Senin, 08 Maret 2021

BERJALAN BERSAMA TUHAN (1)

 

Ayat Bacaan Hari ini: 2 Korintus 5:11-21

 

Ayat Hafakan: “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.2 Korintus 5:21

 

Perjalanan rohani murid Kristus bukanlah sebuah perjalanan kesia-siaan, jika perjalanan rohani tersebut merupakan perjalanan bersama dengan Kristus. Setiap pengalaman berjalan bersama Kristus akan memberikan hal-hal baru dan itu menjadi sebuah kekayaan rohani yang tidak bisa dinilai dengan materi. Beberapa hasil yang diperoleh dari perjalanan rohani yang ditandai keintiman dengan Kristus, adalah sebagai berikut:

 

1. Terjadinya perubahan karakter.

 

Perjalanan rohani bersama Allah menghasilkan proses perubahan karakter dalam diri. Berjalan bersama Allah akan membuat kita tertantang untuk membuat perubahan-perubahan dari dalam. Dallas Willard berkata bahwa revolusi karakter dimulai dengan mengubah orang dari dalam melalui relasi pribadi yang terus-menerus dengan Allah di dalam Kristus  dan dengan orang lain. Revolusi ini mengubah ide, keyakinan, perasaan dan kebiasaan mereka dalam membuat keputusan, juga mengubah kecenderungan jasmani dan relasi  sosial mereka. Revolusi ini menembus hingga lapisan-lapisan terdalam jiwa mereka. Perjalanan rohani tanpa menghasilkan perubahan merupakan perjalanan seorang diri tanpa kehadiran Allah disampingnya dan perjalanan kerohanian tersebut merupakan perjalanan rohani yang sia-sia. Jonathan Edwards berkata: “Orang-orang Kristiani itu seperti Kristus; tak seorang pun layak disebut Kristiani jika karakter mereka tidak serupa Dia…Ranting memiliki sifat yang sama dengan batang dan akar, menghisap cairan yang sama, dan menghasilkan buah yang sama. Anggota tubuh memiliki kehidupan yang sama dengan kepala. Akan sangat aneh jika orang-orang Kristiani tidak memiliki sifat dan semangat yang sama dari Kristus; ketika mereka mengikatkan diri pada Tuhan, mereka menjadi satu roh dengan Dia. Dan menjalani hidup sedemikan, hingga bukan mereka yang hidup, melainkan Kristus yang hidup dalam mereka.”

Apa yang disampaikan oleh Jonathan Edwards menegaskan bahwa tanpa perubahan hidup seperti Kristus, kita sedang memutuskan untuk tidak mengikatkan diri pada Kristus karena menolak untuk masuk dalam proses menjadi sama seperti Kristus.

 

2. Semakin memahami karya salib Kristus.

 

Orang yang memiliki keintiman dengan Kristus, dia dalam perjalanan rohaninya akan dibawa pada pemahaman yang lebih dalam tentang karya salib Kristus. Salib membawa seseorang pada kehidupan yang lebih baik.  Setiap orang percaya yang mengikut Yesus akan sanggup memikul salibNya. Orang tersebut akan menyadari hakekat tentang membayar harga untuk keputusannya mengikut Yesus. Dan memikul salib baginya adalah sebuah kehormatan, dan sebuah kemuliaan.

 

Karya salib merupakan bukti pertukaran dimana, Dia yang tidak berdosa menjadi dosa karena kita. (2 Korintus 5:21) dan hasil dari pertukaran adalah pengampunan melalui darah Kristus, itu yang kita nikmati. Semakin memahami karya salib Kristus membuat seseorang  akan sangat menghargai hidupnya, dan dia akan semakin mengasihi Tuhan. Semakin memahami karya salib Kristus, semakin kita akan mengenal kasih-Nya yang hebat atas kita dan kita akan semakin mengasihi-Nya. Perjalanan rohani yang disertai pengalaman penderitaan atau kesesakan, tidak akan membuat murid Kristus menyerah tapi justru berbahagia karena mereka menyadari bahwa mereka layak untuk menderita karena Guru mereka yakni Kristus mengalami penderitaan. Rasul Paulus memahami akan hal ini dan dia berkata dalam suratnya kepada jemaat di Filipi 3:10, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.” (Bersambung… )

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *