kepada Tuhan, dari kasih mula-mula sampai ia berusia tua? Kasih Kaleb kepada Tuhan tidak mengenal musim! Tidak hanya setahun atau beberapa tahun, tidak hanya saat diberkati, atau tubuh dalam keadaan kuat dan sehat ia mengasihi Tuhan, tapi kasihnya hingga pada masa tuanya. Mengasihi Tuhan berarti beribadah kepada Tuhan dan melayani Dia dengan sepenuh hati, bukan hanya sebagai aktivitas rutin belaka. Jadi melakukan segala sesuatu untuk Tuhan harus bermuatan kasih. “Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!” (1 Kor. 16:14). Tanpa kasih mustahil kaleb bertahan mengikut Tuhan dan berpegang pada janjiNya. Kaleb berkata, “Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;” (Yosua 14:10), sampai akhirnya Tuhan memberikan Hebron sebagai milik pusakanya. 45 tahun bukanlah penantian yang singkat. Siapa kita ini di hadapan Tuhan, sehingga kita mengikut Tuhan dan melayaniNya tanpa kesungguhan hati? Tuhan terlalu mulia dan sangat mulia. Tidaklah cukup sekedar rajin beribadah dan turut terlibat pelayanan tanpa muatan kasih. “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.” (1 Korintus 13:1-3)

M2. Merenungkan Firman

1. Kenapa Tuhan memberikan “Hebron“ kepada kaleb? Apa yang dapat kita contoh dari seorang kaleb?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Yosua 14:14b

“…karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.”