Kategori : Renungan

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 119:1-16

 

Merenungkan Firman 

Bukankah banyak orang Kristen tidak suka dan malas membaca Alkitab? Atau mungkin membaca Alkitab hanya saat berada di gereja atau di persekutuan? Kalau sudah di rumah, “Mana sempat?” Namun jelas dikatakan bahwa “…iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17). Semakin kita dekat dengan Tuhan dan semakin mengenal Dia, semakin kuat pula iman kita bertumbuh. Bagaimana kita dapat mengenal Tuhan lebih dalam? Dengan mempelajari firmanNya! Daud, di sepanjang perjalanan hidupnya, tak pernah lepas dari masalah, tekanan, bahkan ancaman, tapi hal itu tidak membuatnya menjadi lemah dan putus asa, sebaliknya ia semakin kuat menaruh iman percayanya kepada Tuhan. Kuncinya? Daud menyukai firman Tuhan. Ia berkata, “Betapa kucintai TauratMu! Aku merenungkannya sepanjang hari.” (Mazmur 119:97). Semakin karib dengan Tuhan, makin kita mampu berjalan melalui segala cobaan dengan keyakinan di dalam Dia. Jika kita menjadikan Yesus titik fokus perjalanan iman kita, Dia akan mendewasakan dan menyempurnakan iman kita. Tuhan menghendaki dan menginginkan agar kita berjalan dalam iman yang terus bertumbuh, dan iman seperti itu akan kita peroleh hanya dengan diam di dalam rumah Tuhan dan hidup didalam firmanNya. Jika kita menginginkan iman yang kuat kita harus mendisiplinkan diri menyediakan banyak waktu untuk merenungkan firman Tuhan, setiap hari. Sesibuk apa pun kita, mari meluangkan waktu untuk sesuatu yang paling penting yaitu mendalami firmanNya.

 

Kesimpulan:

Dengan menjadikan firman Tuhan sebagai dasar dalam hidup kita, kita harus semakin cinta dengan rumah dan hadirat Tuhan. Karena hanya di dalam rumah Tuhan sajalah kita akan mengalami pertumbuhan iman karena firman Tuhan.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

——————————————————————————————————————————-

 

——————————————————————————————————————————-

 

Ayat Hafalan : Mazmur 119:16

“Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapanMu; firmanMu tidak akan kulupakan.”

 

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 25:1-22

 

Merenungkan Firman 

Seorang dapat membuat pilihan hidup yang benar seiring bertambahnya tingkat kedewasaan rohani. Tingkat kedewasaan rohani tidak ada kaitannya dengan usia, tingkat sosial atau berapa lama menjadi Kristen, tapi berbicara tentang pertumbuhan iman di dalam Tuhan dan bagaimana mengaplikasikan ajaran firman ke dalam kehidupan nyata. Seseorang dikatakan dewasa rohani bila memiliki pancaindera yang terlatih, sehingga mampu membedakan yang baik dari pada yang jahat (baca Ibrani 5:14). Dengan kata lain orang yang dewasa rohani adalah orang yang takut akan Tuhan; dan terhadap orang yang takut akan Dia Tuhan akan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya (ayat nas). Untuk memiliki hati yang takut akan Tuhan kita harus bertumbuh dalam kasih dan memiliki pengenalan (pengetahuan) yang benar akan Tuhan. Jadi kasih dan pengetahuan adalah dua hal yang saling melengkapi dan tak terpisahkan. Saat kita bertumbuh dalam kasih dan pengetahuan yang benar tentang Tuhan, kita beroleh kekuatan untuk membuat pilihan hidup yang benar. Saat kita memilih beribadah kepada Tuhan artinya kita datang ke gereja bukan hanya sebagai rutinitas belaka, melainkan bersedia mempersembahkan seluruh keberadaan hidup kita kepada Tuhan (Roma 12:1). Ibadah sejati berbicara tentang ketaatan, kesetiaan dan pengabdian kita kepada Tuhan. Inilah yang mendorong kita untuk menuruti firman-Nya dan mengikuti jalan-Nya, karena kita tahu bahwa jalan Tuhan adalah yang terbaik bagi kita.

 

Kesimpulan:

Kita perlu tuntunan Tuhan dalam hidup kita, sehingga kita bisa semakin bertumbuh dalam kasih dan pengetahuan kita akan firman Tuhan.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

——————————————————————————————————————————-

 

——————————————————————————————————————————-

 

Ayat Hafalan : Mazmur 25:10

“Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.”

 

MENJADI GEREJA YANG PENUH KASIH

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Kolose 1:3-14

 

Merenungkan Firman 

Sifat apakah yang harus menonjol di dalam gereja? Gereja tercipta karena pengorbanan Kristus yang menyelamatkan umat manusia. Gereja bukan diciptakan oleh manusia, tetapi oleh Kristus. Yesus Kristus adalah Kepala gereja (Kol. 1:18). Kolose 1:1-8 memberikan gambaran yang cukup jelas tentang kasih persaudaraan yang diwujud nyatakan dalam keseha-rian mereka. Kasih persaudaraan itu dapat terlihat dalam diri Paulus yang telah menuliskan surat gembala pada jemaat Kolose. Sebagai seorang rasul Kristus yang mengasihi jemaat, mengirimkan surat gembala untuk membina jemaat adalah suatu tindakan yang baik dan penuh kasih. Paulus tidak tinggal diam ketika ia mengetahui ada persoalan yang terjadi di dalam jemaat tersebut. Dengan penuh kasih Paulus, menyapa, mengajar, menegur dan mengarahkan jemaat menuju pertumbuhan rohani yang lebih baik. Kehidupan jemaat Kolose, walaupun ada kekurangan di sana-sini, juga telah menunjukkan sikap yang saling mengasihi di antara anggota jemaat. Sikap mereka itu rupanya cukup berkesan sehingga menjadi topik pelaporan Epafras kepada Paulus. Hubungan kasih yang terjalin di antara para pelayan Tuhan dengan jemaat ini menjadi penting untuk kita refleksikan bagi kehidupan gereja di masa sekarang. Sudahkah kita membangun hubungan yang demikian di dalam kehidupan gereja kita sekarang? Sebab tanpa itu, peran kita sebagai tubuh Kristus di dunia akan kurang bahkan tidak terasa bagi orang lain.

 

Kesimpulan:

Kita sebagai anggota jemaat harus menunjukkan sikap saling mengasihi. Sebab tanpa hal itu, peran kita sebagai tubuh Kristus di dunia tidak terasa bagi orang lain.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

——————————————————————————————————————————-

 

——————————————————————————————————————————-

 

Ayat Hafalan : Yohanes 15:12

“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” 

 

GEREJA ADALAH TEMPAT UNTUK SEMUA ORANG

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 2 Tawarikh 6:12-42

 

Merenungkan Firman 

Banyak orang justru menghindari gereja ketika sedang menghadapi masalah. Mengapa demikian? Kebanyakan mengatakan bahwa gereja tidak relevan dengan persoalan yang mereka dihadapi. Seperti itulah gambaran gereja dewasa ini, yakni dianggap sebagai tempat kebaktian dan tempat berlangsungnya aktivitas religi. Anggapan ini muncul bisa disebabkan oleh dua faktor: pertama, adanya pemahaman atau cara pandang yang keliru tentang gereja dan kedua, karena gereja sendiri membatasi perannya di dunia ini. Jika yang terjadi adalah hal yang terakhir maka, baik gereja maupun anggotanya perlu belajar dari doa Salomo yang terdapat dalam perikop ini. Doa Salomo menyiratkan visinya tentang bait Allah, yaitu tempat seluruh umat manusia dapat bertemu dan membawa segala persoalan hidupnya (jasmani maupun rohani) kepada Allah. Pertama, bait Allah sebagai tempat mendapatkan keadilan (22-23). Kedua, bait Allah sebagai tempat memohon pengampunan (24-25). Ketiga, bait Allah sebagai tempat meminta berkat (26-27). Keempat, bait Allah sebagai tempat pemulihan (28-31). Kelima, bait Allah sebagai tempat di mana orang asing dapat diterima dan dilindungi (32-33). Dan keenam adalah, bait Allah sebagai tempat memohonkan kemenangan atas sebuah peperangan (34-39). Bila gereja dapat menjadi gereja yang demikian, maka akan ada banyak orang yang menjadikan gereja sebagai bagian hidup. Bukan lagi sebagai tempat yang hanya wajib dikunjungi seminggu sekali. Kita perlu menjadi gereja yang terbuka dan ramah bagi semua orang. Jangan menjadi gereja yang hanya sibuk memikirkan persoalan diri sendiri dan melupakan jiwa-jiwa terhilang di sekitar kita.

 

Kesimpulan:

Jadikan gereja dan diri Anda sebagai alat yang dipakai Allah untuk menjadi berkat bagi semua orang. Jangan menjadi gereja yang hanya sibuk memikirkan persoalan diri sendiri dan melupakan jiwa-jiwa terhilang di sekitar kita.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

——————————————————————————————————————————-

 

——————————————————————————————————————————-

 

Ayat Hafalan : Matius 5:16

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

 

MILIKI GAIRAH DI DALAM RUMAH TUHAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 122:1-9

 

Merenungkan Firman 

Ketika tiba hari Minggu, dan saatnya untuk ke rumah Tuhan, perasaan apa yang muncul di hati kita? Setelah lelah bekerja selama lima atau enam hari, bagaimana keadaan hati kita ketika pergi ke rumah Tuhan? Seringkali “sukacita” bukanlah jawaban yang ada di hati kita bukan? Bagi orang-orang yang aktif terlibat dalam pelayanan mungkin yang terbayang adalah keletihan yang akan dihadapi sepanjang hari Minggu. Sebagian orang mungkin merasa tidak enak, ada yang mengganjal kalau belum ke gereja. Ada pula yang merasa biasa-biasa saja karena ke gereja adalah bagian dari agenda rutin mingguan. Daud mengungkapkan betapa bersukacita dan bergairahnya dia ketika orang mengajak dia pergi ke rumah Tuhan. Mazmur ini banyak berbicara tentang Yerusalem. Namun kita melihat di ayat 9 bahwa Yerusalem menjadi sumber sukacita dan gairah Daud bukan karena kota itu sendiri, melainkan karena adanya Bait Allah di situ. Dalam konteks kita, kita bisa meletakkan gereja dalam pandangan yang sama seperti Daud memandang Yerusalem. Lalu, Waktu melangkahkan kaki ke gereja, apa perasaan kita? Adakah kita memiliki sukacita dan gairah seperti yang Daud miliki? Di dalam rumah Tuhan kita disegarkan kembali oleh perjumpaan dengan Allah. Jika sukacita dan gairah itu telah pudar di makan waktu, di makan kesibukan kita di gereja, di makan oleh keletihan pelayanan kita, inilah saatnya kita berhenti dan berdoa, meminta Tuhan memulihkan kembali sukacita dan gairah untuk datang ke rumah Tuhan: bersekutu dengan saudara seiman dan memuji Allah.

 

Kesimpulan:

Di dalam rumah Tuhan kita akan disegarkan lewat pujian penyembahan, dan firman Tuhan akan menguatkan kita supaya kita memiliki gairah untuk terus mencintai rumah Tuhan.

 

Berkat rohani apa yang Anda terima hari ini?

 

——————————————————————————————————————————-

 

——————————————————————————————————————————-

 

Ayat Hafalan : Mazmur 26:8

“TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaanMu bersemayam.”