Sabtu, 12 September 2020

BERJALAN DENGAN IMAN (6)

Ayat Bacaan Hari ini: Ibrani 11:1-40

Ayat Hafalan: Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Ibrani 11:1

Setiap manusia pasti memiliki iman. Itu bukanlah sekedar pernyataan, tetapi merupakan suatu kenyataan. Mengapa bisa seperti itu? Karena setiap manusia di bumi ini pasti mempunyai suatu iman yang sadar atau tidak sadar mereka miliki. Kita mengambil satu contoh sederhana, yaitu duduk. Setiap hari kita pasti duduk, entah itu di sofa rumah, di kursi kantor, di bangku kampus, di bangku sekolah, di kursi ruang tunggu dokter, di kursi restoran, dan sebagainya. Bagaimana kita bisa yakin bahwa sofa, kursi, atau bangku yang akan kita duduki tersebut tidak akan roboh atau patah saat kita mendudukinya? Mungkin kalau kursi itu kita beli sendiri, kita dapat melakukan quality check terlebih dulu terhadap kursi itu. Tetapi bagaimana bila kursi yang akan kita duduki tersebut sudah tersedia dan kita tidak tahu siapa yang membelinya? Kita tidak tahu apakah yang membeli kursi itu telah melakukan quality check terhadap kursi itu seteliti seperti yang akan kita lakukan sendiri, atau bahkan orang yang membeli kursi tersebut bukan saja tidak mau repot-repot mengecek kekuatan kursi itu, bahkan untuk menghemat biaya dia membeli kursi yang murah dan memang mutunya tidak bagus. Dan lebih jauh lagi, apakah kita percaya kalau orang yang telah membuat kursi itu benar-benar telah membuat kursi tersebut sesuai dengan prosedur dan dengan penuh tanggung jawab? Atau orang yang membuat kursi itu malah korupsi dengan hanya memasang 4 sekrup di mana seharusnya dibutuhkan 5 sekrup? Kalau pemikiran dasar seperti itu selalu ada di dalam benak kita, apakah kita akan menolak untuk duduk di semua kursi kecuali kursi yang ada di rumah kita yang kita percayai mutunya (yang sebenarnya juga belum tentu mutunya baik karena kita tidak tahu siapa yang membuat kursi itu)?

Tentu tidak demikian, bukan?

Mau tidak mau, kita ‘terpaksa’ mempercayai orang-orang yang membuat kursi-kursi tersebut dan juga orang-orang yang telah membelinya. Saat itu pun kita sudah menganggap diri kita percaya kepada mereka dan menaruh seluruh kekuatan tubuh kita dalam tangan mereka (karena kursi itu adalah buatan dan pilihan orang-orang yang membuat dan membelinya). Dari hal yang sangat biasa ini, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa setiap orang perlu dan pasti memiliki iman untuk dapat terus hidup di dalam dunia ini. Sebab, kalau tidak, kita akan membuat diri kita sendiri menjadi gila dengan kekhawatiran yang tidak ada habis-habisnya, bahkan kepada kekhawatiran itu sendiri pun diperlukan iman bahwa kekhawatiran kita riil adanya. Tapi masalahnya sekarang adalah iman kepada siapa dan iman yang seperti apa yang kita miliki?

Beriman artinya percaya. Allah adalah pencipta kita, dan di dalam rencana kekal-Nya Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Dia yang telah menciptakan kita pasti mengenal diri kita lebih daripada kita mengenal diri kita sendiri. Tetapi kenapa lebih mudah bagi kita untuk ‘terpaksa’ percaya dan menaruh sebagian dari hidup kita ke dalam tangan orang-orang yang tidak kita kenal? Sedangkan sangat sulit untuk ‘terpaksa’ percaya kepada Allah yang telah menciptakan kita dan merencanakan keselamatan bagi umat pilihan-Nya sejak sebelum kejatuhan manusia ke dalam dosa, bahkan sebelum Dia menciptakan dunia dan segala isinya, termasuk manusia itu sendiri?

PERCAYALAH KEPADA TUHAN DENGAN SEGENAP HATI DAN SEGENAP KEKUATANMU

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *