Kategori : Renungan

BERSAMA YESUS PASTI BISA

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Mazmur 16:1-11

M1. Menerima Firman

Momen apa yang paling membuat Saudara merasakan sukacita?  Ada berbagai alasan seseorang mengalami sukacita dalam hidupnya:  seseorang bersukacita saat ia mendapatkan arisan;  saat berada di kursi pelaminan dengan orang yang dicintainya;  ketika memiliki uang banyak;  ketika lulus ujian atau diwisuda sebagai sarjana;  ketika dianugerahi anak.  Seseorang yang menderita sakit akan bersukacita ketika dokter menyatakan bahwa ia sudah sembuh dan boleh pulang dari rumah sakit;   Begitu pula seorang karyawan akan bersukacita ketika tiba waktu menerima gaji atau mendapat promosi jabatan dari pimpinan. Namun, berapa lama sukacita itu akan bertahan?  Sukacita yang ditawarkan oleh dunia ini sifatnya hanya sementara, tidak akan bertahan lama.  Lalu, di manakah kita menemukan sukacita yang sejati dan berlimpah-limpah itu?  Rasul Paulus menasihati,  ”Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!  Sekali lagi kukatakan:  Bersukacitalah!”  (Filipi 4:4).  Mungkin kita berkata:  “Teorinya gampang, tetapi prakteknya? Bagaimana bisa bersukacita jika kita sedang dalam masalah, sakit-penyakit, punya banyak hutang, toko sepi, perusahaan lagi bangkrut dan sebagainya.”  Rasul Paulus sendiri ketika dia menulis surat himbauan kepada jemaat di Filipi bukan disaat ia sedang  dalam keadaan baik-baik saja karena menerima berkat dari Tuhan, tetapi justru saat ia berada dalam penderitaan dan kesesakan (dalam penjara). Sukacita yang dari Tuhan tidak bergantung pada situasi dan kondisi yang ada di sekitar kita karena sukacita itu berasal dari dalam, yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Memang benar kita tidak bisa bersukacita dengan kekuatan kita sendiri, untuk itu mintalah Kekuatan Tuhan dan biarkan Dia yang akan bekerja didalam diri kita maka Sukacita Sejati yang tak lekang oleh waktu itu akan kita temukan di dalam Tuhan Yesus.  Dikatakan bahwa “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” (Yohanes 15:10-11). Taati Firman-Nya dan Percayalah bahwa “…Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”  (Roma 8:28). BERSAMA YESUS KITA BISA.

M2. Merenungkan Firman

Apa yang dimaksud dengan sukacita sejati menurut anda?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan :  Filipi 4:4

“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!  Sekali lagi kukatakan:  Bersukacitalah!” 

PADAMKAN ROH = TIDAK ADA KUASA TUHAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  1 Tesalonika 5:1-22

M1. Menerima Firman

Tekun berdoa, tetap bersukacita dan mengucap syukur dalam segala hal adalah cara untuk mengatasi agar Roh yang ada di dalam kita tidak redup dan padam.  Firman Tuhan mengingatkan, ”Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”  (Roma 12:11).  Namun akhir-akhir ini ada banyak orang Kristen yang rohnya makin hari makin padam, tidak lagi menyala-nyala bagi Tuhan. Ketika kita memadamkan Roh Tuhan yang ada di dalam kita, kita sedang membatasi Dia untuk bekerja di dalam kita.  Kita tahu bahwa Roh Tuhan itu kuasaNya tak terbatas dan Ia  “…lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.”  (1 Yohanes 4:4).  Tak bisa dibayangkan betapa dahsyatnya jika Roh Tuhan bekerja di dalam diri orang percaya.  Sayangnya kita justru seringkali memadamkannya, artinya kita sendiri yang membatasi Roh Tuhan bekerja sehingga Ia tidak dapat berkarya secara leluasa dan bebas.  Sadar atau tidak sadar itu seringkali kita lakukan.  Kapan?  saat kita bermuram durja atau bersedih hati.  Saat itu pula sesungguhnya kita sedang memadamkan Roh Kudus yang ada di dalam kita.  Firman Tuhan jelas menasihati kita, “Bersukacitalah senantiasa.”  (1 Tesalonika 5:16).  Daud berkata,  ”Orang benar akan bersukacita karena TUHAN”  (Mazmur 64:11). Masalah atau penderitaan yang terjadi dalam kehidupan ini seharusnya tidak dengan serta-merta membuat kita kehilangan sukacita dan semangat dan  “Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?”  (Amsal 18:14). Dengan keyakinan bahwa  “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”  (Filipi 4:13), hari-hari Daud senantiasa dipenuhi puji-pujian:  “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.”  (Mazmur 34:2). Segala waktu artinya di segala keadaan, baik itu susah maupun senang, suka dan duka.  Bahkan Alkitab mencatat tujuh kali dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan  (baca  Mazmur 119:164)! Bersukacitalah senantiasa supaya Roh Tuhan tidak padam!

 

M2. Merenungkan Firman

Apa saja yang akan kita dapatkan jika kita selalu bersukacita dalam keadaan apapun?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Mazmur 64:11  

Orang benar akan bersukacita karena TUHAN” 

BERHENTILAH MENGELUH

Bacaan Firman Tuhan hari ini :    2 Korintus 8:1-15

M1. Menerima Firman

Tugas dan tanggung jawab gereja Tuhan di tengah-tengah dunia tidaklah mudah, harus berdampak dan menjadi berkat bagi dunia.  Hari ini kita akan belajar dari kehidupan jemaat di Makedonia.  Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa jemaat Makedonia bukanlah orang-orang yang kaya (berada), tetapi mereka adalah orang-orang yang secara materi sangat pas-pasan (miskin), bahkan ayat nas menyatakan pula bahwa jemaat Makedonia juga sedang dalam pencobaan yang berat:  keadaan mereka miskin, dan sedang berada dalam ‘ujian’.  Adalah pekerjaan mudah bagi kita untuk bersukacita dan memuji-muji Tuhan ketika keadaan kita sedang baik, tidak ada masalah, kondisi sehat (tidak sakit), usaha lancar, anak-anak berhasil dalam studi dan sebagainya.  Sebaliknya jika sedang dalam masalah dan pergumulan yang berat, terbaring lemah karena sakit, kita gampang mengeluh, mengomel, bersungut-sungut, murung sepanjang hari dan putus asa, rasa-rasanya kita sudah tidak berpengharapan lagi.  Lalu kita mungkin akan berkata,  “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku. Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang.”  (Mazmur 22:2-3).  Berbeda dengan jemaat Makedonia.  Walaupun berada dalam pencobaan dan penderitaan yang berat mereka tetap mampu bersukacita, bahkan sukacita mereka meluap.  Bagaimana mungkin?  Karena mereka percaya bahwa  “…Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”  (Roma 8:28). Tetapi bisa mengucap syukur di segala keadaan membuktikan bahwa jemaat Makedonia bukanlah jemaat ‘kanak-kanak’ melainkan jemaat yang dewasa rohani.  Mampukah kita seperti mereka?  Rasul Paulus menasihati,  “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”  (1 Tesalonika 5:18). Belajarlah mengucap syukur dan berhentilah untuk mengeluh, karena dalam segala perkara Tuhan turut bekerja!

 

M2. Merenungkan Firman 

Kenapa kita harus berhenti mengeluh jika menghadapi masalah dan di haruskan untuk selalu mengucap syukur?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan :  Roma 8:28

“…Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” 

TETAP BERSUKACITA DALAM KESENGSARAAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Roma 5:1-11

M1. Menerima Firman

Ada seseorang yang tersesat di dalam gua yang gelap gulita. Tidak ada lagi senter atau lilin yang dapat dipakai. Tapi nun jauh di ujung pandangan matanya, ada setitik kecil cahaya. Dengan terseok2, orang itu melewati segala rintangan yang ada, dalam kegelapan, fokus kepada arah menuju titik cahaya tersebut. Dan ketika ia sampai disana, selamatlah ia. Bayangkan seorang atlit angkat besi. Mereka mengangkat beban2 berat untuk memperoleh otot2 yang besar. Seandainya mereka hanya mengangkat beban ringan, tentu otot mereka pun akan kecil terbentuk. Jika kita tarik benang merah dari dua ilustrasi diatas, kita akan melihat bahwa ada pengharapan dan ada kemenangan dari sebuah rintangan, ujian ataupun beban. Dalam hidup ini, siapapun kita, ada kalanya kita mendapat masa-masa sulit, beban hidup berat, kepedihan, penderitaan maupun kesengsaraan. Tapi ingatlah, bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan anak2Nya mengalami ujian hidup tanpa tujuan. Seandainya tidak ada masa sulit, tidak akan ada penderitaan dalam hidup, dan kita juga akan menjadi mahluk dengan rohani lemah. Itu sebabnya Tuhan mengajak kita untuk bersukacita dalam setiap pergumulan hidup. Yakinlah, di ujung pergumulan itu akan ada sesuatu yang dapat kita tuai, yang akan menghasilkan kekuatan dan keteguhan iman, dan menjadikan kita tahan uji dengan mental yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Seberat apapun pergumulan yang sedang anda hadapi, hadapilah dengan sebuah keyakinan, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak2Nya sendirian menghadapi masalah. Segelap apapun jalan anda saat ini, ada setitik cahaya keselamatan dan sukacita didepan sana. Jika kita tahu bahwa Tuhan tetap ada bersama kita, dan sedang membentuk kita, kenapa harus takut? Terimalah semua pergumulan anda dengan keyakinan penuh, dan rayakanlah perubahan-perubahan  kerohanian anda dalam prosesnya. Tuhan sudah sering kali membangun tokoh2 dan nabi2 luar biasa setelah mereka berhasil melewati proses pergumulan dan penderitaan. Percayakan semuanya ke dalam tanganNya, karena Tuhan punya rancangan yang terbaik bagi kita semua. Bermegah dalam penderitaan, bersukacita dalam kesengsaraan. Ijinkan Tuhan membangun kita untuk menjadi anak2Nya yang luar biasa.

M2. Merenungkan Firman 

Mengapa banyak orang kristen ketika mengalami kesengsaraan, susah untuk tetap bersukacita tetapi lebih mudah untuk menggerutu?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Roma 5:11

“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan”

HIDUP YANG SEHAT = SUKACITA

Bacaan Firman Tuhan hari ini :  Filipi 4:2-9

M1. Menerima Firman

Semua orang ingin hidup bersukacita dan bergembira. Dan Alkitab pun kerap kali mengingatkan kita untuk hidup dengan bersukacita. Tapi pada kenyataan dalam kehidupan sehari-hari sukar sekali mewujudkan sukacita di dalam diri kita. Hidup yang sehat adalah hidup yang bersukacita. Tapi masalahnya adalah kita harus benar-benar berjuang keras untuk menjadi sukacita. Karena sering kali kita harus menjumpai situasi dalam hidup yang tidak membawa sukacita. Nah hal-hal seperti itulah yang akhirnya menurunkan kadar sukacita dalam hidup kita. Paulus meminta kita untuk bersukacita. Salah satu ciri khas kehidupan Kristiani adalah kehidupan yang penuh sukacita.  sukacita Kristiani bukanlah bersumber dari situasi yang kita hadapi melainkan dari Kristus sendiri. Sukacita dari Kristus adalah sukacita hidup bersama Kristus, yang berarti bahwa kita tidak sendirian. Kristus mendampingi dan akan memberi kekuatan kepada kita untuk menghadapi segala tantangan hidup. Setiap saat kita diperhadapkan dengan dua pilihan. Pilihan tetap memandang Kristus atau pilihan tidak lagi memandang Kristus. Sukacita itu perlu dipelihara. Paulus menegaskan bahwa kita membawa segala kekhawatiran kita dalam doa dan pengucapan syukur. Ini merupakan kata yang luar biasa pentingnya yaitu bersyukur. Paulus menekankan bahwa kita bisa memelihara sukacita dengan cara hidup bersyukur. Bersyukur berarti melihat apa yang telah Tuhan berikan atau lakukan. Masalahnya adalah kita hanya ingin melihat apa yang seharusnya Tuhan berikan atau lakukan. Kita menjadi gagal melihat apa yang Tuhan telah perbuat dalam hidup kita, kita hanya memfokuskan pada apa yang seharusnya Tuhan lakukan dalam hidup kita. Salah satu cara yang jelas untuk merefleksikan bahwa kita ini hidup bersyukur adalah kita mempunyai wawasan hidup yang positif. Jadi orang yang bersyukur itu cenderung positif, dia tidak melihat hidup itu gelap atau suram. Dia menantikan hari esok, dia tahu bahwa ada berkat Tuhan untuk hari esok, dia bersedia membantu orang, dia bersedia memercayai orang karena dia tahu bahwa masih ada kesempatan untuk orang itu bisa berubah dengan dia menolongnya. Dengan kata lain dia positif; dia berpandangan positif. Hatinya penuh sukacita karena hatinya penuh sukacita maka dia melihat hidup itu dengan lebih cerah. Dengan kata lain, kita bisa melihat siklus, makin seseorang bersyukur, makin dia bersukacita. Dan makin dia bersukacita makinlah dia positif melihat hidup ini. Dan yang kita tahu pasti adalah Tuhan pun akan bersukacita, melihat anak-anak-Nya hidup bersyukur.

 

M2. Merenungkan Firman 

Bagaimanakah kita dapat hidup bersukacita dan bagaimana memilihara sukacita itu?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain

Ayat hafalan : Filipi 4:4

“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!