Kategori : Renungan

BERJUANG DEMI KESETIAAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Amsal 3:1-26

M1. Menerima Firman

Kesetiaan selalu didasari dengan kasih, contoh: Seseorang setia pada tuannya karena mencintai pekerjaan yang dilakukannya; seorang istri setia pada suaminya karena dasar kasih yang mengikat hatinya, begitu pula sebaliknya. Kesetiaan tidak datang dengan sendirinya namun perlu dilatih setiap saat, karena kesetiaan tidak dapat dibatasi oleh waktu maupun keadaan apa pun. Orang bisa dikatakan setia apabila kasih orang tersebut tidak mudah pudar meskipun dalam keadaan susah atau senang, baik atau tidak baik keadaannya. Maka dari itu perlu adanya hubungan dekat untuk saling mengenal, memahami, dan mengerti kepribadian seseorang yang kita kasihi agar terwujud satu kesetiaan yang kokoh. Bagaimana dengan kesetiaan kita pada Tuhan? Di kala hidup kita tidak ada masalah dan baik-baik saja kita bisa berkata, “Tuhan itu baik bagiku.” Namun saat kita mengalami suatu proses yang mengharuskan kita untuk menderita bagi Tuhan, apakah kita tetap setia melayaniNya? Seperti halnya seorang sahabat akan dikatakan setia apabila ia dalam keadaan susah, sedih, menderita selalu ada untuk menghibur, menguatkan dan menolong kita, sebab seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan rela berkorban untuk sahabatnya, bahkan dikatakan, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yohanes 15:13). Yesus adalah teladan pribadi yang setia; Ia setia sampai mati di atas kayu salib demi menebus dosa-dosa kita. Daud pun memiliki pengalaman betapa kesetiaan Tuhan itu tidak pernah berubah. Dikatakannya demikian, “Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-selamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.” (Mazmur 100:5). Mari kita wujudkan kesetiaan itu melalui perbuatan, bukan hanya perkataan semata. Dalam keadaan apa pun tetaplah setia melayani Tuhan dan lakukan kehendakNya, karena pada saatnya kelak kesetiaan tersebut akan mendatangkan upah.

M2. Merenungkan Firman

1. Apa yang dibutuhkan untuk kita tetap menjaga kesetiaan itu?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Amsal 3:3 

“Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu.”

 

TETAP SEMANGAT APAPUN YANG TERJADI

 

Bacaan Firman Tuhan hari ini : 2 Tawarikh 15:1-19

M1. Menerima Firman

Banyak persoalan atau masalah yang menimpa kita setiap saat. Entah itu kaum muda, anak-ana atau pun orang tua, kita hidup didunia ini selalu berhadapan dengan yang namanya pergumulan atau persoalan. Ingat, kita jangan boleh menyerah, walau badai apapun yang menerpa hidup kita. Sebab Tuhan katakan pencobaan yang kita alami tidak pernah melebihi kekuatan kita. Ada banyak hambatan-hambatan dalam kita meraih sebuah keberhasilan antara lain sikap yang putus asa, patah semangat, menyerah, keinginan untuk mundur, tidak mau berusaha dan lain sebagainya. Sikap ini kalau dibiarkan akan membuat kita frustasi. Dalam menghadapai masalah. siapapun membutuhkan yang namanya “Semangat” untuk berjuang dan bangkit, bersama Tuhan kita sampai pada tujuan yang diinginkan. Melalui Yesus Kristus kita memohon kepada Allah, untuk menerima kekuatan dan semangat agar mampu menghadapi situasi ini. Orang yang bersemangat adalah orang-orang yang tidak mau menyerah, tidak mau terpengaruh oleh keadaan, sekalipun itu kurang baik. Orang yang bersemangat akan tetap optimis, mereka percaya besama dengan Allah, akan dimampukan untuk menghadapai setiap pesoalan hidup ini. Filipi 4 : 13 mengatakan Tuhan akan memberikan kekuatan kepada kita. Tetaplah percaya pada Firman Allah yang berkuasa. Jadilah orang-orang yang bersemangat dalam hidup ini, apapun yang sedang terjadi dalam hidupmu, tetaplah miliki semangat. Semangat sangat perlu untuk kita mendapatkan apa yang kita ingin capai. Dengan semangat kita tetap mengarahkan pandangan kita kepada tujuan dan ada usaha untuk mencapainya. Semangat merupakan jalan untuk memperoleh apa yang kita butuhkan. Tetap semangat dan miliki keberanian untuk melakukan Firman Allah, jangan pernah menyerah dan tetap teguh pegang janji Tuhan, sampai menjadi sebuah kenyataan. Kalau semangatmu sedang lemah, bangkitlah mencari Tuhan dengan berdoa, membaca Firman Allah. Pasti ada kekuaran baru dan upah yang akan diberikan-Nya.

M2. Merenungkan Firman

1. Apakah yang menyebabkan Asa berani menyingkirkan dewa-dewa di dari seluruh tanah Yehuda?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : 2 Tawarikh 15:7 

“Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!”

HATI YANG JUJUR DAN TERBUKA

 

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Lukas 18:9-14

M1. Menerima Firman

Keadaan hati kita dalah faktor penting dalam hubungan dengan Tuhan karena yang dinilai Tuhan bukanlah paras, perawakan atau pun kepandaian, melainkan isi hati kita. “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (1 Samuel 16:7b). Untuk menggambarkan keadaan hati manusia, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan: “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.” (Lukas 18:10). Orang Farisi adalah tokoh agama yang tahu banyak tentang isi Alkitab. Tapi sayang hatinya penuh kesombongan dan kemunafikan, merasa bersih dari dosa, tanpa cacat cela seperti tertulis: “Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepadaMu, karena aku tidak sama seperti orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.” (Lukas 18:11-12). Otomatis orang Farisi merasa tidak lagi memerlukan belas kasih dan anugerah Tuhan; orang sehat tentunya tidak memerlukan dokter/tabib. Sebaliknya,“…pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.”(Lukas 18:13). Kejujuran dan keterbukaan hati si pemungut cukai telah membuka pintu rahmat Tuhan. Permohonan belas kasih yang dipahat dari jeritan hati yang remuk selalu menyentuh hati Tuhan. Tuhan berkata, “Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain (Farisi) itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”(ayat 14).

M2. Merenungkan Firman

1. Mengapa Yesus membenci orang yang tidak jujur dan munafik?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Mazmur 34:19 

“TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”  

TETAP SETIA MESKI MELEWATI UJIAN

Bacaan Firman Tuhan hari ini : Titus 2:1-10

M1. Menerima Firman

Di akhir zaman ini kesetiaan mahal harganya. Sulit sekali menemukan orang yang setia. “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang yang setia, siapakah menemukannya?” (Amsal 20:6). Tidak sedikit dari kita yang menyerah dan berhenti dari apa yang sedang dikerjakan Tuhan dalam hidup kita, hanya sesaat sebelum Tuhan menyatakan pertolongan dan kuasaNya. Sayang sekali, bukan? Jadi selama masa ujian kita harus tetap setia, sebab kita tidak pernah tahu kapan kita akan menuai hasilnya. Orang yang setia adalah orang yang layak dipercaya dan konsisten. Selalu ada upah bagi orang-orang yang setia. Karena itu kita harus setia di mana pun Tuhan menempatkan kita. Terhadap orang-orang yang memiliki otoritas kita harus belajar menghormati dan taat kepadanya, sebagai ujian yang nyata atas kesetiaan dan ketaatan kita. Kita bisa belajar dari pribadi Daud. Meski terus diburu dan dikejar-kejar oleh Saul yang hendak membunuhnya, Daud tidak menaruh dendam dan sakit hati kepada Saul. Daud tetap setia dan taat kepada Saul sebagai pemilik otoritas di atasnya. Bahkan ketika ia memiliki kesempatan membalas semua perbuatan Saul terhadapnya, ia tidak melakukannya. “‘Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi Tuhan, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan.’ Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul.” (1 Samuel 24:7-8). Daud sangat menghargai dan menghormati urapan Tuhan dalam diri Saul. Ia belajar untuk tetap mengandalkan Tuhan dan menantikanNya dengan setia. Ia tidak bangkit melawan Saul. Mari kita belajar setia meski tidak ada orang yang tahu atau memperhatikan apa yang sedang kita alami. Walaupun banyak tantangan dan ujian jangan menjadi lemah dan kecewa, tetapi setia mengerjakan apa yang telah dipercayakan Tuhan kepada kita, karena Tuhan sedang mengerjakan suatu pekerjaan yang besar di dalam hidup kita. Ia sedang membentuk karakter di dalam hidup kita dan memperlengkapi kita untuk jangka panjang.

M2. Merenungkan Firman

1. Mengapa Tuhan mencari orang yang setia?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Mazmur 18:26

“Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela.”   

BERTAHAN DALAM UJIAN

 Bacaan Firman Tuhan hari ini : Yakobus 1:12-18

M1. Menerima Firman

Menjalani hidup sebagi orang Kristen bukanlah berarti langkah kita menjadi mudah dan tanpa masalah; sebaliknya kita justru menghadapi banyak ujian/pencobaan. “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,” (Filipi 1:29). Namun, ujian dan pencobaan yang kita alami itu semuanya mendatangkan kebaikan bagi kita; Tuhan ingin melihat sejauh mana kualitas iman anak-anakNya. Ada dua kemungkinan yang akan terjadi apabila seseorang mengalami ujian dan pencobaan: ia kecewa dan meninggalkan Tuhan, atau akan semakin tekun dan melekat kepadaNya sehingga imannya semakin bertumbuh dan dewasa. Adakalanya Tuhan memperingatkan kita dengan keras melalui keadaan atau situasi yang kita alami supaya kita belajar bergantung penuh kepadaNya dan berdiri di atas dasar iman yang teruji. Iman yang teruji tidak terjadi dalam semalam, namun harus melewati proses yang panjang, yang di dalamnya terkandung unsur ketekunan dan kesetiaan. Beberapa proses ujian yang harus kita alami adalah:

1. Kelimpahan. Hal lain, selain masalah dan penderitaan, yang terkadang diijinkan untuk menguji iman kita adalah kelimpahan. Banyak anak Tuhan yang jatuh dalam dosa justru pada waktu ia diberkati dan dalam kelimpahan. Ketika sedang susah atau dalam keadaan miskin biasanya seseorang lebih mengutamakan Tuhan. Tetapi pada waktu mengalami pemulihan, diberkati dan menjadi kaya, ia mulai lebih dekat dengan hartanya dibanding dengan Tuhan; yang diutamakan dan dicari bukan lagi Tuhan, melainkan dunia dengan segala kesenangannya.
2. Peristiwa buruk. Hal ini pernah dialami Ayub, padahal ia seorang yang “saleh dan jujurl ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” (Ayub 1:1). Semua anaknya mati, hartanya ludes, istrinya mengutuk dia, bahkan tubuhnya penuh borok. Namun Ayub tetap kuat karena dia tahu bahwa Tuhan sedang memprosesnya. Karena lulus dalam ujian, kehiudpan Ayub dipuluhkan secara luar biasa (baca Ayub 42:10-17). Jangan pernah undur dari Tuhan saat dalam pencobaan, karena selalu ada rencanaNya di balik itu!

M2. Merenungkan Firman

1. Mengapa kita orang Kristen tidak boleh berontak ketika menghadapi suatu cobaan atau masalah?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

M3. Melakukan Firman

Rhema apa yang anda dapatkan dari renungan saat teduh hari ini? Apa komitmen anda?

M4. Membagikan Firman

Ceritakanlah kebenaran-kebenaran baru yang anda peroleh dari bacaan di atas kepada orang lain.

Ayat Hafalan : Roma 12:11

“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”