Kategori : Renungan

KESELAMATAN KITA: ANUGERAH TUHAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Efesus 2:1-10

M1. Menerima Firman

Menurut pandangan orang dunia, untuk dapat masuk Kerajaan Sorga atau beroleh keselamatan kekal kita harus banyak berbuat baik. Kita harus mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya, supaya nanti kalau ditimbang oleh malaikat, pahala kita ‘lebih berat’ atau lebih banyak dari dosa-dosa kita. Sebagai manusia berdosa, berapa banyak pahala yang harus kita kumpulkan supaya cukup menebus segala perbuatan dosa yang telah kita perbuat? Sampai kapan pun kita takkan mampu! Alkitab menegaskan, “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman,” (2 Timotius 1:9). Jelas sekali bahwa keselamatan adalah karena anugerah, kasih karunia Tuhan semata, bukan hasil usaha kita. Untuk beroleh kasih karunia atau anugerah Tuhan ini tidak ada jalan lain selain percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sebagai orang berdosa, seharusnya kita sendiri yang bertanggung jawab menanggung dosa yang kita perbuat, “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23). Jadi orang berdosa hanya dituntut beriman kepada Yesus agar anugerah keselamatan itu berlaku atasnya, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Roma 10:9). Oleh kasih karunia Tuhan semata, kita manusia berdosa menerima apa yang seharusnya tidak patut kita terima. Maka tidak selayaknya kita yang telah menerima kasih karunia keselamatan itu memegahkan diri. Dan kita yang sudah diselamatkan memiliki tugas dan kewajiban melakukan perbuatan baik.

M2. Merenungkan Firman

1. Bagaimana kita bisa memperoleh Anugerah Tuhan?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Efesus 2:8a

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman.”

SEMUA KARENA ANUGERAH

 Bacaan Firman Tuhan hari ini : Filipi 1:3-11

M1. Menerima Firman

Jika kita dapat menjalani hari-hari hingga detik ini dan bisa menikmati berkat-berkatNya itu semua adalah karena anugerahNya semata. Kalau bukan karena tangan Tuhan yang menuntun dan menopang, kita pasti tidak memiliki kesanggupan untuk menjalani dan melewati hari-hari yang berat ini. Karena itu kita pun harus berkeyakinan bahwa di hari-hari mendatang Tuhan pasti tetap menyertai dan terus melanjutkan perbuatan baikNya atas kita. “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” (Filipi 1:6). Tuhan Yesus sungguh baik dan sangat baik, sebab selalu memberikan yang terbaik kepada anak-anakNya. Bapa kita di dunia ini saja tidak akan pernah memberi batu kepada anaknya jika meminta roti, atau memberi ular jika ia meminta ikan. “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Matius 7:11). Bahkan Alkitab menegaskan bahwa berkat yang disediakan Tuhan bagi kita adalah berkat yang selalu baru setiap pagi, bukan berkat yang sia-sia, apalagi basi. Tertulis: “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23). Inilah janji Tuhan yang harus kita pegang seumur hidup kita: kasih setia Tuhan tidak berkesudahan dan rahmatNya pun tak ada habisnya. Haleluya! Berhentilah untuk mengeluh dan bersungut-sungut! “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita. ” (Efesus 5:20), sebab pertolongan dan berkat Tuhan pasti datang tepat pada waktunya. Kalau bapa kita di dunia pernah dan seringkali mengecewakan anaknya, tidak demikian dengan Bapa di sorga, tak pernah mengecewakan dan selalu memberi yang terbaik. Justru kitalah yang seringkali mengecewakanNya.

 

M2. Merenungkan Firman

1. Apa yang kamu ketahui tentang arti dari Anugerah Tuhan?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Ratapan 3:22-23

“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”  ”

MENJAGA KASIH KARUNIA TUHAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Galatia 2:15-21

M1. Menerima Firman

Bukti lain menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan adalah “…jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran,” (Ibrani 10:26). Orang yang tidak mempraktekkan firman yang sudah dibaca dan didengarnya telah menipu diri sendiri. Inilah penyebab kegagalan kita mengalami penggenapan janji Tuhan dalam hidup ini. Firman seperti ini diibaratkan benih yang ditabur di tanah yang berbatu-batu dan di tengah semak duri, “…ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad….lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.” (Matius 13:20-22). Kalau kita mau tinggal di dalam firman-Nya kita akan mengerti hak-hak kita sebagai orang percaya, mengetahui janji-janji Tuhan dan semakin memahami, “…betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,.. Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan,” (Efesus 3:18, 20). Jadi bukan karena Tuhan tidak mau mengerjakan mujizat-Nya, melainkan karena kita sendiri tidak taat dan tidak mau mempraktekkan firman-Nya. Kita disebut pula telah menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan ketika kita tidak bisa mengucap syukur di segala keadaan. Pemazmur memperingatkan, “Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku;” (Mazmur 50:23). Karena itu “…hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” (Kolose 2:7). Jangan sampai kita seperti 9 orang kusta yang pergi meninggalkan Yesus begitu saja setelah mereka disembuhkan. Tidak pernahkah kita disembuhkan, diberkati, dipulihkan dan ditolong oleh Tuhan di sepanjang hidup ini sehingga mulut kita serasa terkunci untuk bersyukur? Rasul Paulus berkata, “…karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang,” (1 Korintus 15:10). Jangan sekali-kali melupakan kasih dan kebaikan Tuhan! Ucapan syukur itu kuasa yang mendatangkan kekuatan. Ketika kita tahu bersyukur kepada Tuhan, maka tantangan seberat apa pun pasti dapat kita lalui bersama Roh Kudus.

M2. Merenungkan Firman

1. Apa yang akan kita dapatkan jika kita benar benar meng- hargai Anugerah kasih karunia Tuhan dalam hidup kita?

……………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : 1 Korintus 15:10

“…karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang.”    

JANGAN SIA-SIAKAN ANUGERAH TUHAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 2 Korintus 6:1-10

M1. Menerima Firman

Rasul Paulus menegaskan bahwa orang percaya adalah teman-teman sekerja, mitra kerja untuk menggenapi rencana Tuhan di atas muka bumi ini. Karena itulah kasih karunia yang sedemikian besar kita terima dari Tuhan jangan pernah disia-siakan. Kapan kita disebut menyia-nyiakan dan melupakan kasih karunia atau anugerah Tuhan? Ketika kita dengan sengaja memilih untuk bersahabat dengan dunia dan hidup menurut cara-cara dunia. Yakobus mengingatkan, “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” (Yakobus 4:4). Saat ini dunia sedang mengarah dan bergerak ke arah kesudahan zaman, dan ini benar-benar dimanfaatkan Iblis untuk mempengaruhi setiap segi kehidupan manusia supaya makin menjauh dari Tuhan. Iblis memberikan pengaruh melalui berbagai bentuk kesena-ngan daging, akhirnya banyak orang terperdaya dan masuk dalam perangkapnya. Ditambah beratnya beban hidup dan masalah yang datang bertubi-tubi membuat banyak orang tidak tahan dan tidak lagi mau bersabar menantikan Tuhan. Lalu mereka bersungut-sungut, mengeluh, kecewa, berani menya-lahkan Tuhan dan akhirnya menyerah kepada keadaan yang ada. Mereka pun terdorong untuk mencari pertolongan kepada dunia ini: lari kepada dukun, paranormal, ke gunung Kawi, kuburan dan sebagainya. Mereka melupakan kasih karunia yang Tuhan berikan, padahal firman-Nya menegaskan: “Pencobaan- pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13). Sebagai orang percaya, apa pun tantangannya jangan pernah menyerah dan putus asa.

M2. Merenungkan Firman

1. Apa yang menyebabkan banyak orang kristen melupakan kasih karunia yang Tuhan berikan?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : 2 Korintus 12:9

“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”

 

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Pengkhotbah 5:7-19

M1. Menerima Firman

Memang benar, sebagain orang kaya tak pernah nyenyak tidurnya. Karena orang kaya selalu memikirkan kekayaannya atau mencari jalan bagaimana cara memperbanyak kekayaannya. Oleh karena ketidakpuasannya, mereka merasa selalu kurang. Selalu diusahakan untuk memperbanyak kekayaan dengan hati bernafsu. Alkitab berkata: “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan” (1 Timotius 6:9). Memang menjadi fakta bahwa banyak orang terlibat dalam berbagai kasus penipuan dan kasus-kasus yang rumit dengan bank dan lain-lain yang menyebabkan mereka jatuh ke dalam kehancuran. Hal ini semata hanya karena ingin memperoleh kekayaan dengan jalan pintas dan cepat di luar anugerah Tuhan. Dan selalu kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya itu karena kesusahan orang kayapun banyak: “Ada kemalangan yang menyedihkan sendiri. Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatu pun padanya untuk anaknya” (Pkh. 5:12-13). “Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun?” (Amsal 27:24) Tetapi bagi umat Allah harta dunia bukanlah tujuan akhir hidup. Inilah perkataan Yakobus bagi kita: “Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?” (Yakobus 2:5). “Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya — juga itu pun karunia Allah” (Pkh. 5:18). Ada juga Orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatu pun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai oleh kuasa Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.

M2. Merenungkan Firman

1. Apa yang menyebabkan banyak dari kita yang sudah men- dapatkan berkat anugerah tetapi tidak bisa menikmatinya?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Pengkhotbah 6:7

“Segala jerih payah manusia adalah untuk mulutnya, namun keinginannya tidak terpuaskan”