Kategori : Renungan

MENJAGA KEKUDUSAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Daniel 1:1-21

M1. Menerima Firman

Hari ini kita belajar dari seorang muda yang mampu ‘mengalahkan dunia’. Daniel adalah orang muda yang memiliki roh luar biasa dan memiliki kualitas hidup di atas rata-rata. Dan Daniel adalah salah seorang dari orang-orang muda pilihan yang ditangkap dan dibawa oleh Nebukadnezar, raja Babel, pada waktu Yerusalem runtuh. “…orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.” (Daniel 1:4). Di negeri Babel, oleh pemimpin pegawai istana, nama Daniel diganti menjadi Beltsazar. Meski berada di negeri pembuangan, grafik kehidupan Daniel bukannya makin merosot, justru sebaliknya makin hari makin naik seperti janji firmanNya, “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun,” (Ulangan 28:13). Keberhasilan Daniel didapat bukan karena melakukan kecurangan, suap atau kompromi, tapi karena ia memiliki kualitas hidup yang ‘berbeda’ dari orang lain. Inilah yang dilakukan Daniel: pertama, ia berkomitmen untuk hidup kudus. Bukanlah perkara yang mudah bagi anak muda untuk tidak menajiskan diri dari perkara-perkara duniawi. “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.” (Daniel 1:8). Daniel bersikap tegas dan tidak mau berkompromi sedikit pun dengan dosa dan tetap berkomitmen untuk menjaga kekudusan hidupnya.

M2. Merenungkan Firman

1. Apa yang yang membedakan Daniel dengan orang lainnya sehinga ia mengalami keberhasilan demi keberhasilan?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3, Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Lukas 1:75 

“Dalam kekudusan dan kebenaran dihadapan-Nya seumur hidup kita.”

TAMPIL SEBAGAI PEMENANG!

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Roma 8:31-39

M1. Menerima Firman

Siapa itu pemenang? Seorang pemenang bukanlah orang yang tidak pernah gagal atau orang yang sempurna tanpa cela atau juga orang yang tidak pernah punya persoalan dalam hidupnya. Seorang pemenang adalah orang yang pernah gagal tapi mau bangkit dan berusaha sampai ia meraih kemenangan; orang yang penuh ketekunan dan kesabaran melewati setiap ujian dan persoalan hidupnya tanpa keluh kesah dan persungutan, hingga ia memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan. Setiap anak Tuhan dirancang bukan untuk menjadi pecundang atau mengalami kekalahan dalam hidupnya. Tetapi Alkitab menegaskan bahwa setiap orang percaya diciptakan dan dirancang Tuhan dengan potensi untuk menjadi pemenang. Bisa menjadi pemenang dalam kehidupan rumah tangga, mencapai kesuksesan, mencapai mimpi-mimpi besar dan masih banyak lainnya. Terlepas Berbicara soal kemenangan dalam hidup ini menyangkut pula tentang proses yang harus kita dijalani. Proses yang dimaksud meliputi perjuangan, kesabaran, ketekunan. Kita bisa belajar dari perjalanan hidup Yusuf. Ketika ia memperoleh mimpi dari Tuhan, apakah mimpinya itu langsung menjadi kenyataan? Tidak. Bahkan Yusuf harus mengalami proses yang begitu panjang dan berat, yang sepertinya sangat bertolak belakang dengan mimpinya itu. Namun ia tetap tekun, sabar dan senantiasa mengarahkan pandangannya hanya kepada Tuhan. Kegagalan- kegagalan di masa lalu tidak menjadi ukuran bahwa seseorang akan gagal seterusnya. Karena itu milikilah sikap hati yang benar sehingga di segala keadaan kita tetap bisa mengucap syukur dan senantiasa berpikiran positif. Jangan pernah menyalahkan orang lain, tapi belajarlah untuk selalu mengoreksi diri! Tetaplah bertekun di dalam Tuhan karena kemenangan orang percaya ada di dalam Dia sepenuhnya.

M2. Merenungkan Firman

1. Langkah langkah apa yang harus kita lakukan untuk bisa tampil menjadi seorang pemenang?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3, Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Roma 8:31b

“Jika Allah ada di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”

BERKAT BAGI ORANG JUJUR

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Kejadian 43:1-34

M1. Menerima Firman

Orang-orang dunia boleh saja berkata, “Jujur itu hancur”, tapi sebagai anak-anak Tuhan kita harus berani berprinsip, “…aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.” (Kisah 24:16). Tidak ada kata ‘rugi’ apalagi sia-sia bila kita hidup jujur. Justru sebaliknya ada berkat-berkat luar biasa yang disediakan Tuhan bagi orang yang jujur. Ayat nas di atas jelas menyatakan bahwa Tuhan sangat mengasihi orang yang jujur jalannya, bahkan Alkitab mencatat: “…dengan orang jujur Ia bergaul erat.” (Amsal 3:32). Ternyata Tuhan sangat memperhatikan orang-orang yang hidupnya jujur dan doa orang jujur pasti berkenan padaNya! Suatu ketika saudara-saudara Yusuf menemukan uang di dalam karung mereka setelah membeli gandum di Mesir. “…tampaklah ada pundi-pundi uang masing-masing dalam karungnya;” (Kejadian 42:35). Pastilah uang yang tidak sedikit jumlahnya! Apa yang kita lakukan jika kita mengalami peristiwa yang demikian? Mengembalikan uang tersebut atau kita malah diam saja dan berkata, “Wah…rejeki nomplok nih, kita ambil saja!”? Tapi inilah yang dilakukan saudara-saudara Yusuf, “…ketika kami sampai ke tempat bermalam dan membuka karung kami, tampaklah uang kami masing-masing dengan tidak kurang jumlahnya ada di dalam mulut karung. Tetapi sekarang kami membawanya kembali.” (Kejadian 43:21). Mereka mengembalikan uang yang bukan haknya itu. Mereka telah lulus ujian kejujuran! Ternyata saudara-saudara Yusuf telah mengalami perubahan karakter, berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya di mana mereka telah memasukkan Yusuf ke dalam sumur dan menjualnya kepada para saudagar Midian dan membawa berita tidak jujur kepada ayahnya (Yakub) dengan mengatakan bahwa Yusuf telah mati diterkam binatang buas. Karena jujur, saudara-saudara Yusuf diberkati di tengah kelaparan yang melanda negerinya; mereka tetap terpelihara!

M2. Merenungkan Firman

1. Berkat apa yang diterima saudara-saudara Yusuf ketika mereka jujur? Apakah Anda mau mengalaminya?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3, Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Mazmur 50:23b

“Siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.”

 

SEMANGAT DAN TANGGUNG JAWAB DALAM BEKERJA

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 2 Tesalonika 3:1-15

M1. Menerima Firman

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa pekerjaan hanya- lah sebagai kewajiban rutin belaka yang harus kita kerjakan setiap hari di kantor, pabrik, atau toko demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tak jarang dari kita yang menjadikan pekerjaan itu sebagai beban, sehingga ketika kita mendapat kesibukan dengan intensitas yang sangat tinggi kita menjadi mudah marah, mengeluh, menggerutu, mengomel atau jengkel kepada teman kerja. Kita pun bekerja dengan setengah hati. Hal ini akan berbeda bila kita menganggap bahwa pekerjaan itu sebagai anugerah dari Tuhan, di mana kita akan bekerja dengan tulus ikhlas, rela melayani dan tidak hitung-hitungan. Apa pun bentuk tugas dan tanggung jawab yang diberikan, kita akan mengerjakannya dengan penuh ucapan syukur. Tidak ada keluh kesah apalagi umpatan karena ketidakpuasan terhadap pimpinan atau rekan kerja, karena kita menyadari bahwa melalui pekerjaan Tuhan memberkati dan memelihara hidup kita. Dengan bekerja kita mendapatkan upah, bahkan tidak hanya itu, Tuhan juga memberkati kita dengan jabatan, tunjangan dan fasilitas lainnya. Itulah sebabnya Rasul Paulus menegur keras orang Kristen yang tidak mau bekerja, bermalas-malasan saja dan lebih suka mengharapkan uluran tangan dari orang lain padahal usia mereka masih produktif. Hari ini melalui firmanNya Tuhan mengingatkan kita agar sebagai karyawan atau pekerja supaya bekerja dengan penuh tanggung jawab dan selalu ingin memberi yang terbaik. Tertulis: “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah.” (Kolose 3:23-24). Kita harus sadar bahwa melalui pekerjaan juga segala talenta atau bakat yang ada pada kita semakin dipertajam oleh Tuhan. Jadi di mana pun saat ini Saudara ditempatkan Tuhan untuk bekerja, bekerjalah dengan sepenuh hati, jangan curang dan lakukan yang terbaik, maka Tuhan akan memberkati kita melalui pekerjaan kita itu, dan apapun yang kita impikan akan tercapai selama kita hidup benar dan bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri dan Tuhan.

M2. Merenungkan Firman

1. Mengapa kita dituntut untuk hidup bersemangat dan ber- tanggung jawab dalam hal apapun termasuk pekerjaan kita?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3, Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Yesaya 40:29

“Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah sema-ngat kepada yang tidak berdaya.”  

KEKUDUSAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 1 Raja-Raja 14:21-31

M1. Menerima Firman

Terlepas dari kesalahan yang dilakukan di akhir hidupnya, Salomo adalah raja Israel yang diberkati Tuhan secara melimpah; kekayaannya tak tertandingi oleh bangsa mana pun. “Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat.” (1 Raja-Raja 10:23). Istananya megah, bahkan semua perabotan perbendaharaan rumah Tuhan pun terbuat dari emas. Itulah sebabnya ia menjadi buah bibir di antara bangsa-bangsa. Alkitab mencatat bahwa Salomo memerintah atas Israel 40 tahun lamanya. Setelah Salomo mati, tampuk ke-pemimpinan dilanjutkan oleh anaknya yaitu Rehabeam. Sayangnya ia tidak dapat mempertahankan apa yang telah dirintis oleh ayahnya. Rehabeam justru melakukan banyak pelanggaran yang menyebabkan bangsa Israel berdosa kepada Tuhan: “…orang Yehuda melakukan apa yang jahat di mata Tuhan dan mereka menimbulkan cemburuNya dengan dosa yang diperbuat mereka, lebih dari pada segala yang dilakukan nenek moyang mereka.” (1 Raja-Raja 14:22). Bahkan semua perabotan rumah Tuhan yang terbuat dari emas tak dapat mereka jaga dan pertahan-kan, semuanya dirampas oleh musuh, yaitu Sisak raja Mesir. Tetapi Rehabeam tidak kehabisan akal, dia mengganti semua perabotan emas itu dengan tembaga. Kualitas yang sangat rendah bila dibandingkan dengan emas! Saat ini banyak orang Kristen yang tidak lagi memiliki kualitas ‘emas’ di hadapan Tuhan, tetapi hanya ‘tembaga’: menjalani kehidupan rohaninya asal-asalan, asal berdoa, asal baca Alkitab, asal ke gereja. Kita tidak lagi hidup dalam kekudusan dan dengan mudahnya berkompromi dengan dosa. Jadi, kekudusan adalah syarat mutlak! “…sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.” (Ibrani 12:14b). Kita juga menjalankan ibadah dan pelayanan tak lebih dari sekedar kegiatan rutin atau kebiasaan semata. Namun pada saatnya pekerjaan kita akan diuji!

M2. Merenungkan Firman

1. Mengapa kekudusan sangat penting dalam kehidupan orang percaya?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3, Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan  : 1 Petrus 1:15.

“…hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,”