Sabtu, 23 Oktober 2021

PENGAMPUNAN YANG MENYEMBUHKAN (6)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Yoel 2:18-27

 

Ayat Hafalan: Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. Yoel 2:25

 

Kita semua memiliki masa lalu — suatu ruang penyimpanan atas ingatan-ingatan yang baik dan buruk yang masih dapat memengaruhi cara hidup kita sekarang. Sekarang, tidak peduli apa yang pernah terjadi pada Anda di masa lalu, tujuan Allah adalah untuk membawa Anda ke dalam suatu kondisi kehidupan, baik sekarang maupun di masa yang akan datang bersama Dia, yang tidak lagi dipengaruhi oleh kejadian buruk di masa lalu. Dalam Firman-Nya, Allah berjanji akan memulihkan kepenuhan-Nya dalam hidup kita. Yoel 2:25 berkata, “Aku akan memulihkan, tahun-tahun yang hasilnya dimakan belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap, dan belalang pengerip, yaitu tentara-Ku yang besar yang Kukirimkan kepadamu.” Mengapa ayat ini menuliskan keempat serangga ini secara khusus?

 

Jika kita mengambil keempat jenis serangga ini dan melepaskan mereka pada sebuah tanaman, keempatnya akan bekerja sama memakan dedaunan, cabang-cabang, batang utama, dan akhirnya akar. Sekarang apa yang tertinggal? Tidak ada sama sekali. Tanaman itu akan mati. Tetapi Allah berkata bahwa Dia akan memulihkan tahun-tahun Anda yang telah hilang dan yang telah dimakan habis — tidak peduli apa yang pernah terjadi pada Anda! Bahkan jika Anda merasa bahwa Anda telah hancur seluruhnya. Allah ingin memulihkan Anda!

 

Langkah Pertama untuk Pemulihan dari Allah

Luka yang dalam berasal dari orang lain, dan luka yang dalam tidak dapat disembuhkan kecuali melalui proses pengampunan. Bagaimana terbebas dari semua masalah serta luka masa lalu dan juga untuk bebas dari semua akibat-akibatnya yang terus mengganggu? Kita harus mengampuni. Ini adalah mutlak, dan Allah tidak akan mengubah pendirian-Nya terhadap hal ini. Bagi Allah pengampunan adalah masalah yang besar!

 

Pengampunan Bukan Berarti Perasaan

Jika Anda menantikan suatu perasaan “KASIH” yang datang pada Anda, Anda harus menanti lama sekali — bahkan mungkin selama-lamanya! Menyembunyikan luka Anda jauh ke belakang, ke tempat yang paling dalam dari pikiran Anda, tidaklah berarti bahwa Anda telah mengampuni orang yang telah menyakiti Anda. Bersama dengan berlalunya waktu, ingatan Anda seakan menjadi luntur dan luka itu mulai terlupakan. Tetapi waktu itu sendiri tidak dapat menyembuhkan luka. Hanya Allah sendiri yang dapat menyembuhkan.

 

Pengampunan Bukan Berarti Berkata Bahwa Orang Tersebut Tidak Melakukan Kesalahan

Kadangkala kita merasa jika kita mengampuni, sesungguhnya kita sedang menyatakan bahwa apa yang telah dilakukan orang tersebut “tidaklah seburuk itu”.  Jika ada seseorang menghampiri Anda dan meninju hidung Anda, kemudian orang tersebut datang pada Anda dan berkata, “Saya sangat menyesal,” apa yang akan Anda katakan? Apakah Anda akan menjawab “tidak apa-apa”? Jika Anda mengatakan hal ini, tahukah Anda apa yang telah Anda katakan padanya? Anda telah memberikan izin bagi dia untuk melakukannya lagi. Anda berkata, “Tidak apa-apa!” Apanya yang tidak apa-apa? Apakah tidak apa-apa untuk menyakiti Anda? Tidak! Ketika seseorang datang pada Anda berkata, “Maafkan saya — saya bersalah,” dan Anda menjawab, “Tidak apa-apa”, maka Anda telah memberikan izin pada mereka untuk menyakiti Anda, dan itu berarti mengizinkan mereka untuk berbuat dosa. Anda tidak memunyai hak untuk mengatakan “tidak apa-apa” kepada orang lain untuk berbuat dosa. Seharusnya jawaban Anda adalah “Saya mengampunimu.” (Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *