Kategori : Renungan

MELAWAN IBLIS DENGAN IMAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Mazmur 121:1-8

M1. Menerima Firman 

Sejak semula rencana Iblis adalah menghancurkan hidup manusia. ”Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;” (Yohanes 10:10a). Adam Hawa adalah korban pertama rencana ini, jatuh dalam dosa karena tipu muslihat Iblis. Mereka kehilangan berkat Tuhan sehingga terusir dari taman Eden dan hidup dalam penderitaan. Usaha Iblis mencari mangsa terus dilakukan hingga sekarang, terlebih-lebih di akhir zaman ini. Iblis tahu waktunya sangat singkat, karena itu ia tidak membuang kesempatan. Rasul Petrus mengingatkan kita, “…Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.” (1 Petrus 5:8-9). Kita harus melawan Iblis dengan iman yang teguh karena ia begitu berpengalaman memperdaya dan menipu manusia. Bila kita tidak berpegang teguh kepada kebenaran firman Tuhan kita akan menjadi korbannya. Iblis mempunyai  1001 cara mengecoh, menjebak, memperdaya manusia: mengiming-imingi harta, uang, jabatan, popularitas dengan jalan pintas, sehingga banyak orang tergiur karenanya. Sebagai orang percaya pertolongan kita adalah dari Tuhan, Dialah yang hidup dan berkuasa, sanggup memberkati kita secara melimpah.Yesus berkata, ”Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10b). Bukan hanya berkat jasmani yang disediakanNya, berkat-berkat rohani pun diberikanNya bagi kita. “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” (Efesus 1:3).  Seringkali kita tidak sabar menantikan jawaban Tuhan, namun ”Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.”  (Mazmur 121:4), artinya Tuhan tahu setiap pergumulan hidup kita, Dia melihat dari sorga semua penderitaan yang kita alami.

 

M2. Merenungkan Firman  

Mengapa Iblis suka menghancurkan manusia? Dan bagaimana respon kita untuk menghadapinya?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan :  Mazmur 121:1

“Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?”

KETAKUTAN = PENGHALANG BERKAT

Bacaan Firman Tuhan hari ini :   2 Timotius 1:3-18

M1. Menerima Firman 

Ketakutan bukan berasal dari Tuhan karena Dia memberi kita roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.  Dia tidak ingin kita hidup dalam ketakutan, itulah sebabnya Dia memberikan Roh Kudus supaya kita mampu melawan tipu muslihat Iblis dan beroleh kemenangan,  “…sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.”  (1 Yohanes 4:4b). Tuhan memberikan kita kuasa mengalahkan ketakutan yang menyerang kita.  Ketakutan menyebabkan kita melangkah ke arah yang salah yaitu lari dari masalah.  Dari manakah ketakutan timbul?  Ketakutan datang dari informasi-informasi negatif yang kita terima dari berbagai sumber: surat kabar, berita di media, gosip tetangga atau vonis dokter.  Semua yang negatif itu diolah Iblis, lalu ditembakkan melalui telinga sampai menembus hati dan pikiran kita.  Itulah Iblis!  Ia sangat suka menganggu pikiran kita, sebab bila sudah berhasil masuk ke pikiran, dengan mudah ia mengendalikan hidup kita. Ketakutan adalah musuh iman yang mematikan dan sejata Iblis yang paling ampuh untuk menghancurkan orang percaya.  Dalam Yakobus 1:7 dikatakan,  “…tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis maka ia akan lari dari padamu!”  Kita harus melawan ketakutan yang coba menyerang dan merampas berkat yang sudah disediakan Tuhan bagi kita.  Usir rasa takut itu dengan nama Tuhan Yesus Kristus!  Memang, selama masih hidup dalam darah dan daging kita takkan luput dari pencobaan dan masalah.  Karena itu kita harus belajar bediri teguh di atas firman Tuhan dan percaya penuh pada janjiNya.  Iblis si pencuri itu datang  “…hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;”  (Yohanes 10:10a).  Untuk membinasakan manusia, Iblis mempengaruhi pikiran dengan hal-hal negatif.  Namun bukankah Iblis telah dikalahkan Tuhan melalui kematian dan kebangkitanNya?  Jadi tidak seharusnya kita kalah.

 

M2. Merenungkan Firman  

Bagaimana cara kita untuk menghilangkan rasa takut yang ada pada diri kita?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan :  2 Timotius 1:7

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”

HATI YANG BIJAKSANA

Bacaan Firman Tuhan hari ini :   Amsal 25:1-28

M1. Menerima Firman

Ketika ada orang lain yang berbuat kesalahan, adalah tugas kita untuk menegor dan mengingatkan mereka.  Menegor orang lain yang berbuat kesalahan adalah sebuah keharusan supaya mereka segera sadar atas kesalahannya dan kembali ke jalur yang benar.  Tetapi kita tidak boleh asal menegor!. Banyak orang yang menjadi kecewa, ‘nelangsa’, tersinggung, marah dan sakit hati karena menerima tegoran dari orang lain.  Mengapa hal ini bisa terjadi?  Karena tegoran tersebut sangat tidak bijaksana, diutarakan dengan kata-kata yang pedas, kasar dan tidak pada ‘sikon’ yang tepat.  Seringkali dalam menegor kita pun memiliki kecenderungan untuk menghakimi, mempermalukan atau menyalahkan orang tersebut.  Akibatnya orang yang ditegor itu bukannya menerima, malah menjadi down dan frustasi.  Rasul Paulus menasihatkan, jika ada yang berbuat salah  “…janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.” (2 Tesalonika 3:15).  Jadi  ”…nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” (2 Timotius 4:2). Sebagai orang percaya, nasihat atau tegoran yang kita berikan haruslah dilakukan dengan bijaksana dan kasih.  Ucapan dan tindakan kita harus benar-benar terkendali dan menurut tuntunan Roh Kudus, jangan seperti orang-orang yang belum mengenal Tuhan.  Tertulis:  “Hati orang benar menimbang-nimbang jawabannya, tetapi orang fasik mencurahkan hal-hal yang jahat.”  (Amsal 15:28).  Perkataan yang kita ucapkan hendaknya selalu sedap dan bermuatan kasih sehingga yang mendengarnya akan merasakan keteduhan dan damai sejahtera.  Dalam Amsal 16:24 dikatakan, ”Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.”  Setiap persoalan haruslah diselesaikan dengan penuh kesabaran sebagaimana yang Tuhan Yesus ajarkan, karena  “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”  (Amsal 16:32).
Sebelum menegor orang lain, adalah sangat bijak bila kita mengoreksi diri sendiri terlebih dahulu:  apakah tutur kata kita sudah mencerminkan karakter Kristus?  Terlebih lagi perbuatan kita, supaya kita tidak menjadi batu sandungan bagi mereka.

 

M2. Merenungkan Firman

Supaya tidak jadi batu sandungan dalam hal menegur, hal apa saja yang harus kita perhatikan dan perbaiki?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan :  Amsal 15:28

“Hati orang benar menimbang-nimbang jawabannya, tetapi orang fasik mencurahkan hal-hal yang jahat.”   

HATI ADALAH PUSAT PIKIRAN KITA

Bacaan Firman Tuhan hari ini :    2 Korintus 8:16-24

M1. Menerima Firman
Ada ungkapan yang mengatakan bahwa siapa kita adalah apa yang kita pikirkan.  Kita akan menjadi apa yang kita pikirkan. Dalam Amsal 23:7a dikatakan,  “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.”  Oleh karena itu, kita harus menjaga pikiran kita agar tetap positif dan bersih.  Mari kita belajar seperti Rasul Paulus yang senantiasa,  “…memikirkan yang baik, bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia.”  Jangan remehkan apa yang ada di dalam pikiran kita!  Jika kita terus mengembangkan pikiran-pikiran negatif, suatu saat pasti akan menuai kegagalan, kemiskinan, kesusahan, kehancuran, sakit-penyakit, atau kekurangan.  Mulai sekarang berpikirlah tentang hal-hal besar tentang keberhasilan, kesuksesan, kesembuhan, hidup yang diberkati. Allah dengan jelas menasihatkan,  ”…saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”  (Filipi 4:8).  Berpikiran positif berarti pikiran yang diubah dan dipenuhi oleh firman Tuhan.  Perhatikan pula yang disampaikan Tuhan kepada Yosua,  “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”  (Yosua 1:8). Bila kita ingin memiliki hidup yang berkemenangan, berhasil dan diberkati Tuhan, kita harus selalu berpikiran positif karena pikiran kita dapat menentukan perkataan dan perbuatan kita.  Bila pikiran kita senantiasa baik, maka kata-kata yang keluar dari mulut kita dan juga perbuatan kita pun akan baik.  Demikian pula sebaliknya!  Mengapa kita harus selalu berpikiran positif?  Dengan berpikiran positif berarti kita memiliki pikiran Kristus, sebab  ”Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.”  (Mazmur 25:8). Ini menegaskan bahwa segala yang baik dan benar itu datangnya dari Tuhan dan bila kita ingin mendapatkan hal-hal yang baik dari Dia, pikiran kita pun harus sesuai dengan firmanNya!

 

M2. Merenungkan Firman

Apa saja penyebab kita tidak memiliki pikiran Positif?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan :  2 korintus 8:21

“Karena kami memikirkan yang baik, bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia.”

HATI YANG SENANTIASA BERSYUKUR

Bacaan Firman Tuhan hari ini :   Baca:  Mazmur 50:1-23

M1. Menerima Firman

Amerika Serikat adalah salah satu negara yang memiliki tradisi khusus yaitu menggelar acara Thanksgiving. atau hari ucapan syukur.  Tradisi ini bermula ketika para pendatang dari Eropa mendarat untuk pertama kalinya di benua Amerika, dan pada waktu itu mereka berhasil meraih keuntungan untuk pertama kalinya di tahun 1623.  Sejak itulah mereka menetapkan suatu hari sebagai tradisi yaitu hari ucapan syukur. Bagaimanakah hari-hari Saudara?  Apakah dipenuhi oleh ucapan syukur kepada Tuhan setiap waktu atau terus diliputi oleh kekuatiran, keluh kesah dan persungutan?  Perhatikan ayat nas di atas:  “Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku;” Hidup yang dipenuhi oleh ucapan syukur adalah hidup yang memuliakan Tuhan.  Hidup yang bersyukur itulah kunci kepuasan dan kebahagiaan hidup.  Namun jika yang keluar dari mulut kita hanyalah persungutan, mustahil kita merasakan kebahagiaan hidup.  Orang yang terus bersungut-sungut berarti tidak pernah menghargai pertolongan Tuhan dalam hidupnya, meragukan kuasa dan kesanggupan Tuhan. Mengapa kita harus selalu bersyukur kepada Tuhan?  Hidup yang selalu bersyukur menunjukkan bahwa kita percaya dan mengakui bahwa Tuhan adalah Sumber segala berkat.  Alkitab menyatakan,  “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”  (1 Tesalonika 5:18).  Kita harus mengucap syukur kepada Tuhan dalam segala hal, baik dalam keadaan keberkatan atau pun sedang dalam pergumulan, baik dalam suka maupun duka.  Jadi, bukan hanya ketika segala sesuatu berjalan baik atau lancar.  Bila saat ini kita diijinkan mengalami masalah atau penderitaan sekali pun, tetaplah mengucap syukur, karena semuanya pasti akan mendatangkan kebaikan bagi kita. Pastilah Tuhan itu baik, ya Tuhan itu baik adanya:  di dalam Dia ada sukacita, ada damai sejahtera, ada kebahagiaan, ada pengharapan yang pasti, ada masa depan yang baik dan sebagainya.  Dan ucapan syukur terbesar dapat disebabkan karena kita telah diselamatkan!  Alkitab mengajak kita untuk tetap bersyukur meski sedang dalam kesukaran, sebab kesukaran bermanafaat untuk pengembang karakter kita. Janganlah hidup seperti sembilan orang kusta itu, yang setelah beroleh kesembuhan dari Tuhan berlalu begitu saja dan melupakan kebaikan Tuhan.

 

M2. Merenungkan Firman

Apa saja penyebab yang mempengaruhi hati sehingga tidak bisa senantiasa bersyukur kepada Tuhan dan bagaimana mengatasinya?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan :   1 Tesalonika 5:18 

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”