Sabtu, 25 April 2020

BUKTI CINTA TUHAN YESUS (6)

Ayat Bacaan Hari ini: Yohanes 19:28-30

Ayat Hafalan: “Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia–supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci–:”Aku haus!” Yohanes 19:28

Setelah Yesus meminum anggur asam itu, Dia pun berkata, “sudah selesai”. Seluruh narasi Injil Yohanes mencapai puncaknya pada peristiwa kematian Yesus di kayu salib. Apakah yang terjadi ketika Yesus mati di kayu salib? Apakah yang menjadi selesai? Tentu saja apa yang dikisahkan sejak awal Injil ini, itulah yang menjadi selesai di atas kayu salib. Injil Yohanes mengajarkan tentang Sang Firman yang menjadi manusia, Pemberi hidup yang adalah terang manusia. Dia menciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu berbagian di dalam penciptaan yang Dia lakukan. Dan Dia yang menciptakan segala sesuatu adalah Dia yang juga menjadi Sumber bagi penciptaan baru. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, dan kegelapan tidak dapat menguasai terang. Tetapi tidak semua mau datang kepada terang itu. Manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang. Tetapi setiap orang yang menerima Dia mendapatkan kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Anak-anak yang tidak dilahirkan melalui cara penciptaan yang lama, yaitu secara fisik oleh hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan, tetapi melalui cara penciptaan yang baru, yaitu dari Roh Kudus. Orang-orang yang percaya kepada Kristus. Orang-orang yang dilahirkan dari atas, itulah anak-anak Allah itu.

Yesus datang untuk memulai suatu penciptaan baru. Dialah yang membawa manusia yang baru, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya, untuk memenuhi bumi dan menaklukkannya di dalam keadaan yang baru, yaitu sebagai anak-anak Allah. Dialah Sang Raja yang datang untuk menjadi Raja yang sejati. Raja yang memperbarui ciptaan ini. Raja yang membawa umat-Nya masuk ke dalam suatu keadaan baru yang penuh dengan damai sejahtera. Dialah Sang Adam terakhir yang membawa semua orang yang berada di dalam Dia untuk menjadi orang-orang yang hidup, yaitu orang-orang yang tunduk kepada rencana Allah (Rm. 5:12-21). Ciptaan baru sedang dimulai dengan kedatangan-Nya ke dalam dunia. Ciptaan baru itulah yang diumumkan dengan pengajaran dan tanda-tanda oleh Yesus Kristus. Ciptaan baru itu jugalah yang dengan tuntas dikerjakan Yesus Kristus hingga tiba waktunya Dia kembali kepada Bapa-Nya di surga.

Ciptaan baru itu akan dimulai dengan sempurna melalui keadaan runtuh dan hancur dari yang lama. Inilah cara yang Tuhan kerjakan sejak awal. Dari dalam gelap Dia berfirman dan jadilah terang (Kej. 1:3). Dari keadaan kacau balau dan kosong Dia menjadikan ciptaan yang teratur dan berlimpah (Kej. 1:2, 31). Dari orang yang sudah mati pucuk Dia memberikan seorang anak untuk memulai keturunan yang sangat besar (Ibr.11:12). Dari Mesir Tuhan memulai panggilan kepada sebuah bangsa besar yang hanya menjadi budak di sana (Kel. 3:6-8). Dari tengah puing-puing kehancuran, Tuhan akan membangun kembali Yerusalem yang telah dimusnahkan Babel (Yer. 29:10). Dari keadaan hanya tinggal tulang belulang, Tuhan akan membangkitkan tentara besar bagi Israel (Yeh. 37:1-10). Dan puncak dari semuanya itu, Tuhan akan memulai umat-Nya yang baru dari kematian mereka, dimulai dari kematian Juru Selamat mereka! Sebuah biji gandum harus mati dipendam dulu baru tumbuh tanaman yang akan memberi banyak hasil (Yoh. 12:24). Dari kematian akan muncul hidup. Kematian ditelan di dalam kemenangan. Sengat maut dikalahkan oleh umat Tuhan yang baru ini. Siapakah yang mengalahkan kematian? Umat Tuhan. Bagaimana mungkin mereka mengalahkan kematian? Karena Sang Kepala mereka, yaitu Kristus Yesus, Juru Selamat mereka, telah mengalahkan kematian. Melalui kematian-Nya tumbuhlah gandum yang menghasilkan banyak berkat. Melalui satu benih, tumbuhlah seluruh pohon yang menghasilkan buah dengan limpahnya. Di atas kayu salib inilah pekerjaan Tuhan menjadi genap untuk dimulai. Yesus mempersiapkan semuanya di dalam hidup-Nya, dan pada akhir hidup-Nya Dia menyelesaikan tugas-Nya untuk menjadi Raja yang membawa ke bumi ini ciptaan baru milik Allah, Bapa-Nya di surga.

Kesimpulan: Jangan lemah imanmu, semuanya “sudah selesai”

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *